3 Emosi yang Selalu Memicu Herd Behaviour di Crypto
icon search
icon search

Top Performers

3 Emosi yang Selalu Memicu Herd Behaviour di Crypto

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

3 Emosi yang Selalu Memicu Herd Behaviour di Crypto

3 Emosi yang Selalu Memicu Herd Behaviour di Crypto

Daftar Isi

Pasar crypto dikenal sebagai tempat di mana pergerakan harga bisa berubah dalam hitungan menit. Di tengah dinamika seperti itu, banyak investor akhirnya membuat keputusan bukan karena pemahaman mendalam, tapi karena terbawa arus. Kamu mungkin pernah melihat bagaimana satu token tiba-tiba ramai dibeli hanya karena banyak orang mulai membicarakannya, atau sebaliknya, seluruh market panik begitu muncul kabar negatif. Fenomena ketika keputusan mayoritas mempengaruhi tindakan orang lain inilah yang dikenal sebagai herd behaviour. Untuk memahami kenapa perilaku ini sangat kuat di crypto, kamu perlu melihat peran tiga emosi yang bekerja di baliknya.

 

Apa Itu Herd Behaviour dalam Crypto?

Herd behaviour adalah kecenderungan investor mengikuti apa yang dilakukan mayoritas, sering kali tanpa mengevaluasi situasinya secara mandiri. Ketika banyak orang membeli sebuah aset, muncul rasa percaya diri seolah keputusan itu pasti tepat. Sebaliknya, ketika komunitas mulai menjual, rasa takut ikut menyebar dan membuat kamu merasa lebih aman jika mengikuti langkah yang sama. Dalam ekosistem crypto yang pergerakannya sangat cepat, kecenderungan ini menjadi jauh lebih kuat karena opini publik bisa berubah hanya karena satu unggahan, rumor, atau komentar dari figur berpengaruh.

Herd behaviour dalam konteks investasi muncul ketika keputusan diambil berdasarkan persepsi mayoritas, bukan pada pemahaman atau analisis terhadap aset tersebut. Kamu mungkin pernah membeli sebuah token hanya karena grafiknya menanjak, meski belum benar-benar tahu apa utilitas atau prospeknya. Atau kamu ikut menjual karena komunitas mulai panik, padahal tidak ada perubahan berarti pada faktor fundamental, sesuatu yang seharusnya bisa kamu pahami jika terbiasa melihat analisis fundamental crypto sebelum mengambil keputusan. Ketika keputusan seperti ini terjadi berulang-ulang, pola pasar menjadi mudah terdorong oleh emosi massal.

Fenomena ini tidak hadir begitu saja. Herd behaviour terbentuk karena kombinasi sentimen, kecepatan arus informasi, dan tekanan psikologis yang bekerja bersamaan dalam pasar crypto. Untuk memahami kenapa perilaku ini begitu dominan, kamu perlu melihat bagaimana karakter pasar itu sendiri memperkuat reaksi emosional investor.

 

Kenapa Crypto Sangat Rentan terhadap Herd Behaviour?

Pasar crypto memiliki karakter yang berbeda dari instrumen investasi lain. Pergerakannya sangat dipengaruhi oleh sentimen karena sebagian besar investor masih mengandalkan respons cepat terhadap informasi ketimbang analisis jangka panjang. Tidak seperti aset tradisional yang pergerakannya lebih stabil dan sering bergantung pada laporan resmi atau indikator ekonomi, crypto dapat berubah puluhan persen hanya karena perubahan mood pasar. Di tengah volatilitas setinggi ini, opini mayoritas menjadi acuan instan bagi banyak trader yang belum memiliki kerangka analisis kuat.

Crypto juga berkembang dalam ekosistem yang sangat terbuka dan komunikatif. Narrative baru—seperti kenaikan token AI, hype gaming, atau munculnya inovasi layer-2—sering memicu percakapan besar di media sosial. Ketika sebuah narrative mulai terdengar menjanjikan, sentimen positif menyebar bukan melalui laporan resmi, tetapi melalui kecepatan informasi yang datang dari komunitas. Dalam situasi seperti ini, rasa ingin ikut tren muncul secara alami karena seolah-olah semua orang sedang membicarakannya.

