CEO Tesla, Elon Musk, kembali menjadi perhatian pasar kripto setelah muncul laporan bahwa Tesla dan SpaceX sedang membahas kemungkinan merger internal.
Jika penggabungan itu terjadi, gabungan aset Bitcoin (BTC) milik kedua perusahaan diperkirakan mencapai 30.221 BTC atau sekitar US$3,3 miliar.
Tesla saat ini tercatat memiliki sekitar 11.509 BTC. Sementara SpaceX memegang sekitar 18.712 BTC berdasarkan data treasury perusahaan publik dan pelacakan blockchain.
Jumlah tersebut berpotensi menempatkan Elon Musk dalam jajaran pemilik cadangan Bitcoin korporasi terbesar di dunia.
Mengutip CoinDesk, diskusi merger ini telah dibicarakan di internal perusahaan. Seorang karyawan Tesla bahkan mengatakan kemungkinan penggabungan dua perusahaan tersebut sudah lama menjadi pembahasan di kalangan pegawai.
Gabungan Bitcoin Tesla dan SpaceX Bisa Masuk Lima Besar Dunia
Jumlah tersebut diperkirakan cukup untuk membawa gabungan Tesla dan SpaceX masuk lima besar perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar secara global.
Saat ini posisi teratas masih ditempati Strategy milik Michael Saylor. Di bawahnya terdapat sejumlah perusahaan seperti Twenty One Capital, Metaplanet, dan Marathon Digital Holdings.
Meningkatnya kepemilikan Bitcoin korporasi juga menjadi salah satu narasi yang kembali menguat sepanjang 2026, terutama setelah harga Bitcoin terus bergerak stabil di level tinggi.
Baca juga berita terbaru: 3 Dampak Besar IPO SpaceX ke Crypto dan Saham yang Wajib Dipantau
Elon Musk Dinilai Sedang Satukan Ekosistem Bisnisnya
Laporan CNBC menyebut pembahasan merger dipicu oleh meningkatnya kerja sama antar perusahaan milik Elon Musk, terutama di sektor energi dan komputasi AI.
Tesla dikenal memiliki bisnis kendaraan listrik dan energi terbarukan. Sementara SpaceX menguasai sektor peluncuran roket dan satelit lewat Starlink.
Di sisi lain, perusahaan AI milik Musk, xAI, juga berkembang agresif dalam pengembangan kecerdasan buatan.
Kebutuhan infrastruktur komputasi dan energi yang semakin besar disebut membuat hubungan antar perusahaan Musk menjadi semakin erat.
Bitcoin Kembali Jadi Sorotan Lewat Elon Musk
Nama Elon Musk sendiri bukan hal baru dalam industri kripto. Tesla pertama kali membeli Bitcoin pada 2021 dan sempat menerima pembayaran mobil menggunakan BTC sebelum dihentikan karena isu lingkungan terkait aktivitas mining.
Meski demikian, Musk masih dianggap sebagai salah satu figur paling berpengaruh terhadap pasar aset digital, terutama Bitcoin dan Dogecoin (DOGE).
Setiap pernyataan atau langkah bisnis Musk kerap memicu pergerakan harga dan sentimen market dalam waktu singkat.
Jika merger Tesla dan SpaceX benar-benar terjadi, eksposur Elon Musk terhadap Bitcoin diperkirakan akan semakin besar.
Baca juga: Jadi Sultan Meme Coin dan NFT, Seberapa Kaya Hasbulla UFC?
SpaceX Disebut Segera Melantai di Nasdaq
SpaceX juga disebut diperkirakan mulai diperdagangkan di Nasdaq bulan depan setelah merger sebelumnya dengan perusahaan AI milik Musk, xAI.
Valuasi private market SpaceX sendiri dikabarkan telah mencapai sekitar US$1,25 triliun pada awal tahun ini.
Jika nantinya SpaceX resmi menjadi perusahaan publik, transparansi kepemilikan aset Bitcoin perusahaan diperkirakan akan semakin terbuka ke investor.
Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari Tesla maupun SpaceX terkait rencana merger tersebut.
Kesimpulan
Rumor merger Tesla dan SpaceX kembali memperkuat narasi bahwa Bitcoin semakin dilirik sebagai aset treasury perusahaan besar.
Jika penggabungan benar-benar terjadi, Elon Musk bisa mengendalikan lebih dari 30 ribu BTC dan masuk jajaran pemilik cadangan Bitcoin korporasi terbesar di dunia.
FAQ
- Berapa jumlah Bitcoin yang dimiliki Tesla dan SpaceX?
Tesla diketahui memegang sekitar 11.509 BTC, sedangkan SpaceX memiliki sekitar 18.712 BTC. Jika digabung, totalnya mencapai 30.221 BTC. - Apakah Tesla dan SpaceX sudah resmi merger?
Belum. Sampai saat ini belum ada pengumuman resmi dari kedua perusahaan terkait merger. - Kenapa perusahaan besar membeli Bitcoin?
Banyak perusahaan melihat Bitcoin sebagai aset lindung nilai dan bagian dari strategi treasury jangka panjang. - Apakah Elon Musk masih mendukung Bitcoin?
Meski Tesla menghentikan pembayaran mobil menggunakan BTC, Elon Musk masih sering dikaitkan dengan industri kripto dan pergerakan pasar aset digital. - Siapa perusahaan pemilik Bitcoin terbesar saat ini?
Saat ini posisi teratas masih ditempati Strategy milik Michael Saylor dengan kepemilikan ratusan ribu Bitcoin. - Apa dampak merger Tesla dan SpaceX terhadap market crypto?
Rumor merger ini berpotensi memperkuat sentimen bullish karena memperbesar eksposur Bitcoin di perusahaan teknologi besar.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Tokoh Kripto Dunia






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


