Jangan Ketipu! Ini Bedanya Big Coin & Koin Besar
icon search
icon search

Top Performers

Jangan Ketipu! Ini Bedanya Big Coin & Koin Besar

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Jangan Ketipu! Ini Bedanya Big Coin & Koin Besar

Jangan Ketipu! Ini Bedanya Big Coin & Koin Besar

Daftar Isi

Ketika Nama Menyesatkan Calon Investor

Kamu mungkin pernah mencari “big coin” di Google dan malah disuguhi harga token murahan yang tidak jelas asal-usulnya. Banyak pengguna awam tertipu karena mengira “big coin” berarti koin besar seperti Bitcoin atau Ethereum. Padahal, kenyataannya bisa jauh berbeda dan berpotensi merugikan portofolio kamu.

Fenomena ini bukan kebetulan. Dalam dunia cryptocurrency yang penuh dinamika, banyak proyek memanfaatkan kebingungan nama untuk menarik investor pemula. Mereka menggunakan kata-kata bombastis seperti “big”, “moon”, atau “meta” untuk menciptakan kesan bahwa token mereka adalah “the next big thing”.

Yuk, kita bedah tuntas biar kamu tidak jadi korban FOMO dan bisa membedakan mana koin besar yang valid dan mana token micin berkedok nama besar yang sering bikin pemula nyangkut. Dengan pemahaman yang tepat, kamu bisa menghindari jebakan investasi yang merugikan dan fokus pada aset crypto yang benar-benar memiliki fundamentals kuat. Salah satu caranya adalah memahami dasar-dasar investasi kripto agar kamu nggak mudah tergiur oleh nama besar semata.

 

Apa Itu Big Coin? Nama Token atau Koin Besar?

 

Sebelum kita bisa membedakan mana yang asli dan mana yang menyesatkan, kamu harus tahu dulu sebenarnya “big coin” itu merujuk ke apa dan mengapa bisa membingungkan investor.

Big Coin (BCX) adalah nama token literal yang tercatat di berbagai platform cryptocurrency seperti CoinMarketCap dan CoinGecko. Token ini diperdagangkan dengan harga sekitar $0.01851 USD dengan volume perdagangan harian hanya $14.20 USD, yang menunjukkan likuiditas yang sangat rendah dibandingkan cryptocurrency mainstream.

Yang menarik, Big Coin tidak termasuk dalam kategori top cryptocurrency, namun sering muncul di hasil pencarian karena keyword yang ambigu. All-time high dari Big Coin adalah A$0.0445 dengan volume perdagangan 24 jam hanya A$180.85, angka yang sangat kecil jika dibandingkan dengan cryptocurrency yang benar-benar besar.

Banyak pengguna awam mengira “big coin” adalah istilah umum untuk cryptocurrency besar, padahal ini hanyalah nama proyek kecil yang listing di berbagai exchange. Token ini bahkan bisa dibeli dengan minimal €15 namun perlu memperhatikan biaya blockchain yang dikenakan untuk token DEX.

Red flag utama dari Big Coin adalah transparansi yang minim, kontrak yang berpotensi dimodifikasi, dan volume perdagangan yang sangat rendah. Ini menunjukkan bahwa proyek ini tidak memiliki adopsi yang signifikan dan berpotensi menjadi investasi berisiko tinggi.

Nah, setelah tahu apa itu Big Coin versi token, sekarang waktunya kita bedah apa yang benar-benar dimaksud dengan “koin besar” di dunia cryptocurrency yang sesungguhnya.

 

Koin Besar Itu Apa Sih? Ini Penjelasan Mudahnya

 

Banyak orang menyebut “koin besar”, tapi sebenarnya itu merujuk ke mata uang kripto yang sudah mapan, memiliki kapitalisasi besar, dan diakui secara global oleh komunitas crypto maupun institusi keuangan.

Koin besar dalam dunia cryptocurrency sering disebut sebagai “blue chip crypto” — aset digital yang likuid, mapan, dan dipercaya oleh investor global. Konsep ini mirip dengan saham blue chip di pasar tradisional, yaitu perusahaan besar yang sudah terbukti stabil dan memiliki track record yang solid.

Kriteria utama koin besar meliputi beberapa aspek fundamental. Pertama, mereka memiliki volume perdagangan tinggi yang mencerminkan likuiditas yang baik. Kedua, market capitalization atau market cap kripto yang besar, biasanya di atas $10 miliar. Ketiga, adopsi yang luas baik dari segi pengguna individual maupun institusi. Keempat, ekosistem yang aktif dengan pengembangan berkelanjutan dan komunitas yang kuat.

