7 Alasan Kenapa Bitcoin Mahal dan Tetap Jadi Incaran Trader
icon search
icon search

Top Performers

7 Alasan Kenapa Bitcoin Mahal dan Tetap Jadi Incaran Trader

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

7 Alasan Kenapa Bitcoin Mahal dan Tetap Jadi Incaran Trader

7 Alasan Kenapa Bitcoin Mahal dan Tetap Jadi Incaran Trader

Daftar Isi

Setiap kali harga Bitcoin naik, muncul komentar yang sama: “Kok mahal amat?” Kamu mungkin juga pernah merasakannya. Saat melihat grafik Bitcoin menembus level baru, sering muncul rasa ragu apakah harga setinggi itu masih masuk akal. Namun di sisi lain, kamu juga melihat trader tetap membeli, seolah harga mahal bukan masalah. Dari sinilah pertanyaan besar mulai muncul: sebenarnya apa yang membuat Bitcoin layak dihargai setinggi itu, dan kenapa trader tetap meminangnya?

Untuk menjawabnya, kamu perlu memahami bahwa harga Bitcoin bukan hasil satu faktor tunggal. Ia terbentuk dari kombinasi kelangkaan, permintaan yang terus berkembang, siklus halving, kekuatan jaringan, serta perilaku pasar yang unik. Dengan memahami fondasi ini, kamu akan bisa melihat harga Bitcoin bukan sekadar angka, tapi pantulan dari sifat teknologi dan ekosistemnya.

 

7 Alasan Kenapa Bitcoin Bisa Mahal?

Bagian ini akan membantu kamu melihat alasan paling mendasar kenapa harga Bitcoin sering dianggap tinggi. Sebelum memahami mengapa trader tetap membelinya, kamu perlu memahami dulu apa yang membuat Bitcoin punya nilai sebesar itu.

 

1. Supply Bitcoin Terbatas dan Sulit Ditambah

Ketika kamu mendengar bahwa Bitcoin hanya memiliki total supply 21 juta, mungkin terdengar biasa saja, terutama kalau kamu belum memahami apa itu Bitcoin dari sisi teknis dan konsep dasarnya. Tapi batasan ini bukan sekadar angka; ini adalah pondasi yang membuat Bitcoin berbeda dari aset lain. Dari total itu, sekitar 19.7 juta sudah beredar. Bahkan jutaan lainnya—diperkirakan sekitar 3 sampai 4 juta—hilang selamanya akibat kesalahan manusia, kehilangan private key, atau wallet bitcoin yang tidak pernah dibuka lagi.

Hal ini berarti jumlah Bitcoin yang benar-benar bisa beredar jauh lebih sedikit dari angka totalnya. Apalagi sebagian besar Bitcoin disimpan oleh holder jangka panjang, sehingga likuiditas makin ketat. Dengan pasokan yang tidak bisa ditambah dan penggunaan yang semakin luas, harga Bitcoin wajar bergerak naik dari waktu ke waktu. Kelangkaan inilah yang membuat Bitcoin menjadi aset yang memang pantas dihargai mahal.

 

2. Permintaan Global Terus Meningkat

Setelah memahami kelangkaannya, kamu perlu melihat sisi permintaan yang justru naik sangat cepat. Dalam beberapa tahun terakhir, pembeli Bitcoin bukan hanya pengguna ritel, tapi juga institusi besar seperti perusahaan publik, manajer aset global, dan penyedia ETF. ETF Bitcoin di Amerika saja sudah menyerap lebih dari lima ratus ribu Bitcoin sejak diluncurkan.

Yang membuatnya menarik adalah aliran dana harian ETF yang mencapai 9.000 sampai 12.000 BTC per hari—jauh lebih tinggi dari jumlah Bitcoin baru yang ditambang, yaitu sekitar 450 BTC per hari setelah halving terakhir. Ketidakseimbangan antara supply dan demand inilah yang menciptakan tekanan harga ke atas. Selama permintaan meningkat dan supply stagnan, mahalnya Bitcoin justru terasa masuk akal.

