Pernah melihat seseorang yang baru saja resign karena ingin mencari pekerjaan yang lebih sesuai, lalu beberapa bulan kemudian masih belum bekerja? Atau fresh graduate yang sudah lulus, tetapi membutuhkan waktu sebelum akhirnya mendapat pekerjaan pertama? Kondisi seperti ini sering kali disebut sebagai pengangguran friksional.
Jenis pengangguran ini sebenarnya sangat umum dan hampir selalu ada di dalam perekonomian mana pun, termasuk di negara dengan tingkat penyerapan tenaga kerja yang tinggi.
Berbeda dengan pengangguran yang disebabkan oleh krisis ekonomi atau minimnya lapangan kerja, pengangguran friksional justru sering dianggap sebagai bagian alami dari dinamika pasar tenaga kerja.
Untuk memahaminya lebih dalam, mari kita bahas secara bertahap mulai dari pengertian, jenis-jenisnya, hingga penyebab utama pengangguran friksional.
Apa itu Pengangguran Friksional ?
Pengangguran friksional adalah jenis pengangguran sementara yang terjadi ketika seseorang sedang berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain atau baru memasuki dunia kerja.
Dalam periode ini, individu sebenarnya masih memiliki kemampuan dan kemauan untuk bekerja, tetapi belum menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi, preferensi, atau ekspektasinya.
Menurut Investopedia, pengangguran friksional muncul karena adanya waktu yang dibutuhkan untuk mencocokkan pencari kerja dengan lowongan kerja yang tersedia.
Artinya, meskipun lapangan kerja ada, proses pencarian dan penyesuaian tetap memerlukan waktu. Inilah yang membuat pengangguran friksional tidak selalu dipandang sebagai masalah serius, melainkan sebagai tanda bahwa pasar tenaga kerja sedang bergerak.
Dalam banyak kasus, pengangguran friksional justru mencerminkan kebebasan individu untuk mencari pekerjaan yang lebih baik.
Seseorang bisa saja meninggalkan pekerjaan lama karena ingin gaji lebih tinggi, lingkungan kerja yang lebih sehat, atau peluang karier yang lebih menjanjikan. Selama masa transisi itulah, status pengangguran friksional muncul.
Ciri-Ciri Pengangguran Friksional
Sebelum masuk ke jenis dan penyebabnya, penting untuk memahami karakteristik utama dari pengangguran friksional.
Pertama, sifatnya sementara. Pengangguran ini biasanya berlangsung relatif singkat, tergantung pada kondisi pasar kerja dan kemampuan individu dalam mencari pekerjaan.
Kedua, pengangguran friksional tidak selalu dipicu oleh kondisi ekonomi yang buruk. Bahkan saat ekonomi tumbuh, pengangguran friksional tetap ada karena orang terus berpindah pekerjaan dan lulusan baru terus memasuki pasar kerja.
Ketiga, individu yang mengalami pengangguran friksional umumnya memiliki keterampilan yang masih relevan. Tantangannya bukan pada ketiadaan skill, melainkan pada proses menemukan kecocokan antara pekerja dan perusahaan.
Jenis Pengangguran Friksional
Pengangguran friksional tidak hanya terjadi dalam satu bentuk. Ada beberapa jenis yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, tergantung pada latar belakang dan kondisi individu yang mengalaminya.
Pengangguran friksional karena perpindahan kerja terjadi ketika seseorang secara sukarela meninggalkan pekerjaannya untuk mencari pekerjaan baru. Biasanya, keputusan ini didorong oleh keinginan untuk meningkatkan kualitas hidup, seperti gaji yang lebih baik, jam kerja yang lebih fleksibel, atau peluang pengembangan karier yang lebih luas.
Pengangguran friksional karena lulusan baru dialami oleh mereka yang baru saja menyelesaikan pendidikan dan mulai memasuki dunia kerja. Fresh graduate sering membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri, mengirim lamaran, dan menjalani proses seleksi yang tidak singkat.
Pengangguran friksional karena relokasi muncul saat seseorang pindah tempat tinggal, baik karena alasan keluarga, pendidikan, maupun pasangan. Meskipun individu tersebut memiliki pengalaman dan keterampilan, ia tetap membutuhkan waktu untuk mencari pekerjaan di wilayah baru.
Pengangguran friksional musiman juga bisa terjadi ketika pekerja di sektor tertentu berhenti sementara dan mencari pekerjaan lain di luar musim kerja utamanya. Dalam masa transisi ini, status pengangguran friksional bisa muncul meskipun hanya bersifat jangka pendek.
Penyebab Pengangguran Friksional
Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan terjadinya pengangguran friksional. Penyebab ini umumnya berkaitan dengan proses pencarian kerja dan dinamika pasar tenaga kerja.
Perbedaan informasi antara pencari kerja dan perusahaan menjadi salah satu penyebab paling umum. Tidak semua lowongan kerja mudah diakses atau dipahami oleh pencari kerja, begitu pula perusahaan tidak selalu langsung menemukan kandidat yang paling sesuai. Ketidaksempurnaan informasi ini membuat proses pencocokan memakan waktu.
