Mengenal Bitcoin Rainbow Chart dan Cara Membacanya
icon search
icon search

Top Performers

Mengenal Bitcoin Rainbow Chart dan Cara Membacanya

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Mengenal Bitcoin Rainbow Chart dan Cara Membacanya

5 Cara Beli Bitcoin

Daftar Isi

Apa itu bitcoin rainbow chart dan bagaimana cara membacanya? Dalam ulasan kali ini, kamu akan tahu definisi hingga keakuratan bagan tersebut.

Seperti diketahui, harga bitcoin yang fluktuatif membuat trader terkadang bingung untuk menentukan langkah tepat dalam mengambil keputusan.

Hal itu terjadi karena nilai bitcoin dikoreksi setiap hari dan sangat mudah untuk ditakuti dengan pasang surut koin yang cepat.

Sebagai dampaknya, trader pun memerlukan bantuan dari pola-pola candlestick atau dengan melihat data on chain.

Namun, sebenarnya ada satu grafik yang dapat dipakai untuk memantau kondisi pasar secara umum, yakni bitcoin rainbow chart. Berikut ini ulasan selengkapnya.

Apa yang Dimaksud dengan Bitcoin Rainbow Chart?

Pada dasarnya, Bitcoin Rainbow Chart merupakan sebuah bagan logaritmik dari evolusi harga bitcoin (BTC).

Saat kurva naik dari bagan dibagi dengan beberapa tingkat warna, bentuk semacam pelangi pun muncul. Diterbitkan di blockchaincenter.net, bagan itulah yang kemudian disebut rainbow chart. 

Dengan bagan ini, trader bisa melihat evolusi kripto terhadap dolar sejak tahun 2009 silam dan kecenderungan penilaian yang tinggi selama bertahun-tahun.

Siapa Penemu Bitcoin Rainbow Chart?

CEO Holger, Ber Holger, adalah penemu dari chart yang satu ini. Ia pun bertanggung jawab atas konten situs web, memakai regresi logaritmik yang diperkenalkan oleh pengguna Bitcointalk Trololo pada 2014 silam.

Sebagai tambahan informasi, dengan bagan ini, trader dapat memperoleh momen yang tepat untuk membeli atau menjual bitcoin miliknya.

Cara Membaca Bitcoin Rainbow Chart

Lantas, bagaimana cara membaca chart yang satu ini?

Cara membaca bagan ini pun sebetulnya lumayan mudah. Hal itu bisa terjadi karena setiap warna punya arti tersendiri.

Misalkan, jika harga berada pada warna biru hingga hijau maka hal itu menunjukan “oversold”. Sementara itu, saat berada di warna kuning, oranye, dan merah, itu artinya “overbought”.

Penting diketahui, zona warna biru dan hijau tersebut menunjukkan momen yang pas untuk membeli bitcoin. Bagi investor yang ingin mengakumulasi, ia akan melakukannya saat harga berada di zona tadi.

Adapun saat harga menyentuh wilayah kuning, oranye, dan merah, hal itu menjadi pertanda bagi investor yang mau menjual bitcoin.

Sekalipun dipandang kurang akurat, tetapi chart ini sejatinya mengungkapkan informasi menarik soal harga kripto. Pasalnya, bagan ini memperlihatkan bahwa 1 tahun setelah halving, harga Bitcoin akan langsung meroket.

Sebagai contoh,  pada tahun 2013 lalu, harga bitcoin mencapai titik tertinggi sepanjang masa sebesar $1.000. Kemudian, pada 2017, kripto mencapai puncaknya yang lain di level $20.000. Sementara itu, pada tahun 2021, harga bitcoin kembali menyentuh all time high (ATH) di level $68.000.

Apakah Bitcoin Rainbow Chart Akurat?

Pertanyaan selanjutnya, “Apakah chart yang satu ini akurat?”

Hogler, sang penemu bagan ini, menyatakan bahwa grafik tersebut dibuat tanpa pijakan ilmiah. Meski demikian, chart ini membuat pembacanya mampu mengamati pergerakan harga dalam jangka panjang dengan mengabaikan gangguan yang tidak terhindarkan dari volatilitas harian.

Selain itu, para trader pengguna bagan ini pun akan memperoleh gambaran waktu terbaik untuk membeli atau menjual bitcoin pada masa sebelumya. Meski demikian, Holger pun menyebut bahwa Rainbow Chart ini bukanlah saran investasi sebab kinerja masa lalu tidak menunjukkan evolusi masa depan.

Pada dasarnya, chart ini hanya akan membagi harga bitcoin menjadi warna pelangi dengan keterangan berupa “bubble”, “jual”, “beli”, “masih murah”, “FOMO (Fear Of Missing Out)”, “HODL (Hold On for Dear Life)”, “pembentukan bubble”, “diskon”, dan “akumulasi”.

Demikianlah ulasan tentang bitcoin rainbow chart yang penting diketahui. Yuk, simak juga artikel seputar aset kripto, blockchain, dan lainnya hanya di Indodax Academy.

Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

LYFE dan LYFE LAND (LLAND) Merger, Kenalan Dengan LYFE (NEW)

Sesuai dengan visi dan rencana bisnis dari LYFE, mereka akan melakukan integrasi ekosistem dengan menggabungkan LYFE dan LYFE LAND (LLAND).

Indodax Market Signal 28 November 2022
28/11/2022
Indodax Market Signal 28 November 2022

OKB (OKB) pekan ini, berada diposisi teratas market kripto bullish lho! Selain OKB, aset kripto apa saja yang terindikasi bullish ya? Simak selengkapnya disini yuk!

28/11/2022
Mengenal Blockchain Wallet hingga Panduan Cara Membuatnya

Blockchain, blockchain wallet, dan cara membuat blockchain wallet adalah hal