Absolute Return: Strategi Investasi yang Kini Makin Dilirik
icon search
icon search

Top Performers

Absolute Return: Strategi Investasi yang Kini Makin Dilirik

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Absolute Return: Strategi Investasi yang Kini Makin Dilirik

Absolute Return Strategi Investasi yang Kini Makin Dilirik

Daftar Isi

Investasi tidak lagi hanya soal mencari keuntungan setinggi mungkin. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak investor yang mulai mengubah cara pandangnya terhadap pengelolaan aset. Alih-alih berfokus mengalahkan indeks atau mengikuti euforia pasar, sebagian investor justru lebih mengutamakan bagaimana mempertahankan nilai portofolio sekaligus memperoleh keuntungan yang konsisten dalam berbagai kondisi pasar.

Perubahan pola pikir tersebut muncul seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Kebijakan suku bunga bank sentral, inflasi, ketegangan geopolitik, hingga volatilitas di pasar saham dan aset kripto membuat pergerakan harga menjadi lebih sulit diprediksi. Dalam situasi seperti ini, mengejar imbal hasil yang tinggi tanpa mempertimbangkan risiko sering kali justru berujung pada kerugian yang besar.

Di tengah dinamika tersebut, istilah absolute return semakin sering dibahas oleh investor, manajer investasi, hingga analis pasar. Konsep ini menawarkan pendekatan yang berbeda dibanding strategi investasi konvensional karena lebih menitikberatkan pada pencapaian keuntungan positif dalam periode tertentu, bukan sekadar mengungguli kinerja pasar atau indeks acuan.

Strategi ini juga semakin relevan di era modern ketika berbagai instrumen investasi, mulai dari saham, obligasi, emas, hingga aset kripto, bergerak sangat dinamis. Investor kini tidak hanya dituntut mampu memilih aset yang potensial, tetapi juga memahami bagaimana mengelola risiko agar keuntungan yang telah diperoleh tidak mudah hilang akibat perubahan sentimen pasar.

Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan absolute return? Mengapa strategi ini semakin menarik perhatian investor, termasuk di pasar aset kripto? Simak penjelasannya secara lengkap berikut ini.

 

Apa Itu Absolute Return?

Sebelum memahami cara kerja maupun penerapannya, kamu perlu mengenal terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan absolute return. Memahami konsep dasarnya akan membantumu melihat mengapa strategi ini dianggap relevan untuk berbagai kondisi pasar, baik ketika harga sedang naik maupun turun.

Secara sederhana, absolute return adalah tingkat keuntungan atau kerugian yang diperoleh dari suatu investasi selama periode tertentu tanpa membandingkannya dengan benchmark atau indeks acuan. Dengan kata lain, fokus utama strategi ini adalah hasil investasi itu sendiri, bukan apakah kinerjanya lebih baik atau lebih buruk dibandingkan pasar secara keseluruhan.

Sebagai ilustrasi, bayangkan kamu membeli Bitcoin senilai Rp100 juta. Enam bulan kemudian nilainya meningkat menjadi Rp120 juta. Dalam kondisi tersebut, absolute return yang kamu peroleh adalah 20%.

Persentase tersebut tetap sama meskipun pada periode yang sama harga Bitcoin secara keseluruhan naik 40%, indeks saham turun 10%, atau emas justru mengalami koreksi. Yang dihitung hanyalah perubahan nilai investasi yang kamu miliki.

Konsep inilah yang membedakan absolute return dari berbagai metode pengukuran kinerja investasi lainnya. Investor yang menggunakan pendekatan ini tidak terlalu mempersoalkan apakah portofolionya mengalahkan indeks tertentu. Selama target keuntungan yang telah ditetapkan berhasil tercapai sesuai dengan tingkat risiko yang dapat diterima, investasi tersebut dianggap berhasil.

Pendekatan tersebut membuat absolute return banyak digunakan oleh berbagai jenis investor, mulai dari individu hingga pengelola dana profesional. Beberapa hedge fund bahkan menjadikan absolute return sebagai tujuan utama pengelolaan portofolio karena mereka berusaha menghasilkan keuntungan dalam berbagai kondisi pasar, termasuk ketika pasar sedang mengalami penurunan.

Meski demikian, penting untuk dipahami bahwa absolute return bukan berarti investasi akan selalu menghasilkan keuntungan. Istilah “absolute” tidak mengacu pada kepastian memperoleh profit, melainkan pada metode pengukurannya yang berdiri sendiri tanpa bergantung pada kinerja aset lain atau indeks acuan.

Dengan memahami prinsip tersebut, kamu akan lebih mudah melihat bahwa tujuan utama strategi ini bukan mengejar keuntungan tertinggi, melainkan memperoleh hasil investasi yang sesuai dengan target sambil tetap menjaga risiko pada tingkat yang dapat dikendalikan.

 

Tujuan Utama Absolute Return

Di balik popularitasnya, absolute return memiliki filosofi yang berbeda dibanding pendekatan investasi tradisional. Jika banyak investor berusaha mengalahkan pasar, strategi ini justru berfokus pada pencapaian hasil investasi yang positif secara konsisten sesuai tujuan yang telah ditetapkan.

Sebagai contoh, seorang investor mungkin menetapkan target keuntungan sebesar 12% dalam satu tahun. Ketika target tersebut berhasil dicapai, ia dapat memilih untuk mengamankan sebagian keuntungan, melakukan rebalancing portofolio, atau mengurangi eksposur terhadap aset yang risikonya meningkat.

