Bitcoin (BTC) kembali menghadapi tekanan setelah gagal bertahan di atas level US$82.000 pekan ini. Koreksi harga yang membawa BTC turun ke bawah level US$77.000 memicu munculnya prediksi bearish baru dari sejumlah analis kripto.
Salah satu yang paling menyita perhatian datang dari analis pasar Merlijn The Trader. Ia menilai Bitcoin berpotensi mengalami penurunan tajam hingga ke US$33.000 jika pola siklus bearish tahun 2018 kembali terulang di 2026.

Sumber Gambar: X.com
Analis Soroti Pola Bearish Tahun Midterm AS

Sumber Gambar: X.com/MerlijnTrader
Dalam analisanya, Merlijn menyoroti pola historis Bitcoin saat memasuki tahun “midterm election” Amerika Serikat atau pemilu sela AS.
Menurut data yang ia bagikan:
- Tahun 2014: Bitcoin turun sekitar 61%
- Tahun 2018: Bitcoin anjlok 65%
- Tahun 2022: BTC melemah hingga 66%
Karena 2026 juga termasuk tahun midterm election, Merlijn melihat adanya potensi pola serupa kembali terjadi.
“Tiga siklus. Tiga kejatuhan. Tidak pernah gagal terjadi,” sebutnya.
Artinya, selama tiga siklus sebelumnya, Bitcoin selalu mengalami koreksi besar tanpa pengecualian pada periode tersebut. Jika pola historis itu kembali berulang, BTC diperkirakan bisa turun ke area US$33.000.
Baca juga berita terbaru: Harga Bitcoin (BTC) Drop Tajam di Bawah US$77.000, Ada Apa?
Bitcoin Gagal Tembus US$82.000
Tekanan bearish mulai meningkat setelah Bitcoin gagal mempertahankan momentum kenaikan di atas US$82.000.
Penolakan harga di level tersebut membuat BTC terkoreksi ke sekitar US$78.000, yang kini dianggap sebagai area support penting dalam jangka pendek.
Level ini menjadi perhatian utama trader karena jika support US$78.000 ditembus, tekanan jual diperkirakan bisa semakin besar.
Sentimen pasar kripto di media sosial juga mulai berubah lebih hati-hati setelah penurunan tersebut terjadi.
Skenario Lain: Bitcoin Bisa Turun ke US$45.000
Selain skenario ekstrem ke US$33.000, Merlijn juga membagikan pola lain yang dianggap mirip dengan pergerakan Bitcoin pada 2021.
Saat itu, BTC sempat mengalami fase konsolidasi sebelum akhirnya masuk ke penurunan yang lebih dalam.
Menurutnya, Bitcoin saat ini kemungkinan sedang berada di fase “accumulation” atau akumulasi, yang dalam pola sebelumnya justru menjadi awal dari koreksi lanjutan.
Dalam skenario ini, target penurunan BTC berada di kisaran US$45.000 atau US$59.000 Meski masih bearish, proyeksi tersebut dianggap lebih realistis dibanding prediksi US$33.000.
Baca berita lainnya: CoinGecko Bongkar Hari Terbaik Beli Bitcoin (BTC), Hasilnya Tak Terduga
Support US$78.000 Jadi Penentu
Saat ini, fokus pasar tertuju pada area support US$78.000. Jika Bitcoin mampu bertahan di atas level tersebut, peluang pemulihan harga masih terbuka dan skenario bearish bisa gagal terjadi.
Sebaliknya, jika area itu jebol, tekanan jual diperkirakan akan meningkat dan membuka peluang BTC bergerak menuju target yang lebih rendah.
Di sisi lain, pasar juga masih memantau sejumlah sentimen positif yang berpotensi menahan penurunan lebih dalam, termasuk perkembangan regulasi kripto di AS melalui CLARITY Act serta membaiknya hubungan dagang Amerika Serikat (AS) dan China.
Kesimpulan
Prediksi Bitcoin turun ke US$33.000 memang terdengar ekstrem, tetapi analis melihat pola historis yang sebelumnya pernah terjadi pada 2014, 2018, dan 2022.
Meski begitu, pasar kripto dikenal sangat dinamis dan tidak selalu bergerak sesuai pola lama. Area US$78.000 kini menjadi level penting yang menentukan apakah Bitcoin akan kembali masuk fase bearish lebih dalam atau justru melanjutkan pemulihan harga.
FAQ
- Kenapa Bitcoin diprediksi bisa turun ke US$33.000?
Prediksi tersebut muncul karena analis melihat pola historis Bitcoin pada tahun midterm election AS. Pada 2014, 2018, dan 2022, BTC mengalami penurunan lebih dari 60%. - Apa itu pola bearish 2018 Bitcoin?
Pola bearish 2018 merujuk pada fase saat Bitcoin mengalami penurunan tajam setelah gagal mempertahankan tren kenaikan. Saat itu BTC turun sekitar 65% dalam satu siklus market. - Apakah Bitcoin benar-benar bisa turun ke US$33K?
Belum tentu. Prediksi itu hanya skenario berdasarkan analisis historis dan teknikal. Pergerakan Bitcoin tetap dipengaruhi sentimen pasar, ekonomi global, regulasi, dan aktivitas investor besar. - Kenapa level US$78.000 penting untuk Bitcoin?
Area US$78.000 dianggap sebagai support utama jangka pendek. Jika level ini bertahan, BTC berpotensi rebound. Namun jika ditembus, tekanan jual bisa meningkat lebih besar. - Apa arti support dan resistance dalam trading Bitcoin?
Support adalah area harga yang dianggap kuat menahan penurunan, sedangkan resistance adalah level yang sulit ditembus saat harga naik. Dua level ini sering digunakan trader untuk membaca arah market. - Apakah pola historis Bitcoin selalu terulang?
Tidak selalu. Banyak trader menggunakan data historis untuk membaca peluang pergerakan harga, tetapi kondisi market bisa berubah karena faktor ekonomi, regulasi, maupun sentimen global. - Faktor apa saja yang bisa membuat harga Bitcoin turun drastis?
Beberapa faktor yang sering memengaruhi harga Bitcoin antara lain tekanan jual besar, sentimen fear market, kebijakan suku bunga AS, regulasi kripto, hingga aksi profit taking investor besar.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CryptoPotato – $33K Could Be Bitcoin’s Next Stop if History Repeats: Analyst, diakses pada 18 Mei 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


