Cheque: Cara Kerja, Fungsi, Pihak Terlibat, dan Contoh Nyata
icon search
icon search

Top Performers

Cheque: Cara Kerja, Fungsi, Pihak Terlibat, dan Contoh Nyata

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Cheque: Cara Kerja, Fungsi, Pihak Terlibat, dan Contoh Nyata

cheque

Daftar Isi

Cheque sering muncul bukan saat belanja harian, tapi ketika transaksi mulai masuk kategori “serius”: nilainya besar, butuh bukti tertulis, dan proses pembayarannya harus rapi. 

Di beberapa perusahaan, cheque bahkan dipakai bukan karena ketinggalan zaman, tapi karena alurnya memaksa semua pihak disiplin—mulai dari persetujuan internal sampai pencairan di bank.

Kalau kamu pernah lihat amplop berisi selembar kertas dari bagian finance, besar kemungkinan itu cheque. Bentuknya sederhana, tapi cara kerjanya punya aturan yang tegas. Dan kalau salah satu detailnya tidak beres, cheque bisa ditolak saat dicairkan.

 

Cheque adalah

Cheque adalah surat perintah tertulis dari pemilik rekening kepada bank untuk membayarkan sejumlah uang kepada pihak tertentu. Jadi cheque bukan “uang”, melainkan instruksi resmi. Bank baru mengeluarkan dana kalau cheque valid dan saldo penarik mencukupi.

Praktiknya seperti ini: penarik (pemilik rekening) menulis cheque untuk penerima. Penerima membawa cheque ke bank untuk dicairkan atau disetorkan ke rekeningnya. 

Setelah itu bank memprosesnya sesuai prosedur. Karena sifatnya tertulis, cheque sering dipakai ketika transaksi butuh bukti yang bisa disimpan dan diperiksa kapan saja.

 

Fungsi cheque yang masih relevan

Walau metode pembayaran sekarang makin cepat, cheque tetap punya fungsi yang sulit digantikan dalam situasi tertentu.

Pertama, cheque dipakai sebagai pembayaran non-tunai untuk nominal besar. 

Banyak perusahaan tidak nyaman membawa uang cash, dan ada kondisi di mana transfer langsung belum jadi pilihan—misalnya karena prosedur internal mengharuskan dokumen fisik sebagai bukti pembayaran.

Kedua, cheque membantu kontrol pengeluaran. Di sejumlah kantor, uang baru benar-benar “keluar” ketika cheque ditandatangani pihak berwenang. Ini membuat proses pembayaran lebih tertib dan mengurangi risiko pembayaran terjadi sebelum dokumen lengkap.

Ketiga, cheque memberi jejak administrasi yang jelas. Saat audit atau rekonsiliasi, dokumen cheque membantu menjawab pertanyaan penting: siapa membayar, kepada siapa, kapan, dan berapa. 

Detail seperti ini terasa sepele sampai suatu hari kamu harus membuktikan transaksi yang sudah terjadi beberapa bulan lalu.

Keempat, cheque dapat mengurangi risiko kesalahan input rekening. Di lapangan, salah satu penyebab transfer nyasar adalah nomor rekening yang tertukar. Cheque membuat pembayaran lebih “terkunci” ke nama penerima, terutama jika cheque dibuat atas nama.

 

Pihak yang terlibat dalam cheque

Cheque terlihat seperti urusan dua orang, padahal ada beberapa pihak kunci di dalamnya.

Penarik (drawer) adalah pihak yang menerbitkan cheque. Penarik punya tanggung jawab memastikan saldo cukup dan detail pada cheque benar. Kalau saldo kurang, cheque bisa ditolak, dan ini biasanya langsung memengaruhi hubungan bisnis.

Bank (drawee) adalah pihak yang menerima instruksi pembayaran. Bank mengecek validitas cheque, termasuk kesesuaian tanda tangan dan kelengkapan data. 

Dalam banyak kasus penolakan cheque, masalahnya bukan cuma saldo, tapi hal-hal kecil seperti tanda tangan yang dianggap tidak cocok atau penulisan yang tidak sesuai aturan.

Penerima (payee) adalah pihak yang namanya tercantum dalam cheque dan berhak menerima dana. Jika cheque dibuat “atas nama”, umumnya hanya pihak tersebut yang bisa mencairkannya.

Ada juga pembawa (bearer), yaitu orang yang membawa cheque ke bank. Jika cheque bersifat “atas pembawa”, siapa pun yang memegang cheque bisa mencairkan dana, sehingga risikonya lebih tinggi jika cheque hilang.

Dalam kondisi tertentu, cheque bisa dialihkan melalui endorsement. Pihak yang mengalihkan disebut endorser, tapi praktik ini tergantung kebijakan bank dan jenis cheque yang digunakan.

 

Contoh penggunaan cheque yang benar-benar terjadi

Contoh pertama paling umum: pembayaran vendor. Misalnya perusahaan proyek membayar pemasok bahan senilai ratusan juta. 

Vendor sering suka cheque karena bisa dijadikan bukti pembayaran yang rapi—dokumen invoice bisa dicap “paid” setelah cheque berhasil disetorkan. Buat perusahaan, cheque memudahkan kontrol karena pencairannya terjadi lewat jalur bank dan ada arsip fisiknya.

