Apa Itu IDR Dalam Mata Uang & Perbedaan dengan RP & IDRT
icon search
icon search

Top Performers

Mengenal Apa Itu IDR dalam Mata Uang

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Mengenal Apa Itu IDR dalam Mata Uang

Mengenal Apa Itu IDR dalam Mata Uang

Daftar Isi

Indonesia memiliki mata uang resmi yang dikenal sebagai Indonesian Rupiah (IDR) atau Rupiah Indonesia. Sebagai alat pembayaran sah yang dipakai dalam transaksi ekonomi di seluruh wilayah Indonesia, IDR mencerminkan nilai tukar mata uang yang berlaku di negara ini. 

 

Simbol dari Indonesian Rupiah (IDR) adalah “Rp”. Dalam transaksi sehari-hari, IDR digunakan sebagai alat pembayaran untuk berbagai macam kebutuhan. 

 

IDR secara umum digunakan dalam transaksi sehari-hari, di antaranya dalam pembelian barang dan jasa, pembayaran tagihan, serta transaksi lainnya di pasar ekonomi domestik. 

 

Nah, untuk lebih memahami tentang apa itu IDR, sejarahnya, fluktuasi nilai tukarnya, perbedaannya dengan RP, hingga apa itu Rupiah Token (IDRT), simak ulasan selengkapnya berikut ini.

 

Arti IDR dalam Mata Uang?

Saat masuk ke pasar forex, kita dapat menemukan berbagai simbol mata uang yang digunakan oleh negara-negara di seluruh dunia, termasuk salah satunya IDR. Pertanyaannya, apa arti dari IDR dan mata uang negara mana yang diwakilinya? 

 

IDR merupakan singkatan dari Indonesian Rupiah, yang merupakan mata uang resmi Indonesia. Dengan panjang lengkapnya, IDR dapat diartikan sebagai Indonesian Rupiah. 

 

Secara lebih rinci, IDR merupakan mata uang yang sah dan berlaku di Indonesia, memiliki nilai tertentu berdasarkan nominalnya, dan berfungsi sebagai alat transaksi dalam kegiatan ekonomi.

 

Dalam konteks mata uang asing, IDR umumnya digunakan sebagai nilai tukar antara Amerika Serikat dan Indonesia. Sebagai contoh, jika kita melihat pasangan mata uang USD/IDR, itu menunjukkan nilai 1 USD ketika dikonversi ke dalam IDR atau Rupiah Indonesia.

 

Penting untuk dicatat bahwa IDR tidak hanya digunakan untuk nilai tukar dengan mata uang Amerika Serikat, tetapi juga dengan mata uang negara lain. Misalnya, pasangan mata uang JPY/IDR untuk yen Jepang, EUR/IDR untuk Euro, SGD/IDR untuk dolar Singapura, dan masih banyak lagi yang lainnya.

 

Sejarah IDR Mata Uang Indonesia

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, sudah terlihat bahwa IDR merupakan singkatan dari mata uang Indonesia, yang juga mencerminkan identitas negara Indonesia. Namun, kapan tepatnya IDR mulai berlaku dan bagaimana asal-usulnya? Berikut ini penjelasan selengkapnya.

 

Sebelum Kemerdekaan

Sejarah mata uang IDR di Indonesia ternyata memiliki catatan yang cukup panjang. Pada awalnya, belum ada mata uang resmi yang digunakan untuk transaksi dan pertukaran di Indonesia. Setiap daerah memiliki jenis alat tukar sendiri.

 

Pada periode tahun 896—1158 Masehi, masyarakat Jawa menggunakan Krisnala sebagai alat tukar. Krisnala merupakan potongan logam mulia berbentuk setengah lingkaran, segitiga, atau segiempat yang memiliki cap. Cap tersebut berupa gambar tiga tunas daun, tiga bunga, atau jambang.

 

Di daerah Bali, Sumatera, dan Jawa, terdapat mata uang Masa. Masa merupakan alat tukar terbuat dari perak dengan sisi cekung dan sisi cembung. Cap yang digunakan biasanya berbunyi “ma”.

 

Pada abad ke-14, mata uang Kepeng mulai masuk ke Indonesia dibawa oleh pedagang Cina, bersama dengan mata uang Gobog yang terbuat dari kuningan dan tembaga. 

