Saat mengirim uang ke rekening lain, sebagian besar orang hanya menekan tombol Transfer tanpa memperhatikan jalur transaksi yang digunakan.
Padahal, di balik proses tersebut terdapat beberapa mekanisme penyelesaian dana yang berbeda. Salah satunya adalah kliring atau yang dikenal sebagai SKNBI (Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia).
Perbedaan kliring dan transfer bukan sekadar soal nama. Keduanya memiliki proses, biaya, kecepatan, hingga tujuan penggunaan yang berbeda.
Memahami perbedaan ini membantu kamu memilih metode yang paling efisien, terutama ketika bertransaksi dalam nominal besar atau membutuhkan dana masuk dalam waktu tertentu.
Bagi pengguna aset kripto, pemahaman ini juga penting karena proses deposit maupun penarikan dana rupiah dari exchange crypto menuju rekening bank tetap bergantung pada sistem pembayaran perbankan di Indonesia.
Perbedaan Kliring dan Transfer
Meskipun sama-sama digunakan untuk mengirim dana, terdapat beberapa perbedaan mendasar.
| Aspek | Transfer | Kliring (SKNBI) |
| Pengertian | Istilah umum perpindahan dana | Salah satu metode transfer antarbank |
| Kecepatan | Bisa instan tergantung layanan | Tidak instan karena diproses bertahap |
| Pengelola | Bergantung pada metode transfer | Bank Indonesia |
| Biaya | Bervariasi | Umumnya lebih murah |
| Nominal | Cocok untuk transaksi harian | Cocok untuk transaksi nominal besar |
| Kebutuhan | Mendesak maupun biasa | Tidak membutuhkan dana segera |
Perbedaan terbesar berada pada proses penyelesaiannya. Transfer instan mengutamakan kecepatan, sedangkan kliring mengutamakan efisiensi biaya dengan waktu proses yang lebih panjang.
Bagaimana Proses Kliring Bekerja?
Ketika nasabah mengirim dana menggunakan SKNBI, bank pengirim akan mengumpulkan transaksi bersama transaksi lain yang masuk pada periode yang sama.
Selanjutnya, seluruh data dikirim ke Bank Indonesia untuk dilakukan proses perhitungan hak dan kewajiban masing-masing bank. Setelah proses tersebut selesai, hasilnya dikirim kembali kepada bank terkait untuk menyelesaikan perpindahan dana ke rekening penerima.
Karena proses dilakukan secara kolektif, transaksi tidak langsung masuk seperti transfer instan.
Inilah alasan mengapa kliring memiliki waktu penyelesaian yang lebih lama dibanding BI-FAST maupun transfer online biasa.
Kapan Sebaiknya Menggunakan Kliring?
Tidak semua transaksi membutuhkan kecepatan, Jika kamu mengirim dana untuk pembayaran pembelian mesin usaha, pelunasan tagihan perusahaan, pembayaran proyek, atau transaksi bisnis bernilai besar yang jadwal pembayarannya sudah ditentukan, kliring dapat menjadi pilihan yang lebih hemat.
Banyak perusahaan masih menggunakan metode ini karena biaya administrasinya relatif rendah dibanding metode lain untuk nominal transaksi yang besar.
Kapan Transfer Instan Lebih Cocok?
Transfer instan lebih sesuai ketika penerima membutuhkan dana saat itu juga.
Contohnya saat membayar belanja online, mengirim uang kepada keluarga, membayar tagihan yang jatuh tempo hari itu, atau melakukan top up saldo ke layanan digital.
Dalam aktivitas sehari-hari, masyarakat kini lebih sering menggunakan BI-FAST atau transfer online karena prosesnya berlangsung dalam hitungan detik.
Meskipun biaya sedikit lebih tinggi dibanding beberapa layanan kliring, kenyamanan dan kecepatannya menjadi nilai tambah yang sulit digantikan.
Hubungannya dengan Transaksi Kripto
Walaupun aset kripto berjalan di atas teknologi blockchain, proses perpindahan rupiah menuju rekening bank tetap menggunakan infrastruktur sistem pembayaran nasional.
