Apa yang membuat nama Michelle Bowman penting untuk kamu yang berinvestasi di aset kripto? Jawabannya sederhana: ia duduk di pusat pengambilan keputusan bank sentral AS (The Fed) dan membawa perspektif “bank komunitas” yang unik.
Di 2025, ia juga menjabat sebagai Vice Chair for Supervision, posisi strategis yang membentuk arah pengawasan, inovasi perbankan, hingga sikap regulator terhadap aset digital. Saat kebijakan moneter berubah, likuiditas pasar dan selera risiko ikut bergeser—dan kripto sering jadi “termometer” yang cepat merespons.
Siapa Michelle Bowman?
Bowman adalah anggota Dewan Gubernur The Fed sejak 2018 dan dikenal sebagai figur pertama yang menduduki “kursi bank komunitas”—kursi yang diciptakan undang-undang untuk memastikan suara bank kecil terdengar dalam kebijakan.
Latar belakangnya sebagai Kansas State Bank Commissioner dan keluarga perbankan lintas generasi membentuk gaya pandangnya: kebijakan harus efektif, tapi tetap mempertimbangkan realitas operasional bank di lapangan.
Pada 9 Juni 2025, dia ditetapkan sebagai Vice Chair for Supervision untuk masa empat tahun. Dengan masa jabatan gubernur sampai 2034, pengaruhnya dalam pembahasan moneter dan regulasi masih akan panjang.
Peran Bowman di The Fed: Pengawasan, Inovasi, dan Aset Digital
Sebagai Vice Chair for Supervision, Bowman berada di garda depan pengawasan perbankan. Di 2025, ia mendorong pendekatan yang lebih “tailored”—aturan disesuaikan dengan tingkat risiko dan konteks, bukan satu ukuran untuk semua.
Ia juga menekankan pentingnya kejelasan regulasi agar inovasi (AI, tokenisasi aset, hingga layanan kustodian aset digital) bisa tumbuh tanpa mengorbankan keamanan dan stabilitas.
Sikapnya terhadap aset digital cenderung pragmatis: dorong dialog terbuka bank-regulator, akui potensi tokenisasi untuk mempercepat transfer kepemilikan dan pembayaran grosir lintas batas, dan dorong kerangka kerja yang jelas untuk stablecoin.
Intinya, bukan pro atau anti kripto semata—melainkan pro kejelasan aturan agar risiko dapat dikelola dan manfaatnya bisa masuk ke sistem keuangan arus utama.
Pandangan Kebijakan Moneter Terkini
Di pertemuan FOMC 29–30 Juli 2025, Bowman termasuk dua gubernur yang “dissent”—berbeda pandangan dari mayoritas yang menahan suku bunga. Ia lebih memilih pemangkasan 25 bps.
Alasannya: setelah menilai data inflasi yang mendekati target (jika efek sementara seperti tarif disisihkan) dan tanda-tanda pendinginan di pasar tenaga kerja, ia melihat ruang untuk mulai kalibrasi menuju tingkat yang lebih netral.
Dissent ini penting karena memberi sinyal bahwa sebagian pembuat kebijakan melihat risiko “menahan terlalu lama” sama berharganya untuk diwaspadai seperti risiko “melonggarkan terlalu cepat”.
Dampaknya ke Pasar Kripto
- Jalur likuiditas dan selera risiko.
Saat suku bunga turun atau pasar menilai jalur penurunan suku bunga makin jelas, biaya peluang memegang aset non-yield seperti BTC berkurang. Likuiditas yang lebih longgar sering mendorong arus masuk ke aset berisiko, termasuk kripto.
- Dolar dan kurva imbal hasil.
Ekspektasi pemotongan suku bunga dapat menekan dolar AS dan menurunkan imbal hasil obligasi, kondisi yang historisnya mendukung reli aset “beta tinggi”. Volatilitas kripto bisa meningkat saat pasar mem-price-in jalur kebijakan baru.
- Regulasi yang lebih jelas, hambatan lebih kecil.
Di sisi pengawasan, dorongan Bowman untuk kepastian aturan—termasuk kerangka stablecoin dan tokenisasi—berpotensi membuka kanal kemitraan bank-kripto yang lebih sehat.
Jika bank lebih nyaman menyediakan kustodian atau layanan pembayaran berbasis blockchain, friksi “de-banking” dapat menyusut dan akses ritel meningkat.
- Diferensiasi intra-kripto.
BTC biasanya merespons lebih dulu sebagai “proxy likuiditas makro”, diikuti altcoin dengan beta lebih tinggi.
Namun, koin yang terkait use-case pembayaran (mis. stablecoin infrastruktur) dan proyek tokenisasi berpeluang mendapat katalis tambahan dari kebijakan pengawasan yang pro-kejelasan.
Apa Artinya untuk Ekosistem Kripto Indonesia?
Likuiditas global penting untuk harga aset kripto di bursa lokal. Jika The Fed mulai memangkas secara terukur, kamu bisa melihat perbaikan sentimen dan volume perdagangan. Namun, volatilitas kurs USD/IDR dan kebijakan domestik tetap relevan—jadi gunakan strategi yang menimbang faktor global dan lokal sekaligus.
Di sisi infrastruktur, dorongan internasional untuk kejelasan stablecoin dan tokenisasi akan menginspirasi diskusi di banyak yurisdiksi, termasuk peluang kemitraan bank-kripto yang lebih matang.
Kesimpulan
Michelle Bowman membawa perspektif bank komunitas ke jantung The Fed dan kini memegang peran kunci dalam pengawasan—sekaligus bicara gamblang soal pentingnya kepastian regulasi untuk inovasi seperti tokenisasi dan stablecoin.
Di moneter, dissent-nya pada Juli 2025 menandai kesiapan sebagian pembuat kebijakan untuk mulai memangkas suku bunga dengan terukur. Bagi pasar kripto, kombinasi likuiditas yang membaik dan regulasi yang lebih jelas adalah angin pendorong, meski tetap dibalut volatilitas.
Kuncinya buat kamu: siapkan peta skenario, disiplin risiko, dan peka pada sinyal kebijakan—karena di kripto, kecepatan membaca arah sering jadi pembeda hasil.
Itulah informasi menarik tentang Blockchain yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market.
Untuk pengalaman trading yang lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading kami di INDODAX. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital, teknologi blockchain, dan berbagai peluang trading lainnya hanya di INDODAX Academy.
Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan.
Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
FAQ
- Siapa Michelle Bowman di The Fed?
Ia adalah anggota Dewan Gubernur sejak 2018 dan sejak 9 Juni 2025 menjabat sebagai Vice Chair for Supervision—posisi yang mengarahkan pengawasan bank dan kebijakan terkait inovasi finansial. - Apakah Bowman “pro-kripto”?
Ia cenderung pro-kejelasan regulasi. Bowman melihat nilai tokenisasi dan pentingnya kerangka stablecoin, namun tetap menekankan keamanan, kepatuhan, dan stabilitas sistem. - Mengapa dissent Juli 2025 penting?
Dissent menunjukkan sebagian pembuat kebijakan siap memulai pemangkasan suku bunga 25 bps, sinyal yang memengaruhi ekspektasi likuiditas dan, pada gilirannya, sentimen kripto. - Bagaimana suku bunga The Fed memengaruhi Bitcoin?
Ekspektasi suku bunga lebih rendah menurunkan biaya peluang memegang aset non-yield, meningkatkan selera risiko, dan sering menjadi katalis reli kripto—namun tetap rentan volatilitas data makro.
Author: ON