Mengapa Harga Bitcoin Begitu Fluktuatif?
icon search
icon search

Top Performers

Mengapa Harga Bitcoin Begitu Fluktuatif?

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Mengapa Harga Bitcoin Begitu Fluktuatif?

thumb article 9 e1573632172605

Daftar Isi

Jika Anda seorang trader aktif dalam dunia aset digital dan memang memanfaatkan pergerakan harga Bitcoin yang ekstrim untuk mencari profit, harga Bitcoin yang fluktuatif tentu membawa kebahagiaan tersendiri. Namun beda halnya jika Anda menggunakan Bitcoin sebagai layaknya uang cash atau fiat. Jika Anda menukarkan uang satu juta Anda menjadi Bitcoin dan berniat untuk membelanjakannya di situs online, tentu Anda tidak mau nilai Bitcoin Anda berkurang karena harga Bitcoin tiba-tiba anjlok. Bitcoin yang Anda miliki sekarang tidak bisa membayar Hard Disk 1 Terra yang Anda mau dan akhirnya Anda harus membeli tambahan Bitcoin untuk menutupi kekurangannya.

Harga Bitcoin yang fluktuatif memang sudah jadi keluhan sehari-hari para Bitcoiners di seluruh dunia. Sebenarnya faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi fluktuatif / naik-turunnya harga Bitcoin?

  1. Kecilnya volume Bitcoin yang tersebar di jaringan
  2. Total bitcoins in circulation

Seperti yang telah kita ketahui, fluktuatifnya harga Bitcoin ditentukan secara mutlak oleh supply dan demand. Jika banyak yang membeli Bitcoin, maka harganya akan naik dan juga berlaku sebaliknya. Volume Bitcoin yang ada di sistem masih tergolong kecil, yaitu 14,8 juta Bitcoin (per November 2015, berdasarkan grafik di blockchain.info). Hal ini tentu berbeda jauh dengan total dollar AS yang beredar, yaitu 1,34 trilyun USD (per September 2015).

Perlu diperhatikan pula bahwa tidak semua Bitcoin yang ada benar-benar ditransaksikan oleh pengguna. Sebagian besar Bitcoin hilang di sistem karena beberapa faktor, salah satunya seperti kasus kehilangan private key atau hard drive yang menyimpan 7500 BTC di dalamnya. Jika dilihat di situs ini, market cap Bitcoin di seluruh dunia masih berada sedikit dibawah angka 5 milyar USD. Berhubung volume sirkulasi Bitcoin masih sedikit, ketika seseorang membeli atau menjual Bitcoin dalam harga yang besar, maka harga pun akan bergerak secara ekstrim. Volatilitas dan fluktuatif harga Bitcoin akan teredam jika pengguna Bitcoin semakin banyak dan jumlah Bitcoin yang tersebar juga semakin tinggi.

Situasi dimana lebih banyak Bitcoin trader daripada Bitcoin user

Para pengguna Bitcoin saat ini kebanyakan hanyalah seorang trader yang memainkan Bitcoin seperti saham, bukan Bitcoin user yang benar-benar menggunakan Bitcoin untuk bertransaksi atau berbelanja kebutuhan hidupnya. Dapat dimaklumi bahwa menjadi Bitcoin user memang agak sulit karena merchant yang menerima Bitcoin masih tergolong sedikit. Besar kemungkinan bahwa Anda belum bisa membeli sebuah apel di supermarket terdekat dengan Bitcoin yang Anda punya. Dan berhubung teknologi Bitcoin tergolong rumit, tidak semua orang dapat ‘mengkonsumsi’ Bitcoin semudah seorang programmer. Karena itu, lebih banyak orang memilih untuk menjadi trader dan hoarder (orang yang memborong banyak Bitcoin ketika harganya masih rendah dan disimpan dengan harapan angkanya menembus $1000/Bitcoin) demi mendapatkan untung.

