Iran mulai memasukkan Bitcoin (BTC) sebagai metode pembayaran untuk kapal minyak yang melintasi Selat Hormuz.
Langkah ini menegaskan posisi Bitcoin sebagai aset strategis di tengah tekanan sanksi global. Namun di balik keputusan tersebut, data menunjukkan realitas berbeda, di mana transaksi masih didominasi stablecoin seperti USDT.
Keputusan ini diungkap oleh Sam Lyman, Head of Research dari Bitcoin Policy Institute (BPI), yang menilai penggunaan Bitcoin oleh Iran bukan sekadar eksperimen, melainkan bagian dari strategi finansial negara.
“Ini adalah salah satu situasi paling signifikan di mana Bitcoin terlihat sangat jelas sebagai aset strategis. Alasan Iran ingin menggunakan Bitcoin untuk transaksi ini adalah karena tidak ada pihak yang bisa membekukan Bitcoin. Tidak ada yang bisa menghentikan jaringan Bitcoin,” kata Lyman dikutip dari Cointelegraph.
Bitcoin Dipilih karena Tahan Sensor
Iran memilih Bitcoin karena sifatnya yang tidak bisa dikontrol pihak mana pun. Tidak ada otoritas yang dapat membekukan aset atau menghentikan jaringan Bitcoin, menjadikannya alternatif bagi negara yang menghadapi pembatasan akses sistem keuangan global.
Menurut Lyman, inilah alasan utama Iran mempertimbangkan Bitcoin untuk transaksi minyak. Dalam konteks geopolitik, kemampuan untuk menghindari intervensi eksternal menjadi nilai yang sangat penting.
Selain Bitcoin, Iran juga menerima pembayaran dalam yuan China dan stablecoin berbasis dolar. Kombinasi ini menunjukkan pendekatan multi-aset untuk menjaga fleksibilitas transaksi.
Baca berita baru lainnya: CEO Circle Bongkar Potensi Stablecoin Yuan, Ancaman Baru untuk USDT?
Tidak Ada Bukti Transaksi Bitcoin
Meski sudah diakui sebagai metode pembayaran, belum ada bukti transaksi Bitcoin yang digunakan untuk membayar biaya jalur minyak tersebut.
Data on-chain menunjukkan bahwa:
- Tidak ada transaksi Bitcoin yang teridentifikasi terkait pembayaran oil toll
- Mayoritas transaksi kripto Iran justru menggunakan stablecoin, terutama USDT
Fakta ini memperlihatkan adanya jarak antara kebijakan dan implementasi di lapangan.
USDT Masih Jadi Pilihan Utama
Dominasi USDT di Iran bukan tanpa alasan. Stablecoin menawarkan stabilitas nilai yang lebih tinggi dibanding Bitcoin, sehingga lebih cocok untuk transaksi besar seperti pembayaran minyak.
“Iran sudah memiliki strategi aset digital selama beberapa tahun, setidaknya sejak sekitar 2018, dan sebagian besar transaksi yang terjadi di sana menggunakan USDt (USDT),” ujar Lyman.
Sejak 2022, Iran dilaporkan telah memindahkan sekitar US$3 miliar dalam bentuk aset kripto. Dari jumlah tersebut:
- Sekitar US$600 juta berhasil dibekukan oleh otoritas AS
- Sisanya, sekitar US$2,4 miliar, tetap berhasil dipindahkan
“Mereka masih bisa menggerakkan sekitar US$2,4 miliar. Karena itu, saya melihat stablecoin masih menjadi pilihan utama bagi rezim tersebut,” lanjut Luman.
Angka ini menunjukkan bahwa meskipun ada risiko pembekuan, penggunaan stablecoin masih dianggap efektif.
Lyman menyebut situasi ini sebagai “cost of doing business”, di mana risiko tetap diterima selama sebagian besar transaksi masih bisa berjalan.
Baca selanjutnya: Apakah Kita Perlu Tahu Siapa Satoshi? Jawabannya Tak Sesederhana Itu
Peran Militer dalam Aktivitas Kripto

Sumber Gambar: BPI
Data BPI juga mengungkap bahwa hampir 50% dari volume transaksi kripto di Iran terkait dengan aktivitas yang melibatkan Iranian Revolutionary Guard Corps (IRGC).
Keterlibatan ini menegaskan bahwa kripto di Iran tidak hanya digunakan oleh sektor sipil, tetapi juga menjadi bagian dari strategi negara dalam menghadapi tekanan ekonomi global.
Langkah Iran juga mencerminkan bagaimana negara mulai memanfaatkan aset digital untuk mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan tradisional.
Bitcoin dilihat sebagai alat lindung nilai terhadap kontrol eksternal, sementara stablecoin tetap digunakan untuk efisiensi operasional. Kombinasi ini menciptakan sistem yang fleksibel namun tetap pragmatis.
Kesimpulan
Iran memang mulai mengakui Bitcoin sebagai aset strategis, terutama karena sifatnya yang tahan sensor.
Namun dalam praktiknya, stablecoin seperti USDT masih menjadi tulang punggung transaksi kripto negara tersebut.
Kondisi ini menunjukkan bahwa adopsi kripto tidak selalu berjalan sesuai idealisme teknologi. Dalam konteks penggunaan nyata, faktor stabilitas, likuiditas, dan efisiensi tetap menjadi penentu utama.
FAQ
- Kenapa Iran memilih Bitcoin untuk transaksi minyak?
Iran memilih Bitcoin karena sifatnya yang tidak bisa dibekukan atau dikontrol pihak lain. Ini penting bagi negara yang menghadapi sanksi ekonomi dan pembatasan sistem keuangan global. - Apakah Iran sudah benar-benar menggunakan Bitcoin untuk bayar minyak?
Belum ada bukti on-chain yang menunjukkan penggunaan Bitcoin untuk pembayaran jalur minyak. Mayoritas transaksi masih menggunakan stablecoin seperti USDT. - Kenapa USDT lebih banyak digunakan dibanding Bitcoin?
USDT memiliki nilai yang stabil karena dipatok ke dolar AS. Hal ini membuatnya lebih cocok untuk transaksi besar seperti perdagangan minyak dibanding Bitcoin yang volatil. - Apakah stablecoin seperti USDT bisa dibekukan?
Ya, penerbit stablecoin seperti Tether memiliki kemampuan untuk membekukan aset dalam kondisi tertentu. Namun risiko ini tetap dianggap dapat diterima oleh Iran. - Apa peran kripto dalam strategi ekonomi Iran?
Kripto digunakan sebagai alternatif sistem keuangan untuk menghindari sanksi dan pembatasan internasional. Iran menggabungkan Bitcoin dan stablecoin untuk menciptakan sistem yang lebih fleksibel. - Apa itu oil toll dalam konteks berita ini?
Oil toll adalah biaya yang dikenakan kepada kapal tanker yang melintasi jalur strategis seperti Selat Hormuz. Iran kini membuka opsi pembayaran biaya tersebut menggunakan aset digital.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Stablecoin, #Berita USDT, #Berita Timur Tengah Terkini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