Pendekatan ini berbeda dengan investor yang terus mengejar kenaikan harga tanpa memiliki target yang jelas. Dalam banyak kasus, keserakahan membuat investor enggan merealisasikan keuntungan sehingga ketika pasar berbalik arah, profit yang sebelumnya telah diperoleh justru menguap dalam waktu singkat.

Karena itulah, absolute return sering dikaitkan dengan disiplin dalam berinvestasi. Strategi ini mendorong investor untuk memiliki rencana yang jelas, memahami batas risiko, serta mengevaluasi kinerja portofolio berdasarkan tujuan pribadi, bukan berdasarkan pencapaian investor lain.

Bagi investor jangka panjang, pendekatan seperti ini juga dapat membantu mengurangi pengambilan keputusan yang dipengaruhi emosi. Ketika pasar sedang mengalami euforia, investor tidak mudah terbawa tren. Sebaliknya, ketika pasar mengalami koreksi tajam, mereka juga tidak terburu-buru melakukan penjualan hanya karena panik.

Pada akhirnya, tujuan utama absolute return bukan sekadar memperoleh keuntungan dalam satu periode tertentu, tetapi membangun proses investasi yang lebih disiplin, terukur, dan berorientasi pada pengelolaan risiko dalam jangka panjang.

 

Bagaimana Cara Kerja Absolute Return?

Setelah memahami pengertiannya, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana strategi absolute return diterapkan dalam praktik investasi. Meskipun terdengar sederhana, pendekatan ini sebenarnya melibatkan proses pengelolaan portofolio yang cukup sistematis dan membutuhkan kedisiplinan yang tinggi.

Pada dasarnya, investor yang menggunakan strategi absolute return akan menentukan terlebih dahulu tujuan investasi yang ingin dicapai. Target tersebut bisa berupa persentase keuntungan tertentu dalam satu tahun, nilai portofolio yang ingin dicapai, atau batas maksimal kerugian yang masih dapat diterima.

Dengan adanya target yang jelas, setiap keputusan investasi menjadi lebih terukur. Investor tidak hanya membeli aset karena sedang populer, tetapi mempertimbangkan apakah aset tersebut memiliki peluang yang sejalan dengan tujuan investasinya.

Misalnya, seorang investor memiliki target memperoleh keuntungan sebesar 15% dalam satu tahun. Ketika portofolionya telah mencapai target tersebut lebih cepat dari perkiraan, ia dapat mempertimbangkan untuk merealisasikan sebagian keuntungan atau mengurangi risiko dengan memindahkan sebagian dana ke instrumen yang lebih stabil.

Sebaliknya, apabila pasar bergerak tidak sesuai harapan, investor dapat melakukan evaluasi terhadap komposisi portofolio tanpa harus menunggu kerugian menjadi semakin besar. Pendekatan seperti ini membuat pengelolaan risiko menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi absolute return.

Selain menentukan target keuntungan, strategi ini juga menekankan pentingnya diversifikasi portofolio. Investor biasanya tidak menempatkan seluruh modal pada satu aset saja, melainkan menyebarkannya ke beberapa instrumen yang memiliki karakteristik berbeda. Tujuannya adalah mengurangi dampak apabila salah satu aset mengalami penurunan nilai secara signifikan.

Dalam praktiknya, diversifikasi dapat dilakukan dengan mengombinasikan beberapa jenis aset seperti saham, obligasi, emas, dan aset kripto. Di dalam ekosistem kripto sendiri, investor dapat membagi portofolionya ke Bitcoin, Ethereum, stablecoin, maupun aset digital lainnya sesuai profil risiko masing-masing.

Aspek lain yang tidak kalah penting adalah manajemen risiko. Investor biasanya menetapkan batas kerugian dengan menerapkan stop loss, menentukan ukuran posisi (position sizing), hingga melakukan evaluasi portofolio secara berkala. Langkah-langkah tersebut bertujuan menjaga agar kerugian tetap terkendali sekaligus memberikan ruang bagi keuntungan untuk terus berkembang.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa absolute return bukanlah strategi yang mengandalkan keberuntungan atau tebakan arah pasar. Sebaliknya, strategi ini dibangun di atas perencanaan yang matang, disiplin dalam menjalankan rencana investasi, serta kemampuan mengelola risiko secara konsisten.

Seiring berkembangnya pasar keuangan, pendekatan tersebut semakin mendapat perhatian karena dianggap mampu membantu investor menghadapi kondisi pasar yang berubah dengan cepat. Namun, untuk mengetahui apakah sebuah investasi benar-benar memberikan absolute return yang baik, kamu juga perlu memahami cara menghitungnya secara tepat. Pada bagian berikutnya, kita akan membahas rumus absolute return beserta contoh perhitungannya pada berbagai instrumen investasi, termasuk Bitcoin dan aset kripto lainnya.

 

Cara Menghitung Absolute Return

Setelah memahami konsep dan cara kerjanya, langkah berikutnya adalah mengetahui bagaimana menghitung absolute return. Kabar baiknya, metode perhitungannya relatif sederhana sehingga dapat diterapkan oleh siapa saja, baik investor pemula maupun yang sudah berpengalaman.

Dengan mengetahui cara menghitung absolute return, kamu dapat mengevaluasi apakah investasi yang dimiliki benar-benar memberikan hasil sesuai target yang telah ditetapkan. Perhitungan ini juga membantu kamu mengambil keputusan berdasarkan data, bukan sekadar mengikuti pergerakan harga atau sentimen pasar.

 

Rumus Absolute Return

Secara umum, rumus absolute return adalah sebagai berikut.

