Ada momen di beberapa perusahaan ketika laporan keuangan sudah tutup buku, audit beres, target tercapai, dan suasana kantor terasa sedikit lebih lega. Di titik seperti itu, biasanya muncul satu kata yang sering bikin orang penasaran terutama yang baru pertama kali kerja di perusahaan besar atau BUMN: tantiem.
Tantiem sering dianggap “bonus”, tapi sebenarnya punya nuansa yang lebih spesifik. Ini bukan sekadar uang tambahan karena atasan sedang baik hati.
Tantiem biasanya terkait langsung dengan laba perusahaan dan diberikan sebagai bentuk penghargaan atas kinerja manajemen, bahkan bisa disahkan melalui mekanisme formal seperti RUPS.
Karena itu, memahami tantiem penting bukan cuma buat yang mengejar insentif, tapi juga buat kamu yang ingin paham bagaimana perusahaan membagi hasil kerja dalam satu tahun.
Apa Itu Tantiem?
Tantiem adalah bagian dari keuntungan perusahaan yang diberikan sebagai penghargaan atau bonus tahunan kepada manajemen (direksi, komisaris) dan terkadang karyawan, karena perusahaan mencatatkan kinerja positif atau berhasil mencapai target laba.
Pada praktiknya, tantiem umumnya diambil dari persentase laba bersih atau parameter tertentu yang ditetapkan perusahaan, lalu disahkan dalam rapat yang berwenang. Di banyak perusahaan—terutama yang tata kelolanya ketat—tantiem bukan keputusan mendadak, melainkan bagian dari kebijakan remunerasi yang sudah diatur dari awal.
OCBC menjelaskan bahwa tantiem biasanya diberikan kepada manajemen seperti direksi atau komisaris, dan pada beberapa perusahaan juga bisa diberikan kepada karyawan.
Bedanya Tantiem dengan Bonus Biasa
Di lapangan, orang sering menyebut semua uang tambahan sebagai “bonus”. Padahal, karakteristik tantiem cukup khas.
1) Sumber dana lebih “terlihat”
Kalau bonus biasa kadang berasal dari budget HR atau kebijakan insentif divisi, tantiem biasanya dikaitkan dengan kinerja perusahaan yang berujung pada laba bersih.
2) Melekat pada jabatan dan tanggung jawab strategis
Tantiem sangat identik dengan direksi dan komisaris karena mereka dianggap punya peran langsung dalam keputusan strategis yang menentukan arah perusahaan.
3) Sifatnya tahunan dan terkait evaluasi kinerja
Tantiem biasanya dibicarakan setelah periode kinerja satu tahun selesai—bukan per kuartal seperti beberapa program insentif penjualan.
4) Perlu pengesahan dan transparansi tertentu
Dalam beberapa perusahaan, terutama yang memiliki pemegang saham dan tata kelola formal, penetapan tantiem bisa melalui mekanisme rapat pemegang saham atau organ serupa.
Kalau kamu pernah dengar orang berkata, “Tantiem itu keluar kalau perusahaan untung,” itu tidak sepenuhnya salah. Banyak perusahaan memang menyusun tantiem dengan logika sederhana: ada hasil, ada apresiasi.
Siapa Saja yang Bisa Menerima Tantiem?
Yang paling umum menerima tantiem adalah:
- Direksi: pihak yang menjalankan operasional dan strategi perusahaan.
- Komisaris/Dewan Pengawas: pihak yang mengawasi dan memberi arahan tata kelola.
- Karyawan tertentu (tergantung kebijakan perusahaan): misalnya level manajerial atau karyawan dengan kontribusi khusus.
Tidak semua perusahaan memberi tantiem kepada seluruh karyawan. Ada perusahaan yang memisahkan skema: karyawan mendapat “bonus kinerja” atau “insentif”, sementara tantiem lebih dikhususkan untuk level pengambil keputusan strategis.
Menurut OCBC, beberapa perusahaan juga memberikan tantiem kepada karyawan biasa, meskipun umumnya tantiem lebih dikenal sebagai bonus untuk jajaran manajemen. (
Dasar Hukum Tantiem di Indonesia
Tantiem bukan istilah “liar” yang muncul dari budaya kantor saja. Ada payung regulasi yang sering dijadikan rujukan.