Dampaknya, ketika harga Bitcoin meningkat, mereka akan menjual Bitcoinnya secara bersamaan, sehingga harganya anjlok kembali. Keadaan “Panic Sell” dan “Panic Buy” kerap terjadi karena persepsi yang berbeda-beda dan inilah yang menyebabkan harga Bitcoin menjadi sangat fluktuatif.

Berita yang tersebar secara global

Berhubung Bitcoin merupakan mata uang digital pertama dengan teknologi blockchain yang berpotensi mengubah sistem finansial dunia yang ada saat ini, tentu Bitcoin mendapat banyak sorotan dari berbagai media global. Mulai dari digunakan sebagai alat transaksi di situs-situs gelap seperti Silk Road, ditransaksikan di pasar MtGox yang kabur dengan trilyun-an uang pelanggannya, sampai diatur oleh regulasi yang ketat dari pemerintah, Bitcoin cenderung lebih sering ditempa oleh berita buruk.

Namun di tahun 2015 ini, teknologi blockchain yang menggerakkan Bitcoin juga semakin dilirik oleh lembaga perbankan top dunia seperti Citibank, AXA dan Commonwealth. Berita baik seperti NASDAQ yang mulai menjalin kerjasama dengan perusahaan Bitcoin, Microsoft dan Rakuten yang menerima pembayaran berupa Bitcoin, sampai berita kampanye kepresidenan di berbagai negara yang menerima donasi dalam bentuk Bitcoin. Cryptocurrency kini sudah tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Dunia sudah semakin siap melangkah ke arah sistem finansial yang lebih canggih, murah dan efisien.

Masyarakat awam yang belum mengerti betul tentang Bitcoin menjadi sangat terpengaruh dengan berbagai berita positif dan negatif yang disebarkan media. Sedangkan masyarakat yang menggunakan Bitcoin sebagai alat trading tanpa menyadari potensi aslinya sebagai mata uang dunia, akan menjadikan berita tersebut sebagai dasar keputusan trading mereka. Katakanlah misalnya, suatu hari Bitcoin dinyatakan illegal di Indonesia atau kasus Mt Gox terulang dan kini melanda CoinBase. Tentu saja masyarakat akan menjual Bitcoinnya di saat yang bersamaan karena termakan rasa takut dan akhirnya harga Bitcoin anjlok. Atau mungkin ada kabar baik seperti Amazon yang terima pembayaran Bitcoin atau adanya keinginan para investor dunia untuk memindahkan semua assetnya ke Bitcoin. Tentu harga Bitcoin akan melejit tinggi secara drastis.

Penipuan Investasi (Scam)

Tidak sedikit orang yang mengalokasikan aset mereka dalam bentuk mata uang digital karena dijanjikan oleh perusahaan-perusahaan tertentu bahwa mereka akan mendapatkan laba yang berkali-kali lipat. Tergiur dengan tawaran yang menarik, beberapa investor menaruh Bitcoinnya di suatu situs perusahaan investasi tanpa menggali lebih banyak informasi mengenai perusahaan itu. Di bulan pertama, Bitcoin milik mereka berhasil bertambah banyak 5 kali lipat, dan di bulan kedua mereka menaruh lebih banyak Bitcoin lagi dengan harapan mendapatkan lebih banyak profit di bulan ketiga. Investor-investor tersebut membeli Bitcoin hingga lebih dari 1 milyar rupiah per orang, dan mereka terus membeli Bitcoin sampai akhirnya harga Bitcoin dunia pun meningkat. Dengan modal yang besar, harusnya para investor itu mendapatkan profit berlimpah. Namun, ketika para investor berniat mengambil uangnya di bulan ketiga, situs tiba-tiba tidak bisa diakses, dan perusahaan tersebut lenyap tanpa jejak. Sebagai contoh nyata, Anda bisa melihat apa yang terjadi dengan perusahaan MyCoin di Hong Kong.