Absolute Return = ((Nilai Akhir Investasi ? Nilai Awal Investasi) ÷ Nilai Awal Investasi) × 100%

Melalui rumus tersebut, kamu cukup membandingkan nilai investasi saat pertama kali membeli dengan nilai investasi pada akhir periode yang ingin dievaluasi.

Hasil akhirnya akan menunjukkan persentase keuntungan maupun kerugian yang diperoleh selama periode tersebut.

Sebagai catatan, perhitungan sederhana ini belum memperhitungkan biaya transaksi, pajak, dividen, staking reward, maupun pendapatan lainnya. Pada praktik profesional, seluruh komponen tersebut biasanya ikut dimasukkan agar hasil evaluasi menjadi lebih akurat.

 

Contoh Perhitungan pada Bitcoin

Misalkan kamu membeli Bitcoin senilai Rp50 juta.

Enam bulan kemudian, nilai investasi tersebut meningkat menjadi Rp60 juta.

Perhitungannya menjadi:

((Rp60 juta ? Rp50 juta) ÷ Rp50 juta) × 100% = 20%

Artinya, absolute return investasi Bitcoin tersebut adalah 20%.

Persentase tersebut tetap berlaku meskipun selama periode yang sama Bitcoin sempat mengalami kenaikan maupun penurunan tajam. Yang menjadi acuan hanyalah perubahan nilai investasi dari awal hingga akhir periode yang dihitung.

 

Contoh Perhitungan pada Ethereum

Sekarang anggap kamu membeli Ethereum dengan modal Rp25 juta.

Beberapa bulan kemudian nilainya meningkat menjadi Rp28 juta.

Maka:

((Rp28 juta ? Rp25 juta) ÷ Rp25 juta) × 100% = 12%

Dalam kondisi ini, absolute return investasi Ethereum adalah 12%.

Hasil tersebut tidak berubah meskipun aset kripto lain memiliki performa yang lebih baik atau lebih buruk.

 

Contoh Perhitungan pada Saham

Konsep yang sama juga berlaku pada investasi saham.

Sebagai contoh, kamu membeli saham sebuah perusahaan senilai Rp15 juta. Setelah satu tahun, nilai portofolio meningkat menjadi Rp18 juta.

Perhitungannya menjadi:

((Rp18 juta ? Rp15 juta) ÷ Rp15 juta) × 100% = 20%

Artinya, investasi tersebut menghasilkan absolute return sebesar 20%.

Investor tidak perlu membandingkannya dengan IHSG atau indeks sektoral apabila memang tujuan evaluasinya adalah mengetahui hasil investasi secara langsung.

 

Contoh Perhitungan pada Emas

Metode ini juga dapat diterapkan pada investasi emas.

Misalnya, kamu membeli emas senilai Rp10 juta, kemudian nilainya meningkat menjadi Rp10,8 juta.

Maka absolute return yang diperoleh adalah:

((Rp10,8 juta ? Rp10 juta) ÷ Rp10 juta) × 100% = 8%

Dengan cara yang sama, kamu dapat mengevaluasi berbagai instrumen investasi lainnya menggunakan satu metode perhitungan yang konsisten.

 

Bagaimana Jika Mengalami Kerugian?

Absolute return tidak selalu bernilai positif. Jika nilai investasi turun, hasil perhitungannya juga akan menunjukkan angka negatif.

Sebagai contoh, kamu membeli Bitcoin senilai Rp100 juta. Beberapa bulan kemudian nilainya turun menjadi Rp85 juta.

Perhitungannya adalah:

((Rp85 juta ? Rp100 juta) ÷ Rp100 juta) × 100% = -15%

Artinya, investasi tersebut mengalami absolute return sebesar -15%.

Informasi seperti ini sangat penting karena membantu investor mengetahui besarnya penurunan portofolio secara objektif, sehingga keputusan selanjutnya dapat dilakukan berdasarkan kondisi nyata, bukan sekadar harapan bahwa harga akan kembali naik.

 

Cara Membaca Hasil Absolute Return

Banyak investor menganggap semakin tinggi absolute return maka semakin baik hasil investasinya. Padahal, angka tersebut perlu dipahami sesuai konteks dan tujuan investasi.

Sebagai contoh, investor A memperoleh absolute return sebesar 18% dalam satu tahun dengan tingkat risiko yang masih sesuai rencana. Di sisi lain, investor B memperoleh return 25%, tetapi sempat mengalami penurunan portofolio hingga lebih dari 50% sebelum akhirnya pulih.

Dalam situasi tersebut, investor A belum tentu memiliki performa yang lebih buruk. Ia justru mungkin menerapkan strategi pengelolaan risiko yang lebih disiplin sehingga mampu menjaga stabilitas portofolionya.

Karena itu, absolute return sebaiknya tidak dilihat sebagai satu-satunya indikator keberhasilan investasi. Investor juga perlu mempertimbangkan tingkat risiko, volatilitas, horizon investasi, serta konsistensi hasil yang diperoleh dalam jangka panjang.

Dengan memahami cara menghitung dan membaca absolute return secara benar, kamu akan lebih mudah mengevaluasi performa investasi berdasarkan target yang telah ditetapkan. Namun, konsep ini sering kali disamakan dengan relative return, padahal keduanya memiliki tujuan yang berbeda. Memahami perbedaan tersebut akan membantu kamu memilih metode evaluasi yang paling sesuai dengan strategi investasi yang digunakan.

 

Absolute Return vs Relative Return, Apa Bedanya?

Di dunia investasi, absolute return dan relative return merupakan dua metode yang sama-sama digunakan untuk mengukur kinerja portofolio. Sekilas keduanya terlihat mirip karena sama-sama dinyatakan dalam bentuk persentase, tetapi cara menilai keberhasilan investasi sangat berbeda.