 

3. Efek Halving yang Terjadi Setiap Empat Tahun

Kalau supply dan demand ibarat dua sisi yang saling tarik-menarik, halving adalah momen ketika sisi supply makin melemah. Setiap empat tahun, reward yang diterima penambang dipotong setengah dalam proses yang dikenal sebagai halving Bitcoin, dan momen inilah yang sering menjadi titik balik dinamika harga. Dari 50 BTC, turun ke 25, lalu 12.5, lalu 6.25, dan di 2024 menjadi 3.125. Dampaknya sangat jelas: Bitcoin baru yang masuk ke pasar berkurang drastis.

Sebelum halving, penambang bisa menghasilkan sekitar sembilan ratus Bitcoin per hari. Setelah halving, jumlah itu turun menjadi empat ratus lima puluh. Dengan masuknya institusi yang memborong Bitcoin jauh lebih cepat daripada Bitcoin baru tercipta, halving sering menjadi pemicu tren kenaikan jangka panjang. Karena itu, setiap siklus halving membawa harapan baru bagi pasar.

 

4. Jaringan Bitcoin Semakin Kuat dari Tahun ke Tahun

Selain supply dan demand, kekuatan jaringan Bitcoin juga berperan besar dalam membentuk nilai. Makin banyak orang yang menggunakan Bitcoin, makin kuat jaringan tersebut. Saat ini, ada lebih dari satu juta wallet aktif setiap hari, puluhan juta wallet yang punya saldo, dan ratusan ribu transaksi terjadi setiap harinya.

Di sisi lain, hashrate Bitcoin mencapai titik tertingginya. Ini menunjukkan penambang semakin banyak dan jaringan semakin aman. Semakin kuat fondasi teknologinya, semakin besar pula kepercayaan publik terhadap nilai Bitcoin. Keamanan dan stabilitas jaringan adalah faktor yang sering luput dibicarakan, padahal sangat penting dalam membentuk harga.

 

5. Bitcoin Dianggap Emas Digital

Narasi adalah bagian penting dalam dunia aset. Bitcoin punya salah satu narasi paling kuat: emas digital. Julukan ini muncul bukan tanpa alasan. Bitcoin langka, tidak bisa dipalsukan, tahan sensor, dan tidak dikendalikan pemerintah mana pun. Ketika banyak negara mengalami inflasi, Bitcoin dianggap sebagai alternatif untuk menyimpan nilai.

Generasi muda cenderung memilih aset digital dibanding emas fisik. Kombinasi kelangkaan, teknologi, dan persepsi publik inilah yang sering membuat harga Bitcoin terasa masuk akal bagi mereka yang percaya pada konsep emas digital ini.

 

6. Faktor Kepercayaan Publik dan Jejak Sejarah Harga

Saat kamu melihat perjalanan harga Bitcoin, ada pola menarik yang terus berulang. Harga Bitcoin selalu dianggap mahal pada setiap tahap. Tahun 2013, harga baru sekitar satu juta rupiah dan sudah dianggap terlalu mahal. Tahun 2017 mencapai enam puluh juta dan orang merasa ragu. Tahun 2021 menembus sembilan ratus juta dan banyak yang mengira puncaknya sudah dekat. Kini harga sudah berada di level miliaran rupiah.

Justru karena sejarah inilah banyak orang yakin bahwa mahal atau tidaknya Bitcoin bersifat relatif. Harga yang dianggap mahal hari ini bisa terlihat sangat murah lima tahun lagi. Kepercayaan jangka panjang inilah yang membuat Bitcoin punya ruang tumbuh lebih besar dibanding aset tradisional.

