Menjelang akhir April, perhatian pasar kembali tertuju pada teori klasik “Sell in May and Go Away”.
Pola ini selama puluhan tahun dikaitkan dengan pelemahan pasar saham di periode Mei hingga Oktober.
Namun, pertanyaannya kini bergeser: apakah pola musiman ini juga berlaku untuk Bitcoin?
Pola “Sell in May” Berasal dari Saham
Dilansir dari CNBC, secara historis, teori “Sell in May” berasal dari pasar saham, di mana periode Mei – Oktober cenderung mencatat return lebih rendah dibanding November – April.
Data dari 1950 – 2013 menunjukkan indeks seperti Dow Jones hanya mencatat rata-rata kenaikan sekitar 0,3% di Mei – Oktober, jauh di bawah 7,5% pada November – April.
Namun, pola ini tidak selalu konsisten bahkan di pasar saham modern. Ketika diterapkan ke Bitcoin, pola tersebut menjadi lebih kompleks karena karakter pasar kripto yang berbeda.
Data Bitcoin: Tidak Selalu Ikuti Pola Musiman

Sumber: TradingView
Berdasarkan data pergerakan harga Bitcoin sejak 2023, pola “Sell in May” tidak selalu terlihat jelas.
Dalam beberapa siklus, Bitcoin justru tetap bergerak naik setelah memasuki bulan Mei, seperti yang terjadi pada tahun 2025.
Pergerakan Bitcoin lebih banyak dipengaruhi oleh faktor seperti:
- Likuiditas global
- Permintaan institusi
- Sentimen makro ekonomi
- Siklus pasar kripto
Artinya, pola musiman seperti “Sell in May” tidak menjadi faktor utama dalam pergerakan Bitcoin.
Bisa Jadi Momentum Baru
Di tengah ketidakpastian musiman seperti “Sell in May”, kondisi ini justru sering dimanfaatkan sebagian investor sebagai momentum untuk mencari peluang baru di pasar saham.
Ketika volatilitas meningkat dan sebagian pelaku pasar mulai mengurangi eksposur, harga aset tertentu bisa menjadi lebih menarik untuk dipantau.
Seiring perkembangan teknologi, akses ke saham juga tidak lagi terbatas pada bursa konvensional. Kini, investor bisa mengikuti pergerakan saham melalui aset berbasis blockchain dalam bentuk saham tokenisasi yang tersedia di Indodax.
Berikut cara membelinya:
- Lakukan registrasi di INDODAX jika belum memiliki akun, atau login ke akun yang sudah terdaftar
- Lakukan deposit dengan mengikuti panduan yang tersedia di platform
- Setelah saldo masuk, buka market INDODAX
- Cari tokenized stock yang ingin dibeli pada market IDR, lalu masuk ke halaman aset tersebut
- Lakukan pembelian menggunakan metode instan sesuai harga pasar atau limit order sesuai harga yang diinginkan
- Setelah pembelian, pergerakan harga dapat dipantau secara berkala
- Jika harga meningkat, aset dapat dijual kembali menggunakan metode instan atau limit order
Kesimpulan
Meskipun teori “Sell in May” masih populer, data menunjukkan bahwa Bitcoin tidak secara konsisten mengikuti pola tersebut.
Pasar kripto memiliki dinamika yang berbeda, dengan faktor seperti likuiditas, institusi, dan sentimen global yang lebih menentukan arah harga.
Menjelang Mei, pergerakan Bitcoin tetap perlu dilihat dari kondisi makro dan tren pasar saat ini, bukan hanya berdasarkan pola musiman.
FAQ
1. Apa itu “Sell in May and Go Away”?
Strategi investasi yang menyarankan menjual aset pada bulan Mei karena pasar cenderung lemah hingga Oktober.
2. Apakah Bitcoin mengikuti pola Sell in May?
Tidak selalu, karena Bitcoin lebih dipengaruhi faktor makro dan sentimen global.
3. Kenapa pola ini populer di saham?
Karena secara historis return saham di Mei – Oktober lebih rendah dibanding periode lainnya.
4. Apa faktor utama yang memengaruhi harga Bitcoin?
Likuiditas global, permintaan institusi, sentimen pasar, dan kondisi ekonomi.
5. Apakah strategi Sell in May masih relevan?
Masih bisa menjadi referensi, tetapi tidak bisa dijadikan satu-satunya acuan dalam mengambil keputusan
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Tokenized Stock






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