Memahami perbedaan ini penting agar kamu tidak salah menafsirkan hasil investasi maupun strategi yang digunakan oleh manajer investasi, hedge fund, atau investor profesional.

 

Apa Itu Relative Return?

Jika absolute return hanya melihat perubahan nilai investasi, relative return mengukur seberapa baik kinerja suatu investasi dibandingkan dengan benchmark atau indeks acuan.

Benchmark tersebut bisa berupa IHSG untuk saham Indonesia, S&P 500 untuk saham Amerika Serikat, atau bahkan Bitcoin apabila investor menjadikannya sebagai acuan dalam mengelola portofolio aset kripto.

Dengan kata lain, relative return menunjukkan apakah performa investasi berhasil mengungguli pasar atau justru tertinggal.

 

Perbedaan Absolute Return dan Relative Return

Meskipun sama-sama digunakan untuk mengevaluasi hasil investasi, terdapat beberapa perbedaan mendasar antara keduanya.

 

Aspek Absolute Return Relative Return
Fokus utama Hasil investasi secara langsung Hasil dibanding benchmark
Tolok ukur Tidak menggunakan indeks acuan Menggunakan benchmark
Tujuan Mencapai keuntungan positif Mengungguli kinerja pasar
Cocok untuk Evaluasi target investasi pribadi Mengukur performa terhadap pasar
Dipengaruhi kondisi pasar Tidak secara langsung Sangat bergantung pada benchmark

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kedua metode bukan saling menggantikan, melainkan saling melengkapi sesuai kebutuhan investor.

 

Contoh Perbandingan

Agar lebih mudah dipahami, perhatikan ilustrasi berikut.

Misalkan dalam satu tahun:

  • Portofolio kamu naik 15%.
  • IHSG naik 10%.

Dalam kondisi ini:

  • Absolute return = 15%
  • Relative return = +5%

Artinya, selain memperoleh keuntungan sebesar 15%, portofolio tersebut juga berhasil mengungguli benchmark sebesar 5%.

Sekarang bayangkan situasinya berubah.

  • Portofolio tetap naik 15%.
  • IHSG justru naik 22%.

Hasilnya menjadi:

  • Absolute return = 15%
  • Relative return = -7%

Walaupun investasi tetap memberikan keuntungan, performanya dinilai lebih rendah dibandingkan pasar secara keseluruhan.

Contoh ini menunjukkan mengapa dua investor dapat memiliki absolute return yang sama, tetapi relative return yang berbeda, tergantung benchmark yang digunakan.

 

Mana yang Lebih Penting?

Tidak ada jawaban yang mutlak karena semuanya bergantung pada tujuan investasi.

Jika tujuanmu adalah mencapai target keuangan tertentu, seperti dana pendidikan, membeli rumah, atau membangun portofolio jangka panjang, maka absolute return sering kali menjadi indikator yang lebih relevan.

Sebaliknya, jika kamu ingin mengetahui apakah strategi investasimu mampu mengalahkan pasar atau mengevaluasi kinerja manajer investasi, relative return menjadi ukuran yang lebih tepat.

Dalam praktiknya, banyak investor profesional menggunakan kedua indikator tersebut secara bersamaan. Absolute return membantu mengukur hasil investasi yang sebenarnya, sementara relative return memberikan gambaran apakah performa tersebut lebih baik atau lebih buruk dibandingkan kondisi pasar.

Pendekatan seperti ini membuat proses evaluasi menjadi lebih komprehensif dan membantu investor mengambil keputusan yang lebih objektif.

 

Mengapa Absolute Return Kini Semakin Dilirik?

Jika beberapa dekade lalu banyak investor hanya berfokus mengalahkan indeks saham atau mengejar pertumbuhan portofolio setinggi mungkin, kini pendekatan tersebut mulai mengalami perubahan. Kondisi ekonomi yang semakin dinamis membuat investor tidak lagi hanya bertanya “berapa besar keuntungan yang bisa diperoleh?”, tetapi juga “bagaimana cara menjaga keuntungan tersebut?”

Perubahan pola pikir inilah yang membuat strategi absolute return semakin banyak diperbincangkan dalam beberapa tahun terakhir.

Salah satu penyebab utamanya adalah meningkatnya volatilitas di hampir seluruh kelas aset. Pasar saham, obligasi, komoditas, hingga aset kripto sama-sama mengalami fluktuasi yang lebih tajam dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Kebijakan suku bunga bank sentral, inflasi, konflik geopolitik, hingga perkembangan teknologi menjadi faktor yang dapat mengubah sentimen pasar dalam waktu singkat.

Di pasar aset kripto, dinamika tersebut bahkan terlihat lebih jelas. Pergerakan harga Bitcoin dan aset digital lainnya dapat berubah signifikan dalam hitungan hari, dipengaruhi oleh arus dana investor institusi, perkembangan regulasi, peluncuran produk investasi baru seperti ETF, maupun sentimen makroekonomi global.

Situasi tersebut mendorong banyak investor untuk lebih disiplin dalam mengelola portofolionya. Daripada hanya mengejar keuntungan maksimal ketika pasar sedang bullish, sebagian mulai menetapkan target return yang realistis, melakukan rebalancing secara berkala, serta lebih aktif mengelola risiko ketika volatilitas meningkat.

Perubahan ini bukan berarti absolute return adalah strategi yang paling unggul untuk semua kondisi. Namun, pendekatan tersebut dinilai semakin relevan karena membantu investor tetap berfokus pada tujuan investasinya sendiri, bukan hanya terpaku pada pergerakan indeks atau pencapaian investor lain.