Selain itu, komunitas memegang peran yang jauh lebih besar dibanding pasar tradisional. Telegram, TikTok, YouTube, dan X bukan hanya tempat berdiskusi, tetapi ruang di mana arah pasar bisa berubah dengan cepat. Ketika ribuan orang melihat sinyal yang sama—baik itu rumor, analisis singkat, atau potongan grafik—persepsi publik pun bergerak secara kolektif. Pertemuan antara kecepatan informasi dan keinginan untuk tidak tertinggal membuat perilaku seragam terbentuk lebih cepat dari yang kamu bayangkan.

Kombinasi volatilitas, narrative yang bergerak cepat, dan kekuatan komunitas menciptakan lingkungan di mana emosi tersebar secara masif. Di sinilah herd behaviour tumbuh dengan sangat subur: investor tidak hanya bereaksi terhadap harga, tetapi juga terhadap reaksi orang lain. Dan ketika emosi mulai mengambil peran utama, tiga dorongan psikologis pun muncul dan mendorong pasar bergerak dalam pola yang sama.

 

3 Emosi Pemicu Herd Behaviour di Crypto

Setiap kali herd behaviour muncul, biasanya ada tiga emosi yang memicunya: fear, greed, dan hope. Ketiganya saling berkaitan dan bisa berubah-ubah tergantung kondisi pasar. Untuk memahami bagaimana kamu bisa terjebak dalam arus, mari lihat bagaimana masing-masing emosi bekerja.

 

1. Fear – Ketakutan yang Mendorong Panic Selling

Jika fear dan greed sering muncul sebelum masuk posisi, hope biasanya datang setelah posisi sudah salah arah. Ketika harga bergerak berlawanan, kamu mungkin mulai berharap harga akan kembali seperti semula. Harapan ini terlihat positif, tetapi dalam konteks trading, hope sering menjadi jebakan yang sangat merugikan.

Harapan membuat kamu bertahan di posisi yang seharusnya ditutup. Alih-alih mengevaluasi apakah keputusan awal masih logis, kamu memilih menunggu karena komunitas juga mengatakan bahwa harga “pasti akan balik”. Padahal tidak ada jaminan. Hope membuat kamu menunda keputusan penting seperti cut loss atau re-entry yang lebih bijak.

Ketika banyak trader terjebak harapan yang sama, herd behaviour menciptakan kelompok besar yang menahan posisi rugi bersama-sama. Pada akhirnya, ini membuat siklus kerugian berlanjut lebih lama dan sering memicu efek domino ketika satu per satu akhirnya menyerah.

 

2. Greed – Keserakahan Saat Harga Meroket

Kebalikan dari fear, greed muncul saat harga melonjak. Melihat grafik naik berturut-turut membuat kamu merasa sedang melewatkan kesempatan besar, sebuah reaksi yang sering muncul ketika kamu tidak memahami apa itu FOMO dan bagaimana dorongan ini mengganggu pengambilan keputusan. Perasaan bahwa “semua orang” sudah profit dan kamu belum masuk akan membuat kamu terdorong masuk tanpa memikirkan risiko. Inilah momen ketika FOMO paling kuat bekerja.

Greed mendorong trader mengambil keputusan yang impulsif. Kamu mungkin menambah posisi berkali-kali meski harga sudah terlalu tinggi, atau mengikuti rekomendasi orang lain tanpa memahami apa yang dibeli. Ketika euforia menyebar cepat, harga bisa naik jauh dari nilai sewajarnya. Pola ini sering terlihat pada rally memecoin atau narrative baru yang viral, di mana pergerakan harga lebih dikendalikan sentimen daripada utilitas.

Herd behaviour berkembang ketika banyak orang membeli bersama-sama karena yakin harga akan terus naik. Padahal, pasar yang naik terlalu tajam justru berada pada titik paling rentan terhadap koreksi besar.

3. Hope – Harapan Berlebihan Saat Posisi Sudah Salah

Hope biasanya datang setelah posisi yang kamu ambil bergerak berlawanan. Ketika harga turun, bukan tidak mungkin kamu tetap menahan posisi karena berharap harga akan pulih. Harapan seperti ini terlihat positif, tetapi dalam trading, hope sering menjadi jebakan yang membuat kamu kehilangan objektivitas.

