Ripple memperluas peran XRP di luar fungsi pembayaran. Melalui unitnya di Asia, SBI Ripple Asia menandatangani nota kesepahaman dengan Doppler Finance untuk mengembangkan produk yield berbasis XRP dan tokenisasi aset dunia nyata di jaringan XRP Ledger (XRPL).
Kerja sama ini menandai kolaborasi pertama SBI Ripple Asia dengan protokol native XRPL, sekaligus sinyal meningkatnya minat institusi terhadap pemanfaatan XRP sebagai aset produktif, bukan sekadar alat transfer nilai.
Dalam kerja sama tersebut, SBI Digital Markets, entitas yang berada di bawah pengawasan Monetary Authority of Singapore, ditunjuk sebagai kustodian institusional.
Skema ini menyediakan penyimpanan terpisah untuk aset klien, aspek krusial bagi investor institusi yang menuntut standar kepatuhan dan keamanan tinggi.
Yield: Upaya Mengubah XRP dari Aset Pasif Menjadi Produktif
Selama ini, XRP dikenal luas sebagai aset untuk pembayaran lintas negara berbiaya rendah dan cepat. Namun di luar fungsi tersebut, XRP bersifat relatif pasif.
Jika tidak digunakan untuk transaksi dan harga tidak bergerak naik, pemegang XRP tidak memperoleh manfaat ekonomi tambahan.
Institutional momentum on the $XRP Ledger continues to build??
The collaboration between SBI Ripple Asia and @doppler_fi signals growing focus on $XRP based yield infrastructure and real world asset tokenization, key pillars for scalable, institutional grade finance on XRPL. pic.twitter.com/LeJDNUFkZy
— XRP Update (@XrpUdate) December 17, 2025
Di sinilah konsep yield menjadi relevan. Dalam konteks keuangan, yield berarti imbal hasil yang diperoleh karena aset digunakan secara produktif, bukan hanya disimpan.
Di pasar tradisional, yield berasal dari bunga, kupon, atau dividen. Di ekosistem blockchain, yield dapat muncul ketika aset dipakai sebagai likuiditas, jaminan, atau bagian dari struktur keuangan tertentu.
Melalui kemitraan ini, SBI Ripple Asia dan Doppler Finance berupaya membangun infrastruktur yield yang transparan dan sesuai regulasi yang ditujukan bagi klien institusional.
Pendekatan ini berbeda dari model yield ritel yang sering kali mengandalkan insentif tinggi dengan risiko besar.
Dilansir dari CoinDesk, menurut Doppler Finance, fokus utama kerja sama ini adalah memperluas peran XRP agar dapat menghasilkan imbal hasil secara terukur dan dapat diaudit.
Dengan begitu, XRP berpotensi menjadi aset yang lebih menarik bagi lembaga keuangan yang membutuhkan arus imbal hasil, bukan sekadar eksposur harga.
Baca juga: XRP Uji Level Historis, Pasar Mulai Bahas Target ATH di Januari 2026
Institusi Mulai Melirik XRP Ledger
XRP Ledger selama ini relatif tertinggal dibanding jaringan smart contract lain dalam hal aktivitas yield on-chain.
Kerja sama ini dinilai sebagai langkah awal untuk menutup celah tersebut, terutama di kawasan Asia yang memiliki ekosistem keuangan digital mapan dan kerangka regulasi yang lebih jelas.
SBI Ripple Asia menyebut kolaborasi ini sebagai upaya mempercepat pengembangan infrastruktur yield yang aman dan patuh aturan, dengan menggabungkan pengalaman SBI dalam adopsi aset digital dan kerangka on-chain milik Doppler Finance.
Langkah ini sejalan dengan tren global di mana institusi keuangan mulai mengeksplorasi tokenisasi aset dunia nyata dan produk berbasis blockchain, khususnya di yurisdiksi seperti Jepang dan Singapura.
Kesimpulan
Kerja sama SBI Ripple Asia dan Doppler Finance mencerminkan pergeseran strategi XRP.
Dari aset yang selama ini dikenal sebagai alat pembayaran, XRP kini diarahkan menjadi aset penghasil imbal hasil yang relevan bagi kebutuhan institusional.
Jika pengembangan yield berbasis XRPL berjalan sesuai rencana, XRP berpotensi memasuki fase baru sebagai bagian dari infrastruktur keuangan digital Asia, dengan fungsi yang lebih luas dan nilai ekonomi yang tidak lagi bergantung semata pada pergerakan harga.
FAQ
- Apa yang dimaksud yield dalam konteks XRP?
Yield pada XRP merujuk pada imbal hasil yang diperoleh karena XRP digunakan dalam struktur keuangan, bukan hanya disimpan. Imbal hasil ini muncul ketika XRP dimanfaatkan sebagai bagian dari infrastruktur on-chain yang produktif. - Apakah yield XRP sama dengan bunga seperti di bank?
Tidak. Yield XRP bukan bunga tetap, melainkan imbal hasil yang bergantung pada mekanisme blockchain, penggunaan aset, dan struktur produk yang dibangun. Besarnya bisa berubah sesuai kondisi pasar dan desain produk. - Siapa target utama produk yield berbasis XRP ini?
Produk ini ditujukan untuk investor institusional, bukan ritel. Fokusnya pada kepatuhan regulasi, transparansi, dan pengelolaan aset dengan standar kustodian profesional. - Apa peran SBI Digital Markets dalam kerja sama ini?
SBI Digital Markets berperan sebagai kustodian institusional, menyediakan penyimpanan aset yang terpisah dan diawasi regulator. Peran ini penting untuk menjaga keamanan dan kepatuhan bagi klien institusi. - Apakah ini akan berdampak langsung ke harga XRP?
Tidak ada jaminan dampak langsung ke harga. Namun, penggunaan XRP sebagai aset produktif berpotensi meningkatkan utilitas dan daya tarik jangka panjang, terutama bagi institusi.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya.
Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
CoinDesk – Ripple’s Asia venture looks to make XRP a yield-bearing asset, diakses pada 18 Desember 2025
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita XRP, #Berita Altcoin





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
