Solana (SOL) kembali masuk radar pasar kripto menjelang akhir 2025. Dalam 90 hari terakhir, performa harga Solana tercatat mengungguli Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), di tengah kondisi pasar yang masih cenderung fluktuatif.
Di balik pergerakan tersebut, analis menyoroti dua faktor utama yang dinilai bisa menjadi katalis penting bagi Solana sebelum memasuki 2026.
Dua faktor ini bukan sekadar sentimen jangka pendek, melainkan berkaitan langsung dengan regulasi dan kekuatan fundamental jaringan.
Baca berikutnya: Prediksi Harga Solana 2025-2030: Bisakah Menuju $500?
1. ETF Spot Solana Tinggal Menunggu Waktu
Perhatian pasar terhadap Solana menguat seiring perkembangan pengajuan ETF spot di Amerika Serikat. Hingga akhir Oktober 2025, terdapat tujuh pengajuan ETF spot Solana yang masih menunggu persetujuan regulator.
Pengajuan tersebut datang dari sejumlah manajer aset besar seperti VanEck, 21Shares, Bitwise, hingga Fidelity.
Proses persetujuan ETF ini sempat tertahan akibat penghentian sementara operasional pemerintah federal AS.
Namun, konsensus di kalangan pelaku pasar menilai bahwa begitu aktivitas regulator kembali normal, persetujuan ETF berpotensi menjadi salah satu agenda prioritas.
Optimisme tersebut juga diperkuat oleh perkembangan global. ETF spot Solana sebelumnya telah mendapatkan lampu hijau di Hong Kong, yang dipandang sebagai sinyal positif bagi peluang persetujuan di pasar AS.
Jika ETF ini resmi meluncur, pasar memperkirakan masuknya dana institusional dalam skala besar. JPMorgan sempat memperkirakan potensi arus dana hingga US$6 miliar ke ekosistem Solana apabila ETF spot disetujui.
Aliran dana institusional semacam ini berpotensi meningkatkan likuiditas sekaligus eksposur Solana di pasar keuangan arus utama.
2. Aktivitas On-Chain dan Pendapatan Ekosistem Melonjak
Selain faktor regulasi, kekuatan fundamental jaringan menjadi alasan kedua yang disorot analis. Laporan terbaru dari 21Shares mencatat bahwa dalam 12 bulan terakhir, ekosistem blockchain Solana menghasilkan pendapatan mendekati US$3 miliar.
Pendapatan tersebut tidak bergantung pada satu sektor saja. Aktivitas perdagangan, meme coin, DeFi, DePIN, hingga pengembangan berbasis kecerdasan buatan turut berkontribusi terhadap pertumbuhan tersebut.
Diversifikasi ini menunjukkan bahwa Solana tidak hanya berfungsi sebagai aset kripto, tetapi juga sebagai ekosistem blockchain dengan banyak sumber nilai ekonomi.
Lonjakan aktivitas ini turut mengubah persepsi pasar terhadap Solana. Jaringan ini kini semakin dipandang sebagai salah satu ekosistem blockchain paling aktif dan dinamis, bukan sekadar pesaing alternatif bagi jaringan layer-1 lain.
Baca selanjutnya: 5 Kripto Layer-1 Paling Solid untuk Investasi Jangka Panjang
Upgrade Besar Jadi Faktor Pendukung Tambahan
Melansir dari The Motley Fool, Solana juga dijadwalkan menjalani pembaruan jaringan besar dengan nama sandi Alpenglow pada awal 2026.
Pembaruan ini disebut sebagai salah satu peningkatan paling signifikan dalam sejarah Solana, dengan fokus pada efisiensi dan kecepatan jaringan.
Solana sebelumnya mengklaim mampu mencapai kecepatan pemrosesan teoritis hingga 100.000 transaksi per detik.
Jika peningkatan ini berjalan sesuai rencana, daya saing teknis Solana berpotensi semakin kuat di tengah ketatnya persaingan blockchain layer-1.
Kesimpulan
Menjelang pergantian tahun 2026, perhatian pasar terhadap Solana tidak datang tanpa alasan.
Potensi persetujuan ETF spot dan lonjakan pendapatan on-chain menjadi dua katalis utama yang dinilai dapat memengaruhi arah Solana ke depan.
Meski tetap dikategorikan sebagai aset kripto berisiko, kombinasi faktor regulasi dan fundamental membuat Solana kembali dipertimbangkan oleh analis sebagai salah satu jaringan yang patut diawasi menjelang 2026.
FAQ
- Apa itu ETF spot Solana dan mengapa penting?
ETF spot Solana adalah produk investasi yang memungkinkan investor mendapatkan eksposur langsung ke harga Solana tanpa harus menyimpan aset kripto secara langsung. Kehadirannya dinilai penting karena dapat membuka akses investor institusional ke Solana. - Apakah ETF Solana sudah disetujui di Amerika Serikat?
Hingga akhir Oktober 2025, ETF spot Solana di AS masih dalam proses persetujuan regulator. Namun, ETF serupa telah disetujui di Hong Kong. - Dari mana sumber pendapatan ekosistem Solana?
Pendapatan ekosistem Solana berasal dari berbagai sektor seperti trading, DeFi, meme coin, DePIN, dan pengembangan aplikasi berbasis AI di atas jaringan Solana. - Apa itu upgrade Alpenglow di jaringan Solana?
Alpenglow adalah pembaruan besar jaringan Solana yang dijadwalkan rilis awal 2026. Upgrade ini difokuskan pada peningkatan kecepatan dan efisiensi blockchain. - Apakah Solana masih berisiko menjelang 2026?
Seperti aset kripto lainnya, Solana tetap memiliki risiko tinggi. Namun, analis menilai kombinasi faktor regulasi dan pertumbuhan aktivitas jaringan membuat Solana kembali diperhitungkan menjelang 2026.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya.
Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita Solana





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