Harapan berlebihan muncul ketika kamu sudah terikat secara emosional dengan posisi yang kamu pilih. Kamu mungkin mengikuti komentar komunitas yang mengatakan bahwa harga akan pulih, padahal tidak ada data yang mendukung. Dalam banyak situasi, hope membuat trader bertahan dalam posisi rugi jauh lebih lama daripada yang seharusnya.

Ketika banyak orang berada dalam kondisi yang sama, pasar cenderung bergerak ke arah yang tidak lagi rasional. Sekelompok besar trader terus menahan posisi sambil menunggu keajaiban, padahal tekanan jual makin besar. Ketika akhirnya harapan itu tidak terwujud, pelepasan posisi secara serentak bisa memicu penurunan yang lebih tajam.

Pada tahap ini, terlihat jelas bahwa hope bukan sekadar emosi pribadi. Harapan yang menyebar ke banyak investor menciptakan pola perilaku yang ikut membentuk arah market. Tiga emosi ini—fear, greed, dan hope—saling berkaitan dan bersama-sama mempengaruhi keputusan yang kamu dan trader lain ambil. Untuk memahami dampaknya secara menyeluruh, kamu perlu melihat bagaimana ketiganya bekerja di level kolektif.

 

Dampak Tiga Emosi Ini pada Keputusan Investasi Crypto

Ketika fear, greed, dan hope muncul secara bersamaan di kalangan trader, keputusan yang seharusnya diambil dengan pertimbangan matang berubah menjadi respons cepat terhadap tekanan pasar. Kamu mungkin sudah menyadari pola ini ketika melihat bagaimana harga bergerak terlalu kencang, baik saat naik maupun jatuh. Bukan karena faktor fundamental berubah, tetapi karena ribuan orang bereaksi dalam ritme yang sama.

Fear sering kali membuat trader melepaskan aset tanpa sempat mengevaluasi penyebab penurunan, sehingga keputusan berubah menjadi apa itu panic selling yang sering terjadi saat market bergerak terlalu cepat. Greed mendorong mereka masuk tergesa-gesa ketika harga naik hanya karena takut tertinggal. Hope membuat banyak orang bertahan dalam posisi rugi, berharap momentum akan berbalik. Ketika tiga emosi ini muncul bergantian dalam satu siklus, pasar bergerak dengan cepat menuju arah yang sering tidak sejalan dengan nilai sebenarnya.

Dalam kondisi seperti ini, kamu bisa kehilangan kejelasan dalam membaca situasi. Pergerakan harga yang sebenarnya wajar dapat tampak mengkhawatirkan karena komunitas panik. Sebaliknya, lonjakan harga yang tidak didukung fundamental bisa terlihat menggiurkan karena semua orang tampak ikut masuk. Jika kamu terus-menerus merespons tekanan kolektif seperti ini, keputusan investasi akan lebih sering dipandu oleh emosi massa daripada strategi pribadi.

Dampaknya bukan hanya pada satu transaksi. Pola mengikuti kerumunan secara berulang dapat mengikis kepercayaan terhadap analisis yang kamu bangun sendiri. Kamu mulai ragu pada keputusan yang sudah direncanakan dan lebih mudah terbawa opini mayoritas. Pada akhirnya, kebiasaan seperti ini membuat kamu kesulitan menjaga konsistensi, padahal konsistensi adalah salah satu fondasi penting dalam investasi yang sehat.

Situasi ini menjelaskan mengapa memahami perilaku emosional bukan sekadar teori. Dengan menyadari cara fear, greed, dan hope mempengaruhi keputusan kolektif, kamu bisa melihat pasar dengan lebih jernih dan menyadari kapan kamu sedang dipengaruhi arus, bukan strategi. Kesadaran inilah yang kemudian akan membantu kamu mengambil langkah berikutnya: membangun cara mengelola emosi agar tidak mudah terseret herd behaviour.

