Seorang analis pasar kripto, Crux of Crypto, menempatkan XRP sebagai aset favoritnya di tengah tekanan yang masih melanda pasar kripto.
Selain XRP, ia juga menyoroti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan Sui (SUI) sebagai aset yang dinilai memiliki prospek jangka panjang selama periode pelemahan pasar.
Melansir dari CoinPedia, ia menilai pasar kripto kemungkinan belum mencapai titik terendahnya. Karena itu, investor disarankan lebih selektif dan fokus pada proyek yang memiliki fundamental kuat, adopsi institusi, serta ekosistem yang terus berkembang.
XRP Jadi Pilihan Utama
Menurutnya, XRP memiliki sejumlah katalis yang membuatnya menonjol dibanding banyak altcoin lainnya.
Ia menyoroti meningkatnya perhatian terhadap ETF XRP spot, pertumbuhan adopsi institusi, serta perkembangan regulasi aset digital di Amerika Serikat, termasuk pembahasan CLARITY Act yang dinilai dapat memberikan kepastian hukum lebih besar bagi industri kripto.
Selain itu, aktivitas tokenisasi aset di XRP Ledger juga menjadi faktor yang memperkuat prospek jangka panjang jaringan tersebut.
Meski begitu, analis tersebut tidak memprediksi kenaikan harga dalam waktu dekat. Fokus utamanya adalah potensi pertumbuhan jangka panjang.
Baca juga berita terbaru: Analis Makro Ini Ungkap 5 Faktor yang Bisa Dorong XRP ke US$100
Bitcoin dan Ethereum Tetap Jadi Andalan
Di luar XRP, Bitcoin dan Ethereum tetap masuk dalam daftar aset yang dianggap paling solid selama periode ketidakpastian. Posisi kedua aset tersebut tetap menjadi fondasi utama portofolio kripto bagi banyak investor.
Bitcoin masih dipandang sebagai aset utama yang terus menarik minat institusi. Sementara Ethereum mempertahankan dominasinya dalam sektor decentralized finance (DeFi), stablecoin, dan tokenisasi aset dunia nyata atau real world assets (RWA).
Solana dan Sui Masuk Radar
Solana juga masuk dalam daftar berkat meningkatnya pembahasan terkait ETF spot SOL serta pengembangan jaringan yang masih berlangsung, termasuk upgrade Alpenglow yang dirancang untuk meningkatkan performa jaringan.
Sementara itu, Sui disebut memiliki kemiripan dengan kondisi Solana pada 2022. Saat itu, Solana menghadapi berbagai gangguan jaringan dan tekanan akibat runtuhnya FTX, yang menyebabkan harga SOL anjlok lebih dari 95%.
Meski menghadapi tantangan serupa berupa gangguan jaringan dalam beberapa waktu terakhir, Sui disebut masih memiliki peluang untuk berkembang seiring bertambahnya pengguna dan aktivitas ekosistemnya.
Baca berita lainnya: Ethereum Bisa Jadi Tulang Punggung AI, Tom Lee Prediksi Harga Naik 100x Lipat
Pasar Dinilai Belum Mencapai Bottom
Meski optimistis terhadap lima aset tersebut, analis menegaskan bahwa dirinya belum melihat tanda-tanda market bottom telah terbentuk.
Ia memperkirakan Bitcoin masih berpotensi mengalami tekanan dalam beberapa bulan ke depan sebelum pasar menemukan titik terendah yang lebih solid.
Karena itu, strategi akumulasi bertahap atau Dollar Cost Averaging (DCA) dinilai lebih relevan dibanding mencoba menebak titik terendah pasar secara akurat.
Kesimpulan
Di tengah crypto crash yang masih berlangsung, XRP menjadi pilihan utama analis berkat dukungan institusi dan perkembangan ekosistemnya.
Meski demikian, Bitcoin, Ethereum, Solana, dan Sui juga masuk dalam daftar aset yang dinilai memiliki prospek jangka panjang. Namun, pasar dinilai belum mencapai bottom sehingga risiko volatilitas masih tinggi.
FAQ
- Mengapa XRP menjadi favorit analis saat ini?
Analis menilai XRP memiliki kombinasi katalis positif berupa perkembangan ETF, adopsi institusi, regulasi yang lebih jelas, serta pertumbuhan aktivitas tokenisasi di XRP Ledger. - Apa saja crypto yang direkomendasikan analis saat pasar turun?
Lima aset yang disebut adalah XRP, Bitcoin, Ethereum, Solana, dan Sui. - Apakah pasar kripto sudah mencapai bottom?
Menurut analis yang dikutip Coinpedia, pasar kemungkinan belum mencapai titik terendah dan masih berpotensi mengalami tekanan dalam beberapa bulan ke depan. - Apa yang dimaksud market bottom?
Market bottom adalah titik terendah dalam siklus penurunan harga sebelum pasar mulai memasuki fase pemulihan. - Mengapa Bitcoin dan Ethereum tetap dianggap kuat?
Keduanya memiliki tingkat adopsi yang tinggi, likuiditas besar, serta ekosistem yang lebih matang dibanding sebagian besar aset kripto lainnya. - Apa risiko membeli kripto saat pasar sedang turun?
Harga dapat terus melemah sebelum berbalik naik. Karena itu, investor perlu mempertimbangkan manajemen risiko, melakukan riset mandiri, dan menghindari keputusan berdasarkan emosi pasar.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CoinPedia – XRP and Top Four Altcoins To Buy During This Crypto Crash, diakses pada 5 Juni 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Altcoin, #Berita Ethereum, #Berita XRP, #Berita Solana, #Berita SUI






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


