Alternative Funds: Ini Jenis, Risiko, & Contohnya
icon search
icon search

Top Performers

Alternative Funds: Pilihan Investasi di Luar Saham & Obligasi, Apakah Cocok untuk Kamu?

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Alternative Funds: Pilihan Investasi di Luar Saham & Obligasi, Apakah Cocok untuk Kamu?

Alternative Funds: Pilihan Investasi di Luar Saham & Obligasi, Apakah Cocok untuk Kamu?

Daftar Isi

Tidak semua investor hanya menaruh uangnya di saham, obligasi, atau deposito. Banyak institusi keuangan besar hingga investor berpengalaman mulai mengalokasikan sebagian portofolionya ke instrumen yang disebut alternative funds

Alasannya sederhana: mereka mencari peluang imbal hasil yang berbeda sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pergerakan pasar tradisional.

Beberapa tahun terakhir, aset seperti properti, private equity, komoditas, hingga aset digital seperti Bitcoin semakin sering masuk dalam kategori investasi alternatif. Tren ini membuat istilah alternative funds semakin sering muncul dalam laporan investasi maupun strategi pengelolaan kekayaan.

Lalu, sebenarnya apa itu alternative funds? Mengapa instrumen ini dianggap berbeda dari reksa dana biasa? Berikut penjelasan lengkapnya.

 

Apa Itu Alternative Funds?

Alternative funds adalah kumpulan dana yang dikelola untuk diinvestasikan ke aset di luar instrumen tradisional seperti saham, obligasi, dan uang tunai. Tujuannya bukan hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memberikan diversifikasi sehingga portofolio tidak bergantung pada satu jenis aset saja.

Jika reksa dana saham berisi saham perusahaan publik, maka alternative funds dapat berisi berbagai aset seperti properti komersial, emas, karya seni, private equity, hedge fund, infrastruktur, hingga aset kripto.

Karena karakter asetnya berbeda, pola kenaikan dan penurunannya juga sering kali tidak sama dengan pasar saham. Hal inilah yang membuat banyak investor menggunakan alternative funds sebagai penyeimbang portofolio.

 

Mengapa Alternative Funds Semakin Populer?

Perubahan kondisi ekonomi global membuat banyak investor mulai mencari sumber keuntungan yang tidak terlalu dipengaruhi oleh indeks saham.

Ketika suku bunga naik atau pasar saham mengalami koreksi, beberapa aset alternatif justru mampu mempertahankan nilainya. Misalnya, emas sering dijadikan aset lindung nilai ketika ketidakpastian ekonomi meningkat.

Di sisi lain, munculnya teknologi blockchain juga membuka kategori baru dalam investasi alternatif. Bitcoin dan aset kripto lain kini mulai dipertimbangkan sebagai bagian dari diversifikasi oleh sejumlah institusi keuangan besar, meskipun tetap memiliki risiko yang tinggi.

Popularitas alternative funds juga meningkat karena semakin banyak platform investasi yang memudahkan masyarakat mengakses aset-aset yang sebelumnya hanya tersedia bagi investor bermodal besar.

 

Jenis-Jenis Alternative Funds

Setiap alternative funds memiliki fokus investasi yang berbeda. Berikut beberapa jenis yang paling umum ditemui.

1.Private Equity

Private equity berinvestasi pada perusahaan yang belum tercatat di bursa saham. Dana yang dikumpulkan digunakan untuk mengembangkan bisnis, melakukan ekspansi, atau meningkatkan nilai perusahaan sebelum akhirnya dijual atau melakukan IPO.

Investasi jenis ini biasanya memiliki jangka waktu panjang dan tidak mudah dicairkan.

2.Hedge Fund

Hedge fund merupakan dana investasi yang menggunakan berbagai strategi untuk menghasilkan keuntungan, mulai dari short selling, leverage, arbitrase, hingga perdagangan derivatif.

Karena strategi yang digunakan cukup kompleks, hedge fund umumnya ditujukan untuk investor profesional atau institusi.

3.Real Estate Fund

Dana investasi ini berfokus pada sektor properti, baik berupa gedung perkantoran, apartemen, pusat perbelanjaan, maupun proyek pembangunan lainnya.

Keuntungan dapat berasal dari kenaikan nilai properti maupun pendapatan sewa.

4.Commodity Fund

Commodity fund mengalokasikan dana ke berbagai komoditas seperti emas, perak, minyak, gas alam, gandum, hingga logam industri.

Harga komoditas biasanya dipengaruhi oleh kondisi geopolitik, inflasi, dan permintaan global.

5.Infrastructure Fund

Dana ini digunakan untuk membiayai proyek infrastruktur seperti jalan tol, bandara, pelabuhan, pembangkit listrik, hingga jaringan telekomunikasi.

Investasi infrastruktur dikenal memiliki periode investasi yang panjang namun mampu menghasilkan pendapatan yang relatif stabil.

