3 Jenis Investasi Top, Modal Kecil Hasil Gede
icon search
icon search

Top Performers

3 Jenis Investasi Top, Modal Kecil Hasil Gede

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

3 Jenis Investasi Top, Modal Kecil Hasil Gede

3 Jenis Investasi Top,

Daftar Isi

Terakhir gajian, dan tiba-tiba ada Rp1 juta ‘nyasar’ di rekening. Jangan cepat-cepat beli barang impulsif yang sebulan lagi mungkin terlupakan. Apa lagi kalau bukan gadget terbaru yang bakalan ketinggalan jauh sama seri berikutnya, atau sepatu limited edition yang ujung-ujungnya cuma jadi pajangan? Di era ekonomi yang tak menentu ini, setiap rupiah punya potensi luar biasa. Bahkan Rp1 juta yang hari ini terasa ‘receh’, di pasar saham bisa jadi batu loncatan menuju kebebasan finansial.

 

You might ask, “Gimana caranya?” atau “Ah, masa iya cuma sejuta bisa jadi kaya?” Tenang, skeptisisme kamu wajar. Media sering menggambarkan pasar saham sebagai arena para taipan, tempat di mana hanya mereka dengan modal miliaran yang bisa menari. Tapi itu mitos belaka. Faktanya, banyak investor sukses memulai perjalanan mereka dengan modal yang bahkan tidak cukup untuk beli laptop gaming.

 

Kuncinya? Bukan pada seberapa banyak uang yang kamu mulai, tapi seberapa cerdas kamu menginvestasikannya. Di pasar saham, ada tiga jenis investasi yang punya potensi luar biasa untuk mengubah keping-keping recehan menjadi hamparan berlian. Masing-masing punya karakteristik unik, cocok untuk berbagai tipe investor dan tujuan finansial.

 

Penasaran apa saja ketiga jenis investasi yang jadi tiket emas ke dunia cuan ini? Ayo kita bahas satu per satu. Siapa tahu, setahun dari sekarang, kamu sedang menikmati kopi di Bali, bukan karena menang giveaway, tapi hasil dari strategi investasi yang kamu mulai hari ini, dengan modal yang tadinya kamu anggap “receh”. Siap mengubah perspektif? Let’s dive in!

 

1. Dividen: Uang Masuk Terus, Kerja Nggak

Ingat masa kecil, dapat uang saku tiap minggu dari ortu? Nah, dividen itu mirip! Ini adalah bagian keuntungan perusahaan yang dibagikan ke pemegang saham. Jadi, selama kamu punya sahamnya, uang ngalir terus ke rekening. Enak, kan?

 

“Tapi, apa bisa dapat banyak?” tanyamu. Tentu! Ambil contoh BCA, bank paling gede di Indonesia. Juni 2024, harganya sekitar Rp9.600. Dengan sejuta, kamu dapat 104 lembar. Tahun 2023 lalu, BCA bagi dividen Rp260 per saham. Itung-itungan, setahun kamu dapat Rp27.040. Dari tidur doang!

 

Yang keren dari dividen, perusahaan yang rajin bagi-bagi ini biasanya stabil. Kayak BCA tadi atau TLKM. Gak gampang goyang, pas buat kamu yang mau investasi aman untuk hari tua atau sumber penghasilan tambahan.

 

2. Stock Split: Beli Satu Dapat Banyak

Pernah dengar promo “Beli 1 Gratis 1”? Di dunia saham, ada yang lebih heboh: stock split! Ini kejadian di mana satu saham kamu tiba-tiba jadi dua, tiga, bahkan sepuluh! Harganya? Dibagi rata. Jadi, jumlah saham nambah tapi nilai totalnya sama.

 

“Lah, sama aja dong?” Nah, di situlah serunya! Harga saham yang lebih murah bikin banyak orang tertarik beli. Contohnya GOTO, anak perusahaan Gojek-Tokopedia. Awal 2023, harganya Rp200. Kamu beli 5.000 lembar, modal sejuta. Trus GOTO umumin stock split 4:1. Boom! Saham kamu jadi 20.000!

 

Pasarnya suka banget. Harga naik jadi Rp75. Total saham kamu sekarang Rp1,5 juta. Cuan Rp500 ribu, naik 50%! Gak cuma GOTO, saham-saham gede kayak BCA atau TLKM juga pernah stock split. Kenapa? Karena harga “murah” bikin investor pemula lebih pede buat beli.

