Definisi dan Pengertian Algo Trading | Kamus Academy
icon search
icon search

Top Performers

Home / Kamus / judul_artikel

Definisi

Algo Trading (Algorithmic Trading) adalah metode trading yang menggunakan algoritma atau program komputer untuk menjalankan transaksi secara otomatis berdasarkan aturan yang telah ditentukan. 

Aturan tersebut dapat mencakup harga, volume, waktu, maupun indikator teknikal sehingga transaksi dapat dilakukan tanpa intervensi manual secara terus-menerus.

 

Deskripsi

Algo Trading memanfaatkan perangkat lunak untuk menganalisis data pasar dan mengeksekusi order secara otomatis ketika kondisi tertentu terpenuhi.

Dibandingkan trading manual, metode ini mampu mengambil keputusan dalam hitungan milidetik sehingga banyak digunakan di pasar keuangan, termasuk pasar aset kripto.

Sebuah algoritma dapat dirancang menggunakan berbagai strategi, seperti mengikuti tren (trend following), arbitrase, market making, hingga dollar-cost averaging (DCA). 

Ketika syarat yang telah ditentukan tercapai, sistem akan secara otomatis mengirimkan perintah beli atau jual ke platform trading tanpa perlu tindakan langsung dari pengguna.

Di pasar kripto yang beroperasi selama 24 jam sehari, algo trading menjadi semakin populer karena memungkinkan trader memantau pasar tanpa harus terus berada di depan layar. 

Namun, keberhasilan strategi tetap bergantung pada kualitas algoritma, pengelolaan risiko, dan kondisi pasar yang terus berubah.

Meski menawarkan efisiensi, algo trading bukan jaminan memperoleh keuntungan. Algoritma yang kurang tepat, kesalahan konfigurasi, atau perubahan kondisi pasar dapat menyebabkan kerugian. 

Oleh karena itu, strategi biasanya diuji terlebih dahulu melalui backtesting sebelum digunakan dengan dana nyata.

 

Ciri-ciri atau Poin Penting

  • Berjalan secara otomatis. Sistem mengeksekusi transaksi berdasarkan aturan yang telah diprogram tanpa memerlukan keputusan manual setiap saat.
  • Mengurangi pengaruh emosi. Karena seluruh keputusan mengikuti algoritma, risiko trading berdasarkan rasa takut atau serakah dapat diminimalkan.
  • Mampu memantau pasar selama 24 jam. Hal ini sangat bermanfaat di pasar kripto yang tidak pernah tutup.
  • Menggunakan strategi yang terukur. Algoritma dapat dibangun berdasarkan indikator teknikal, harga, volume, maupun kombinasi beberapa parameter.
  • Memerlukan pengujian terlebih dahulu. Sebagian besar trader melakukan backtesting dan paper trading untuk mengevaluasi performa strategi sebelum diterapkan pada pasar nyata.
  • Tetap memiliki risiko. Gangguan sistem, kesalahan kode, koneksi internet, maupun perubahan pasar yang ekstrem dapat memengaruhi hasil trading.

 

Contoh Penggunaan

  • “Saya menggunakan algo trading untuk menjalankan strategi trading secara otomatis.”
  • “Trader tersebut melakukan backtesting sebelum mengaktifkan sistem algo trading.”
  • “Algo trading membantu memantau pasar kripto sepanjang hari tanpa harus terus melihat grafik.”

 

Contoh dalam Konteks Kripto

Seorang trader membuat algoritma yang akan membeli Bitcoin setiap kali harga menembus level resistance dengan volume perdagangan tinggi. Ketika kondisi tersebut terjadi, sistem secara otomatis mengirimkan order beli ke exchange. 

Begitu target keuntungan atau batas kerugian tercapai, algoritma juga akan menutup posisi sesuai aturan yang telah ditentukan.

 

Perbedaan dengan Istilah Terkait

1.Algo Trading vs Trading Manual

  • Algo Trading menggunakan program komputer untuk menjalankan transaksi secara otomatis.
  • Trading manual mengharuskan trader menganalisis pasar dan mengeksekusi order sendiri.

2.Algo Trading vs Trading Bot

  • Algo Trading adalah konsep atau metode perdagangan berbasis algoritma.
  • Trading bot merupakan perangkat lunak yang menjalankan strategi algo trading di sebuah platform.

3.Algo Trading vs Copy Trading

  • Algo Trading bergantung pada algoritma yang dibuat pengguna atau penyedia layanan.
  • Copy Trading memungkinkan pengguna menyalin transaksi dari trader lain secara otomatis.

 

FAQ

Apakah algo trading legal?

Secara umum, algo trading diperbolehkan selama mengikuti aturan yang berlaku pada platform atau yurisdiksi tempat transaksi dilakukan. Setiap exchange dapat memiliki kebijakan yang berbeda mengenai penggunaan API dan sistem otomatis.

Apakah algo trading selalu menghasilkan keuntungan?

Tidak. Keberhasilan algo trading bergantung pada kualitas strategi, kondisi pasar, pengelolaan risiko, dan implementasi algoritma. Tidak ada strategi yang dapat menjamin keuntungan.

Siapa yang menggunakan algo trading?

Algo trading digunakan oleh trader individu, perusahaan investasi, hedge fund, market maker, hingga institusi keuangan yang membutuhkan eksekusi transaksi secara cepat dan konsisten.

Apakah saya harus bisa coding untuk menggunakan algo trading?

Tidak selalu. Saat ini tersedia berbagai platform yang menyediakan trading bot atau strategi otomatis tanpa harus membuat algoritma sendiri. Namun, kemampuan pemrograman dapat memberikan fleksibilitas lebih dalam membangun strategi.

 

Apa risiko utama algo trading?

Risiko utama meliputi kesalahan algoritma, gangguan koneksi atau server, perubahan kondisi pasar yang tidak sesuai asumsi strategi, serta overfitting saat melakukan backtesting.

Referensi

  1. Investopedia – Algorithmic Trading
    https://www.investopedia.com/terms/a/algorithmictrading.asp
  2. CFA Institute – Algorithmic Trading Overview
    https://rpc.cfainstitute.org/research/multimedia/2018/algorithmic-trading-introduction-nuts-bolts
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!