Perbedaan Salam dan Istishna: Pengertian & Contohnya
icon search
icon search

Top Performers

Perbedaan Salam dan Istishna: Memahami Dua Akad Syariah di Era Ekonomi Digital

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Perbedaan Salam dan Istishna: Memahami Dua Akad Syariah di Era Ekonomi Digital

Perbedaan Salam dan Istishna Pengertian & Contohnya

Daftar Isi

Saat memesan barang yang belum tersedia, tidak semua transaksi dalam ekonomi syariah menggunakan akad yang sama. Dua akad yang paling sering digunakan adalah akad salam dan akad istishna.

Sekilas keduanya memang mirip karena sama-sama melibatkan pemesanan barang. Namun, keduanya memiliki perbedaan mendasar yang memengaruhi cara transaksi dilakukan.

Banyak orang mengira perbedaannya hanya terletak pada sistem pembayaran. Padahal, yang membedakan juga mencakup jenis barang, proses produksi, tujuan transaksi, hingga contoh penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. 

Memahami perbedaan ini penting agar kamu dapat memilih akad yang sesuai, baik untuk kebutuhan bisnis maupun pembiayaan syariah.

 

Apa Perbedaan Salam dan Istishna?

Apa Perbedaan Salam dan Istishna?

Sumber Chat Ai

Berikut di bawah ini adalah beberapa perbedaan antara salam dan istishna seperti dikutip dari website nu.or.id:

1. Perbedaan dari Jenis Barang

Ini merupakan pembeda paling mendasar.

Pada akad salam, barang yang dipesan umumnya sudah memiliki standar yang jelas. 

Misalnya, 10 ton gabah dengan kualitas tertentu atau 5 ton kopi dengan spesifikasi yang telah disepakati. Barang tersebut memang belum diserahkan saat akad dilakukan, tetapi karakteristiknya sudah dapat ditentukan sejak awal.

Sebaliknya, akad istishna digunakan ketika barang tersebut belum ada dan harus dibuat terlebih dahulu. 

Contohnya adalah pembangunan rumah, pembuatan kapal, kitchen set, mesin industri, atau furnitur sesuai desain pemesan.

Singkatnya, salam berfokus pada barang yang spesifikasinya sudah baku, sedangkan istishna berfokus pada proses pembuatan barang.

 

2. Perbedaan dari Tujuan Transaksi

Akad salam bertujuan memberikan kepastian terhadap barang yang akan diterima di masa depan. Model ini banyak digunakan pada sektor pertanian dan perdagangan komoditas karena membantu produsen memperoleh kepastian transaksi sebelum barang tersedia.

Sementara itu, akad istishna bertujuan memenuhi kebutuhan barang yang belum ada dan baru akan diproduksi sesuai permintaan pembeli. Karena itu, akad ini lebih banyak ditemui pada sektor konstruksi, manufaktur, dan industri kreatif.

 

3. Perbedaan dari Proses Produksi

Dalam akad salam, proses produksi bukan bagian utama akad. Penjual hanya berkewajiban menyerahkan barang sesuai spesifikasi yang telah disepakati pada waktu yang ditentukan.

Sebaliknya, dalam akad istishna, proses produksi justru menjadi inti transaksi. Penjual bertanggung jawab membuat barang sesuai desain, ukuran, atau spesifikasi yang diminta pembeli.

Inilah alasan mengapa pembangunan rumah atau pembuatan kapal tidak menggunakan akad salam, melainkan istishna.

 

4. Perbedaan dari Mekanisme Pembayaran

Perbedaan berikutnya terletak pada mekanisme pembayaran.

Dalam akad salam terdapat ketentuan pembayaran yang mengikuti prinsip-prinsip akad salam sebagaimana dijelaskan dalam fiqih muamalah.

Sementara itu, akad istishna memberikan ruang yang lebih fleksibel sehingga pembayaran dapat disesuaikan berdasarkan kesepakatan para pihak selama tetap memenuhi ketentuan syariah.

Meskipun aspek ini sering dianggap sebagai pembeda utama, sebenarnya pembayaran hanyalah salah satu dari beberapa karakteristik yang membedakan kedua akad.

 

5. Perbedaan dari Contoh Penggunaan

Contoh paling mudah adalah sebagai berikut.

Akad Salam

  • Pemesanan gabah sebelum panen.
  • Pemesanan kopi sebelum masa panen.
  • Pemesanan beras dalam jumlah besar.
  • Pemesanan hasil perkebunan.

Akad Istishna

  • Pembangunan rumah.
  • Pembuatan kapal.
  • Pembuatan furnitur.
  • Produksi mesin industri.
  • Pembuatan seragam perusahaan.

Melalui contoh tersebut, kamu akan lebih mudah menentukan akad yang sesuai berdasarkan jenis transaksi yang dilakukan.

 

Perbedaan Salam dan Istishna Secara Singkat

Cara termudah memahami kedua akad ini adalah melalui perbandingan berikut.