 

3. Capital Gain: Beli Murah, Bye-bye Melimpah

Pernah liat film, orang beli lukisan dari seniman gak terkenal, terus jualnya pas udah kondang? Nah, di saham, itu namanya capital gain. Belinya murah, jualnya mahal. Gampang!

 

Tahun 2022, ada saham namanya BREN. Anak perusahaan CT Corp yang lagi bangun menara telekomunikasi. Januari, harganya cuma Rp100. Kamu pake sejuta, dapat 10.000 saham. Akhir tahun, harganya mencengangkan: Rp1.000! Saham kamu sekarang senilai Rp10 juta. Cuan? Rp9 juta, naik 900%! Gila, kan?

 

Tapi hati-hati. Capital gain emang bisa bikin kaya mendadak. Apalagi pas pasar lagi optimis (bull market). Tapi risikonya gede. BREN naik gara-gara momentum dan sentimen pasar. Besok bisa aja turun. Jadi, jangan pakai uang cadangan atau uang kuliah, ya!

 

Penutup: Dari Receh Jadi Bos, Bukan Hanya Mimpi!

Nah, sekarang kamu tahu kan? Rp1 juta yang tadinya dianggap receh, ternyata bisa jadi modal serius di pasar saham. Bukan hanya modal, tapi juga tiket masuk ke dunia di mana uang kerja untuk kamu, bukan sebaliknya.

 

Mari kita recap tiga jenis investasi top yang sudah kita bahas:

 

  • Dividen: Ibarat punya kebun yang tiap musim panen, meski tidur pun duit ngalir. Tanya aja pemegang saham bank dan telko!
  • Stock Split: Fenomena unik di mana beli 1 bisa dapat 2, 3, atau 10. Hype-nya bisa bikin nilai saham meroket.
  • Capital Gain: Jalur cepat buat yang berani. Beli murah, jual mahal. Bisa naik ratusan persen dalam setahun!

 

Setiap strategi punya porsinya masing-masing:

 

  • Main Aman: Fokus dividen. Stabil, minim drama.
  • Cari Sensasi: Target stock split. Mendebarkan, tapi seru!
  • Berani Ambil Risiko: Capital gain semua. Bukan untuk yang lemah jantung.

 

Yang cerdas? Mix ketiganya! Misalnya, 60% dividen untuk pondasi, 30% menunggu stock split, dan 10% dipakai “hunting” capital gain. Seiring waktu dan pengalaman, Anda bisa sesuaikan komposisi.

 

Dan jangan lupa, Warren Buffett, Raja Investasi itu, mulai bisnis umur 6 tahun, investasi saham pertama umur 11. Kalau dia bisa mulai kecil dan jadi bos, kenapa kamu enggak?

 

So, itu dia. Tiga jenis investasi yang bisa sulap Rp1 juta kamu jadi mesin uang. Bukan janji manis, tapi fakta dari pengalaman ribuan investor. Sekarang, bola ada di tangan kamu. Mau tetap anggap Rp1 juta sebagai receh dan habis buat hal sepintas? Atau mulai perjalanan jadi bos finansial?

 

Pilihan ada di tangan kamu. Tapi ingat, tiap kali kamu melewatkan kesempatan investasi, bukan cuma Rp1 juta yang hilang, tapi potensi masa depan yang lebih cerah. Choose wisely, calon investor!

 

FAQ


1. Apa benar cuma Rp1 juta udah bisa main saham?

Benar banget! Banyak saham bagus di bawah Rp500. Contohnya, BBNI (Bank BNI) pernah di kisaran Rp6.000, artinya dengan Rp1 juta, kamu dapat 160-an lembar. Ingat, Warren Buffett dulu investasi pertama cuma $114!

2. Dividen 50 ribu setahun gimana bisa dibilang gede?

Good point! Rp50.000 memang terasa kecil. Tapi ini dari satu saham saja. Strategi top adalah diversifikasi. Misal, beli 5 saham dividen, masing-masing dapat Rp50.000. Total? Rp250.000 setahun, tanpa kerja tambahan. Dan ingat, jumlah ini biasanya naik tiap tahun!

3. Stock split itu kayak “dapet mobil jadi dua mobil”, tapi kok bisa untung?

Nah, ini pertanyaan jago! Memang benar, nilai intrinsiknya sama. Tapi, ada faktor psikologis. Orang lebih suka beli barang Rp50 ribu 10 kali daripada Rp500 ribu sekali. Sama di saham. Harga “murah” post-split menarik lebih banyak pembeli, dan permintaan tinggi itu yang bikin harga naik.