Kondisi tersebut juga mulai terlihat di pasar kripto. Semakin banyak investor yang tidak hanya mempertimbangkan potensi kenaikan harga Bitcoin atau altcoin, tetapi juga memikirkan kapan waktu yang tepat untuk merealisasikan keuntungan, mengurangi eksposur risiko, atau menjaga stabilitas portofolio ketika pasar berubah arah.

Lalu, seperti apa penerapan konsep absolute return di dunia aset kripto? Pada bagian berikutnya, kita akan membahas bagaimana strategi ini dapat diterapkan pada Bitcoin, Ethereum, stablecoin, hingga pengelolaan portofolio kripto secara keseluruhan agar lebih terukur dan sesuai dengan tujuan investasi.

 

Bagaimana Absolute Return Diterapkan di Pasar Kripto?

Konsep absolute return pada dasarnya dapat diterapkan di berbagai instrumen investasi, termasuk aset kripto. Namun, karakteristik pasar kripto yang beroperasi selama 24 jam, memiliki volatilitas tinggi, serta dipengaruhi oleh banyak faktor global membuat penerapannya memerlukan disiplin yang lebih besar dibandingkan instrumen investasi konvensional.

Alih-alih berusaha membeli di harga terendah dan menjual di harga tertinggi, investor yang menerapkan pendekatan absolute return biasanya lebih berfokus pada pencapaian target keuntungan yang telah ditentukan sejak awal. Dengan cara ini, setiap keputusan investasi memiliki dasar yang jelas dan tidak mudah dipengaruhi oleh emosi maupun euforia pasar.

 

Menentukan Target Return Sejak Awal

Salah satu prinsip utama dalam strategi absolute return adalah memiliki target yang realistis.

Misalnya, kamu menargetkan keuntungan sebesar 15% hingga 20% dalam enam bulan. Ketika target tersebut tercapai, kamu dapat mengevaluasi apakah akan merealisasikan sebagian keuntungan, mempertahankan posisi, atau mengalihkan sebagian dana ke aset lain yang dinilai lebih menarik.

Pendekatan seperti ini membantu investor menghindari kebiasaan menunda pengambilan keuntungan karena berharap harga akan terus naik tanpa batas.

Di pasar kripto, kondisi seperti ini sering terjadi. Tidak sedikit investor yang berhasil memperoleh keuntungan besar ketika Bitcoin atau altcoin mengalami reli, tetapi akhirnya kehilangan sebagian besar profit karena tidak memiliki rencana keluar (exit strategy) yang jelas.

 

Mengelola Risiko dengan Position Sizing

Selain menentukan target keuntungan, investor juga perlu memperhatikan besarnya modal yang ditempatkan pada setiap aset.

Konsep ini dikenal sebagai position sizing, yaitu menentukan ukuran investasi sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan.

Sebagai contoh, daripada menempatkan seluruh dana pada satu aset kripto, investor dapat membaginya ke beberapa aset yang memiliki karakteristik berbeda.

Pendekatan tersebut membantu mengurangi risiko apabila salah satu aset mengalami penurunan tajam akibat sentimen negatif atau perubahan kondisi pasar.

Bagi investor pemula, position sizing juga menjadi salah satu cara untuk menghindari keputusan yang terlalu agresif ketika melihat peluang keuntungan jangka pendek.

 

Diversifikasi Portofolio

Diversifikasi merupakan salah satu komponen penting dalam strategi absolute return.

Di pasar kripto, diversifikasi tidak hanya berarti memiliki banyak aset digital. Yang lebih penting adalah memahami fungsi masing-masing aset dalam portofolio.

 

Sebagai ilustrasi, seorang investor dapat membagi portofolionya ke dalam beberapa kategori.

  • Bitcoin sebagai aset dengan kapitalisasi pasar terbesar.
  • Ethereum sebagai fondasi berbagai aplikasi blockchain dan aset digital.
  • Stablecoin sebagai tempat menyimpan likuiditas sementara ketika kondisi pasar tidak menentu.
  • Altcoin tertentu sebagai aset dengan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi, tetapi memiliki risiko yang juga lebih besar.

 

Komposisi tersebut tentu dapat berbeda pada setiap investor karena bergantung pada tujuan investasi, profil risiko, serta jangka waktu kepemilikan.

Dengan diversifikasi yang tepat, penurunan tajam pada satu aset tidak selalu berdampak besar terhadap keseluruhan portofolio.

 

Melakukan Rebalancing Secara Berkala

Pasar kripto bergerak sangat cepat. Dalam beberapa bulan, komposisi portofolio dapat berubah secara signifikan karena adanya aset yang mengalami kenaikan jauh lebih tinggi dibandingkan aset lainnya.

Karena itu, investor yang menggunakan pendekatan absolute return umumnya melakukan rebalancing, yaitu menyesuaikan kembali proporsi portofolio agar tetap sesuai dengan strategi awal.

Sebagai contoh, Bitcoin awalnya memiliki porsi 40% dari total portofolio. Setelah mengalami kenaikan harga yang signifikan, porsinya meningkat menjadi 60%.

Dalam kondisi tersebut, investor dapat menjual sebagian kepemilikan Bitcoin untuk mengembalikan komposisi portofolio sesuai target awal atau mengalokasikan keuntungan ke aset lain.

Langkah ini membantu menjaga keseimbangan risiko sekaligus menghindari ketergantungan berlebihan pada satu aset.

 

Tidak Terlalu Terpengaruh Euforia Pasar

Salah satu tantangan terbesar dalam investasi kripto adalah mengendalikan emosi.