 

Cara Mengendalikan Emosi Agar Tidak Ikut Herd Behaviour

Mengendalikan emosi bukan berarti kamu harus menyingkirkan perasaan saat berhadapan dengan pasar. Yang jauh lebih penting adalah membangun cara pikir yang membuat keputusanmu berdiri di atas analisis pribadi, bukan pada gelombang sentimen yang berubah setiap saat. Kamu bisa mulai dengan menetapkan struktur keputusan yang konsisten. Misalnya, menentukan alasan masuk dan keluar sebelum membuka posisi. Ketika alasan ini jelas sejak awal, tekanan dari komunitas tidak mudah menggoyahkanmu.

Mengatur batas rugi dan target profit juga menjadi fondasi yang tidak boleh dilewatkan karena keduanya merupakan bagian penting dari risk management crypto yang membantu kamu menjaga keputusan tetap terkendali. Ketika keduanya sudah ditentukan, kamu tidak perlu menebak-nebak langkah berikutnya di tengah volatilitas. Kamu hanya perlu menjalankan apa yang sudah kamu putuskan saat kondisi pikiran masih jernih. Banyak trader terseret arus herd behaviour karena terlalu sering membuat keputusan baru di tengah tekanan, bukan mengikuti rencana yang sudah disiapkan.

Selain memiliki rencana, penting juga untuk membiasakan diri melihat data yang mendukung keputusanmu. Volume transaksi, tren on-chain, utilitas sebuah koin, hingga pola dari siklus pasar crypto bisa menjadi pegangan untuk menilai apakah suatu pergerakan wajar atau sekadar dorongan emosional. Dengan memeriksa data, kamu melatih diri untuk memberi jarak antara apa yang kamu rasakan dan apa yang terjadi di pasar. Jarak inilah yang membantu kamu tetap tenang saat grafik bergerak terlalu cepat.

Di sisi lain, kamu juga perlu mengenali pemicu emosionalmu sendiri. Setiap trader punya “titik lemah” yang berbeda. Ada yang mudah terbawa euforia ketika grafik naik, ada yang cepat panik saat harga bergerak turun, ada juga yang sulit melepaskan posisi rugi karena masih menaruh harapan. Dengan mengetahui pola emosimu sendiri, kamu bisa membangun kebiasaan yang membuatmu lebih sadar kapan kamu mulai terseret arus dan kapan harus mengambil langkah mundur untuk berpikir ulang.

Mengelola emosi bukan hanya tentang disiplin, tetapi juga tentang cara kamu memaknai setiap pergerakan harga. Ketika kamu mulai melihat pasar sebagai kumpulan reaksi manusia, bukan sekadar angka, kamu bisa membaca suasana lebih jernih. Pemahaman ini membuat kamu lebih siap menilai situasi secara objektif dan memilih kapan mengikuti momentum, kapan harus menahan diri, dan kapan sebaiknya tidak melakukan apa-apa.

Jika kebiasaan ini terbentuk, kamu tidak hanya terhindar dari herd behaviour, tetapi juga menjadi trader yang jauh lebih stabil. Inilah landasan penting sebelum kamu mengambil kesimpulan dari keseluruhan pembahasan tentang fear, greed, dan hope.

 

Kesimpulan

Herd behaviour di crypto muncul bukan semata-mata karena trader mengikuti satu sama lain, tetapi karena pasar ini bergerak dalam ruang yang sangat sensitif terhadap emosi. Fear, greed, dan hope tidak hanya mempengaruhi keputusanmu secara individu, tetapi juga membentuk pola kolektif yang bisa menggerakkan market dalam skala besar. Ketika kamu memahami bagaimana ketiga dorongan ini bekerja, kamu bisa melihat bahwa banyak pergerakan harga sebenarnya merupakan cerminan dari reaksi manusia, bukan sekadar angka di grafik.

Pemahaman ini penting karena memberimu jarak dari tekanan pasar. Kamu jadi bisa menilai apakah sebuah pergerakan benar-benar didukung alasan yang kuat atau hanya hasil dari arus emosional yang sedang memanas. Dengan cara pandang yang lebih tenang, analisis yang kamu lakukan terasa lebih relevan dan keputusan yang kamu ambil menjadi lebih konsisten.

