Centrifuge (CFG) menjadi salah satu proyek blockchain yang kian menarik perhatian karena fokusnya pada tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets/RWA).
Di tengah tren integrasi DeFi dan sektor keuangan tradisional, Centrifuge hadir sebagai penghubung yang menjembatani dua dunia tersebut. Artikel ini akan mengupas secara menyeluruh apa itu Centrifuge, cara kerjanya, mitra strategisnya, serta potensi masa depannya.
Kamu mungkin tertarik dengan ini juga: Mengenal Keajaiban Real-World Asset (RWA) dalam Dunia Nyata
Definisi Centrifuge (CFG) Token
Centrifuge adalah protokol berbasis blockchain yang memungkinkan pengguna untuk menjadikan aset dunia nyata—seperti faktur, properti, dan hak kekayaan intelektual—menjadi aset digital yang dapat digunakan dalam sistem keuangan terdesentralisasi (DeFi). Token aslinya adalah CFG, yang digunakan untuk tata kelola dan staking dalam jaringan Centrifuge.
Tujuan utama Centrifuge adalah menghadirkan likuiditas ke sektor keuangan nyata melalui mekanisme tokenisasi. Dengan ini, pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) bisa mendapatkan akses pembiayaan tanpa harus melalui perantara keuangan tradisional.
Harga Centrifuge (CFG) Coin Hari Ini:
Berikut di bawah ini adalah harga Centrifuge (CFG) coin menurut data dari website CoinMarketCap:
- Harga CFG per 11 Juni 2025: Rp3.060,91
- Volume harian: Rp10,75 miliar
- Market cap: Rp1,67 triliun
- Supply beredar: 547,27 juta CFG
- Peringkat CMC: #358
Performa CFG menunjukkan minat pasar yang konsisten terhadap proyek tokenisasi aset dunia nyata. Meski harganya belum menyentuh ulang ATH seperti di tahun 2021, ketertarikan investor institusional dan koneksi kuat ke DeFi tetap menjaga relevansinya dalam lanskap blockchain saat ini.
Dengan statistik dan utilitas nyata seperti ini, apakah CFG mampu menjadi tulang punggung tokenisasi RWA secara global?
Artikel menarik lainnya untuk kamu: Ethereum Masih Rajanya Real-World Asset (RWA)? Tapi Sampai Kapan?
Cara Kerja Centrifuge dan Tokenisasi RWA
Centrifuge menggunakan protokol khusus bernama Tinlake yang memungkinkan pemilik aset untuk mendigitalisasi dan mendanai aset mereka.
1. Tokenisasi Aset
Pemilik aset seperti faktur atau piutang akan mengunggah dokumen ke sistem Centrifuge. Aset ini kemudian diubah menjadi Non-Fungible Token (NFT) yang merepresentasikan nilai dan kepemilikan aset tersebut.
2. Pendanaan Melalui Tinlake
Setelah tokenisasi, pemilik aset dapat mengakses pembiayaan melalui pool di Tinlake. Investor dapat mendanai pool ini dan mendapatkan imbal hasil. Proses ini dilakukan secara transparan dan otomatis melalui smart contract.
3. Integrasi dengan DeFi
NFT dari aset dunia nyata tersebut bisa digunakan dalam berbagai ekosistem DeFi. Salah satu integrasi penting adalah dengan MakerDAO (MKR to IDR), yang memungkinkan NFT dari Centrifuge digunakan sebagai jaminan untuk mencetak stablecoin DAI.
Masih seputar topik ini, simak juga: Apa Itu MakerDAO? Pengertian, Cara Kerja, dan Fungsinya dalam DeFi
Keunggulan Centrifuge
Beberapa kelebihan utama yang membuat Centrifuge menonjol dalam dunia tokenisasi RWA antara lain:
- Akses ke Likuiditas: Pemilik aset fisik dapat mengakses likuiditas tanpa menjual aset tersebut.
- DeFi-Friendly: Centrifuge secara langsung terhubung dengan protokol DeFi besar seperti MakerDAO dan Aave.
- Skalabilitas Tinggi: Centrifuge dibangun di atas Substrate dan merupakan parachain di Polkadot, memberikan kecepatan dan interoperabilitas.
- Transparansi dan Keamanan: Penggunaan NFT dan smart contract memastikan bahwa semua proses tercatat dan aman.
Kemitraan Strategis
Centrifuge telah menjalin kemitraan dengan berbagai entitas penting dalam dunia keuangan dan DeFi, antara lain:
1. MakerDAO
Kolaborasi dengan MakerDAO memungkinkan pengguna untuk mencetak DAI dengan menggunakan aset dunia nyata dari Centrifuge sebagai jaminan. Ini membuka peluang besar bagi pembiayaan non-crypto dengan stabilitas yang lebih baik.
