Solana (SOL) dinilai memiliki peluang untuk memperkecil bahkan menyalip dominasi Ethereum dalam beberapa tahun ke depan, terutama di pasar aset dunia nyata yang ditokenisasi atau real-world assets (RWA).
Namun, peluang tersebut bergantung pada sejumlah faktor, mulai dari peningkatan performa jaringan, perubahan tokenomik, hingga keberhasilan menarik institusi keuangan.
Melansir The Motley Fool, persaingan blockchain dalam beberapa tahun ke depan diperkirakan tidak lagi hanya berfokus pada kecepatan transaksi.
Menurut analis, penentu utamanya adalah kemampuan menjadi infrastruktur perdagangan aset tokenisasi, mulai dari saham, obligasi, hingga instrumen keuangan lainnya.
Tokenized Stock Jadi Medan Pertarungan Baru
Pasar tokenized stock atau saham yang ditokenisasi diperkirakan menjadi salah satu sektor paling potensial dalam industri blockchain beberapa tahun mendatang.
Saat ini, Solana telah menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Berdasarkan data yang dikutip Motley Fool, jaringan tersebut telah memiliki lebih dari 300.000 pemegang aset dunia nyata (RWA) dan menguasai sekitar 96% volume perdagangan spot tokenized equity pada Juni 2026.
Meski demikian, Ethereum masih menjadi pemimpin dari sisi total nilai aset yang ditokenisasi.
Nilai aset tokenisasi yang berada di jaringan Ethereum mencapai sekitar US$15,5 miliar, sedangkan Solana masih berada di kisaran US$3,3 miliar.
Artinya, Solana unggul dari sisi aktivitas perdagangan, sementara Ethereum masih lebih dominan dalam jumlah aset yang tersimpan di ekosistemnya.
Baca juga berita terkait: Fee Ethereum Anjlok 51%, Tapi Aktivitas dan Staking Justru Cetak Rekor
Upgrade Alpenglow Jadi Penentu
Salah satu faktor yang dinilai dapat memperkuat posisi Solana adalah implementasi Alpenglow, pembaruan besar pada mekanisme konsensus jaringan.
Upgrade ini dirancang untuk memangkas waktu finalitas transaksi dari sekitar 12,8 detik menjadi hanya sekitar 150 milidetik.
Apabila implementasinya berjalan sesuai rencana, Solana akan mampu memproses transaksi dengan latensi yang jauh lebih rendah dan meningkatkan kemampuan menangani aktivitas perdagangan dalam skala besar.
Teknologi tersebut dinilai penting apabila Solana ingin bersaing dengan bursa kripto terpusat (centralized exchange/CEX) maupun menjadi infrastruktur utama perdagangan saham tokenisasi.
Perubahan Tokenomik Berpotensi Kurangi Tekanan Suplai
Selain peningkatan teknologi, Solana juga tengah membahas sejumlah proposal tata kelola (governance) yang berpotensi mengubah tokenomik SOL.
Proposal SIMD-0550 mengusulkan percepatan penurunan penerbitan token baru.
Jika saat ini laju inflasi token turun sekitar 15% per tahun, proposal tersebut ingin meningkatkannya menjadi 30% per tahun, sehingga sekitar 18,9 juta SOL diperkirakan tidak akan masuk ke sirkulasi dibanding skema saat ini.
Sementara itu, proposal SIMD-0553 bertujuan meningkatkan jumlah token SOL yang dibakar (burn) setiap hari dari sekitar 648 SOL menjadi kisaran 7.500 hingga 9.000 SOL.
Apabila kedua proposal tersebut disetujui, tekanan suplai terhadap SOL berpotensi berkurang sehingga dapat memberikan dukungan positif terhadap harga dalam jangka panjang.
Namun, Motley Fool mengingatkan bahwa belum ada jaminan proposal tersebut akan lolos. Sebelumnya, proposal serupa yakni SIMD-0228 gagal mendapatkan persetujuan komunitas pada Maret 2025.
Baca lainnya: 3 Sinyal Bullish Cardano (ADA) yang Bikin Harga Berpeluang Naik Lagi
Tiga Skenario Masa Depan Solana
Motley Fool menggambarkan tiga kemungkinan perkembangan Solana dalam beberapa tahun ke depan.
Pada skenario optimistis (bull case), Alpenglow berhasil meningkatkan performa jaringan, proposal tokenomik disetujui, dan Solana mampu memperluas pangsa pasar tokenized stock serta aset dunia nyata lainnya.
Dalam kondisi tersebut, Solana dinilai berpotensi menjadi salah satu blockchain utama bagi institusi keuangan.
Skenario dasar (base case) memperkirakan sebagian proposal diterapkan, sementara Ethereum tetap mempertahankan dominasi di beberapa sektor. Meski demikian, Solana diperkirakan masih memiliki nilai yang lebih tinggi dibanding saat ini.
Sementara pada skenario pesimistis (bear case), kegagalan proposal governance dapat mengurangi kepercayaan institusi terhadap Solana sehingga mereka memilih blockchain lain sebagai infrastruktur tokenisasi aset.
Kesimpulan
Prospek Solana dalam tiga tahun ke depan dinilai tidak hanya bergantung pada pergerakan harga SOL, tetapi juga pada kemampuannya menjadi fondasi utama bagi perdagangan aset tokenisasi.
Keberhasilan upgrade Alpenglow, reformasi tokenomik, serta pertumbuhan pasar tokenized stock diperkirakan menjadi tiga faktor utama yang akan menentukan apakah Solana mampu memperkecil jarak, bahkan bersaing lebih ketat dengan Ethereum pada akhir dekade ini.
Perlu dicatat bahwa seluruh skenario tersebut merupakan analisis dari Motley Fool berdasarkan perkembangan teknologi dan kondisi pasar saat ini, sehingga bukan merupakan prediksi yang pasti.
FAQ
- Apa itu tokenized stock?
Tokenized stock adalah representasi digital dari saham yang diterbitkan di atas jaringan blockchain. Aset ini memungkinkan perdagangan saham dilakukan secara lebih cepat, transparan, dan berpotensi tersedia selama 24 jam. - Mengapa Solana dianggap cocok untuk tokenized stock?
Solana memiliki biaya transaksi rendah dan kecepatan pemrosesan tinggi. Dengan upgrade Alpenglow, waktu finalitas transaksi ditargetkan turun menjadi sekitar 150 milidetik, sehingga lebih sesuai untuk aktivitas perdagangan berfrekuensi tinggi. - Apakah Solana sudah mengalahkan Ethereum?
Belum. Solana unggul dalam volume perdagangan tokenized equity, tetapi Ethereum masih memimpin dari sisi total nilai aset tokenisasi yang beredar di jaringannya. - Apa itu Alpenglow di jaringan Solana?
Alpenglow merupakan pembaruan mekanisme konsensus Solana yang dirancang untuk meningkatkan kecepatan finalitas transaksi sekaligus meningkatkan efisiensi jaringan dalam menangani aktivitas perdagangan berskala besar. - Apa dampak proposal SIMD-0550 dan SIMD-0553 terhadap SOL?
Kedua proposal tersebut bertujuan mengurangi tekanan suplai SOL melalui perlambatan penerbitan token baru dan peningkatan jumlah token yang dibakar. Jika diterapkan, perubahan ini berpotensi mendukung nilai SOL dalam jangka panjang, meski tetap bergantung pada kondisi pasar dan hasil voting komunitas.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita Ethereum, #Berita Solana, #Berita Blockchain






Polkadot 2.25%
BNB 0.30%
Solana 4.19%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