1) UU Ketenagakerjaan (UU No. 13 Tahun 2003)
Dalam konteks penghasilan pekerja, ada ketentuan yang mengakui pekerja berhak memperoleh penghasilan berdasarkan hasil kerja atau jasa yang diberikan, termasuk tantiem (dalam pembahasan praktisnya). OCBC mengaitkan regulasi tantiem dengan UU ini.
2) Peraturan Menteri BUMN terkait penghasilan Direksi/Komisaris
Untuk BUMN, struktur penghasilan direksi, komisaris, dan dewan pengawas bisa mencakup gaji, tunjangan, fasilitas, serta tantiem/insentif kinerja. OCBC juga menyebut rujukan Permen BUMN sebagai bagian dari regulasi tantiem.
3) Kesepakatan dalam kontrak kerja atau aturan internal perusahaan
Di luar undang-undang, yang paling menentukan biasanya adalah dokumen perusahaan: perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau kebijakan remunerasi. Di situlah biasanya tertulis syarat, besaran, dan cara hitungnya.
Poin pentingnya: tantiem itu sah, tetapi cara dan besarannya tetap mengikuti kebijakan perusahaan serta kesepakatan formal.
Cara Perusahaan Menghitung Tantiem
Karena tiap perusahaan punya karakter bisnis berbeda, tidak ada satu rumus yang berlaku untuk semua. Namun, pola yang sering dipakai biasanya seperti ini:
1) Persentase dari laba bersih
Ini metode yang paling sering disebut karena logikanya mudah dipahami: jika laba bersih naik, ruang bagi bonus juga lebih besar.
Misalnya perusahaan menetapkan bahwa total tantiem adalah sekian persen dari laba bersih setelah pajak, lalu dibagi sesuai porsi penerima (direksi/komisaris/struktur manajemen).
OCBC menyebut perhitungan tantiem dapat dilakukan dengan persentase tertentu dari laba bersih perusahaan.
2) Berdasarkan kontribusi individu (berbasis penilaian kinerja)
Cara ini lebih “personal” dan biasanya dipakai ketika perusahaan ingin menjaga rasa adil internal.
Contohnya: perusahaan menilai kinerja dengan skala tertentu, lalu mengaitkan skor tersebut dengan besaran tantiem. Metode ini membuat hasil akhir lebih variatif antar individu.
3) Berdasarkan pencapaian target tertentu
Ini umum di perusahaan yang orientasinya kuat pada angka target: penjualan, produksi, ekspansi, atau efisiensi.
Jadi, bukan menunggu laba bersih final saja, tapi fokus pada indikator yang dari awal sudah disepakati sebagai “tolok ukur kemenangan”.
Contoh Tantiem dalam Situasi Nyata
Supaya tidak terasa teoritis, kita buat contoh yang mendekati situasi kantor sehari-hari.
Contoh 1: Tantiem berbasis target penjualan
Sebuah perusahaan menetapkan insentif tahunan bagi tim yang melampaui target. Misalnya seorang staf sales berhasil mencapai 115% target penjualan, lalu perusahaan memberikan tantiem 2% dari total penjualan yang dicapai.
OCBC memberikan contoh hitungan seperti ini: jika total penjualan Rp500 juta dan tantiem 2%, maka tantiem yang diterima Rp10 juta.
Contoh 2: Tantiem berdasarkan rating kinerja tahunan
Di perusahaan lain, penilaian kinerja memakai grade A sampai D. Grade A mendapatkan 10% dari gaji, grade B 7%, grade C 5%, dan grade D tidak mendapat tantiem.
Contoh skema seperti ini juga disebutkan OCBC sebagai ilustrasi pemberian tantiem berbasis skor kinerja.
Contoh 3: Tantiem untuk direksi saat perusahaan untung besar
Misalnya perusahaan mencatat laba bersih Rp100 miliar. Dalam RUPS, disepakati total tantiem manajemen adalah 3% dari laba bersih, yaitu Rp3 miliar. Angka ini kemudian dialokasikan sesuai porsi jabatan, tanggung jawab, dan aturan internal.