2. Aave
Centrifuge sedang dalam tahap integrasi dengan Aave (AAVE to IDR) untuk membuka peluang pembiayaan RWA menggunakan likuiditas dari protokol pinjaman terbesar di DeFi ini.
3. Polkadot
Sebagai parachain Polkadot (DOT to IDR), Centrifuge memanfaatkan jaringan interoperabel dengan keamanan tingkat tinggi dan biaya transaksi rendah.
4. BlockTower & Credit Investors
Centrifuge juga bekerja sama dengan perusahaan investasi institusional seperti BlockTower dan lainnya yang mengincar eksposur terhadap aset nyata yang ditokenisasi.
Proyeksi Masa Depan
Tokenisasi aset dunia nyata merupakan tren yang diprediksi akan mendominasi pasar crypto beberapa tahun ke depan. Centrifuge memiliki peluang besar untuk menjadi pionir di sektor ini, apalagi dengan meningkatnya permintaan dari institusi yang mencari diversifikasi portofolio ke aset blockchain yang didukung oleh nilai nyata.
Beberapa prediksi jangka panjang untuk Centrifuge antara lain:
- Adopsi Massal oleh Institusi: Bank dan perusahaan pembiayaan akan melihat Centrifuge sebagai solusi teknologi finansial.
- Peningkatan Volume RWA: Nilai aset dunia nyata yang ditokenisasi melalui Centrifuge bisa mencapai miliaran dolar.
- Regulasi Lebih Jelas: Dengan perkembangan hukum yang mendukung, tokenisasi RWA bisa lebih diterima secara legal dan lintas negara.
- Ekspansi Lintas Vertikal: Tidak hanya invoice atau properti, Centrifuge bisa memperluas cakupan ke sektor seperti karbon kredit, hasil pertanian, bahkan royalti musik.
Baca juga artikel terkait: John Patrick Mullin: Otak di Balik MANTRA & Token RWA
Token CFG dan Fungsinya
CFG merupakan token utilitas utama dalam ekosistem Centrifuge. Berikut fungsi utamanya:
- Tata Kelola: Pemilik CFG dapat memberikan suara untuk keputusan penting jaringan.
- Staking dan Reward: Token ini digunakan untuk menjaga keamanan jaringan melalui staking dan pengguna menerima reward sebagai imbalan.
- Biaya Transaksi: CFG digunakan untuk membayar biaya transaksi di jaringan Centrifuge.
Token ini memiliki pasokan terbatas, yang mendukung nilai jangka panjangnya melalui mekanisme kelangkaan.
Tantangan dan Risiko
Meskipun prospeknya menjanjikan, Centrifuge juga menghadapi tantangan seperti:
- Kepatuhan Regulasi: Setiap aset dunia nyata memiliki aturan berbeda di tiap negara.
- Adopsi Institusional yang Lambat: Banyak institusi masih ragu mengadopsi sistem DeFi sepenuhnya.
- Risiko Kredit dari Peminjam: Karena aset dunia nyata bisa gagal bayar, risiko ini menjadi perhatian utama.
Kesimpulan
Centrifuge (CFG) membuka peluang besar untuk menjembatani dunia nyata dan blockchain melalui tokenisasi aset. Dengan teknologi inovatif, kemitraan strategis, dan potensi pertumbuhan di masa depan, proyek ini berada di garis depan revolusi keuangan terdesentralisasi. Namun, investor tetap perlu mempertimbangkan risiko dan perkembangan regulasi sebelum berpartisipasi.
Itulah informasi menarik tentang Apa Itu Centrifuge (CFG) Coin yang merupakan tokenisasi aset nyata yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market. jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan.
Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
FAQ
- Apa itu Centrifuge (CFG)?
Centrifuge adalah protokol yang memungkinkan tokenisasi aset dunia nyata seperti faktur dan properti ke dalam blockchain. - Apa itu RWA dalam konteks crypto?
RWA (Real-World Asset) adalah aset nyata seperti tanah, faktur, atau rumah yang ditokenisasi agar dapat digunakan di ekosistem DeFi. - Bagaimana Centrifuge bekerja?
Aset dunia nyata diubah menjadi NFT, lalu digunakan sebagai jaminan untuk pembiayaan melalui Tinlake. - Apa keunggulan token CFG?
CFG digunakan untuk tata kelola, staking, dan membayar biaya transaksi di jaringan Centrifuge. - Apa tantangan terbesar Centrifuge?
Tantangan utamanya adalah regulasi lintas negara dan risiko gagal bayar dari aset dunia nyata.
Author: RZ