6.Digital Asset Fund

Perkembangan teknologi blockchain juga membuka kategori baru dalam investasi kripto sebagai bagian dari investasi alternatif.

Contohnya saja berupa dana investasi yang berfokus pada aset digital, termasuk Bitcoin, Ethereum, dan aset kripto lainnya.

Nilainya memang sangat fluktuatif, tetapi potensi pertumbuhannya membuat kategori ini semakin diperhatikan oleh investor global.

 

Bagaimana Cara Kerjanya?

Secara sederhana, investor menyetor dana kepada manajer investasi atau pengelola dana.

Selanjutnya, pengelola akan memilih berbagai aset alternatif sesuai strategi investasi yang telah ditentukan. Investor tidak membeli aset tersebut secara langsung, melainkan memiliki kepemilikan atas dana investasi yang dikelola secara kolektif.

Sebagai contoh, sebuah alternative fund mungkin mengalokasikan:

  • 30% ke properti komersial
  • 25% ke private equity
  • 20% ke emas
  • 15% ke proyek infrastruktur
  • 10% ke aset digital

Komposisi tersebut dapat berubah sesuai kondisi ekonomi dan strategi pengelola dana.

 

Kelebihan Alternative Funds

Salah satu alasan utama investor memilih alternative funds adalah manfaat diversifikasi.

Ketika satu aset mengalami penurunan, aset lain belum tentu bergerak ke arah yang sama. Dengan demikian, risiko keseluruhan portofolio dapat menjadi lebih terkendali.

Selain itu, alternative funds juga menawarkan beberapa keunggulan lain.

  • Potensi keuntungan lebih tinggi dibanding beberapa instrumen tradisional.
  • Tidak sepenuhnya bergantung pada pergerakan pasar saham.
  • Membuka akses ke aset yang sebelumnya sulit dimiliki investor individu.
  • Cocok sebagai pelengkap portofolio investasi jangka panjang.
  • Memberikan variasi strategi investasi sesuai kondisi ekonomi.

 

Risiko Alternative Funds

Meski menawarkan peluang menarik, alternative funds bukan berarti bebas risiko.

Beberapa aset alternatif memiliki likuiditas yang rendah. Properti, misalnya, tidak dapat dijual secepat saham di bursa.

Selain itu, valuasi beberapa aset juga lebih sulit dilakukan karena tidak diperdagangkan setiap hari. Hal ini membuat penentuan harga terkadang bergantung pada penilaian independen.

Risiko lain yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Volatilitas tinggi pada aset tertentu seperti kripto.
  • Biaya pengelolaan yang lebih besar dibanding reksa dana konvensional.
  • Informasi yang tidak selalu transparan.
  • Periode investasi yang relatif panjang.
  • Membutuhkan analisis yang lebih mendalam sebelum berinvestasi.

Karena itu, alternative funds umumnya lebih cocok dijadikan bagian dari strategi diversifikasi, bukan satu-satunya instrumen investasi.

 

Contoh Penerapannya

Misalkan seorang investor memiliki dana Rp1 miliar.

Alih-alih seluruh dana ditempatkan di saham, ia membagi investasinya menjadi beberapa kategori:

  • 50% saham.
  • 20% obligasi.
  • 15% emas.
  • 10% Bitcoin.
  • 5% properti melalui real estate fund.

Ketika pasar saham mengalami tekanan, kenaikan harga emas atau aset lainnya dapat membantu mengurangi dampak penurunan nilai portofolio secara keseluruhan.

Strategi seperti ini cukup umum diterapkan oleh investor institusi maupun pengelola dana global.

 

Apakah Aset Kripto Termasuk Alternative Funds?

Aset kripto bukan alternative funds secara langsung, melainkan termasuk aset alternatif yang dapat menjadi isi dari sebuah alternative fund.

Misalnya, sebuah digital asset fund dapat mengelola dana investor dengan membeli Bitcoin, Ethereum, atau aset kripto lainnya sesuai kebijakan investasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah perusahaan investasi global mulai menyediakan produk yang memberi eksposur terhadap aset digital karena permintaan investor yang terus meningkat.

Meski demikian, volatilitas aset kripto jauh lebih tinggi dibanding instrumen investasi tradisional. Oleh sebab itu, alokasi terhadap aset ini biasanya disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor.

 

Siapa yang Cocok Berinvestasi di Alternative Funds?

Alternative funds umumnya sesuai bagi investor yang telah memiliki portofolio dasar dan ingin memperluas diversifikasi investasi.

Instrumen ini juga menarik bagi mereka yang memiliki tujuan investasi jangka panjang dan siap menghadapi fluktuasi nilai aset.

Namun, bagi investor pemula, memahami karakter setiap aset tetap menjadi langkah penting sebelum mengambil keputusan investasi. Potensi keuntungan yang lebih besar hampir selalu datang bersama tingkat risiko yang lebih tinggi.