Ketika harga naik tajam, muncul rasa takut kehilangan peluang (fear of missing out atau FOMO). Sebaliknya, ketika pasar mengalami koreksi, banyak investor tergesa-gesa menjual aset karena panik.

Strategi absolute return mendorong investor untuk tetap berpegang pada rencana yang telah dibuat sejak awal.

Apabila target keuntungan telah tercapai, keputusan investasi tetap dilakukan berdasarkan strategi, bukan karena tekanan dari pergerakan pasar atau opini yang sedang ramai di media sosial.

Pendekatan ini memang tidak selalu menghasilkan keuntungan paling besar, tetapi dapat membantu investor membangun proses investasi yang lebih konsisten dalam jangka panjang.

 

Apakah Absolute Return Cocok untuk Semua Investor?

Meskipun semakin populer, bukan berarti strategi absolute return merupakan pilihan terbaik bagi semua orang. Setiap investor memiliki tujuan keuangan, toleransi risiko, dan gaya investasi yang berbeda sehingga pendekatan yang digunakan pun dapat berbeda.

Karena itu, sebelum menerapkan strategi ini, penting untuk memahami apakah karakteristiknya sesuai dengan kebutuhanmu.

 

Cocok untuk Investor yang Memiliki Target Keuangan Jelas

Strategi absolute return sangat sesuai bagi investor yang memiliki tujuan investasi yang spesifik.

Misalnya, kamu sedang mempersiapkan dana pendidikan, uang muka rumah, dana pensiun, atau target keuangan lainnya dalam periode tertentu.

Dalam kondisi tersebut, fokus utama bukanlah mengalahkan indeks atau memperoleh keuntungan tertinggi, melainkan mencapai target yang telah ditentukan dengan tingkat risiko yang masih dapat diterima.

 

Sesuai bagi Investor Jangka Panjang

Investor jangka panjang umumnya lebih memperhatikan pertumbuhan portofolio secara bertahap dibandingkan pergerakan harga harian.

Karena itu, pendekatan absolute return dapat menjadi kerangka evaluasi yang lebih relevan.

Alih-alih terpaku pada fluktuasi pasar setiap hari, investor dapat melakukan evaluasi secara berkala berdasarkan target yang telah dibuat sejak awal.

Pendekatan ini membantu mengurangi kecenderungan melakukan transaksi secara berlebihan yang justru dapat meningkatkan biaya investasi maupun risiko pengambilan keputusan yang emosional.

 

Relevan bagi Investor Kripto

Di pasar aset kripto, strategi absolute return juga semakin banyak diterapkan karena volatilitas yang tinggi membuat pengelolaan risiko menjadi semakin penting.

Investor tidak hanya mempertimbangkan potensi kenaikan harga, tetapi juga memikirkan kapan waktu yang tepat untuk mengamankan keuntungan dan mengurangi eksposur terhadap risiko.

Dengan adanya target yang jelas, investor dapat mengambil keputusan secara lebih objektif meskipun pasar sedang mengalami perubahan sentimen yang cepat.

 

Kurang Cocok bagi Investor yang Hanya Mengejar Keuntungan Maksimum

Di sisi lain, strategi ini mungkin kurang sesuai bagi investor yang hanya berorientasi pada keuntungan setinggi mungkin tanpa memiliki batas risiko yang jelas.

Kelompok investor seperti ini biasanya lebih bersedia menerima volatilitas tinggi demi peluang memperoleh return yang lebih besar.

Pendekatan tersebut memang dapat menghasilkan keuntungan yang tinggi ketika pasar sedang bullish. Namun, risikonya juga meningkat apabila kondisi pasar berubah secara tiba-tiba.

Karena itu, memahami profil risiko tetap menjadi langkah pertama sebelum memilih strategi investasi apa pun, termasuk absolute return.

 

Kelebihan dan Kekurangan Absolute Return

Seperti strategi investasi lainnya, absolute return memiliki sejumlah keunggulan sekaligus keterbatasan. Memahami kedua sisi tersebut akan membantumu menerapkan strategi ini secara lebih realistis dan sesuai dengan tujuan investasi.

 

Kelebihan Absolute Return

Salah satu keunggulan terbesar absolute return adalah fokusnya pada tujuan investasi pribadi.

Investor tidak perlu terus-menerus membandingkan performa portofolionya dengan indeks atau investor lain. Selama target yang telah ditetapkan berhasil dicapai, strategi tersebut dapat dianggap berjalan sesuai rencana.

Pendekatan ini juga mendorong disiplin dalam pengambilan keputusan. Investor terdorong untuk memiliki target keuntungan, batas risiko, serta proses evaluasi yang lebih terstruktur.

Selain itu, konsep absolute return bersifat fleksibel karena dapat diterapkan pada berbagai instrumen investasi, mulai dari saham, obligasi, reksa dana, emas, hingga aset kripto.

Di tengah kondisi pasar yang semakin dinamis, fokus pada pengelolaan risiko juga menjadi nilai tambah yang membuat strategi ini semakin relevan.

 

Kekurangan Absolute Return

Di balik kelebihannya, strategi absolute return juga memiliki beberapa keterbatasan.

Pertama, strategi ini membutuhkan disiplin yang tinggi. Menetapkan target keuntungan jauh lebih mudah dibandingkan menjalankannya secara konsisten.

Kedua, absolute return tidak memberikan gambaran apakah performa investasi lebih baik atau lebih buruk dibandingkan pasar secara keseluruhan.