 

7. Volatilitas dan Likuiditas Tinggi

Meski ada yang menganggap volatilitas sebagai risiko, bagi trader volatilitas justru peluang. Bitcoin punya tingkat volatilitas empat sampai enam kali lebih tinggi dibanding emas dan jauh di atas indeks saham besar. Di sisi lain, volume trading hariannya mencapai belasan hingga puluhan miliar dolar, sehingga pergerakannya selalu hidup dan mudah diperdagangkan.

Dengan likuiditas sebesar ini, kamu bisa masuk dan keluar pasar tanpa hambatan. Kombinasi volatilitas dan likuiditas membuat Bitcoin tetap menarik, karena selalu ada ritme pasar yang bisa dimanfaatkan. Dan di titik inilah kamu mulai bisa memahami bahwa mahal atau tidaknya harga bukan lagi pertanyaan utama — justru dinamika inilah yang membuat Bitcoin terus diburu banyak trader.

 

Setelah memahami alasan fundamental kenapa Bitcoin bisa dihargai begitu tinggi, kamu mungkin mulai bertanya hal yang sama seperti banyak pembaca lain: kalau harganya sudah setinggi ini, kenapa trader masih terus membelinya? Pertanyaan ini membawa kita ke bagian yang tidak kalah penting, yaitu cara trader melihat Bitcoin dari sudut pandang perilaku pasar.

 

Kenapa Trader Tetap Membeli Bitcoin Meski Harganya Mahal?

Setelah memahami alasan fundamental kenapa Bitcoin punya nilai tinggi, kamu mungkin bertanya, “Kalau begitu, kenapa trader tetap beli? Bukannya harga mahal bikin takut?” Jawabannya justru sederhana: trader melihat hal yang berbeda.

 

Momentum Lebih Penting daripada Harga

Trader tidak fokus pada angka absolut. Mereka melihat tren, ketukan ritme pasar, dan momentum. Selama arah pergerakan Bitcoin jelas, harga tinggi bukan hambatan untuk masuk. Selama pasar bergerak dengan pola yang bisa dibaca, insting trader untuk ikut peluang justru semakin besar.

 

Bitcoin Tidak Punya Harga Plafon

Berbeda dari aset fisik atau komoditas, Bitcoin tidak memiliki biaya produksi yang menentukan nilai dasarnya. Tidak ada batas atas yang memaksa harga berhenti di titik tertentu. Karena itu, trader tidak melihat angka satu atau dua miliar sebagai batas akhir. Mereka tahu bahwa selama permintaan naik dan supply tetap, harga masih bisa bergerak lebih tinggi.

 

Pengaruh Institusi Membuat Trader Yakin

Trader ritel cenderung mengikuti langkah institusi besar. Ketika perusahaan global membeli Bitcoin sebagai bagian dari strategi jangka panjang, trader melihat sinyal bahwa aset ini punya prospek kuat. Selama institusi masih akumulasi, mahal pun tetap ada yang membeli.

 

Bitcoin Jadi Barometer Pasar Kripto

Trader selalu melihat Bitcoin sebagai acuan. Kalau Bitcoin bullish, altcoin biasanya ikut naik. Kalau Bitcoin melemah, pasar cenderung ikut koreksi. Dengan statusnya sebagai penentu arah pasar, Bitcoin tetap menjadi aset utama dalam strategi trader. Bahkan ketika terlihat mahal, Bitcoin memberi rasa aman karena pergerakannya mempengaruhi keseluruhan pasar kripto.

 

Melihat peran sebesar itu, kamu bisa memahami kenapa trader tetap meminang Bitcoin meski harganya tinggi. Namun memahami alasan trader membeli bukan berarti kamu harus ikut masuk begitu saja. Banyak orang akhirnya bingung saat melihat harga sudah melonjak, dan disinilah pentingnya memastikan langkahmu tetap rasional, bukan emosional. Setelah memahami fondasinya, wajar kalau kamu mulai bertanya bagaimana cara masuk yang paling aman tanpa harus menebak puncak atau dasar harga.

