Analis memprediksi Bitcoin (BTC) berpotensi turun ke US$50.000 dalam 30 hari ke depan jika pola bearish yang mirip dengan siklus 2022 kembali terulang.
Tekanan jual disebut masih membayangi pasar setelah Bitcoin kehilangan support teknikal penting dan keluar dari tren kenaikan yang terbentuk dalam beberapa bulan terakhir.
Meski sempat memantul dari bawah US$60.000, Bitcoin masih bergerak di sekitar US$63.800. Data teknikal dan on-chain menunjukkan risiko koreksi lanjutan masih terbuka, terutama jika level support utama gagal dipertahankan.
Level US$59.100 Jadi Garis Pertahanan Penting

Sumber Gambar: TradingView via CoinPedia
Salah satu level yang paling banyak diperhatikan trader saat ini adalah Weekly 200 Moving Average (MA) yang berada di sekitar US$59.100.
Secara historis, level ini sering menjadi area pertahanan utama Bitcoin selama bear market maupun koreksi besar.
Dalam beberapa siklus sebelumnya, harga Bitcoin berhasil menemukan dasar sebelum memulai tren pemulihan baru setelah menyentuh area tersebut.
Apabila Bitcoin mampu bertahan di atas level US$59.100, hal itu dapat menjadi sinyal bahwa pembeli jangka panjang masih aktif menyerap tekanan jual.
Sebaliknya, jika support tersebut ditembus secara meyakinkan, peluang penurunan menuju area support berikutnya akan semakin terbuka.
Baca juga berita terbaru: Bitcoin Sudah Anjlok 50% dari ATH, Apakah Ini Kesempatan Buy The Dip?
Arus Keluar ETF dan Penjualan Whale Memicu Kekhawatiran
Selain faktor teknikal, tekanan jual juga datang dari aktivitas pelaku pasar besar.
Data terbaru menunjukkan adanya arus keluar atau outflow ETF Bitcoin yang mencapai level tertinggi dalam beberapa waktu terakhir. Di saat yang sama, para whale Bitcoin dilaporkan menjual sekitar 24.602 BTC sepanjang Mei.
Kombinasi antara keluarnya dana dari ETF dan aksi distribusi oleh pemegang besar membuat sebagian analis menilai proses koreksi kemungkinan belum selesai.
Volume perdagangan yang masih didominasi oleh tekanan jual turut memperkuat pandangan tersebut.
Analis Bandingkan Kondisi Saat Ini dengan Bear Market 2022
Analis kripto Ash Crypto melihat adanya kemiripan antara kondisi pasar saat ini dengan pola yang terjadi pada bear market 2022.

Sumber Gambar: X.com/AshCrypto
Menurutnya, dalam siklus sebelumnya Bitcoin membentuk titik terendah sekitar satu tahun setelah puncak bull market tercapai. Jika pola tersebut kembali terulang, maka titik bottom berikutnya berpotensi terjadi pada Oktober 2026.
“Dalam siklus sebelumnya, BTC mencapai titik terendah hampir tepat satu tahun setelah puncak pasar bullish. Jika itu terulang, titik terendah akan terjadi pada Oktober 2026,” tulis AshCrypto.
Sebagai perbandingan, Bitcoin sempat kehilangan sekitar 78% nilainya pada siklus 2022 sebelum akhirnya menemukan dasar harga.
Sementara itu, penurunan dari puncak siklus saat ini masih berada di kisaran 53%. Perbedaan tersebut membuat sebagian pelaku pasar menilai ruang koreksi masih terbuka jika tekanan jual terus berlanjut.
“Saat ini semuanya bergantung pada MA 200. Jika BTC kehilangan titik tersebut, pemberhentian berikutnya bisa jadi $50.000 atau lebih rendah,” lanjutnya.
Meski demikian, Ash Crypto menegaskan bahwa pola historis tidak selalu terulang secara identik dan tidak dapat dijadikan jaminan untuk memprediksi pergerakan harga di masa depan.
Data On-Chain Buka Peluang Bitcoin Turun ke Area US$50.000
Kekhawatiran lain datang dari indikator on-chain yang dikenal sebagai Realized Price.
Saat ini realized price Bitcoin berada di sekitar US$53.600. Dalam beberapa siklus sebelumnya, harga Bitcoin cenderung membentuk titik terendah pada area 34% hingga 58% di bawah realized price tersebut.
Berdasarkan pola historis itu, sebagian analis memperkirakan Bitcoin masih memiliki potensi untuk menguji area antara US$37.000 hingga US$50.000 sebelum benar-benar membentuk dasar pasar yang kuat.
Meski bukan kepastian, data tersebut menjadi salah satu alasan mengapa banyak trader masih memilih bersikap hati-hati.
Baca selanjutnya: Saylor Belum Menyerah, Strategy Borong 1.550 Bitcoin (BTC) Saat Pasar Lesu
Skenario US$50.000 dalam 30 Hari Jadi Sorotan
Analis kripto Rekt Fencer menjadi salah satu pihak yang paling vokal menyuarakan skenario bearish tersebut.