Aspek Akad Salam Akad Istishna
Tujuan transaksi Memesan barang yang spesifikasinya sudah ditentukan Memesan barang yang harus dibuat terlebih dahulu
Jenis barang Barang standar atau komoditas Barang custom atau hasil produksi
Proses produksi Tidak menjadi fokus utama Menjadi bagian utama transaksi
Pembayaran Mengikuti ketentuan akad salam Dapat disepakati sesuai kebutuhan para pihak
Contoh Gabah, beras, kopi, hasil panen Rumah, kapal, furnitur, mesin, seragam

Dari tabel di atas terlihat bahwa perbedaan terbesar bukan hanya soal pembayaran, tetapi juga pada karakter barang yang diperjualbelikan. Jika barang memang harus dibuat sesuai pesanan, maka akad yang digunakan adalah istishna. 

 

Kapan Sebaiknya Menggunakan Akad Salam dan Istishna?

Jika masih bingung memilih akad yang tepat, gunakan panduan sederhana berikut.

Gunakan akad salam apabila:

  • Barang sudah memiliki spesifikasi yang jelas.
  • Barang akan diserahkan pada waktu yang telah disepakati.
  • Transaksi berkaitan dengan komoditas atau hasil produksi yang sifatnya standar.

Gunakan akad istishna apabila:

  • Barang harus dibuat terlebih dahulu.
  • Pembeli menentukan desain atau spesifikasi khusus.
  • Transaksi melibatkan proses produksi atau pembangunan.

Dengan memahami prinsip ini, kamu tidak perlu menghafal definisi setiap akad. Cukup lihat karakter barang dan tujuan transaksinya, maka pilihan akad akan menjadi lebih jelas.

 

Kesalahan yang Sering Terjadi

Kesalahan pertama adalah menganggap semua transaksi pre-order otomatis menggunakan akad salam.

Padahal, jika barang yang dipesan harus diproduksi sesuai permintaan, maka transaksi tersebut lebih tepat menggunakan akad istishna.

Kesalahan kedua adalah hanya melihat sistem pembayaran. Padahal, pembayaran bukan satu-satunya pembeda. Karakter barang, proses produksi, dan tujuan transaksi justru menjadi faktor yang lebih menentukan.

Kesalahan berikutnya adalah menyamakan seluruh transaksi digital dengan akad tertentu. Padahal, media transaksi tidak menentukan jenis akad. Yang menentukan adalah substansi transaksi yang dilakukan.

 

Mengapa Salam dan Istishna Masih Relevan di Era Ekonomi Digital?

Meski lahir dari konsep fiqih muamalah yang telah ada sejak lama, kedua akad ini tetap relevan dalam berbagai model bisnis modern.

Saat ini, pemesanan barang dilakukan melalui marketplace, aplikasi, maupun platform digital, tetapi prinsip dasarnya tetap sama, yaitu adanya kejelasan spesifikasi, hak dan kewajiban para pihak, serta kepastian penyerahan barang.

Contohnya, perusahaan dapat memesan mesin produksi secara khusus melalui kontrak digital menggunakan prinsip yang sejalan dengan akad istishna. 

Sementara itu, koperasi atau pelaku usaha dapat melakukan pemesanan komoditas pertanian dengan prinsip akad salam selama memenuhi ketentuan syariah.

 

Bagaimana Blockchain Mendukung Transparansi Kontrak?

Perkembangan teknologi blockchain menunjukkan bahwa inovasi digital tidak hanya digunakan dalam aset kripto. Blockchain juga dapat dimanfaatkan sebagai sistem pencatatan data yang transparan dan sulit diubah.

Dalam transaksi berbasis akad, blockchain berpotensi membantu mencatat proses pemesanan, progres pekerjaan, hingga penyerahan barang sehingga seluruh pihak memiliki jejak transaksi yang sama. 

Meski demikian, blockchain bukan pengganti akad syariah, melainkan teknologi pendukung untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan kontrak.

 

Kesimpulan

Perbedaan salam dan istishna tidak hanya terletak pada sistem pembayaran. Yang lebih penting adalah memahami karakter barang, tujuan transaksi, serta proses pemenuhannya

Akad salam digunakan ketika barang sudah memiliki spesifikasi yang jelas dan akan diserahkan di kemudian hari, sedangkan akad istishna digunakan ketika barang harus diproduksi terlebih dahulu sesuai permintaan pembeli.

Di era ekonomi digital, kedua akad tersebut tetap relevan karena prinsip-prinsipnya masih dapat diterapkan dalam berbagai model bisnis modern. 

Teknologi seperti blockchain pun dapat berperan sebagai pendukung transparansi pencatatan kontrak tanpa mengubah ketentuan dasar dalam fiqih muamalah.