Total nilai pasar cryptocurrency mencapai sekitar $2.76 triliun per April 2025, dan sebagian besar nilai ini didominasi oleh cryptocurrency besar seperti Bitcoin dan Ethereum. Ethereum saat ini diperdagangkan pada harga $2,625.74 dengan volume perdagangan harian $8.78 miliar, menunjukkan likuiditas yang sangat tinggi.

Contoh koin besar yang diakui secara global antara lain: Bitcoin (BTC) sebagai cryptocurrency pertama dan terbesar, Ethereum (ETH) sebagai platform smart contract terdepan, Tether (USDT) sebagai stablecoin dominan, XRP untuk pembayaran lintas batas, Binance Coin (BNB) untuk ekosistem exchange, Solana (SOL) untuk blockchain berkecepatan tinggi, dan Cardano (ADA) untuk platform akademis berbasis penelitian.

Sekarang kamu sudah tahu perbedaan istilah ini, tapi belum cukup kalau belum melihat perbandingan data secara langsung antara token kecil dan cryptocurrency yang benar-benar besar.

 

Perbandingan Data: Big Coin vs Koin Besar Sesungguhnya

Supaya makin jelas perbedaannya, mari kita bandingkan langsung antara Big Coin (BCX) dan cryptocurrency besar yang valid. Lihat sendiri perbedaannya dari berbagai aspek fundamental.

 

Kriteria Big Coin (BCX) Bitcoin (BTC) Ethereum (ETH) Tether (USDT)
Harga (USD) $0.01851 ~$60,000+ $2,625.74 ~$1.00
Volume 24h $14.20 $20+ Miliar $8.78 Miliar $40+ Miliar
Market Cap Tidak Jelas $1.2+ Triliun $315+ Miliar $110+ Miliar
All-Time High $0.0445 $73,797 $4,891 $1.32
Decline dari ATH -58% -19% -46% -24%
Exchange Listing DEX Kecil Semua Major Exchange Semua Major Exchange Semua Major Exchange
Ekosistem Minimal Lightning Network, DeFi DApps, DeFi, NFTs Stablecoin Standard

 

Perbedaan yang paling mencolok adalah pada volume perdagangan. Big Coin hanya memiliki volume perdagangan harian $14.20, sementara Ethereum mencapai $8.78 miliar per hari. Ini menunjukkan perbedaan likuiditas yang sangat ekstrem hampir 600 juta kali lipat!

Market capitalization juga menunjukkan gap yang luar biasa. Big Coin tidak memiliki data market cap yang jelas di berbagai platform, sementara Bitcoin memiliki kapitalisasi pasar lebih dari $1.2 triliun. Ethereum, sebagai cryptocurrency terbesar kedua, memiliki kapitalisasi pasar sekitar $315 miliar.

Dari segi listing exchange, Big Coin umumnya hanya tersedia di decentralized exchange (DEX) kecil dengan likuiditas terbatas, sementara cryptocurrency besar tersedia di semua major exchange seperti Binance, Coinbase, Kraken, dan platform-platform lainnya yang teregulasi.

Aspek transparansi juga sangat berbeda. Cryptocurrency besar memiliki whitepaper yang jelas, roadmap yang transparan, dan tim pengembang yang diketahui publik. Sebaliknya, Big Coin dan token sejenis sering kali tidak memiliki informasi yang memadai tentang tim, visi, atau teknologi yang digunakan.

Dari data di atas, kamu bisa melihat betapa jauhnya perbedaan kualitas antara token kecil seperti BCX dan cryptocurrency yang benar-benar memiliki reputasi dan fundamentals yang kuat.

 

Kenapa Kamu Harus Waspada? Ini Risiko Salah Kaprah

 

Sekilas mungkin semua cryptocurrency terlihat menarik, apalagi dengan harga murah yang terkesan “affordable”. Tapi justru itu yang menjadi jebakan utama bagi investor pemula yang tidak melakukan riset mendalam.

Risiko pertama adalah fenomena “rug pull” situasi dimana developer tiba-tiba menarik likuiditas atau meninggalkan proyek setelah berhasil mengumpulkan dana dari investor. Token dengan nama bombastis seperti “big”, “moon”, “safe”, atau “meta” sering kali menggunakan strategi marketing yang menarik perhatian namun tidak memiliki substance teknologi yang solid.

Manipulasi harga juga menjadi risiko besar pada token dengan volume rendah. Dengan volume perdagangan harian hanya $14.20, Big Coin sangat rentan terhadap manipulasi harga oleh whale atau bahkan investor kecil dengan modal terbatas. Harga bisa dipompa secara artifisial lalu ditinggalkan, menyebabkan kerugian besar bagi investor yang terlambat keluar.