 

Kesimpulan

Alternative funds adalah instrumen investasi yang mengalokasikan dana ke aset di luar saham, obligasi, dan kas. Jenis asetnya sangat beragam, mulai dari properti, private equity, komoditas, infrastruktur, hingga aset digital seperti Bitcoin.

Keunggulan utamanya terletak pada diversifikasi dan peluang memperoleh sumber keuntungan yang berbeda dalam portofolio investasi dibanding pasar tradisional.

Sebelum berinvestasi, pastikan kamu memahami karakter setiap instrumen dan menyesuaikannya dengan tujuan keuangan serta profil risiko pribadi. Diversifikasi yang baik bukan tentang memiliki semua jenis aset, melainkan memilih kombinasi yang sesuai dengan kebutuhan investasi.

 

Itulah informasi menarik tentang Alternative Funds yang bisa kamu dalami lebih lanjut di kumpulan artikel kripto dari Indodax Academy. Selain mendapatkan insight mendalam lewat berbagai artikel edukasi crypto terpopuler, kamu juga bisa memperluas wawasan lewat kumpulan tutorial serta memilih dari beragam artikel populer yang sesuai minatmu.

Selain update pengetahuan, kamu juga bisa langsung pantau harga aset digital di Indodax Market seperti harga Bitcoin (BTC to IDR) atau aset lainnya dan ikuti perkembangan terkini lewat berita crypto terbaru. Untuk pengalaman trading lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading dari Indodax. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu nggak ketinggalan informasi penting seputar blockchain, aset kripto, dan peluang trading lainnya.

Kamu juga bisa ikutin berita terbaru kami lewat Google News agar akses informasi lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan aset kripto kamu dengan fitur INDODAX staking crypto, cara praktis buat dapetin penghasilan pasif dari aset yang disimpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

Kontak Resmi CS Indodax

  • Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
  • Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
  • Email bantuan: [email protected]

Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

 

FAQ

  1. Apa yang dimaksud dengan alternative funds?
    Alternative funds adalah dana investasi yang ditempatkan pada aset di luar saham, obligasi, dan kas, seperti properti, komoditas, private equity, hingga aset digital.
  2. Apa tujuan utama alternative funds?
    Tujuannya adalah meningkatkan diversifikasi portofolio sekaligus mencari peluang keuntungan dari aset yang memiliki karakter berbeda dengan investasi tradisional.
  3. Apakah alternative funds selalu memberikan keuntungan lebih tinggi?
    Tidak. Potensi keuntungan memang bisa lebih besar, tetapi risikonya juga cenderung lebih tinggi dibanding investasi konvensional.
  4. Apakah Bitcoin termasuk alternative funds?
    Bitcoin bukan alternative funds, tetapi merupakan aset alternatif yang dapat menjadi bagian dari portofolio sebuah alternative fund.
  5. Siapa yang cocok menggunakan alternative funds?
    Investor yang ingin melakukan diversifikasi portofolio dan memiliki horizon investasi jangka panjang umumnya lebih cocok mempertimbangkan instrumen ini.

 

Author: RZ 

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

 

Lebih Banyak dari Tutorial

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
BIRB/IDR
Moonbirds
1.699
80.17%
TLM/IDR
Alien Worl
21
40%
LOOKS/IDR
LooksRare
4
33.33%
CHT/IDR
CyberHarbo
4
33.33%
MPRO/IDR
Max Proper
4
33.33%
Nama Harga 24H Chg
KUNCI/IDR
Kunci Coin
1
-50%
WTEC/IDR
World Trad
1
-50%
VOLT/USDT
Volt Inu
0
-25%
SKYAI/IDR
SKYAI
1.520
-24.94%
STIK/IDR
Staika
198
-24.71%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Pool Account: Cara Kerjanya, Fungsi, & Mengapa Banyak Perusahaan Menggunakannya?
02/07/2026
Pool Account: Cara Kerjanya, Fungsi, & Mengapa Banyak Perusahaan Menggunakannya?

Saat mendengar istilah pool account, sebagian orang mungkin mengira ini

02/07/2026
Alternative Funds: Pilihan Investasi di Luar Saham & Obligasi, Apakah Cocok untuk Kamu?
02/07/2026
Alternative Funds: Pilihan Investasi di Luar Saham & Obligasi, Apakah Cocok untuk Kamu?

Tidak semua investor hanya menaruh uangnya di saham, obligasi, atau

02/07/2026
5 Perbedaan Margin dan Profit dalam Trading Crypto yang Sering Disalahpahami Trader
02/07/2026
5 Perbedaan Margin dan Profit dalam Trading Crypto yang Sering Disalahpahami Trader

Di layar trading, margin dan profit sering kelihatan berdampingan, tapi

02/07/2026