 

Pada abad ke-18, Kerajaan Palembang mengeluarkan mata uang Piti Teboh dan Piti Buntu yang terbuat dari timah dan tembaga. Saat penjajahan Belanda, mata uang yang digunakan adalah VOC.

 

Selama penjajahan Jepang, penggunaan mata uang dengan tulisan dalam bahasa Belanda dilarang. Sebagai tanggapan, uang kertas dengan bahasa Indonesia dan satuan Rupiah diperkenalkan. Meskipun masa penjajahan berakhir, mata uang Rupiah tetap bertahan hingga saat ini.

 

Setelah Kemerdekaan

Rupiah pertama kali diadopsi selama masa penjajahan Jepang, tetapi mengalami perkembangan yang signifikan setelah Indonesia meraih kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. Berikut ini penjelasannya:

 

  • ORI dan ORIDA: ORI adalah singkatan dari Oeang Repoeblik Indonesia yang terdiri dari pecahan 1 sen, 5 sen, 10 sen, Rp1/2, Rp1, Rp5, Rp10, dan Rp100. Setelah dua tahun, ORIDA atau Oeang Repoeblik Indonesia Daerah mulai beredar, di mana setiap daerah memiliki mata uangnya sendiri.

  • RIS: RIS diperkenalkan pada bulan Maret 1950 dan menandakan bahwa ORI dan ORIDA tidak berlaku lagi. Mata uang RIS, yang mewakili Pemerintah Republik Serikat, hanya bertahan selama 5 bulan.

  • Uang Berseri: Sejak tahun 1952, Bank Indonesia (BI) menerbitkan berbagai seri uang kertas Rupiah, termasuk seri kebudayaan, seri hewan pada tahun 1957, seri Sukarno pada tahun 1947 dan 1960, seri sukarelawan dan pekerja tangan pada tahun 1964, serta seri Sudirman pada tahun 1968.

  • Pada tahun 1965, terjadi inflasi sebanyak 635%, yang mengakibatkan diperkenalkannya kurs baru di mana 1 Rupiah baru setara dengan 1.000 Rupiah lama.

  • Pada tahun 1997, krisis keuangan Asia menyebabkan merosotnya kurs IDR. Dalam perbandingan dengan USD, IDR memiliki nilai yang kecil, yaitu 1 USD = Rp10.000.

  • Selanjutnya, perkembangan Rupiah lebih terfokus pada pencetakan seri baru, baik uang logam maupun uang kertas.

 

Fluktuasi Nilai Tukar IDR

 

Mengenal Apa Itu IDR dalam Mata Uang

 

Mengutip merdeka.com, antara tahun 1949 dan 1952, nilai tukar IDR terhadap dolar AS (USD) adalah 3,8. Pada tahun 1950, negara memperkenalkan tarif yang berbeda untuk impor (11,4) dan ekspor (7,6), tetapi kemudian membatalkannya dan mengembalikan tarif ke 3,8.

 

Pada tahun 1952, terjadi devaluasi mata uang menjadi Rp 11,4 per USD. Meskipun pemerintah mencoba berbagai pendekatan tarif untuk menstabilkan mata uang dan meningkatkan pendapatan, upaya tersebut gagal.

 

Meskipun kurs resmi tetap 11,4, di pasar gelap, nilai mata uang turun menjadi 31/USD pada tahun 1956 dan Rp90/USD pada tahun 1958. Saat mencari kutipan mata uang, kurs biasanya dinyatakan sebagai USD/IDR. Sebagai contoh, jika nilai kurs adalah 14.234, itu berarti biayanya Rp 14.234 untuk membeli satu USD.

 

Untuk mengetahui nilai satu Rupiah dalam USD, bagilah satu dengan nilai tukar. Sebagai contoh, jika nilai tukar adalah 14.200, hasil bagi satu dengan 14.200 adalah 0,00007. Ini adalah nilai tukar IDR/USD, yang berarti $0,00007 setara dengan satu IDR.

 

Apakah Perbedaan IDR dan RP?

Mengutip laman detik.com, penting untuk dicatat bahwa IDR merupakan singkatan dari Indonesian Rupiah berdasarkan kode ISO 4217. Dengan kata lain, IDR adalah representasi internasional untuk mata uang Indonesia, yaitu rupiah.