Aspek teknis juga perlu diwaspadai. Banyak token kecil memiliki smart contract yang bisa dimodifikasi oleh developer, termasuk mengubah fee transaksi, supply token, atau bahkan fungsi dasar dari token tersebut. Ini memberikan kontrol penuh kepada tim pengembang yang bisa disalahgunakan untuk keuntungan pribadi.

Likuiditas yang rendah juga berarti kesulitan untuk menjual token ketika kamu ingin keluar dari investasi. Bahkan jika harga naik, kamu mungkin tidak bisa menjual token dalam jumlah besar tanpa menyebabkan penurunan harga yang signifikan.

Kurangnya regulasi dan oversight pada token kecil membuat investor tidak memiliki perlindungan hukum yang memadai. Berbeda dengan cryptocurrency besar yang sudah mulai mendapat perhatian regulator dan tersedia di exchange yang memiliki izin resmi.

Jadi, daripada terjebak karena tergiur nama besar atau harga murah, lebih baik kamu mengetahui cara validasi yang proper dan memilih cryptocurrency dengan strategi investasi yang lebih cerdas dan terukur.

 

Tips Mengenali Koin Besar yang Aman untuk Investasi

Biar kamu makin percaya diri dalam memilih aset cryptocurrency, berikut beberapa cara praktis untuk membedakan mana yang layak investasi dan mana yang berpotensi merugikan portofolio kamu.

 

1. Verifikasi Market Cap dan Volume Trading 

Selalu cek kapitalisasi pasar dan volume perdagangan melalui platform terpercaya seperti CoinMarketCap atau CoinGecko. Cryptocurrency yang solid umumnya memiliki market cap minimal $1 miliar dan volume perdagangan harian yang konsisten. Hindari token dengan volume di bawah $1 juta per hari karena menandakan likuiditas yang sangat rendah.

2. Analisis Exchange Listing 

Lihat di exchange mana token tersebut diperdagangkan. Cryptocurrency yang legitimate umumnya listing di major exchange seperti Binance, Coinbase, Kraken, atau Huobi. Hindari token yang hanya tersedia di DEX mencurigakan atau exchange yang tidak dikenal. Di Indonesia, kamu bisa mempertimbangkan exchange lokal yang sudah terdaftar seperti Indodax yang memberikan kemudahan trading dengan rupiah.

3. Evaluasi Whitepaper dan Dokumentasi 

Baca whitepaper dan dokumentasi teknis proyek tersebut. Cryptocurrency yang serius akan memiliki whitepaper yang detail, menjelaskan masalah yang ingin diselesaikan, solusi teknologi yang ditawarkan, dan roadmap pengembangan yang jelas. Waspada terhadap proyek yang tidak memiliki dokumentasi memadai atau hanya berisi hype tanpa substance.

4. Riset Tim dan Community 

Identifikasi siapa tim pengembang di balik proyek tersebut. Cryptocurrency yang kredibel umumnya memiliki tim yang transparan dengan track record yang bisa diverifikasi. Cek juga aktivitas komunitas di media sosial, GitHub, atau forum diskusi. Komunitas yang aktif dan engaged biasanya menunjukkan proyek yang healthy.

5. Gunakan Platform Trading Terpercaya 

Untuk trading cryptocurrency, prioritaskan exchange yang sudah teregulasi dan memiliki reputasi baik. Indodax, sebagai exchange cryptocurrency terbesar di Indonesia, menawarkan platform yang aman dengan berbagai cryptocurrency mainstream yang sudah terverifikasi. Mereka juga menyediakan fitur edukasi yang membantu investor pemula memahami cara trading yang benar.

6. Diversifikasi dan Risk Management 

Jangan pernah menaruh semua modal dalam satu cryptocurrency, apalagi yang masih spekulatif. Alokasikan sebagian besar portofolio (60-80%) pada cryptocurrency besar yang sudah proven seperti Bitcoin dan Ethereum, lalu sisanya bisa untuk altcoin yang memiliki potensi growth namun dengan risiko yang sudah kamu pahami.

Dengan bekal strategi ini, kamu bisa mengambil keputusan investasi yang lebih bijak dan tidak mudah terseret arus token micin yang hanya mengandalkan hype tanpa fundamentals yang kuat.

 

Kesimpulan

 

Dalam dunia cryptocurrency yang penuh dinamika, bukan soal siapa yang paling viral atau memiliki nama paling menarik, tapi siapa yang memiliki fundamentals paling kuat dan track record yang solid. Big Coin seperti BCX hanyalah contoh nyata bagaimana token bisa menyesatkan jika kamu tidak melakukan due diligence yang proper.