Pada akhirnya, kemampuan kamu menahan diri di tengah arus herd behaviour adalah pembeda antara keputusan yang hanya mengikuti keramaian dan keputusan yang dibuat berdasarkan pemahaman. Pasar mungkin bergerak cepat, tetapi kedewasaan dalam membaca sentimen, memahami data, dan menjaga rencana adalah fondasi yang membuat kamu tetap kokoh menghadapi dinamika crypto yang selalu berubah. Ketika kamu sudah sampai pada level ini, kamu tidak lagi hanya bereaksi—kamu mulai benar-benar mengendalikan keputusanmu sendiri.

 

Itulah informasi menarik tentang Herd Behaviour yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel populer Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market.

Untuk pengalaman trading yang lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading kami di INDODAX. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital, teknologi blockchain, dan berbagai peluang trading lainnya hanya di INDODAX Academy.

 

Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Staking/Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

 

Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

FAQ

1. Apa itu herd behaviour dalam crypto?

Herd behaviour adalah kondisi ketika investor mengikuti tindakan mayoritas tanpa menilai situasinya secara mandiri. Dalam crypto, pola ini sering dipicu fear, greed, dan hope yang membuat keputusan bergerak serempak meski tidak selalu didukung alasan fundamental.

2. Kenapa crypto sangat rentan terhadap herd behaviour?

Karena pergerakan harga sangat cepat, informasi mudah menyebar melalui komunitas, dan narrative pasar berubah dalam hitungan jam. Kombinasi ini membuat emosi kolektif cepat terbentuk dan memengaruhi keputusan banyak trader sekaligus.

3. Apakah FOMO termasuk bagian dari herd behaviour?

Ya. FOMO adalah bentuk greed yang muncul ketika seseorang takut tertinggal momentum. Perasaan ini mendorong trader membeli aset karena melihat orang lain membeli, bukan karena memahami alasan di balik kenaikan.

4. Bagaimana cara menghindari panic selling saat harga turun?

Kunci utamanya adalah masuk dengan rencana. Tetapkan alasan entry, batas rugi, dan target sebelum membuka posisi. Dengan pegangan seperti ini, kamu bisa menilai situasi berdasarkan rencana pribadi, bukan tekanan komunitas yang panik.

5. Apakah herd behaviour selalu buruk untuk investor?

Tidak selalu. Ada kondisi ketika momentum bisa dimanfaatkan, tetapi risiko naik jika keputusan dibuat tanpa data. Jika kamu hanya mengikuti mayoritas tanpa memahami alasan pergerakannya, peluang melakukan kesalahan menjadi jauh lebih besar.

 

Author : RB

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

Lebih Banyak dari Tutorial

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 8.92%
bnb BNB 0.40%
sol Solana 4.83%
eth Ethereum 2.37%
ada Cardano 1.35%
pol Polygon Ecosystem Token 2.12%
trx Tron 2.85%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
IOTA/IDR
IOTA
4.940
90.15%
ZKWASM/IDR
ZKWASM
217
35.63%
LSK/IDR
Lisk
3.586
29.79%
CNG/IDR
CoinNaviga
308.000
21.98%
PIPPIN/IDR
Pippin
1.311
21.39%
Nama Harga 24H Chg
VCG/USDT
VCGamers
0
-49.61%
KUNCI/IDR
Kunci Coin
2
-33.33%
SQD/IDR
Subsquid
1.069
-28.69%
DFG/IDR
Defigram
90.841
-21.35%
ROOT/IDR
The Root N
5
-16.67%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

7 Alasan Kenapa Bitcoin Mahal dan Tetap Jadi Incaran Trader
29/11/2025
7 Alasan Kenapa Bitcoin Mahal dan Tetap Jadi Incaran Trader

Setiap kali harga Bitcoin naik, muncul komentar yang sama: “Kok

29/11/2025
3 Emosi yang Selalu Memicu Herd Behaviour di Crypto
29/11/2025
3 Emosi yang Selalu Memicu Herd Behaviour di Crypto

Pasar crypto dikenal sebagai tempat di mana pergerakan harga bisa

29/11/2025
Rahasia Impossible Trinity di Crypto yang Jarang Dibahas
29/11/2025
Rahasia Impossible Trinity di Crypto yang Jarang Dibahas

Selama ini banyak orang melihat crypto hanya dari sisi harga

29/11/2025