 

ISO 4217 sendiri adalah standar internasional yang ditetapkan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang mengandung kode tiga huruf (dikenal sebagai kode mata uang) untuk menentukan nama mata uang.

 

Menurut situs ISO, standar ISO 4217 ini menetapkan kode yang diakui secara internasional untuk merepresentasikan mata uang dengan jelas dan mengurangi kesalahan. Representasi mata uang dapat berupa tiga digit atau tiga huruf, baik secara numerik maupun alfabet.

 

Kode alfabet ini didasarkan pada standar ISO lain, yaitu ISO 3166, yang menyertakan kode untuk nama negara. Dua huruf pertama dari kode tiga huruf ISO 4217 sesuai dengan kode untuk nama negara, dan jika mungkin, huruf ketiga sesuai dengan huruf pertama dari nama mata uang.

 

Sebagai contoh, USD mewakili mata uang dolar Amerika Serikat, di mana US adalah singkatan untuk United States (Amerika Serikat) dan D untuk dolar. 

 

Contoh lain adalah mata uang Franc Swiss yang diwakili oleh CHF, di mana CH merujuk pada kode Swiss dalam ISO 3166 dan F untuk franc.

 

Prinsip yang sama diterapkan pada pengkodean mata uang Indonesia, di mana kode untuk mata uang Indonesia adalah IDR. ID adalah singkatan dari Indonesia, sedangkan R adalah singkatan untuk rupiah. 

 

Jadi, dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan antara mata uang IDR dan Rp. Keduanya merupakan representasi atau singkatan untuk mata uang Indonesia, dengan IDR lebih umum digunakan secara internasional, sementara Rp lebih sering digunakan dalam konteks domestik.

 

Mengenal Rupiah Token (IDRT)

 

Mengenal Apa Itu IDR dalam Mata Uang

 

Rupiah Token (IDRT) adalah stablecoin pionir yang dijamin oleh Rupiah, dikeluarkan oleh PT Rupiah Token Indonesia. IDRT saat ini telah tersedia di berbagai bursa kripto global dan platform blockchain ternama.

 

Adapun setiap 1 IDRT setara dengan 1 Rupiah. IDRT dirancang berbasis teknologi blockchain yang memungkinkan kita untuk mengirim Rupiah ke seluruh dunia dengan cepat dan instan.

 

Apakah Kegunaan Rupiah Token (IDRT)

IDRT memiliki beragam penggunaan dalam transaksi di atas blockchain atau transaksi lintas negara, seperti:

 

  • Berdagang di berbagai bursa kripto global.

  • Berinteraksi dengan smart contract di platform blockchain seperti Ethereum.

  • Mengirim uang dari luar negeri ke Indonesia atau sebaliknya untuk keperluan keluarga dan lainnya.

 

Kelebihan dan Kekurangan Rupiah Token (IDRT)

Mengutip whitepaper IDRT di laman rupiahtoken.com, berikut ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan Rupiah Token (IDRT) yang penting untuk diketahui, antara lain:

 

Kelebihan IDRT

 

  • IDRT dibangun di atas blockchain Ethereum sehingga memberikan keamanan dan ketidakbisaan transaksi yang melekat pada Ethereum.

  • IDRT mengikuti standar token ERC-20 sehingga sangat mudah diintegrasikan dan secara inheren kompatibel dengan banyak aplikasi yang berbasis Ethereum.

  • Semua transaksi dilakukan sesuai dengan aturan smart contract yang menghilangkan kesalahan manusia.

  • Keamanan smart contract IDRT telah diaudit dan diverifikasi oleh CertiK, seorang Auditor Smart Contract kelas dunia. IDRT siap untuk terdaftar di semua bursa di seluruh dunia.

 

Kekurangan IDRT

 

  • Seperti halnya semua token ERC-20, konfirmasi transaksi mengikuti kecepatan jaringan Ethereum (sekitar 1—3 menit). Ini jauh lebih cepat daripada Bitcoin, tetapi masih lebih lambat dibandingkan pengalaman pengguna yang ideal.

  • Sebagai bagian dari protokol blockchain Ethereum, semua transaksi dalam jaringan Ethereum memerlukan inisiator transaksi untuk membayar biaya “gas” dalam bentuk Ether (ETH), aset kripto asli dari blockchain Ethereum. “Gas” ini tidak dapat dibayar dengan IDRT atau token ERC-20 lainnya. Namun, kompromi ini suatu hari dapat diatasi dengan teknologi side chain/sharding, seperti Plasma dan Raiden Network.