Akibat dari kasus ini adalah mereka akan menjual kembali sisa Bitcoin mereka secara mendadak ketika hal buruk melanda Bitcoin karena mereka sebenarnya tidak terlalu mengerti tentang potensi Bitcoin sebagai mata uang dunia. Mereka hanya membeli Bitcoin karena tergiur dengan tawaran profit dari perusahaan investasi tersebut. Besar kemungkinan juga bahwa para investor itu akan menyebarkan berita bahwa Bitcoin adalah bentuk scam yang perlu dihindari, padahal yang menimbulkan kerugian adalah perusahaan tertentu bukan sistem Bitcoin itu sendiri.

Bitcoin yang di-‘hack’ dan dibawa kabur oleh pihak lain

Para investor dan Bitcoin user yang baru terjun ke dunia kripto akan sangat mudah ketakutan jika mereka mendengar ada pihak yang kehilangan Bitcoin karena di-hack. Perlu diketahui sebelumnya bahwa Bitcoin Anda dapat hilang jika Anda tidak menjaganya dengan baik, misalnya dengan menyimpan Bitcoin Anda di trade exchange bukan di dompet pribadi; menitipkan Bitcoin Anda di perusahaan-perusahaan scam yang menjanjikan profit tinggi; atau menggunakan password yang sama untuk Bitcoin Wallet Anda dengan akun sosial media Anda. Jika Anda tidak mengamankan Bitcoin dengan cara yang semestinya, maka bukanlah tidak mungkin jika Bitcoin Anda dicuri.

Sebenarnya kasus seperti ini merupakan kesalahan pribadi. Seseorang yang bisa mengamankan Bitcoinnya dengan menyimpannya di cold wallet atau paper wallet, misalnya, dan memberikan keamanan berlapis seperti google authenticator, verifikasi email dan pin sms, akan sangat sulit dompetnya untuk diretas oleh pengguna lain. Sayangnya, masih banyak orang yang menyimpan Bitcoinnya di perusahaan yang kurang bisa dipercaya yang bisa sewaktu-waktu tutup dan membawa kabur uang mereka. Tentu Anda masih ingat apa yang terjadi di Mt. Gox.

Masih banyak faktor-faktor yang menyebabkan harga Bitcoin menjadi begitu fluktuatif, namun menurut saya pribadi, lima faktor di atas adalah lima alasan utama dibalik pergerakan harga Bitcoin. Selama lima hal tersebut masih berlangsung, maka harga Bitcoin akan terus seperti ini. Menjadi seorang Bitcoin user, Anda harus siap menghadapi risiko fluktuatif Bitcoin Anda berubah menjadi harga $1000/Bitcoin seperti di awal tahun 2014, atau kembali ke harga $1 seperti ketika Bitcoin baru diciptakan.

Tidak ada yang bisa menjamin bahwa Bitcoin akan selalu membuahkan profit, namun semuanya kembali lagi kepada pribadi masing-masing. Anda melihat Bitcoin sebagai sesuatu yang menguntungkan karena apa? Apakah karena harganya? Atau karena kemampuannya yang bisa mengirimkan uang secara gratis kemana saja tanpa takut dicuri oleh pihak ketiga? Bagi saya, teknologi Blockchain dan Bitcoin adalah suatu inovasi yang tidak ternilai, dan bila setidaknya ada satu orang di dunia selain saya yang memandang Bitcoin dengan cara yang sama, maka Bitcoin, layaknya emas, akan terus berharga.

Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Indodax Market Signal 30 Januari 2023
30/01/2023
Indodax Market Signal 30 Januari 2023

Halo member Indodax! Memasuki minggu terakhir di bulan januari 2023, ada ALICE dan SNX di jajaran aset kripto bullish nih, baca selangkapnya!

30/01/2023
Mining
26/01/2023
Mining

Mining ini biasa dilakukan untuk menambang melalui aset kripto dengan proses pencatatan sistem transaksi dari satu aset kripto ke aset kripto lainnya.

26/01/2023
Clash of Liliput (COL) Hadir di Indodax!
24/01/2023
Clash of Liliput (COL) Hadir di Indodax!

Clash of Liliput (COL) berjalan bersama jaringan BEP20. Ini adalah game SLG yang berdasarkan pada skenario perlombaan, lho!

24/01/2023