Peretas Bitfinex Pindahkan Bitcoin US$2,5 Miliar ke Dompet Anonim
icon search
icon search

Top Performers

Peretas Bitfinex Pindahkan Bitcoin Senilai US$2,5 Miliar ke Dompet Anonim

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Peretas Bitfinex Pindahkan Bitcoin Senilai US$2,5 Miliar ke Dompet Anonim

Stock Image Article Bitcoin IA 1200x675 2

Daftar Isi

Di balik harga Bitcoin dan aset kripto big cap lainnya yang sempat menghijau pada perdagangan di awal Februari 2022 ini, terjadi sebuah transaksi yang menggemparkan terkait token digital dengan kapitalisasi pasar terbesar ini.

Hal itu setelah peretas Bitfinex diketahui memindahkan Bitcoin senilai US$2,5 miliar atau sekitar Rp35,7 triliun ke dompet anonim alias tanpa identitas. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Simak ulasannya di bawah ini.

Bitcoin Curian Bergerak ke Dompet Anonim—Harga Bitcoin

Peristiwa ini berlangsung pada Selasa (2/2/2022) lalu, yakni ketika sebagian bitcoin yang tidak aktif, sebagai hasil curian dari peretasan dari bursa pertukaran kripto bernama Bitfinex pada tahun 2016 lalu, diketahui “bergerak” alias berpindah dari dompet si peretas menuju dompet anonim.

Tanda pun diberikan pada sebanyak dua puluh transaksi yang melibatkan bitcoin curian tersebut. Saat ini, diketahui ada sebanyak 64.641 bitcoin dengan nilai mencapai US$2,5 miliar (sekitar Rp35,7 triliun) yang dipindahkan.

Bahkan, angka tersebut lebih dari setengah total yang dicuri oleh para peretas atau kurang lebih 120 ribu bitcoin. Laporan dari Whale Alerts, sebuah akun analisis blockchain, menyatakan bahwa transaksi terbesar diperkirakan mencapai angka 10 ribu bitcoin atau sekitar US$383 juta.

Adapun transaksi lainnya menyentuh nilai terkecil pada angka 0,29 bitcoin. Di sisi lain, sebanyak 94.643 BTC atau sekitar US$3,6 miliar disimpan pada alamat dompet yang menerima bitcoin “hitam” ini.

Namun, meski agak sulit untuk menentukan alasan di balik pemindahan bitcoin ini oleh para peretas, menurut dugaan beberapa pihak hal ini dilakukan untuk menakut-nakuti investor agar menjual aset kripto mereka.

Sebelumnya, pada tahun 2021 lalu, peretas juga memindahkan bitcoin curiannya senilai 10 ribu bitcoin. Sebuah akun Twitter bernama Alistair Milne kala itu menyebutkan lantaran para peretas ini tidak mampu mencairkan bitcoin tersebut, mereka kemudian mengganti strategi dengan menggerakkan aset digital ini sebagai gertakan dalam rangka membuat kepanikan di pasar cryptocurrency.

Dalam hal ini, meski para peretas tersebut memang tidak dapat memperdagangkan bitcoin hasil perampokan itu, mereka tetap bisa membuat investor agak takut untuk menjual aset mereka dalam kepanikan. Lantas, si peretas ini akan meraih untung dari posisi short.

Sebagai informasi, sebagian bitcoin curian juga dikembalikan ke bursa Bitfinex dengan bantuan pihak berwenang Amerika Serikat (USA) pada tahun 2019 silam. Pada tahun itu juga, penahanan terkait peretasan ini terjadi di Israel. Hal itu terjadi kala USA melacak pergerakan dana curian yang bernilai US$1,5 juta.

Dalam hal ini, otoritas USA sukses mengembalikan aset bernilai US$104 ribu kepada Bitfinex. Adapun aset yang dipulihkan saat itu berupa 27,7 bitcoin. Bitfinex sendiri menghitung kerugian dari semua rekening ketika peretasan itu terjadi. Mereka pun memberikan token BFX untuk setiap dolar kepada korban peretasan, yang bisa ditebus untuk mendapat saham di Bitfinex.

Para nasabah yang memilih menerima saham pun memperoleh token hak pemulihan, yang kemudian disusul dengan pemusnahan token BFX terkait. Bitfinex, setahun berselang, lantas menawarkan imbalan senilai US$400 juta bagi siapa saja yang mampu memberikan informasi mengenai pemulihan kripto curian itu. Imbalan ini dihitung sebagai biaya memperoleh kembali aset yang telah dicuri, demikian menurut Bitfinex.

Harga Bitcoin: Kasus Pencurian Bitcoin Lainnya

Kasus pencurian bitcoin terbesar lainnya yang pernah terendus adalah ketika terjadi kerugian sebesar lebih dari US$610 juta (Rp8,7 triliun), yang dideteksi dalam jangkauan Poly Network—sebuah platform yang tampak menghubungkan berbagai blockchain sehingga mereka bisa bekerja sama.

Kala itu, mereka juga menegaskan bakal mengambil langkah hukum terkait skema peretasan tersebut, seperti laporan dari CNBC Internasional. Melalui akun Twitter, saat itu Poly Network menulis: “Kami akan mengambil tindakan hukum dan kami mendesak para peretas untuk mengembalikan aset.” 

Skema skema pencurian ini juga diungkap oleh Poly Network. Adapun Poly Network merupakan platform keuangan terdesentralisasi sehingga peretas secara gampang mulai mengirimkan hasil curian mereka ke sejumlah alamat kripto lain.

Total cryptocurrency yang dicuri ini bahkan lebih dari US$610 juta, menurut para penyidik di perusahaan keamanan SlowMist. Dikatakan SlowMist melalui akun Twitter-nya, penyidik dari pihaknya sudah menemukan hal-hal yang bisa membantu melacak si peretas tersebut.

“Kami telah mengamati kotak surat penyerang, IP, dan sidik jari perangkat serta melacak kemungkinan petunjuk identitas yang terkait dengan penyerang Poly Network,” kata SlowMist.

Trading Bitcoin di INDODAX

Untuk mengetahui harga Bitcoin terbaru atau terakhir di INDODAX, Anda bisa mengaksesnya melalui tautan ini.

Bagimana cara mendaftar dan trading di INDODAX? Simak caranya di sini.

Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Indodax Market Signal 30 Januari 2023
30/01/2023
Indodax Market Signal 30 Januari 2023

Halo member Indodax! Memasuki minggu terakhir di bulan januari 2023, ada ALICE dan SNX di jajaran aset kripto bullish nih, baca selangkapnya!

30/01/2023
Mining
26/01/2023
Mining

Mining ini biasa dilakukan untuk menambang melalui aset kripto dengan proses pencatatan sistem transaksi dari satu aset kripto ke aset kripto lainnya.

26/01/2023
Clash of Liliput (COL) Hadir di Indodax!
24/01/2023
Clash of Liliput (COL) Hadir di Indodax!

Clash of Liliput (COL) berjalan bersama jaringan BEP20. Ini adalah game SLG yang berdasarkan pada skenario perlombaan, lho!

24/01/2023