Harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali berhasil menembus level psikologis US$72.000. Kenaikan ini terjadi setelah muncul sinyal bahwa Federal Reserve (The Fed) berpotensi memangkas suku bunga, yang langsung mendorong sentimen positif di pasar aset berisiko termasuk kripto.
Lonjakan tersebut memicu optimisme baru di kalangan trader dan analis. Banyak yang mulai mempertanyakan apakah pergerakan ini hanya kenaikan sementara atau justru menjadi awal dari rally besar berikutnya bagi Bitcoin.
Bitcoin Melonjak Setelah Sinyal Kebijakan Moneter The Fed

Sumber Gambar: X.com
Kenaikan harga Bitcoin terjadi tidak lama setelah komentar dari pejabat Federal Reserve, Stephen Miran, yang menyatakan bahwa bank sentral AS masih memiliki ruang untuk mempertimbangkan pemangkasan suku bunga meskipun inflasi belum sepenuhnya kembali ke target.
Menurut Miran, kondisi pasar tenaga kerja AS menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Kebijakan moneter yang lebih longgar dinilai dapat membantu menjaga stabilitas ekonomi.
Pernyataan ini langsung memicu perubahan sentimen di pasar keuangan. Investor yang sebelumnya bersikap hati-hati mulai kembali masuk ke aset berisiko, termasuk Bitcoin, saham teknologi, dan aset kripto lainnya.
Dalam kondisi seperti ini, penurunan suku bunga biasanya membuat likuiditas meningkat. Ketika likuiditas bertambah, investor cenderung mencari peluang di instrumen yang menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi.
Baca juga berita lainnya: Index US Dollar Naik ke Level Tertinggi 3 Bulan, Apa Dampaknya ke Bitcoin?
Level US$72.000 Jadi Titik Penting bagi Bitcoin
Dari sisi teknikal, level US$72.000 bukan sekadar angka biasa. Selama beberapa pekan terakhir, area ini beberapa kali menjadi zona penolakan harga.

Sumber Gambar: TradingView via Cryptonews
Namun kali ini Bitcoin berhasil menembusnya setelah keluar dari pola descending trendline yang sebelumnya menekan pergerakan harga.
Breakout ini dianggap sebagai perubahan momentum jangka pendek. Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, pasar berpotensi memasuki fase kenaikan berikutnya.
Trader biasanya memperhatikan apakah level yang ditembus bisa berubah menjadi support baru. Jika hal ini terjadi, peluang kenaikan lanjutan akan semakin terbuka.
Target Harga Bitcoin Berikutnya
Setelah menembus US$72.000, beberapa analis mulai memetakan target harga berikutnya. Dalam skenario bullish, area yang banyak diperhatikan adalah:
- US$80.000 sebagai target psikologis pertama
- US$84.000 sebagai level resistance berikutnya
- US$90.000 jika momentum bullish terus berlanjut
Level-level tersebut sebelumnya sempat menjadi area konsolidasi dan target teknikal yang sering dibicarakan oleh trader.
Namun pergerakan Bitcoin tetap sangat bergantung pada sentimen pasar global, termasuk kebijakan suku bunga, kondisi ekonomi, serta arus modal ke aset kripto.
Risiko Jika Breakout Gagal
Meski momentum terlihat positif, pasar masih menunggu konfirmasi lebih lanjut.
Jika Bitcoin gagal mempertahankan posisi di atas US$72.000, ada kemungkinan harga kembali masuk ke rentang sebelumnya.
Dalam skenario ini, level yang perlu diperhatikan adalah:
- US$64.000 sebagai support penting berikutnya
- US$60.000 sebagai area pertahanan utama jika tekanan jual meningkat
Karena itu, beberapa analis menilai beberapa sesi perdagangan ke depan akan menjadi fase krusial untuk menentukan arah tren selanjutnya.
Baca berikutnya: Warga Iran Kompak Beli dan Simpan Bitcoin di Wallet Pribadi, Ada Apa?
Faktor Geopolitik Ikut Mendorong Sentimen Pasar
Selain faktor kebijakan moneter, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik.
Laporan terbaru menyebutkan bahwa Iran telah menghubungi Amerika Serikat untuk membuka kemungkinan dialog diplomatik. Meskipun ketegangan kawasan masih tinggi, kabar ini membantu menenangkan pasar global.
Ketika risiko geopolitik mulai mereda, investor cenderung lebih berani mengambil posisi di aset berisiko.
Kombinasi antara sinyal kebijakan moneter yang lebih longgar dan stabilitas geopolitik sering kali menjadi pemicu kenaikan harga di berbagai pasar, termasuk kripto.
Kesimpulan
Lonjakan harga Bitcoin di atas US$72.000 menunjukkan bagaimana aset kripto sangat sensitif terhadap perubahan kebijakan ekonomi global.
Sinyal kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh The Fed langsung mendorong sentimen positif dan memicu arus dana kembali ke aset berisiko.
Namun arah pergerakan selanjutnya masih bergantung pada kemampuan Bitcoin mempertahankan level tersebut. Jika berhasil, target harga di kisaran US$80.000 hingga US$90.000 kembali menjadi pembicaraan di kalangan analis pasar.
Sebaliknya, jika breakout gagal dipertahankan, Bitcoin masih berpotensi kembali ke area konsolidasi sebelumnya.
FAQ
- Mengapa harga Bitcoin naik setelah sinyal rate cut dari The Fed?
Sinyal pemangkasan suku bunga biasanya membuat likuiditas di pasar meningkat. Ketika bunga rendah, investor cenderung mencari aset dengan potensi imbal hasil lebih tinggi seperti saham dan kripto, termasuk Bitcoin. - Apa arti level US$72.000 bagi pergerakan harga Bitcoin?
Level ini merupakan area resistance yang beberapa kali menahan kenaikan harga Bitcoin. Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, area ini bisa berubah menjadi support dan membuka peluang kenaikan lanjutan. - Berapa target harga Bitcoin jika rally berlanjut?
Beberapa analis memperkirakan target jangka pendek berada di sekitar US$80.000, kemudian US$84.000, dan dalam skenario bullish yang lebih kuat bisa mendekati US$90.000. - Apa yang terjadi jika Bitcoin kembali turun di bawah US$72.000?
Jika harga jatuh kembali di bawah level tersebut, breakout dianggap gagal. Dalam kondisi ini, Bitcoin berpotensi turun menuju area support berikutnya di sekitar US$64.000 hingga US$60.000. - Apakah kebijakan suku bunga The Fed selalu mempengaruhi harga Bitcoin?
Tidak selalu secara langsung, tetapi kebijakan moneter AS sering memengaruhi sentimen pasar global. Ketika suku bunga rendah atau berpotensi turun, aset berisiko seperti Bitcoin biasanya mendapatkan dorongan permintaan dari investor.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Cryptonews – Bitcoin Price Prediction: Fed Rate Cut Hints Send BTC Flying Past $72K — Is a Mega Rally Starting?, diakses pada 5 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita The Fed, #Berita Regulasi Crypto






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


