Rangkuman: ChatGPTPerplexity
Perkembangan teknologi XR (Extended Reality) semakin cepat, terutama dengan munculnya virtual idol dan perangkat seperti smart glasses.
Namun, di balik pertumbuhan ini ada satu masalah besar: infrastruktur belum siap mendukung pengalaman real-time yang mulus.
Mawari hadir untuk mengisi celah tersebut dengan sistem distribusi 3D yang dirancang khusus untuk kebutuhan XR modern.
Masalah Utama XR Ada di Infrastruktur
Teknologi XR membutuhkan proses berat bernama rendering 3D real-time, yaitu proses menampilkan objek digital secara langsung sesuai pergerakan pengguna.
Masalahnya, bahkan delay kecil sekitar 0,1 detik sudah cukup untuk merusak pengalaman dan menyebabkan ketidaknyamanan.
Selama ini, metode tradisional mengirim seluruh tampilan 3D sekaligus, sehingga membutuhkan bandwidth besar dan waktu proses tinggi. Akibatnya, pengalaman XR sering terasa lambat dan tidak responsif.
Baca juga: SPX6900 Disebut Siap Meledak, Polanya Mirip DOGE dan PEPE Dulu
Mawari Gunakan Sistem Streaming 3D Berbasis Objek
Mawari mengembangkan pendekatan berbeda melalui teknologi object streaming. Alih-alih mengirim seluruh tampilan, sistem hanya mengirim bagian objek yang relevan.

Sumber: Tiger Research
Hal ini membuat penggunaan bandwidth bisa ditekan hingga sekitar 80% lebih efisien. Selain itu, Mawari juga menerapkan konsep split rendering.
Proses ringan seperti tracking tetap dilakukan di perangkat, sementara proses berat seperti pencahayaan dan rendering detail dipindahkan ke GPU terdekat.
Pendekatan ini membuat pengalaman tetap cepat tanpa membebani perangkat pengguna.
Jaringan GPU Terdistribusi Jadi Kunci

Sumber: Tiger Research
Agar sistem ini berjalan optimal, Mawari membangun jaringan GPU node yang tersebar dekat pengguna.
Tujuannya adalah menjaga latensi tetap di bawah 20 milidetik, batas penting agar pengalaman XR tetap nyaman.
Berbeda dengan cloud tradisional yang terpusat, pendekatan ini mengurangi jarak antara pengguna dan server. Hasilnya, respons sistem menjadi lebih cepat dan stabil.
Mawari juga telah mengembangkan jaringan ini melalui program node dengan lebih dari 180.000 node yang sudah dipesan, dengan komitmen sekitar $45 juta.
Baca juga: Bitcoin Naik Usai Kabar Gencatan Senjata Iran, Trader Nekat Long di Puncak
Mawari Sudah Bangun Ekosistem
Menariknya, Mawari tidak hanya menunggu adopsi XR. Mereka sudah menjalankan berbagai proyek nyata, termasuk platform interaksi virtual dan sistem panduan berbasis AR di event besar.
Sejak berdiri pada 2017, Mawari juga telah menyelesaikan lebih dari 50 proyek komersial dengan pendapatan rata-rata sekitar $1,5 juta per tahun.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa teknologi mereka sudah memiliki penggunaan nyata, bukan sekadar konsep.
Kesimpulan
Mawari mencoba menyelesaikan salah satu masalah terbesar dalam XR: infrastruktur.
Dengan kombinasi object streaming, split rendering, dan jaringan GPU terdistribusi, mereka membangun fondasi untuk pengalaman digital yang lebih cepat dan stabil.
Jika adopsi XR meningkat dalam beberapa tahun ke depan, infrastruktur seperti ini berpotensi menjadi bagian penting dari sistem digital masa depan.

Artikel ini hasil Kolaborasi antara INDODAX x Tiger Research
FAQ
1. Apa itu teknologi XR?
XR adalah gabungan teknologi seperti augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) yang menggabungkan dunia digital dan fisik.
2. Kenapa XR butuh infrastruktur khusus?
Karena membutuhkan proses rendering 3D real-time yang sangat cepat agar pengalaman terasa natural.
3. Apa itu object streaming Mawari?
Metode pengiriman data 3D yang hanya mengirim objek penting, bukan seluruh tampilan, sehingga lebih efisien.
4. Apa fungsi GPU node dalam sistem ini?
GPU node digunakan untuk memproses rendering berat agar perangkat pengguna tidak terbebani.
5. Apakah Mawari sudah digunakan secara nyata?
Ya, Mawari telah menjalankan puluhan proyek komersial dan membangun ekosistem sebelum adopsi XR meluas.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Artificial intelligence (AI)





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