Sumber Gambar: X.com
Melalui unggahannya di media sosial X, ia menyebut pergerakan Bitcoin saat ini memiliki kemiripan yang kuat dengan pola penurunan tahun 2022.
“Bitcoin masih menunjukkan pola penurunan yang sangat mirip dengan kejatuhan pasar pada 2022,” tulis Rekt Fencer.
Menurutnya, terdapat dua kemungkinan skenario yang dapat terjadi apabila pola tersebut berlanjut.
Pada skenario pertama, Bitcoin berpotensi turun menuju US$55.000 dalam dua minggu ke depan.
Sementara pada skenario kedua, harga dapat melanjutkan koreksi hingga menyentuh US$48.000 pada Juli mendatang.
Jika salah satu skenario tersebut terjadi, maka area US$50.000 akan menjadi target penurunan yang paling banyak diperhatikan pasar dalam 30 hari ke depan.
Area US$44.000 hingga US$52.000 Dinilai Sebagai Zona Akumulasi Kuat
Beberapa analis menilai area US$44.000 hingga US$52.000 merupakan zona support terkuat dalam siklus saat ini.
Pandangan tersebut didukung oleh beberapa indikator teknikal, termasuk level retracement Fibonacci 50% dari bull market 2022–2025, area akumulasi besar yang terbentuk sepanjang 2024, serta proyeksi tren jangka panjang berdasarkan model power law.
Karena beberapa indikator penting bertemu pada rentang harga yang sama, area tersebut dianggap memiliki peluang lebih besar untuk menarik minat beli jika koreksi semakin dalam.
Kesimpulan
Meski Bitcoin berhasil memantul dari area bawah US$60.000, sejumlah indikator teknikal, data on-chain, serta aktivitas ETF dan whale menunjukkan bahwa tekanan jual belum sepenuhnya hilang.
Saat ini level US$59.100 menjadi area yang paling krusial untuk dipantau. Jika support tersebut bertahan, peluang pemulihan masih terbuka.
Namun jika tekanan jual terus meningkat dan pola historis kembali terulang, target US$55.000 hingga US$50.000 berpotensi menjadi fokus pasar dalam beberapa pekan ke depan.
FAQ
- Apakah Bitcoin benar-benar akan turun ke US$50.000?
Belum tentu. Target US$50.000 merupakan proyeksi sejumlah analis berdasarkan pola historis dan analisis teknikal. Pergerakan harga tetap dipengaruhi sentimen pasar, kondisi ekonomi global, dan aktivitas investor. - Apa itu Weekly 200 Moving Average pada Bitcoin?
Weekly 200 Moving Average adalah rata-rata harga Bitcoin selama 200 minggu terakhir. Indikator ini sering digunakan untuk mengidentifikasi area support jangka panjang dalam siklus pasar kripto. - Mengapa outflow ETF Bitcoin dianggap bearish?
Outflow ETF menunjukkan adanya dana yang keluar dari produk investasi berbasis Bitcoin. Kondisi ini dapat mengindikasikan berkurangnya minat beli dari investor institusi dalam jangka pendek. - Apa yang dimaksud realized price Bitcoin?
Realized price adalah rata-rata harga Bitcoin berdasarkan terakhir kali setiap koin berpindah tangan di blockchain. Indikator ini sering digunakan untuk menilai apakah Bitcoin sedang overvalued atau undervalued. - Apakah pola bear market 2022 bisa terulang kembali?
Tidak ada jaminan. Namun banyak analis menggunakan pola historis sebagai referensi untuk mengidentifikasi kemungkinan pergerakan harga dan area support yang berpotensi menjadi titik balik pasar. - Level support Bitcoin mana yang paling penting saat ini?
Berdasarkan analisis terbaru, area US$59.100, US$55.000, dan US$50.000 menjadi level support yang paling banyak dipantau trader dan investor dalam jangka pendek hingga menengah.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
CoinPedia – Bitcoin Price Will Dump to $50K in the Next 30 Days If This Happens, diakses pada 9 Juni 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