Preferensi individu juga berperan besar. Banyak pencari kerja yang memiliki kriteria tertentu, seperti gaji minimum, jenis pekerjaan, lokasi, atau budaya kerja.
Selama kriteria tersebut belum terpenuhi, individu cenderung menunda menerima pekerjaan, sehingga periode pengangguran friksional berlangsung lebih lama.
Proses rekrutmen yang panjang turut memperpanjang pengangguran friksional.
Di era modern, satu proses seleksi bisa melibatkan beberapa tahap wawancara, tes psikologi, hingga uji kompetensi. Meski lowongan tersedia, waktu tunggu ini tetap membuat pencari kerja berada dalam status pengangguran sementara.
Perubahan struktur ekonomi juga dapat memicu pengangguran friksional. Misalnya, munculnya teknologi baru membuat beberapa jenis pekerjaan menjadi kurang diminati, sementara pekerjaan baru membutuhkan keterampilan berbeda. Individu yang sedang menyesuaikan diri dengan perubahan ini bisa mengalami pengangguran friksional sebelum akhirnya mendapatkan pekerjaan baru.
Dampak Pengangguran Friksional bagi Perekonomian
Secara umum, pengangguran friksional tidak selalu berdampak negatif. Dalam batas wajar, pengangguran ini justru dianggap sehat bagi perekonomian karena menunjukkan adanya mobilitas tenaga kerja.
Pekerja memiliki kesempatan untuk mencari pekerjaan yang lebih produktif, sementara perusahaan bisa mendapatkan karyawan yang lebih sesuai.
Namun, jika pengangguran friksional berlangsung terlalu lama, dampaknya bisa mulai terasa. Bagi individu, pendapatan yang terhenti sementara dapat memengaruhi kondisi keuangan dan kesejahteraan.
Bagi perekonomian, durasi pengangguran yang panjang bisa menurunkan tingkat produktivitas tenaga kerja secara keseluruhan.
Oleh karena itu, peran akses informasi, pelatihan, dan kebijakan pasar kerja menjadi penting untuk memastikan pengangguran friksional tetap berada pada tingkat yang sehat.
Cara Mengurangi Pengangguran Friksional
Meskipun tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, pengangguran friksional dapat diminimalkan. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan akses informasi lowongan kerja melalui platform digital dan layanan penyaluran tenaga kerja.
Peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan juga berperan besar. Ketika keterampilan tenaga kerja lebih sesuai dengan kebutuhan industri, proses pencarian kerja menjadi lebih cepat dan efisien.
Selain itu, transparansi dalam proses rekrutmen dapat membantu pencari kerja memahami tahapan seleksi dan memperkirakan waktu tunggu. Hal ini setidaknya dapat mengurangi ketidakpastian selama masa pengangguran sementara.
Kesimpulan
Pengangguran friksional adalah jenis pengangguran sementara yang terjadi ketika seseorang berpindah pekerjaan, baru memasuki dunia kerja, atau sedang mencari pekerjaan yang lebih sesuai.
Pengangguran ini merupakan bagian alami dari dinamika pasar tenaga kerja dan sering kali mencerminkan adanya mobilitas serta kebebasan memilih pekerjaan.
Meski umumnya tidak berbahaya bagi perekonomian, pengangguran friksional tetap perlu dikelola agar tidak berlangsung terlalu lama dan berdampak negatif bagi individu maupun ekonomi secara keseluruhan.
FAQ
- Apakah pengangguran friksional berbahaya bagi ekonomi?
Tidak selalu, karena pengangguran friksional justru menandakan adanya pergerakan dan pencarian kecocokan di pasar kerja. - Siapa yang paling sering mengalami pengangguran friksional?
Fresh graduate, pekerja yang pindah kerja, dan individu yang baru pindah lokasi tempat tinggal. - Apa perbedaan pengangguran friksional dengan pengangguran struktural?
Pengangguran friksional bersifat sementara, sedangkan pengangguran struktural terjadi karena ketidaksesuaian keterampilan dengan kebutuhan pasar kerja. - Bisakah pengangguran friksional dihilangkan sepenuhnya?
Tidak, karena selama ada perpindahan kerja dan lulusan baru, pengangguran friksional akan selalu ada.
Itulah informasi menarik tentang Pengangguran Friksional: Arti, Jenis, dan Penyebabnya yang bisa kamu dalami lebih lanjut di kumpulan artikel kripto dari Indodax Academy. Selain mendapatkan insight mendalam lewat berbagai artikel edukasi crypto terpopuler, kamu juga bisa memperluas wawasan lewat kumpulan tutorial serta memilih dari beragam artikel populer yang sesuai minatmu.
Selain update pengetahuan, kamu juga bisa langsung pantau harga aset digital di Indodax Market dan ikuti perkembangan terkini lewat berita crypto terbaru. Untuk pengalaman trading lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading dari Indodax. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu nggak ketinggalan informasi penting seputar blockchain, aset kripto, dan peluang trading lainnya.a
Kamu juga bisa ikutin berita terbaru kami lewat Google News agar akses informasi lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Maksimalkan aset kripto kamu dengan fitur INDODAX staking crypto, cara praktis buat dapetin penghasilan pasif dari aset yang disimpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: RZ





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