Contoh kedua: transaksi properti. Dalam beberapa kesepakatan, cheque dipakai sebagai uang muka. 

Alasannya sederhana: pihak penjual ingin bukti pembayaran yang jelas, sementara pembeli ingin alur yang tidak sekadar “janji transfer”. Saat tanggal pencairan disepakati, cheque menjadi pegangan yang bisa diverifikasi.

Contoh ketiga: organisasi atau yayasan yang butuh akuntabilitas tinggi. Ketika dana berasal dari donasi, setiap pengeluaran harus bisa ditunjukkan buktinya. 

Cheque membantu karena ada nomor dokumen, tanggal, dan nama penerima yang jelas. Ini jauh lebih aman dibanding pembayaran tunai yang sering bikin laporan keuangan terlihat “kosong bukti”.

Contoh keempat: pembayaran yang butuh persetujuan bertingkat. Di beberapa tempat, transfer bank baru boleh dilakukan setelah beberapa pihak menyetujui. Cheque jadi alat praktis untuk menyatukan persetujuan itu ke dalam satu dokumen yang ditandatangani.

 

Hal penting yang sering dilupakan orang

Banyak orang mengira cheque hanya soal “tulis nominal lalu cair”. Kenyataannya, ada risiko operasional kecil yang sering muncul. 

Cheque bisa ditolak karena saldo tidak cukup, tapi juga bisa tertahan karena proses kliring, jam pemrosesan bank, atau detail tanda tangan yang dianggap tidak sesuai. 

Itulah kenapa cheque sering cocok untuk transaksi terencana, bukan transaksi yang butuh pembayaran dalam hitungan menit.

 

Kesimpulan

Cheque adalah instruksi tertulis dari pemilik rekening kepada bank untuk membayar sejumlah uang kepada pihak tertentu. Alat ini masih dipakai karena memberi kontrol pembayaran, bukti transaksi yang kuat, dan alur administrasi yang rapi. 

Dalam praktiknya, cheque paling sering dipakai untuk pembayaran vendor, transaksi bernilai besar, serta kebutuhan organisasi yang butuh pencatatan ketat. 

Meski tidak sepraktis transfer, cheque tetap punya tempat saat transaksi menuntut kepastian dan dokumen yang bisa dipertanggungjawabkan.

 

Itulah informasi menarik tentang Blockchain yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market.

Untuk pengalaman trading yang lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading kami di INDODAX. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital, teknologi blockchain, dan berbagai peluang trading lainnya hanya di INDODAX Academy.

Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.x

Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX staking crypto, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan.

 

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

FAQ

  1. Cheque itu apa?
    Cheque adalah surat perintah tertulis kepada bank untuk membayar sejumlah dana kepada pihak tertentu.

  2. Kenapa cheque bisa ditolak?
    Selain saldo kurang, cheque bisa ditolak karena detail tidak valid, tanda tangan tidak sesuai, atau prosedur bank tidak terpenuhi.

  3. Cheque lebih cocok untuk transaksi seperti apa?
    Cheque cocok untuk pembayaran bernilai besar, transaksi yang butuh bukti tertulis, dan proses pembayaran yang terencana.

  4. Apa bedanya cheque atas nama dan atas pembawa?
    Cheque atas nama lebih aman karena pencairannya mengikuti nama penerima, sedangkan atas pembawa lebih berisiko jika hilang.

  5. Apakah cheque masih dipakai di Indonesia?
    Masih, terutama di transaksi bisnis tertentu yang membutuhkan bukti fisik dan kontrol administrasi.

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

 

Author: ON

Lebih Banyak dari Tutorial

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
TLM/IDR
Alien Worl
86
138.89%
CBG/IDR
Chainbing
11
83.33%
DVI/IDR
Dvision Ne
3
50%
BP/IDR
Backpack
6.788
35.9%
DEFI/IDR
DeFi
4
33.33%
Nama Harga 24H Chg
STG/IDR
Stargate F
4.524
-47.6%
SIREN/IDR
siren
1.760
-25.74%
VBG/IDR
Vibing
7
-22.22%
BEAT/IDR
Audiera
123.002
-21.65%
VOLT/USDT
Volt Inu
0
-20%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Kenapa Banyak Orang Pakai Istilah ELI5 Saat Bahas Kripto?
12/05/2026
Kenapa Banyak Orang Pakai Istilah ELI5 Saat Bahas Kripto?

Banyak orang sebenarnya tertarik dengan kripto, tapi berhenti belajar setelah

12/05/2026
Evil AI: Saat Teknologi Dipakai untuk Menipu dan Menyerang
12/05/2026
Evil AI: Saat Teknologi Dipakai untuk Menipu dan Menyerang

Awal 2025, sebuah perusahaan di Hong Kong kehilangan jutaan dolar

12/05/2026
Seed Phrase Crypto: 12 Kata yang Bisa Menentukan Nasib Asetmu
12/05/2026
Seed Phrase Crypto: 12 Kata yang Bisa Menentukan Nasib Asetmu

Banyak orang mulai serius menjaga seed phrase setelah mengalami kejadian

12/05/2026