Harga Bitcoin (BTC) kembali berada di bawah level psikologis US$75.000 di tengah melemahnya sentimen pasar crypto dan derasnya arus dana ke sektor artificial intelligence (AI).
Melansir dari CoinDesk, kondisi ini terjadi saat saham-saham perusahaan chip AI seperti Micron, SK Hynix, dan Samsung justru mencetak reli besar dan menembus valuasi US$1 triliun.

Sumber Gambar: CoinMarketCap
Harga Bitcoin tercatat turun sekitar 2% dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di kisaran US$74.200. Penurunan ini memperpanjang tekanan yang sudah terjadi sejak awal Mei, setelah BTC gagal mempertahankan momentum di atas US$80.000.
Dana Investor Mulai Keluar dari Bitcoin
Tekanan terhadap Bitcoin tidak hanya terlihat dari pergerakan harga, tetapi juga dari arus dana institusional.

Sumber Gambar: X.com
Spot Bitcoin ETF di Amerika Serikat tercatat mengalami outflow selama tujuh hari perdagangan berturut-turut. Selain itu, laporan juga menyebut adanya transaksi penjualan ETF Bitcoin BlackRock senilai US$1,29 miliar melalui dark pool transaction.
Data terbaru Premium BTC di Coinbase terus bergerak di zona negatif sejak pertengahan Mei, seiring turunnya harga Bitcoin dari area US$82.000 ke bawah US$75.000.

Sumber Gambar: Coinglass
Indikator ini biasanya digunakan untuk membaca minat beli investor Amerika Serikat terhadap Bitcoin. Ketika nilainya negatif, artinya tekanan jual lebih dominan dibanding permintaan beli.
Situasi ini memunculkan kekhawatiran bahwa investor institusional mulai mengurangi eksposur mereka terhadap aset crypto untuk sementara waktu.
Baca juga berita terkait: 3 Altcoin AI Made in USA Ini Siap Melonjak Usai Perang Iran-AS Reda
Saham AI Justru Meledak
Sementara Bitcoin melemah, saham perusahaan teknologi AI justru menjadi pusat perhatian pasar.
Micron Technology melonjak 21% dan berhasil menembus valuasi US$1 triliun setelah mendapat kenaikan target harga dari UBS. Tidak lama berselang, SK Hynix asal Korea Selatan ikut naik 9,3% dan masuk klub perusahaan bernilai US$1 triliun.
Bahkan saham SK Hynix disebut telah melonjak lebih dari 1.000% dalam setahun terakhir. Samsung Electronics sebelumnya juga sudah lebih dulu mencapai valuasi serupa.
Kenaikan ini didorong oleh optimisme investor terhadap kebutuhan chip AI yang diperkirakan terus meningkat hingga beberapa tahun ke depan.
Pasar memperkirakan potensi kelangkaan chip AI masih bisa terjadi sampai 2028, sehingga perusahaan semikonduktor dipandang memiliki kekuatan harga yang besar.
Pasar Crypto Masuk Fase Apatis
Analis pasar mulai melihat munculnya fase apatis di pasar crypto. Aktivitas perdagangan melambat, sentimen investor memburuk, dan perhatian publik beralih ke sektor lain yang dianggap lebih menjanjikan.
Analis James Check bahkan menyebut sentimen Bitcoin saat ini berada di “absolute gutter” atau titik paling buruk.
“Tidak ada yang peduli dengan Bitcoin sekarang,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi seperti ini justru sering muncul ketika pasar berada di fase kelelahan ekstrem. Dalam beberapa siklus sebelumnya, fase pesimisme besar terhadap Bitcoin sering terjadi mendekati area bottom market.
Baca selanjutnya: Altcoin dan Meme Coin yang Diakumulasi Whale di Akhir Mei 2026
Bitcoin Hadapi Area Kritis
Chief Commercial Officer Deribit, Jean-David Pequignot, mengatakan area US$75.000 kini menjadi support penting untuk Bitcoin.
Menurutnya, jika BTC mampu kembali naik di atas US$80.000, pasar berpotensi mengalami short covering yang bisa mendorong harga menuju area US$82.000 hingga US$85.000.
Meski begitu, trader saat ini cenderung defensif menjelang jatuh tempo opsi Bitcoin dan Ethereum (ETH) senilai sekitar US$8 miliar pada 29 Mei 2026 mendatang.
Kesimpulan
Bitcoin kembali tertekan di bawah US$75.000 saat dana investor mulai mengalir ke sektor AI yang sedang booming.
Outflow ETF Bitcoin, melemahnya sentimen pasar, dan naiknya saham chip AI seperti Micron serta SK Hynix menjadi tanda bahwa perhatian investor global sementara bergeser dari crypto.
Meski pasar terlihat lesu, beberapa analis menilai kondisi pesimis seperti ini justru sering muncul menjelang fase pemulihan Bitcoin dalam siklus sebelumnya.
Untuk jangka pendek, area US$75.000 dan US$80.000 masih menjadi level penting yang menentukan arah pergerakan BTC selanjutnya.
FAQ
- Kenapa harga Bitcoin turun di bawah US$75.000?
Penurunan Bitcoin dipicu kombinasi beberapa faktor seperti outflow ETF Bitcoin, melemahnya sentimen pasar crypto, kekhawatiran inflasi global, serta perpindahan dana investor ke sektor AI dan saham teknologi. - Apa itu Coinbase Bitcoin Premium Index?
Coinbase Bitcoin Premium Index adalah indikator yang mengukur selisih harga Bitcoin di Coinbase dibanding rata-rata pasar global. Indeks ini sering dipakai untuk melihat minat beli investor Amerika Serikat terhadap BTC. - Mengapa investor mulai beralih dari crypto ke AI?
Saat ini sektor AI dianggap memiliki momentum pertumbuhan lebih besar, terutama setelah booming kebutuhan chip AI dan infrastruktur komputasi. Banyak investor melihat peluang keuntungan jangka pendek di saham AI lebih menarik dibanding crypto. - Apakah outflow ETF Bitcoin berbahaya untuk harga BTC?
Outflow ETF menunjukkan adanya dana yang keluar dari produk investasi Bitcoin. Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini bisa menambah tekanan jual dan memengaruhi sentimen pasar terhadap BTC. - Apa arti sentimen Bitcoin berada di “absolute gutter”?
Istilah tersebut menggambarkan kondisi ketika sentimen pasar sangat buruk, investor mulai pesimis, dan minat terhadap Bitcoin menurun drastis. Dalam siklus crypto sebelumnya, fase seperti ini sering muncul saat market sedang lemah. - Apakah Bitcoin masih bisa naik lagi setelah turun?
Beberapa analis menilai Bitcoin masih memiliki peluang rebound jika mampu kembali menembus area US$80.000. Namun pergerakan jangka pendek masih dipengaruhi kondisi makroekonomi, arus dana ETF, dan sentimen pasar global.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Ai Crypto, #Berita Artificial intelligence (AI)






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