 

Itulah informasi menarik tentang Perbedaan salam dan istishna yang bisa kamu dalami lebih lanjut di kumpulan artikel kripto dari Indodax Academy. Selain mendapatkan insight mendalam lewat berbagai artikel edukasi crypto terpopuler, kamu juga bisa memperluas wawasan lewat kumpulan tutorial serta memilih dari beragam artikel populer yang sesuai minatmu.

Selain update pengetahuan, kamu juga bisa langsung pantau harga aset digital di Indodax Market seperti harga Bitcoin (BTC to IDR) atau aset lainnya dan ikuti perkembangan terkini lewat berita crypto terbaru. Untuk pengalaman trading lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading dari Indodax. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu nggak ketinggalan informasi penting seputar blockchain, aset kripto, dan peluang trading lainnya.

Kamu juga bisa ikutin berita terbaru kami lewat Google News agar akses informasi lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan aset kripto kamu dengan fitur INDODAX staking crypto, cara praktis buat dapetin penghasilan pasif dari aset yang disimpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

Kontak Resmi CS Indodax

  • Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
  • Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
  • Email bantuan: [email protected]

Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

Follow IG Indodax

 

 

FAQ

1. Apakah akad salam dan istishna sama-sama termasuk jual beli pesanan?

Ya. Keduanya merupakan akad jual beli pesanan dalam fiqih muamalah. Perbedaannya terletak pada karakter barang yang diperjualbelikan. Akad salam digunakan untuk barang yang spesifikasinya sudah jelas, sedangkan akad istishna digunakan untuk barang yang harus dibuat terlebih dahulu sesuai pesanan.

2. Mengapa pembangunan rumah menggunakan akad istishna?

Karena rumah belum tersedia saat akad dilakukan dan harus dibangun sesuai desain serta spesifikasi yang disepakati. Dalam kondisi seperti ini, proses produksi menjadi bagian utama transaksi sehingga lebih sesuai menggunakan akad istishna.

3. Apakah hasil pertanian lebih cocok menggunakan akad salam?

Umumnya iya. Komoditas seperti gabah, beras, kopi, atau hasil panen lainnya memiliki spesifikasi yang dapat ditentukan sejak awal sehingga lebih sesuai menggunakan akad salam, selama memenuhi ketentuan syariah yang berlaku.

4. Apakah transaksi pre-order selalu menggunakan akad salam?

Tidak. Transaksi pre-order tidak otomatis menggunakan akad salam. Jika barang yang dipesan harus diproduksi atau dibuat khusus sesuai permintaan pembeli, maka akad yang lebih tepat adalah istishna. Karena itu, karakter barang perlu dipahami terlebih dahulu sebelum menentukan jenis akad.

5. Apakah teknologi blockchain dapat menggantikan akad salam atau istishna?

Tidak. Blockchain hanya berfungsi sebagai teknologi pendukung untuk mencatat transaksi secara lebih transparan dan mudah diaudit. Keabsahan akad tetap ditentukan oleh terpenuhinya rukun dan syarat dalam fiqih muamalah, bukan oleh teknologi yang digunakan.

6. Apa manfaat memahami perbedaan salam dan istishna bagi pelaku usaha?

Memahami kedua akad membantu pelaku usaha memilih mekanisme transaksi yang sesuai dengan karakter bisnisnya. Selain meningkatkan kepastian dalam bertransaksi, pemilihan akad yang tepat juga dapat mengurangi potensi kesalahpahaman antara penjual dan pembeli.

 

Author: AL 

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

Lebih Banyak dari Lainnya

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
VBG/IDR
Vibing
5
66.67%
VANRY/IDR
Vanar Chai
136
49.45%
BLUR/IDR
Blur
357
34.72%
RDNT/IDR
Radiant Ca
13
30%
FLOKI/USDT
Floki
0
29.57%
Nama Harga 24H Chg
WTEC/IDR
World Trad
1
-50%
B/IDR
BUILDon
3.080
-25.82%
DEFI/IDR
DeFi
3
-25%
LOOKS/IDR
LooksRare
3
-25%
RIVER/IDR
River
63.264
-21.84%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Perbedaan Salam dan Istishna: Memahami Dua Akad Syariah di Era Ekonomi Digital
07/07/2026
Perbedaan Salam dan Istishna: Memahami Dua Akad Syariah di Era Ekonomi Digital

Saat memesan barang yang belum tersedia, tidak semua transaksi dalam

07/07/2026
Perbedaan Pasar Perdana Vs Pasar Sekunder: Mana yang Lebih Cocok untuk Investor Pemula?
07/07/2026
Perbedaan Pasar Perdana Vs Pasar Sekunder: Mana yang Lebih Cocok untuk Investor Pemula?

Memahami Perbedaannya Bisa Membantu Kamu Mengambil Keputusan Investasi yang Lebih

07/07/2026
Perbedaan PayLater dan Pinjol, Jangan Sampai Keliru
06/07/2026
Perbedaan PayLater dan Pinjol, Jangan Sampai Keliru

Banyak orang masih menganggap PayLater dan pinjaman online (pinjol) adalah

06/07/2026