 

Cara Bijak Masuk Bitcoin Saat Terlihat Mahal

Setelah memahami alasan dan dinamika pasar, kamu mungkin mulai merasakan satu hal yang sering dialami banyak pemula: rasa ragu untuk masuk ketika harga sudah tinggi. Keraguan seperti ini wajar, karena Bitcoin bergerak cepat dan sering membuat kamu merasa terlambat. Namun justru di sinilah pentingnya memahami bahwa keputusan bijak tidak diukur dari seberapa murah kamu masuk, tapi dari seberapa konsisten kamu mengelola risiko.

 

Gunakan DCA untuk Mengurangi Risiko Harga

Banyak orang terjebak menunggu momen “harga terbaik”, padahal tidak ada yang bisa menebak kapan pasar benar-benar murah– terutama kalau kamu baru mulai dan belum memahami investasi kripto untuk pemula dengan pendekatan yang terstruktur. DCA membantu kamu menghindari tekanan itu. Dengan membeli secara bertahap, kamu tidak perlu menunggu titik terendah atau menghindari puncak. Pola pembelian yang konsisten membuat kamu bisa fokus pada horizon jangka panjang tanpa dibebani fluktuasi jangka pendek. Di pasar sevolatil Bitcoin, stabilitas emosi sering lebih penting daripada mencari harga termurah.

 

Perhatikan Horizon Waktu Investasi

Cara kamu melihat waktu akan sangat menentukan cara kamu melihat risiko. Bitcoin lebih cocok untuk kamu yang tidak terburu-buru. Kalau tujuanmu jangka panjang, fluktuasi harian tidak lagi terasa seperti ancaman. Justru semakin panjang horizon yang kamu tentukan, semakin jelas pola besar Bitcoin terlihat. Dengan melihat gambaran besarnya, kamu bisa lebih tenang memegang Bitcoin meski harga bergerak agresif dalam jangka pendek.

Pada akhirnya, langkah bijak bukan sekadar soal kapan membeli, tapi bagaimana kamu memahami karakter Bitcoin dan memperlakukan aset ini sebagai perjalanan jangka panjang. Dengan pendekatan yang tepat, harga tinggi tidak lagi terasa menakutkan, karena kamu tahu sedang membangun posisi secara bertahap pada aset yang memang punya fondasi kuat.

 

Kesimpulan

Setelah melihat perjalanan Bitcoin dari berbagai sisi, kamu bisa melihat bahwa mahal atau tidaknya harga bukan hal utama yang menentukan nilainya. Bitcoin berada pada posisi unik karena kelangkaannya jelas, permintaannya terus meningkat, dan jaringannya makin kuat dari tahun ke tahun. Semua elemen ini membentuk fondasi yang membuat harga Bitcoin bergerak di luar pola aset tradisional.

Di sisi lain, perilaku trader memberi gambaran bahwa pasar tidak hanya digerakkan oleh rumus ekonomi, tetapi juga oleh cara manusia membaca momentum, mengambil peluang, dan menilai prospek jangka panjang. Trader tetap meminang Bitcoin bukan karena murah atau mahal, tetapi karena mereka melihat peluang di balik ritme pasar yang dinamis.

Pada akhirnya, memahami Bitcoin berarti memahami konteksnya. Kamu tidak sedang menilai sebuah angka, tetapi sebuah ekosistem yang dibangun oleh teknologi, kepercayaan, sejarah, dan partisipasi jutaan orang. Ketika fondasinya dipahami, harga tinggi bukan lagi alasan untuk takut, melainkan ajakan untuk lebih bijak dalam menentukan langkah.

 

Itulah informasi menarik tentang Kenapa Bitcoin mahal yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel populer Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market.

Untuk pengalaman trading yang lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading kami di INDODAX. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital, teknologi blockchain, dan berbagai peluang trading lainnya hanya di INDODAX Academy.

