Morgan Stanley menyebut peluang Bitcoin (BTC) masuk ke neraca bank-bank di Amerika Serikat (AS) semakin terbuka.
Namun, langkah itu belum akan terjadi dalam waktu dekat karena masih terganjal aturan modal dan ketidakpastian regulasi.
Pernyataan ini disampaikan oleh Head of Digital Asset Strategy Morgan Stanley, Amy Oldenburg, dalam konferensi Bitcoin 2026 di Las Vegas.
Ia menegaskan bahwa skenario tersebut “bukan hal yang mustahil,” tetapi membutuhkan perubahan kebijakan sebelum benar-benar terealisasi.
“Jika kita terus melihat kemajuan seperti yang terjadi dalam sekitar 16 bulan terakhir dari sisi regulasi, maka itu adalah sesuatu yang mungkin akan kita lihat ke depan. Hal itu bukan sesuatu yang mustahil,” ujarnya.
Regulasi Jadi Penghambat Utama
Meskipun minat institusi terhadap Bitcoin (BTC to IDR) terus meningkat, bank belum bisa dengan mudah memasukkan aset kripto ke dalam laporan keuangan mereka.
Kendala terbesar datang dari aturan Basel Committee. Saat ini, Bitcoin dikategorikan sebagai aset berisiko tinggi dengan bobot risiko mencapai 1.250%.
Artinya, bank harus menyediakan modal cadangan dalam jumlah sangat besar jika ingin memegang Bitcoin secara langsung.
Kondisi ini membuat eksposur langsung terhadap BTC menjadi tidak efisien secara ekonomi bagi bank besar.
Selain itu, Federal Reserve (The Fed) juga belum memberikan panduan yang jelas terkait bagaimana bank harus mengelola risiko, pelaporan, dan pengawasan jika memiliki Bitcoin di neraca mereka.
Baca juga berita terbaru: 6 Agenda Ekonomi Global Awal Mei 2026 yang Bisa Guncang Crypto
Sinyal Positif Mulai Muncul
Meski belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat, ada sejumlah perkembangan yang membuat peluang ini semakin realistis.
Dalam 16 bulan terakhir, regulasi kripto di AS menunjukkan kemajuan. Basel Committee bahkan dilaporkan tengah mempercepat proses review terhadap standar kripto yang ada.
Oldenburg menilai, jika tren ini berlanjut, bank bisa saja mulai mempertimbangkan kepemilikan Bitcoin secara langsung di masa depan.
Produk Bitcoin Morgan Stanley Tunjukkan Permintaan Tinggi
Di tengah keterbatasan regulasi, Morgan Stanley mulai mengambil langkah alternatif melalui produk investasi.
Pada 8 April 2026, bank ini meluncurkan MSBT, produk Bitcoin ETP pertama yang diterbitkan oleh bank komersial besar di AS. Produk ini mencatat lebih dari 100 juta dolar AS dalam waktu kurang dari satu minggu sejak peluncuran.
Mayoritas aliran dana berasal dari investor yang bertransaksi secara mandiri, tanpa keterlibatan advisor. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap Bitcoin sudah terbentuk kuat, meskipun adopsi dari sisi institusi perbankan masih terbatas.
Baca berita lainnya: Bitcoin Tembus $80.000, Tapi Terancam Jatuh ke $44.000 dalam Waktu Dekat
Strategi Bank: Dari Custody hingga Trading
Karena belum bisa memegang Bitcoin secara langsung, bank mulai mengembangkan pendekatan lain untuk tetap terlibat di pasar kripto.
Morgan Stanley diketahui tengah mengajukan lisensi digital trust ke Office of the Comptroller of the Currency (OCC). Jika disetujui, bank dapat menawarkan layanan penyimpanan aset kripto dan perdagangan spot secara langsung.
Selain itu, platform E*Trade milik Morgan Stanley juga ditargetkan menghadirkan layanan trading kripto bagi investor ritel dalam waktu dekat.
Langkah ini menunjukkan bahwa bank tetap ingin masuk ke ekosistem kripto, meskipun belum bisa sepenuhnya sebagai pemilik aset.
Jika aturan Basel direvisi dan The Fed memberikan kerangka yang lebih jelas, peluang bank untuk menyimpan Bitcoin di neraca mereka akan terbuka lebih lebar.
Namun hingga saat itu terjadi, eksposur bank terhadap Bitcoin kemungkinan besar tetap melalui produk turunan seperti ETF, layanan kustodian, dan platform trading.
Kesimpulan
Peluang Bitcoin masuk ke neraca bank-bank di Amerika Serikat semakin terbuka, seiring meningkatnya minat institusi dan perkembangan regulasi dalam beberapa waktu terakhir.
Namun, realisasi skenario ini masih bergantung pada dua faktor utama: revisi aturan Basel terkait bobot risiko kripto dan kejelasan panduan dari Federal Reserve.
Selama dua hal ini belum terpenuhi, bank besar kemungkinan tetap memilih jalur tidak langsung seperti produk investasi dan layanan kustodian.
FAQ
- Apa maksud Bitcoin masuk neraca bank?
Bitcoin masuk neraca bank berarti bank menyimpan BTC sebagai aset milik mereka sendiri, bukan hanya sebagai layanan untuk nasabah. Aset ini akan tercatat dalam laporan keuangan resmi bank. - Kenapa bank belum bisa pegang Bitcoin langsung?
Karena aturan Basel menetapkan bobot risiko Bitcoin sangat tinggi, yaitu 1.250%. Selain itu, belum ada panduan jelas dari Federal Reserve terkait pengelolaan aset kripto oleh bank. - Apa itu aturan Basel untuk kripto?
Basel Committee adalah lembaga global yang mengatur standar perbankan. Untuk aset seperti Bitcoin, mereka menetapkan aturan modal yang ketat agar risiko sistemik bisa ditekan. - Apakah bank di AS sudah terlibat dalam Bitcoin?
Sudah, tetapi masih terbatas pada produk investasi seperti ETF atau ETP, layanan kustodian, dan platform trading. Mereka belum menyimpan Bitcoin sebagai aset langsung di neraca. - Kapan bank bisa mulai menyimpan Bitcoin?
Belum ada waktu pasti. Hal ini bergantung pada revisi aturan Basel dan kejelasan regulasi dari Federal Reserve terkait eksposur bank terhadap aset kripto. - Apa dampaknya jika bank menyimpan Bitcoin?
Jika terjadi, ini bisa meningkatkan legitimasi Bitcoin sebagai aset keuangan dan berpotensi mendorong adopsi institusional dalam skala lebih besar.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Crypto.News – Why Morgan Stanley says Bitcoin on US bank balance sheets is coming but not yet, diakses pada 5 Mei 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Regulasi Crypto






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