Akibatnya, investor mungkin merasa puas dengan keuntungan yang diperoleh, padahal sebenarnya terdapat peluang yang lebih baik apabila menggunakan strategi yang berbeda.

Selain itu, target keuntungan yang terlalu konservatif juga berpotensi membuat investor kehilangan peluang ketika pasar sedang berada dalam tren naik yang kuat.

Karena itu, absolute return sebaiknya dipadukan dengan evaluasi berkala terhadap kondisi pasar dan perkembangan portofolio agar keputusan investasi tetap relevan.

 

Kesalahan yang Sering Dilakukan Investor Saat Menggunakan Absolute Return

Meskipun konsepnya cukup sederhana, penerapan absolute return sering kali tidak berjalan optimal karena adanya kesalahan dalam pengambilan keputusan.

Salah satu kesalahan yang paling umum adalah menganggap absolute return sebagai jaminan keuntungan.

Padahal, strategi ini tidak pernah menjanjikan bahwa investasi akan selalu menghasilkan profit. Absolute return hanya merupakan metode untuk mengukur hasil investasi tanpa membandingkannya dengan benchmark.

Kesalahan berikutnya adalah menetapkan target keuntungan yang tidak realistis.

Target yang terlalu tinggi sering kali mendorong investor mengambil risiko berlebihan, sementara target yang terlalu rendah dapat membuat potensi pertumbuhan portofolio menjadi kurang optimal.

Tidak sedikit pula investor yang mengabaikan manajemen risiko.

Mereka terlalu fokus pada potensi keuntungan, tetapi tidak menentukan batas kerugian, ukuran posisi investasi, maupun strategi diversifikasi. Akibatnya, ketika pasar bergerak di luar ekspektasi, kerugian yang dialami menjadi jauh lebih besar.

Kesalahan lainnya adalah terlalu sering mengubah strategi.

Perubahan rencana investasi hanya karena membaca opini di media sosial atau melihat pergerakan harga jangka pendek dapat mengurangi konsistensi dalam mencapai tujuan investasi.

Yang tidak kalah penting, banyak investor hanya mengevaluasi keuntungan tanpa meninjau kembali proses pengambilan keputusannya.

Padahal, keberhasilan investasi jangka panjang tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh kualitas strategi, disiplin, dan kemampuan mengelola risiko secara berkelanjutan.

 

Kesimpulan

Absolute return adalah pendekatan investasi yang berfokus pada hasil yang diperoleh dari suatu investasi tanpa membandingkannya dengan benchmark atau indeks acuan. Dengan kata lain, keberhasilan strategi ini diukur berdasarkan kemampuan mencapai target keuntungan yang telah ditetapkan, bukan berdasarkan apakah portofolio mampu mengungguli pasar.

Di tengah meningkatnya volatilitas pada berbagai kelas aset, termasuk pasar kripto, pendekatan ini semakin relevan karena mendorong investor untuk lebih disiplin dalam menetapkan target, mengelola risiko, melakukan diversifikasi, serta mengevaluasi portofolio secara berkala.

Meski demikian, absolute return bukanlah strategi yang cocok untuk semua orang dan bukan pula jaminan bahwa investasi akan selalu menghasilkan keuntungan. Keberhasilannya tetap bergantung pada pemahaman terhadap instrumen investasi, konsistensi menjalankan rencana, serta kemampuan menyesuaikan strategi dengan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing.

Bagi kamu yang ingin membangun kebiasaan investasi yang lebih terukur, memahami konsep absolute return dapat menjadi langkah awal untuk mengambil keputusan berdasarkan tujuan yang jelas, bukan sekadar mengikuti pergerakan pasar atau tren yang sedang berlangsung.

 

FAQ

1. Apa yang Dimaksud dengan Absolute Return?

Absolute return adalah tingkat keuntungan atau kerugian yang diperoleh dari suatu investasi dalam periode tertentu tanpa membandingkannya dengan benchmark atau indeks acuan. Metode ini hanya melihat perubahan nilai investasi dari awal hingga akhir periode sehingga investor dapat mengetahui hasil investasi yang sebenarnya. Konsep ini banyak digunakan untuk mengevaluasi kinerja portofolio berdasarkan target pribadi, bukan berdasarkan performa pasar secara keseluruhan.

2. Bagaimana Cara Menghitung Absolute Return?

Cara menghitung absolute return cukup sederhana, yaitu dengan mengurangi nilai akhir investasi dengan nilai awal investasi, kemudian membaginya dengan nilai awal investasi dan mengalikannya dengan 100 persen.

Rumusnya adalah:

Absolute Return = ((Nilai Akhir ? Nilai Awal) ÷ Nilai Awal) × 100%

Sebagai contoh, jika kamu membeli aset kripto senilai Rp20 juta dan nilainya meningkat menjadi Rp24 juta, maka absolute return yang diperoleh adalah 20%.

3. Apa Perbedaan Absolute Return dan Relative Return?

Perbedaan utama keduanya terletak pada cara mengukur kinerja investasi. Absolute return hanya melihat keuntungan atau kerugian yang diperoleh dari investasi itu sendiri tanpa pembanding. Sementara itu, relative return membandingkan hasil investasi dengan benchmark, seperti IHSG, S&P 500, atau bahkan Bitcoin jika dijadikan acuan.

Dengan kata lain, absolute return menjawab pertanyaan “berapa keuntungan investasiku?”, sedangkan relative return menjawab “apakah investasiku mengungguli pasar?”.

4. Apakah Absolute Return Selalu Menghasilkan Keuntungan?

Tidak. Banyak orang salah memahami istilah absolute return sebagai strategi yang selalu menghasilkan profit. Padahal, absolute return hanyalah metode untuk mengukur hasil investasi tanpa menggunakan benchmark.

