Google mendorong seluruh karyawannya untuk meningkatkan produktivitas dengan menggunakan kecerdasan buatan (AI) dalam pekerjaan sehari-hari.
Kebijakan ini disampaikan langsung oleh CEO Google, Sundar Pichai, di tengah rencana perusahaan melakukan pemangkasan karyawan secara bertahap.
Dalam rekaman internal, Pichai menegaskan bahwa penggunaan AI kini menjadi prioritas utama. Ia menilai bahwa pendekatan perusahaan teknologi dalam menghadapi ekspansi bisnis telah berubah.
Jika sebelumnya ekspansi berarti menambah karyawan, kini efisiensi justru dicapai dengan mengoptimalkan teknologi AI.
“Setiap kali perusahaan memasuki periode investasi besar-besaran, biasanya mereka merespons dengan menambah banyak tenaga kerja, bukan?” kata Pichai dikutip dari CNBC.
Ia menyebut bahwa adopsi AI tidak bisa lagi dianggap sebagai opsi, melainkan bagian dari strategi inti perusahaan.
“Tapi di era AI ini, saya rasa kita harus mencapai lebih banyak hal dengan memanfaatkan transisi ini untuk mendorong produktivitas yang lebih tinggi,” lanjutnya.
Artikel menarik untuk Anda: Top 15 Aplikasi AI Gratis Android Tahun 2025
Investasi Besar, Efisiensi Ketat
Dilansir dari Cryptopolitan, dorongan ini sejalan dengan rencana Google untuk mengalihkan fokus investasi ke pengembangan AI.
Alphabet selaku induk perusahaan dilaporkan akan menggelontorkan sekitar $85 miliar untuk belanja modal tahun ini, meningkat 10% dibanding tahun lalu.
Dana tersebut sebagian besar dialokasikan untuk pembangunan pusat data (data center) yang mampu menangani beban kerja model AI skala besar.
Namun, seiring dengan peningkatan belanja modal, Google juga mengurangi jumlah tenaga kerja. Sejak 2023, perusahaan telah memangkas sekitar 6% dari total staf di berbagai divisi.
Berdasarkan data terakhir, jumlah pegawai penuh waktu Alphabet menyusut dari 191 ribu menjadi sekitar 187 ribu orang.
Tren Serupa di Perusahaan Teknologi Lain
Kebijakan efisiensi berbasis AI ini juga diterapkan oleh perusahaan teknologi lain. Amazon, misalnya, melalui CEO Andy Jassy, telah menginformasikan rencana pengurangan staf korporat.
Ia juga meminta para karyawan untuk menggunakan AI guna meningkatkan produktivitas tim kecil.
Sementara itu, Microsoft lewat Presiden Developer Division, Julia Liuson, menyebut bahwa penggunaan AI dalam pekerjaan sehari-hari kini menjadi keharusan.
Hal senada juga disampaikan CEO Shopify, Tobi Lutke, yang menekankan bahwa sebelum meminta tambahan tenaga atau anggaran, setiap tim harus membuktikan bahwa AI tidak dapat menyelesaikan tugas tersebut.
Tekanan Produktivitas Meningkat
Tekanan untuk mengadopsi AI mencerminkan persaingan yang makin ketat di industri teknologi. Perusahaan-perusahaan besar berlomba menekan biaya dan meningkatkan output dengan mengandalkan otomatisasi.
Dalam konteks ini, AI diposisikan sebagai pengganti sebagian fungsi tenaga kerja manual, terutama di bidang operasional dan administrasi.
Sementara efisiensi menjadi tujuan utama, pengamat menilai bahwa pergeseran ini juga memunculkan tantangan baru, termasuk potensi resistensi internal dan kesenjangan keterampilan di kalangan pegawai.
Baca juga berita terbaru: IPO STRC Pecah Rekor! Strategy Resmi Jadi Raja Bitcoin Publik
Kesimpulan
Dorongan Google dan raksasa teknologi lainnya untuk mengadopsi AI secara masif menandai pergeseran besar dalam budaya kerja industri digital.
Transformasi ini bukan sekadar tren teknologi, tetapi juga strategi efisiensi yang berdampak langsung pada struktur ketenagakerjaan.
Di tengah tekanan produktivitas dan persaingan global, kemampuan beradaptasi dengan AI tampaknya bukan lagi nilai tambah, melainkan syarat dasar untuk tetap bertahan.
FAQ
- Kenapa Google mewajibkan karyawan menggunakan AI?
Untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan tanpa perlu menambah jumlah tenaga kerja. - Apakah pemangkasan karyawan di Google berkaitan langsung dengan AI?
Ya. Pengurangan staf dilakukan agar perusahaan bisa mengalihkan sumber daya ke pembangunan infrastruktur AI. - Perusahaan teknologi mana saja yang menerapkan kebijakan serupa?
Amazon, Microsoft, dan Shopify juga mendorong adopsi AI dan melakukan efisiensi tenaga kerja. - Apa dampak tren ini terhadap tenaga kerja di sektor teknologi?
Beberapa posisi berisiko tergantikan oleh AI, sementara kebutuhan terhadap keterampilan digital dan AI meningkat. - Bagaimana cara agar tetap relevan di tengah transformasi ini?
Karyawan disarankan untuk mempelajari dan menggunakan AI dalam pekerjaan sehari-hari agar tetap kompetitif.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya.
Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Artificial intelligence (AI), #Ai Crypto