4. Capital gain kedengarannya greget, tapi aman gak sih?

Jujur? Risikonya memang paling tinggi. Capital gain itu kayak surfing; ombak besar bisa bawa kita cepat ke pantai, tapi bisa juga bikin tenggelam. Makanya, jangan pakai uang kuliah atau uang sewa! Pakai uang yang siap kamu “ikhlasin”. Dan selalu, SELALU pakai stop-loss!

5. Gimana cara dapet info kapan saham mau stock split?

Ada dua cara jitu:

  • Halaman Investor Relation di website perusahaan, cari “Corporate Action”.
  • Follow Twitter/Instagram/Telegram investor seperti @VariableLee atau @eddymahardika. Mereka sering share info beginian duluan.

6. Kalau baru mulai, mending dividen atau capital gain?Kayak belajar berenang, mulai di kolam dangkal dulu. Dividen itu! Perusahaannya lebih stabil, resikonya lebih rendah. Saat sudah paham naik-turun pasar dan bisa kontrol emosi, baru deh nyemplung ke capital gain.

7. IHSG lagi turun, apa tetep bisa cuan dari 3 cara ini?

Mantul! Justru saat IHSG turun, harga-harga saham “diskon”. Dividen? Yield makin tinggi karena harga turun. Stock split & capital gain? Ini waktu beli, tunggu pasar pulih, jual, cuan! Inget kata Buffett, “Beli saat orang takut.”

8. Tiap hari monitor saham, kapan kerja?

Haha, nggak usah! Buat dividen & stock split, cukup pantau laporan keuangan & RUPS—itu cuma 1-4 kali setahun. Capital gain agak lebih sering, tapi tetap nggak harus tiap hari. Set alert di aplikasi broker, dia yang pantau buat kamu.

9 .Kalau 3 strategi ini digabung, bagi modalnya gimana?

  • Smart question! Tergantung profil risiko. Nih, tiga versi:
  • Defensif: 70% dividen, 20% stock split, 10% capital gain
  • Moderat: 50% dividen, 25% stock split, 25% capital gain
  • Agresif: 30% dividen, 20% stock split, 50% capital gain

10. Pajak gimana? Nggak makan cuan kita?
Good catch! Tapi tenang. Dividen kena pajak final 10%. Capital gain dari saham di bursa Indonesia? 0%! Ya, nol persen, sejak 2016. Stock split juga nggak kena, karena nilai totalnya tidak berubah. Jadi, sebagian besar cuan tetap di kantong!

 

Nah, itulah tadi pembahasan tentang 3 jenis investasi top yang bisa menjadi sumber bacaan yang menarik nih, dan buat kamu yang ingin mulai berinvestasi baik itu investasi saham maupun investasi kripto ada baiknya untuk selalu DYOR dan lakukan penelitian secara mendalam karena segala jenis investasi memiliki risiko.

 

Jangan lupa untuk mengaktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan pembaruan terbaru mengenai berbagai informasi menarik yang kami sajikan di Akademi crypto hanya di INDODAX Academy, sumber terpercaya untuk belajar tentang dunia kripto

 

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan pertimbangkan dengan baik sebelum berinvestasi. Gunakan dana yang tidak terlalu vital bagi kebutuhan kamu sebelum terlibat dalam investasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainya menjadi tanggung jawab pembaca.

 

 Author: RB & AL

 

Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Paxos Bebas dari Tuduhan SEC: Kemenangan Besar Stablecoin
12/07/2024
Paxos Bebas dari Tuduhan SEC: Kemenangan Besar Stablecoin

Paxos, perusahaan teknologi blockchain yang menerbitkan stablecoin Binance USD (BUSD),

12/07/2024
Eksklusif: Rencana Airdrop Kedua Hamster Kombat
12/07/2024
Eksklusif: Rencana Airdrop Kedua Hamster Kombat

Hamster Kombat, permainan kripto yang telah mencuri perhatian pengguna Telegram,

12/07/2024
Ethereum vs Solana: Mana yang Lebih Menjanjikan?
12/07/2024
Ethereum vs Solana: Mana yang Lebih Menjanjikan?

Perkembangan teknologi blockchain telah membuka jalan bagi berbagai platform inovatif,

12/07/2024