Jika nilai investasi turun selama periode tertentu, maka absolute return juga akan bernilai negatif. Oleh karena itu, strategi ini tetap memiliki risiko sebagaimana investasi pada umumnya.

5. Mengapa Absolute Return Kini Semakin Dilirik Investor?

Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi pasar keuangan menjadi semakin dinamis akibat perubahan suku bunga, inflasi, ketidakpastian ekonomi, hingga meningkatnya volatilitas aset kripto. Situasi tersebut membuat banyak investor mulai lebih memperhatikan pengelolaan risiko dibanding sekadar mengejar keuntungan setinggi mungkin.

Pendekatan absolute return dianggap relevan karena mendorong investor untuk fokus pada pencapaian target keuntungan yang realistis dan menjaga stabilitas portofolio dalam berbagai kondisi pasar.

6. Apakah Absolute Return Cocok untuk Investasi Bitcoin dan Aset Kripto?

Ya, konsep absolute return dapat diterapkan pada Bitcoin maupun aset kripto lainnya. Investor dapat menetapkan target keuntungan tertentu, menentukan batas kerugian yang dapat diterima, serta melakukan evaluasi portofolio secara berkala.

Namun, karena pasar kripto memiliki volatilitas yang lebih tinggi dibanding banyak instrumen investasi lainnya, penerapan strategi ini tetap memerlukan manajemen risiko yang disiplin agar tujuan investasi dapat tercapai.

7. Bagaimana Absolute Return Membantu Mengelola Risiko Investasi?

Absolute return membantu investor lebih fokus pada pencapaian target yang telah ditetapkan dibanding mengikuti emosi pasar. Dengan memiliki sasaran keuntungan, batas kerugian, serta strategi evaluasi yang jelas, investor cenderung lebih disiplin dalam mengambil keputusan.

Pendekatan ini juga mendorong penggunaan diversifikasi, rebalancing portofolio, dan pengelolaan ukuran posisi investasi sehingga risiko dapat dikendalikan dengan lebih baik.

8. Apakah Investor Pemula Bisa Menggunakan Strategi Absolute Return?

Bisa. Bahkan, strategi ini dapat menjadi salah satu pendekatan yang baik bagi investor pemula karena mengajarkan pentingnya memiliki tujuan investasi, mengelola risiko, dan mengevaluasi hasil investasi secara objektif.

Meski demikian, investor pemula tetap perlu memahami karakteristik setiap instrumen investasi sebelum menerapkan strategi ini agar target yang ditetapkan sesuai dengan profil risiko dan kemampuan finansial.

9. Apa Kesalahan yang Paling Sering Dilakukan Saat Menggunakan Absolute Return?

Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah menetapkan target keuntungan tanpa memperhitungkan risiko. Selain itu, banyak investor terlalu lama mempertahankan aset karena berharap keuntungan akan terus bertambah, atau justru menjual aset terlalu cepat karena panik ketika pasar mengalami koreksi.

Kesalahan lainnya adalah tidak melakukan evaluasi portofolio secara berkala sehingga strategi yang digunakan tidak lagi sesuai dengan perubahan kondisi pasar maupun tujuan investasi.

10. Apakah Absolute Return Bisa Diterapkan pada Semua Jenis Investasi?

Secara umum, ya. Konsep absolute return dapat digunakan untuk mengevaluasi berbagai instrumen investasi, seperti saham, obligasi, reksa dana, emas, properti, hingga aset kripto.

Meskipun demikian, cara penerapannya dapat berbeda pada setiap instrumen karena masing-masing memiliki karakteristik, tingkat risiko, dan potensi imbal hasil yang tidak sama. Oleh sebab itu, investor tetap perlu menyesuaikan strategi dengan tujuan investasi dan profil risiko yang dimiliki.

 

Itulah informasi menarik tentang Absolute Return yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel populer Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market.

Untuk pengalaman trading yang lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading kami di INDODAX. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital, teknologi blockchain, dan berbagai peluang trading lainnya hanya di INDODAX Academy.

 

Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Staking/Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.

 

Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

 

Author : RB

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

Lebih Banyak dari Tutorial

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
KUNCI/IDR
Kunci Coin
2
100%
DVI/IDR
Dvision Ne
2
100%
MPRO/IDR
Max Proper
3
50%
DEFI/IDR
DeFi
3
50%
LRC/IDR
Loopring
264
41.94%
Nama Harga 24H Chg
HOME/IDR
Defi App
144
-40.25%
CHT/IDR
CyberHarbo
2
-33.33%
UW3S/IDR
Utility We
2
-33.33%
CBG/IDR
Chainbing
2
-33.33%
ALITAS/IDR
Alitas
2
-33.33%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Asset-Based Lending: Cara Pinjam Tanpa Jual Aset Kripto
17/07/2026
Asset-Based Lending: Cara Pinjam Tanpa Jual Aset Kripto

Memiliki aset kripto seperti Bitcoin atau Ethereum tidak selalu berarti

17/07/2026
Absolute Return: Strategi Investasi yang Kini Makin Dilirik
17/07/2026
Absolute Return: Strategi Investasi yang Kini Makin Dilirik

Investasi tidak lagi hanya soal mencari keuntungan setinggi mungkin. Dalam

17/07/2026
Alternative Investments: Cara Cerdas Diversifikasi Aset
16/07/2026
Alternative Investments: Cara Cerdas Diversifikasi Aset

Perubahan kondisi ekonomi, inflasi, hingga volatilitas pasar membuat banyak investor

16/07/2026