Di sini terlihat bahwa tantiem benar-benar bisa jadi “hadiah tahunan” yang nilainya signifikan—karena memang berangkat dari performa bisnis satu tahun penuh.
Hal yang Perlu Kamu Perhatikan Kalau Ada Tantiem di Perusahaan
Tantiem terdengar menyenangkan, tapi ada beberapa hal yang baiknya kamu pahami supaya ekspektasinya realistis.
1) Tidak semua perusahaan membayar tantiem setiap tahun
Kalau perusahaan tidak mencapai target laba atau sedang restrukturisasi, tantiem bisa saja tidak keluar.
2) Bisa ada syarat masa kerja atau status karyawan
Beberapa perusahaan mensyaratkan karyawan masih aktif bekerja pada tanggal tertentu, atau minimal sudah melewati masa probation.
3) Nilainya bisa berbeda walau sama-sama “bonus”
Ada perusahaan yang memberi bonus 1–2 kali gaji, tapi tidak menyebutnya tantiem. Ada juga yang memberi tantiem namun lebih kecil karena dibagi dalam banyak komponen kompensasi.
4) Tantiem bukan pengganti gaji
Ini penting secara mental finansial: jangan jadikan tantiem sebagai “uang wajib” untuk menutup kebutuhan bulanan. Kalau keluar, anggap sebagai hasil tambahan.
Kesimpulan
Tantiem adalah bonus tahunan yang biasanya diambil dari keuntungan perusahaan sebagai bentuk apresiasi kepada manajemen (direksi, komisaris) dan dalam beberapa perusahaan juga bisa diberikan kepada karyawan.
Tantiem umumnya berkaitan dengan kinerja dan pencapaian laba, memiliki dasar regulasi dan kebijakan internal, serta dihitung melalui metode seperti persentase laba bersih, kontribusi individu, atau pencapaian target.
Memahami konsep tantiem membuat kamu lebih paham cara perusahaan menghargai kinerja—bukan hanya lewat gaji, tetapi juga lewat pembagian hasil ketika perusahaan benar-benar tumbuh.
Itulah informasi menarik tentang Tantiem yang bisa kamu dalami lebih lanjut di kumpulan artikel kripto dari Indodax Academy. Selain mendapatkan insight mendalam lewat berbagai artikel edukasi crypto terpopuler, kamu juga bisa memperluas wawasan lewat kumpulan tutorial serta memilih dari beragam artikel populer yang sesuai minatmu.
Selain update pengetahuan, kamu juga bisa langsung pantau harga aset digital di Indodax Market dan ikuti perkembangan terkini lewat berita crypto terbaru. Untuk pengalaman trading lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading dari Indodax. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu nggak ketinggalan informasi penting seputar blockchain, aset kripto, dan peluang trading lainnya.
Kamu juga bisa ikutin berita terbaru kami lewat Google News agar akses informasi lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Maksimalkan aset kripto kamu dengan fitur INDODAX staking crypto, cara praktis buat dapetin penghasilan pasif dari aset yang disimpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
FAQ
Apakah tantiem sama dengan THR?
Tidak. THR adalah kewajiban perusahaan sesuai aturan, sedangkan tantiem bersifat insentif berbasis kinerja dan tidak selalu dibagikan tiap tahun.
Apakah karyawan kontrak bisa mendapat tantiem?
Bisa, tergantung kebijakan perusahaan dan syarat masa kerja yang ditetapkan.
Tantiem selalu berupa uang?
Umumnya berupa uang, tetapi ada perusahaan yang memberikannya dalam bentuk saham atau fasilitas lain. (OCBC Indonesia)
Siapa yang menentukan besaran tantiem?
Biasanya manajemen dan pemegang saham melalui mekanisme persetujuan internal seperti RUPS dan kebijakan remunerasi.
Apakah perusahaan wajib membayar tantiem saat untung?
Tidak selalu. Perusahaan bisa memprioritaskan kebutuhan lain seperti ekspansi, cadangan kas, atau pembayaran kewajiban sebelum memutuskan pembagian tantiem.
Author: RZ





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