 

Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Staking/Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

 

Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

FAQ

 

1. Kenapa Bitcoin terlihat mahal untuk pemula?

Bagi pemula, angka harga Bitcoin memang terasa besar karena sudah berada di level miliaran rupiah. Namun mahal di sini lebih karena unitnya saja yang besar. Bitcoin tidak harus dibeli satu keping penuh; kamu bisa membeli sebagian kecil sesuai kemampuan. Yang penting bukan jumlah unitnya, tetapi strategi dan konsistensi investasi kamu.

2. Apakah Bitcoin masih bisa naik dari harga sekarang?

Kemungkinan tetap ada selama permintaan terus meningkat dan pasokan tidak berubah. Namun Bitcoin juga punya fase koreksi yang cukup dalam. Harga bisa naik, tapi tidak ada jaminan. Yang perlu kamu perhatikan adalah pola jangka panjangnya, bukan pergerakan harian yang sangat fluktuatif.

3. Kenapa supply Bitcoin dibatasi 21 juta?

Batas supply 21 juta adalah mekanisme yang sengaja dirancang agar Bitcoin selalu langka. Dengan pasokan yang tidak bisa ditambah, Bitcoin menghindari inflasi berlebih seperti yang bisa terjadi pada uang fiat. Pembatasan ini juga memberikan kepastian jangka panjang bagi penggunanya.

4. Apakah aman membeli Bitcoin saat harganya tinggi?

Aman jika kamu memahami risikonya dan tidak masuk dengan gaya “mengejar puncak”. Ketika harga sedang tinggi, strategi seperti DCA bisa membantu kamu mengurangi tekanan harga dan menjaga emosi tetap stabil. Yang paling penting, kamu membeli dengan rencana jangka panjang, bukan sekadar ikut tren sesaat.

5. Apa perbedaan utama Bitcoin dengan emas?

Emas berbentuk fisik dan jumlahnya bisa bertambah lewat penambangan baru, sementara Bitcoin bersifat digital dan pasokannya tetap. Emas digunakan ribuan tahun sebagai penyimpan nilai, sedangkan Bitcoin lebih bergantung pada teknologi dan jaringan global yang mendukungnya. Keduanya punya fungsi penyimpanan nilai, tapi karakter dan mekanismenya berbeda.

 

Author : RB

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

Lebih Banyak dari Bitcoin

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 8.92%
bnb BNB 0.40%
sol Solana 4.83%
eth Ethereum 2.37%
ada Cardano 1.35%
pol Polygon Ecosystem Token 2.12%
trx Tron 2.85%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
IOTA/IDR
IOTA
4.940
90.15%
ZKWASM/IDR
ZKWASM
217
35.63%
LSK/IDR
Lisk
3.586
29.79%
CNG/IDR
CoinNaviga
308.000
21.98%
PIPPIN/IDR
Pippin
1.311
21.39%
Nama Harga 24H Chg
VCG/USDT
VCGamers
0
-49.61%
KUNCI/IDR
Kunci Coin
2
-33.33%
SQD/IDR
Subsquid
1.069
-28.69%
DFG/IDR
Defigram
90.841
-21.35%
ROOT/IDR
The Root N
5
-16.67%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

7 Alasan Kenapa Bitcoin Mahal dan Tetap Jadi Incaran Trader
29/11/2025
7 Alasan Kenapa Bitcoin Mahal dan Tetap Jadi Incaran Trader

Setiap kali harga Bitcoin naik, muncul komentar yang sama: “Kok

29/11/2025
3 Emosi yang Selalu Memicu Herd Behaviour di Crypto
29/11/2025
3 Emosi yang Selalu Memicu Herd Behaviour di Crypto

Pasar crypto dikenal sebagai tempat di mana pergerakan harga bisa

29/11/2025
Rahasia Impossible Trinity di Crypto yang Jarang Dibahas
29/11/2025
Rahasia Impossible Trinity di Crypto yang Jarang Dibahas

Selama ini banyak orang melihat crypto hanya dari sisi harga

29/11/2025