Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon langsung memicu pergerakan besar di pasar global. Harga minyak mentah turun lebih dari 3%, emas menguat lebih dari 1%, sementara Bitcoin (BTC) kehilangan momentum.
Gencatan senjata yang diumumkan pada Kamis (4/6) itu dinilai pasar sebagai salah satu syarat yang sebelumnya diajukan Iran.
Perkembangan tersebut memunculkan kembali harapan terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan yang lebih luas antara Amerika Serikat dan Iran.
Baca juga berita terbaru: Bukan Karena Fundamental, Michael Saylor Bongkar Penyebab Bitcoin Turun
Harga Minyak dan Bitcoin Kompak Turun
Pasar energi menjadi sektor yang paling cepat bereaksi terhadap kabar tersebut.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun lebih dari 3% menjadi US$92,8 per barel setelah pengumuman gencatan senjata. Penurunan ini menjadi salah satu pergerakan harian terbesar dalam beberapa pekan terakhir.

Sumber Gambar: TradingEconomics
Melansir Be(In)Crypto, pasar melihat kesepakatan tersebut sebagai sinyal bahwa risiko gangguan pasokan energi dapat berkurang.
Fokus investor kini tertuju pada kemungkinan kemajuan negosiasi yang melibatkan Iran, yang berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah.
Perhatian juga mengarah ke Selat Hormuz dengan harapan bahwa jalur tersebut dapat kembali beroperasi tanpa risiko dan ikut mendorong pelemahan harga minyak.
Meski demikian, prospek pasokan energi belum sepenuhnya aman. International Energy Agency (IEA) sebelumnya memperingatkan bahwa pasar minyak global masih berpotensi mengalami kekurangan pasokan hingga kuartal ketiga 2026.
Menurut lembaga tersebut, kerusakan infrastruktur dan kebijakan produksi OPEC+ membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk kembali normal meskipun konflik mereda.
Bersamaan berita gencatan senjata ini, Bitcoin juga mengalami pelemahan sekitar 1.9% dalam 24 jam dan diperdagangkan di level US$62.000.

Sumber Gambar: CoinMarketCap
Emas Naik ke US$4.475 per Ons
Sementara minyak melemah, emas justru bergerak ke arah sebaliknya. Harga emas spot ditutup di sekitar US$4.475 per ons atau naik lebih dari 1% setelah pengumuman gencatan senjata.
Kenaikan tersebut bukan terutama disebabkan oleh faktor perang, melainkan karena pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat.
Dolar yang lebih lemah membuat emas menjadi lebih murah bagi pembeli internasional, sehingga permintaan meningkat dan harga terdorong naik.
Pasar juga terus memantau arah kebijakan Federal Reserve (The Fed). Saat ini bank sentral AS mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5% hingga 3,75%, sementara peluang kenaikan suku bunga pada akhir tahun diperkirakan berada di sekitar 30%.
Baca juga berita lainnya: 2 Kabar Besar dari AS yang Bisa Jadi ‘Game Changer’ untuk Bitcoin dkk
Pasar Menunggu Langkah Berikutnya
Meski gencatan senjata telah tercapai, investor belum menganggap prosesnya selesai.
Pasar kini menunggu apakah perkembangan di Lebanon dapat membuka jalan bagi kemajuan negosiasi yang lebih luas antara Amerika Serikat dan Iran.
Selain itu, perhatian investor juga tertuju pada data nonfarm payrolls Amerika Serikat yang akan dirilis dalam waktu dekat. Data ketenagakerjaan tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi suku bunga dan arah pasar keuangan global.
Untuk saat ini, satu kesepakatan di Lebanon sudah cukup untuk menggerakkan beberapa aset utama sekaligus. Minyak turun tajam, emas menguat, dan Bitcoin kehilangan momentum yang sebelumnya terbentuk selama konflik berlangsung.
Kesimpulan
Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon langsung memengaruhi pergerakan sejumlah aset global. Harga minyak WTI turun lebih dari 3% ke US$92,87 per barel karena pasar mengurangi kekhawatiran terhadap risiko pasokan energi.
Di sisi lain, emas naik lebih dari 1% ke US$4.475 per ons, didukung pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi.
Sementara itu, Bitcoin kehilangan seluruh kenaikan yang sempat terbentuk saat konflik memanas.
Kini, perhatian investor beralih ke kemungkinan kemajuan negosiasi AS-Iran serta data ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi menentukan arah pasar berikutnya.
FAQ
- Mengapa gencatan senjata Lebanon memengaruhi harga minyak?
Karena pasar menilai meredanya konflik dapat mengurangi risiko gangguan pasokan energi dari Timur Tengah. Ketika risiko menurun, harga minyak biasanya ikut terkoreksi. - Apa hubungan Iran dengan Selat Hormuz?
Selat Hormuz adalah jalur pelayaran yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak global. Setiap perkembangan yang melibatkan Iran sering menjadi perhatian pasar karena dapat memengaruhi stabilitas jalur tersebut. - Mengapa harga emas naik saat harga minyak turun?
Dalam kasus ini, kenaikan emas lebih dipengaruhi pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi Amerika Serikat daripada faktor konflik. - Mengapa Bitcoin turun setelah konflik mereda?
Sebagian investor sebelumnya membeli Bitcoin saat ketidakpastian geopolitik meningkat. Ketika risiko konflik berkurang, sentimen tersebut ikut menghilang sehingga harga kehilangan momentum. - Apa itu premi risiko geopolitik di pasar keuangan?
Premi risiko geopolitik adalah tambahan nilai yang diberikan pasar pada suatu aset karena adanya ketidakpastian akibat konflik, perang, atau ketegangan internasional. - Mengapa data nonfarm payrolls penting bagi pasar kripto?
Data nonfarm payrolls memberikan gambaran kondisi pasar tenaga kerja AS. Hasil data tersebut dapat memengaruhi kebijakan suku bunga Federal Reserve yang sering berdampak pada Bitcoin dan aset berisiko lainnya.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #info emas 2026, #Berita Timur Tengah Terkini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