Perbedaan antara token kecil dan cryptocurrency besar bukan hanya terletak pada harga, tapi pada aspek-aspek fundamental seperti volume perdagangan, market capitalization, transparansi tim, kualitas teknologi, dan adopsi global. Dengan total nilai pasar cryptocurrency yang mencapai $2.76 triliun, sebagian besar nilai ini dikuasai oleh cryptocurrency yang benar-benar memiliki utility dan ecosystem yang kuat.

Investasi cryptocurrency yang cerdas membutuhkan lebih dari sekadar mengikuti trend atau tergoda nama yang bombastis. Kamu perlu memahami teknologi, menganalisis data pasar, mengevaluasi tim pengembang, dan yang terpenting adalah menerapkan risk management yang proper dalam setiap keputusan investasi.

Saatnya kamu lebih kritis dalam memilih aset cryptocurrency. Jangan hanya ikut-ikutan FOMO, tapi jadilah investor yang educated dan siap meraih keuntungan jangka panjang dengan strategi yang terukur dan berbasis data yang solid.

 

Itulah informasi menarik tentang “Big Coin” yang  bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market. jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.

 

Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan.

Follow Sosmed Telenya Indodax sekarang!

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

 

FAQ

 

1. Apa itu Big Coin (BCX) dan apakah aman untuk investasi? 

Big Coin (BCX) adalah nama token literal yang tercatat di beberapa platform cryptocurrency, bukan istilah untuk cryptocurrency besar seperti Bitcoin. Token ini memiliki volume perdagangan sangat rendah ($14.20 per hari) dan transparansi yang minim, sehingga berisiko tinggi untuk investasi. Sebaiknya hindari token dengan karakteristik seperti ini.

2. Apa saja contoh cryptocurrency besar yang terpercaya untuk investasi? 

Cryptocurrency besar yang diakui global antara lain Bitcoin (BTC) sebagai digital gold, Ethereum (ETH) untuk smart contracts dan DeFi, Tether (USDT) sebagai stablecoin utama, Binance Coin (BNB) untuk ecosystem exchange, XRP untuk pembayaran cross-border, Solana (SOL) untuk blockchain berkecepatan tinggi, dan Cardano (ADA) untuk platform akademis.

3. Apakah semua token dengan nama “besar” itu aman untuk investasi? 

Tidak sama sekali. Banyak token menggunakan nama bombastis seperti “big”, “safe”, “moon”, atau “meta” untuk menarik investor pemula melalui FOMO marketing. Nama yang menarik tidak menjamin kualitas proyek. Selalu lakukan riset mendalam terhadap fundamentals, tim, teknologi, dan data pasar sebelum berinvestasi.

4. Apa risiko utama membeli cryptocurrency atau token yang tidak terkenal? 

Risiko utama meliputi: rug pull (developer meninggalkan proyek), manipulasi harga karena volume rendah, likuiditas minimal yang menyulitkan penjualan, smart contract yang bisa dimodifikasi sewaktu-waktu, kurangnya transparansi tim, dan tidak ada perlindungan hukum. Token seperti ini sangat spekulatif dan berpotensi kehilangan seluruh investasi.

5. Bagaimana cara memastikan cryptocurrency yang ingin dibeli itu legitimate dan aman? 

Verifikasi melalui beberapa langkah: cek market cap dan volume di CoinMarketCap/CoinGecko, pastikan listing di exchange besar yang terpercaya, baca whitepaper crypto dan dokumentasi teknis, riset tim pengembang dan track record mereka, evaluasi aktivitas komunitas, dan gunakan exchange teregulasi seperti Indodax untuk trading yang lebih aman dengan perlindungan konsumen yang memadai.

 

Author: RB

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

Lebih Banyak dari Altcoin,Tutorial

Koin Baru dalam Blok

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
Nama Harga 24H Chg
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Proof of Stake adalah: Cara Kerja & Update 2025
28/08/2025
Proof of Stake adalah: Cara Kerja & Update 2025

Dari Sekadar Hemat Energi ke Pondasi Kripto Modern Dulu, Proof

28/08/2025
Altura NFT 2025: Smart NFT Dinamis & AI Bikin Game Hidup
27/08/2025
Altura NFT 2025: Smart NFT Dinamis & AI Bikin Game Hidup

Dunia gaming Web3 semakin ramai di tahun 2025. Kalau dulu

27/08/2025
CryptoNight Mining: Algoritma Lama yang Jadi Pelajaran

Dulu, ada masa di mana menambang kripto bisa dilakukan dengan