Sebagai contoh, ketika kamu melakukan penarikan dana dari exchange ke rekening bank, dana tersebut tetap akan diproses melalui jaringan pembayaran yang tersedia di Indonesia.
Karena itu, memahami berbagai metode transfer membantu kamu mengetahui mengapa waktu penerimaan dana bisa berbeda pada kondisi tertentu, terutama ketika terjadi gangguan sistem bank atau pemeliharaan jaringan pembayaran.
Pemahaman ini juga membuat kamu lebih mudah menentukan metode transaksi yang sesuai antara kecepatan, biaya, dan kebutuhan.
Apakah Kliring Masih Relevan?
Kemunculan BI-FAST memang membuat transaksi antarbank menjadi jauh lebih cepat dan murah. Namun, bukan berarti kliring kehilangan fungsinya.
Masih banyak institusi, perusahaan, maupun organisasi yang memanfaatkan SKNBI untuk transaksi dengan karakteristik tertentu, terutama yang telah mengikuti prosedur administrasi dan jadwal pembayaran rutin.
Di sisi lain, Bank Indonesia terus mengembangkan sistem pembayaran nasional agar setiap metode memiliki fungsi yang saling melengkapi, bukan saling menggantikan.
Kesimpulan
Perbedaan kliring dan transfer terletak pada mekanisme penyelesaian transaksi. Transfer merupakan istilah umum perpindahan dana, sedangkan kliring adalah salah satu metode transfer antarbank yang diproses melalui Bank Indonesia menggunakan SKNBI.
Jika kamu membutuhkan dana masuk dalam hitungan detik, transfer instan menjadi pilihan terbaik. Namun, apabila transaksi tidak bersifat mendesak dan lebih mengutamakan efisiensi biaya, kliring masih menjadi solusi yang relevan hingga sekarang.
Memahami cara kerja sistem pembayaran membuat kamu dapat memilih metode transaksi yang paling sesuai, baik untuk kebutuhan pribadi, bisnis, maupun aktivitas investasi aset digital.
Itulah informasi menarik tentang Perbedaan Kliring Vs Transfer yang bisa kamu dalami lebih lanjut di kumpulan artikel kripto dari Indodax Academy. Selain mendapatkan insight mendalam lewat berbagai artikel edukasi crypto terpopuler, kamu juga bisa memperluas wawasan lewat kumpulan tutorial serta memilih dari beragam artikel populer yang sesuai minatmu.
Selain update pengetahuan, kamu juga bisa langsung pantau harga aset digital di Indodax Market seperti harga Bitcoin (BTC to IDR) atau aset lainnya dan ikuti perkembangan terkini lewat berita crypto terbaru. Untuk pengalaman trading lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading dari Indodax. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu nggak ketinggalan informasi penting seputar blockchain, aset kripto, dan peluang trading lainnya.
Kamu juga bisa ikutin berita terbaru kami lewat Google News agar akses informasi lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Maksimalkan aset kripto kamu dengan fitur INDODAX staking crypto, cara praktis buat dapetin penghasilan pasif dari aset yang disimpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
FAQ
- Apakah kliring sama dengan transfer?
Tidak. Transfer adalah istilah umum perpindahan dana, sedangkan kliring merupakan salah satu metode transfer antarbank.
- Mengapa kliring lebih lama?
Karena transaksi diproses secara berkala (batch) melalui sistem Bank Indonesia sebelum dana dikirim ke bank penerima.
- Apakah kliring lebih murah?
Pada banyak kasus, biaya administrasi kliring relatif lebih rendah dibanding metode transfer tertentu.
- Apakah kliring masih digunakan?
Ya. Kliring masih digunakan, terutama untuk transaksi bisnis dan pembayaran bernilai besar yang tidak membutuhkan penyelesaian instan.
- Apakah transfer kripto menggunakan kliring?
Transfer aset kripto antar-wallet menggunakan blockchain. Namun, ketika melakukan deposit atau penarikan rupiah melalui rekening bank, transaksi tetap bergantung pada sistem pembayaran perbankan yang berlaku.
Author: RZ





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