  • Biaya gas yang dibutuhkan oleh jaringan blockchain Ethereum bervariasi, bergantung pada beban/kemacetan jaringan. Sebagai perkiraan kasar, biaya transfer tipikal sekitar 0,0005 ETH yang setara dengan $0,07 USD.

 

Perbedaan IDR dan IDRT

Mengutip coinvestasi.com, IDR dan IDRT memiliki unsur rupiah, tetapi keduanya memiliki perbedaan mendasar yang signifikan. Berikut adalah perbedaan antara IDR dan IDRT.

 

  • IDR (Rupiah Indonesia): IDR merupakan kode mata uang resmi untuk Rupiah Indonesia. Ini merupakan singkatan standar yang digunakan untuk mengidentifikasi mata uang dalam konteks keuangan dan internasional.

  • IDRT adalah notasi khusus yang dipakai dalam konteks aset kripto. Ini merujuk kepada stablecoin yang dikenal sebagai Rupiah Token, yang merupakan aset digital yang dipatok pada nilai Rupiah Indonesia. IDRT sering digunakan di platform kripto untuk membedakannya dari IDR tradisional. Secara sederhana, IDRT adalah representasi digital Rupiah di dalam jaringan blockchain.

 

Kesimpulan

Sebagai kesimpulan, keterkaitan antara IDR dan investasi kripto, terutama IDRT, pada dasarnya memperlihatkan hubungan yang erat antara mata uang konvensional dan aset kripto. 

 

Dalam hal ini, sebagai stablecoin berbasis Rupiah, IDRT menjadi penghubung antara dunia mata uang tradisional dan pasar kripto.

 

Lebih jauh, sebagai disclaimer, sebelum terlibat dalam aktivitas investasi, penting untuk mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai dunia kripto, termasuk risiko dan potensi keuntungan yang ada di dalamnya.

 

Terkait hal itu, juga penting untuk melakukan riset secara mendalam sebelum membuat keputusan investasi apa pun. Dengan pemahaman yang mendalam, kita bisa membuat keputusan investasi yang baik dan sesuai dengan toleransi risiko masing-masing.

 

Yuk Trading OTC di INDODAX

Nah, sekarang kamu sudah memahami apa itu IDR, sejarahnya, fluktuasi nilai tukarnya, perbedaannya dengan RP, hingga apa itu Rupiah Token (IDRT).

 

Selanjutnya, jika kamu berencana untuk menggunakan layanan personal dalam melakukan jual beli aset kripto dalam jumlah yang cukup besar sehingga tidak dapat diproses melalui order book, dan jika kamu tertarik maka kamu dapat mengunjungi halaman OTC crypto di INDODAX.

 

Perlu diketahui, harga pada layanan OTC akan selalu mengikuti pergerakan harga pasar karena transaksi dilakukan di pasar spot. Sekalipun jumlah pembelian meningkat, hal ini tidak menjamin penurunan harga.

 

Layanan ini difokuskan pada kenyamanan transaksi bagi pengguna, dengan tim khusus yang akan membimbing melalui seluruh prosedur yang memastikan keamanan dan menjaga privasi pengguna.

 

Jadi tunggu apa lagi? Ayo, mulai bertransaksi OTC di INDODAX sekarang juga!

Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Worldcoin: Revolusi Biometrik AI Dunia dalam Kripto
18/04/2024
Worldcoin: Revolusi Biometrik AI Dunia dalam Kripto

Dalam beberapa waktu belakangan, OpenAI telah menjadi sorotan di dunia

18/04/2024
CryptoTab, Browser Terbaru yang Buat Kamu Kaya Bitcoin
17/04/2024
CryptoTab, Browser Terbaru yang Buat Kamu Kaya Bitcoin

CryptoTab adalah solusi unik yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan Bitcoin

17/04/2024
Ether.fi (ETHFI) Kini Hadir di INDODAX!
16/04/2024
Ether.fi (ETHFI) Kini Hadir di INDODAX!

Bukan sekadar aplikasi terdesentralisasi biasa, EtherFi membuka pintu ke dunia

16/04/2024