Bank bukan hanya tempat menyimpan uang, tetapi juga pintu masuk bagi masyarakat untuk memulai investasi. Dengan infrastruktur yang aman dan layanan yang terintegrasi, banyak bank kini menawarkan berbagai produk investasi yang bisa dibeli langsung melalui cabang fisik maupun aplikasi digital.
Artikel ini akan mengulas jenis-jenis produk investasi yang tersedia di bank, lengkap dengan potensi keuntungan dan risiko masing-masing.
Jenis-Jenis Produk Investasi yang Dapat Dibeli Melalui Bank
Berikut adalah beberapa produk investasi populer yang dapat dibeli melalui perbankan:
1. Surat Berharga Negara (SBN)
SBN adalah instrumen utang yang diterbitkan oleh pemerintah dan dapat dibeli melalui mitra distribusi, termasuk bank.
- Contoh: ORI (Obligasi Ritel Indonesia), SR (Sukuk Ritel), SBR (Savings Bond Ritel)
- Keuntungan: Aman karena dijamin negara, kupon tetap, dapat diperdagangkan di pasar sekunder (kecuali SBR)
- Risiko: Risiko pasar jika dijual sebelum jatuh tempo, risiko inflasi (kupon tetap)
Masih seputar topik ini, simak juga: ETF Crypto vs Reksa Dana: Pilih Mana untuk Investasi Cerdas 2025?
2. Reksa Dana
Bank menjadi agen penjual reksa dana (APERD) yang bekerja sama dengan manajer investasi.
- Jenis: Reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, saham
- Keuntungan: Dikelola profesional, bisa dimulai dengan modal kecil
- Risiko: Fluktuasi nilai (terutama reksa dana saham), tergantung kinerja pasar
3. Deposito Berjangka
Meski lebih dikenal sebagai simpanan, deposito juga masuk kategori investasi berisiko rendah.
- Keuntungan: Bunga tetap, dijamin oleh LPS hingga Rp2 miliar per nasabah per bank
- Risiko: Penalti jika dicairkan sebelum jatuh tempo, bunga lebih kecil dibanding instrumen lain
Apa Sajakah Keuntungannya?
- Aksesibilitas: Bisa dibeli langsung lewat aplikasi mobile banking atau kantor cabang
- Keamanan data: Terlindungi di bawah sistem perbankan
- Edukasi finansial: Tersedia layanan konsultasi oleh staf berlisensi
- Kredibilitas: Produk yang dijual telah lolos verifikasi dan pengawasan regulator
Waspadai, Risiko yang Perlu Dipertimbangkan
- Risiko pasar: Beberapa produk seperti reksa dana dan obligasi bisa mengalami fluktuasi harga
- Risiko likuiditas: Tidak semua produk bisa dicairkan sewaktu-waktu tanpa penalti
- Biaya tersembunyi: Seperti fee pembelian, penjualan, atau pengelolaan reksa dana
- Risiko overconfidence: Kemudahan akses bisa membuat nasabah membeli tanpa pemahaman cukup
Baca juga artikel terkait: Bank Digital Terbaik 2025: Pilihan Cerdas untuk Transaksi Cepat
Produk Investasi Kripto Melalui Bank Digital
Seiring berkembangnya adopsi teknologi keuangan, sejumlah bank digital mulai menjalin kemitraan dengan platform kripto resmi untuk menyediakan layanan investasi aset digital.
Meski belum tersedia secara luas seperti SBN atau reksa dana, tren ini menunjukkan bahwa investasi kripto mulai masuk ke ekosistem perbankan.
Contoh Layanan (secara umum):
- Penyambungan ke platform exchange kripto melalui API atau integrasi aplikasi
Laporan portofolio kripto terhubung dengan rekening utama - Pembelian aset stablecoin atau crypto blue chip lewat fitur tabungan/investasi
Keuntungan:
- Akses mudah dari aplikasi bank
- Terintegrasi dengan dompet digital atau rekening utama
- Kemungkinan pengawasan yang lebih ketat melalui kemitraan resmi
Risikonya:
- Volatilitas tinggi dari aset kripto
- Belum dijamin oleh LPS atau otoritas seperti produk keuangan konvensional
- Perlu pemahaman mendalam karena sifat spekulatif
Catatan: Tidak semua bank menyediakan layanan ini. Pastikan kamu memilih institusi yang bekerja sama dengan platform kripto legal dan teregulasi.
Kesimpulan
Bank menyediakan berbagai pilihan produk investasi yang dapat dijadikan langkah awal untuk membangun portofolio keuangan. Mulai dari SBN yang aman, reksa dana yang fleksibel, hingga deposito yang konservatif, semuanya tersedia dengan tingkat risiko dan potensi keuntungan yang berbeda.
Pastikan kamu memahami karakteristik produk sebelum membeli, dan manfaatkan fasilitas edukasi serta layanan konsultasi dari pihak bank untuk membuat keputusan yang tepat.
Itulah informasi menarik tentang 3 Produk Investasi yang Dapat Dibeli Melalui Bank, mulai dari Keuntungan & Risikonya yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market. jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan.
Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
FAQ
- Apakah saya harus punya rekening untuk membeli investasi di bank?
Ya. Umumnya kamu harus menjadi nasabah terlebih dahulu. - Apakah investasi di bank aman?
Produk seperti SBN dan deposito dijamin oleh negara atau LPS. Produk pasar modal memiliki risiko sesuai jenisnya. - Berapa minimal investasi di bank?
Mulai dari Rp100.000 untuk reksa dana, dan sekitar Rp1 juta untuk SBN. - Apakah bank menjamin keuntungan investasi?
Tidak. Kecuali deposito, hasil investasi bergantung pada kinerja pasar. - Apa yang harus saya lakukan sebelum membeli produk investasi di bank?
Pelajari tujuan keuanganmu, profil risiko, dan konsultasikan dengan pihak bank atau konsultan berlisensi.
Author: EH