Ethereum terus berkembang, dan pengujian smart contract di testnet menjadi langkah krusial bagi developer. Dua testnet yang sering digunakan adalah Sepolia dan Goerli, tapi mana yang lebih baik untuk kebutuhan kamu?
Artikel ini akan membahas: “Apa itu testnet Ethereum dan mengapa penting?”
– Sejarah dan perkembangan Sepolia serta Goerli
– Perbandingan fitur utama: kecepatan, keamanan, faucet, dan kompatibilitas
– Kapan kamu harus memilih Sepolia atau Goerli?
Dengan membaca artikel ini, kamu bisa memahami testnet terbaik untuk proyek yang kamu jalankan sebelum deploy ke Ethereum mainnet.
Apa Itu Testnet Ethereum dan Mengapa Penting?
a) Definisi Testnet Ethereum
Ethereum memiliki dua jenis jaringan utama:
- Mainnet (Jaringan Utama): Semua transaksi bersifat permanen dan melibatkan ETH asli yang bernilai ekonomi.
- Testnet (Jaringan Uji Coba): Simulasi dari mainnet yang digunakan oleh developer untuk menguji kode tanpa risiko kehilangan aset asli.
Testnet = Lingkungan pengujian Ethereum yang bebas biaya dan tanpa risiko.
Testnet memiliki ETH dummy (bukan ETH asli) yang bisa didapatkan dari faucet secara gratis untuk melakukan transaksi atau menguji smart contract.
b) Kenapa Developer Membutuhkan Testnet?
Testnet Ethereum berfungsi sebagai ruang eksperimen bagi developer sebelum mereka menerapkan proyek ke mainnet. Berikut beberapa alasan kenapa testnet sangat krusial dalam pengembangan Ethereum:
Menghindari Kerugian Finansial – Menguji smart contract di mainnet bisa mahal, karena kamu harus membayar gas fee dengan ETH asli. Di testnet, semua transaksi gratis.
Simulasi Transaksi Nyata – Testnet meniru kondisi di mainnet, termasuk struktur blok, transaksi, dan validasi, sehingga developer bisa memastikan kode mereka berjalan sesuai harapan.
Identifikasi & Perbaikan Bug – Jika ada kesalahan coding atau celah keamanan dalam smart contract, testnet memungkinkan developer memperbaiki masalah lebih awal tanpa dampak finansial.
Uji Coba Performa & Skalabilitas – Dengan testnet, kamu bisa menguji seberapa cepat dan efisien smart contract atau dApps yang kamu buat sebelum merilisnya di mainnet.
Menguji Integrasi dengan Protokol Lain – Developer sering mengintegrasikan smart contract dengan berbagai protokol DeFi, NFT, atau infrastruktur Web3 lainnya. Testnet memastikan semuanya berjalan lancar tanpa risiko di mainnet.
Nah, sekarang kamu sudah paham betapa pentingnya testnet Ethereum dalam pengembangan smart contract. Tapi dengan beberapa testnet yang tersedia, mana yang harus kamu pilih? Selanjutnya, kita akan membahas Sepolia dan Goerli, dua testnet Ethereum yang paling banyak digunakan saat ini.
Orang Juga Baca: Upgrade Ethereum Pectra: Kapan dan Apa Dampaknya?
Sejarah Singkat: Evolusi Goerli dan Sepolia
Ethereum telah mengalami berbagai perubahan dalam pengembangan testnet. Berikut sejarah singkat kedua testnet ini.
Goerli (2019)
- Awalnya dikembangkan sebagai testnet multi-client pertama.
- Menggunakan konsensus Proof of Authority (PoA), kemudian beralih ke Proof of Stake (PoS).
- Sangat populer sebelum Ethereum Merge, tetapi skalabilitasnya terbatas.
Sepolia (2021)
- Diperkenalkan sebagai testnet alternatif dengan performa lebih cepat.
- Sejak awal sudah berbasis Proof of Stake (PoS), mirip dengan Ethereum Mainnet.
- Dibangun untuk menjadi testnet utama Ethereum di masa depan.
Sepolia muncul sebagai testnet modern yang lebih efisien dibanding Goerli, tapi apakah benar lebih unggul? Mari kita bandingkan dari berbagai aspek teknis.
Orang Juga Baca: Pemilik Ethereum Terbanyak: Siapa Whale ETH Terbesar?
Perbandingan Sepolia vs Goerli: Mana yang Lebih Baik?
Inilah perbandingan langsung antara Sepolia dan Goerli berdasarkan faktor-faktor utama yang perlu kamu pertimbangkan sebelum memilih testnet.
a) Konsensus dan Keamanan
- Goerli awalnya menggunakan Proof of Authority (PoA), tapi sekarang sudah beralih ke Proof of Stake (PoS).
- Sepolia sejak awal sudah berbasis PoS, membuatnya lebih dekat dengan Ethereum Mainnet. Pemenang: Sepolia lebih konsisten dengan model Ethereum saat ini.
b) Kinerja dan Kecepatan Transaksi
- Goerli lebih lambat karena ukurannya lebih besar dan mengizinkan lebih banyak validator.
- Sepolia memiliki jumlah validator lebih sedikit, sehingga transaksi lebih cepat. Pemenang: Sepolia lebih cepat dan responsif.
c) Ketersediaan Faucet ETH Testnet
- Goerli ETH mulai langka, karena ada keterbatasan suplai di faucet.
- Sepolia ETH lebih mudah didapatkan melalui faucet resmi. Pemenang: Sepolia lebih mudah diakses bagi developer baru.
d) Kompatibilitas dengan Infrastruktur Ethereum
- Goerli lebih kompatibel dengan dApps lama yang sudah terbiasa dengan testnet ini.
- Sepolia lebih optimal untuk pengujian proyek baru yang akan berjalan di Ethereum 2.0. Pemenang: Sepolia untuk proyek baru, Goerli untuk proyek lama.
Kapan Harus Menggunakan Sepolia atau Goerli?
Jika kamu mencari testnet yang lebih cepat, ringan, dan lebih mendekati Ethereum Mainnet, maka Sepolia adalah pilihan yang tepat. Sepolia juga lebih mudah diakses karena ETH testnet-nya lebih tersedia di faucet. Sementara itu, Goerli masih relevan untuk proyek-proyek lama yang sudah terintegrasi dengan ekosistem sebelumnya, meskipun penggunaannya mulai ditinggalkan.
Kesimpulan:
Nah, itulah pembahasan menarik tentang Sepolia yang bisa kamu pelajari lebih dalam hanya di Akademi crypto. Tidak hanya menambah wawasan tentang investasi, di sini kamu juga dapat menemukan berita crypto terkini seputar dunia blockchain dan kripto.
Selain itu, temukan informasi terkini lainnya yang dikemas dalam kumpulan artikel crypto terlengkap dari Indodax Academy. Jangan lewatkan kesempatan untuk memperluas pengetahuanmu di dunia investasi dan teknologi digital!
Sepolia menawarkan kecepatan yang lebih tinggi, struktur yang lebih ringan, dan lebih dekat dengan Ethereum Mainnet dibandingkan Goerli. Meskipun Goerli masih digunakan untuk kompatibilitas, tren saat ini menunjukkan bahwa banyak developer mulai beralih ke Sepolia. Jika kamu baru memulai, Sepolia adalah pilihan yang lebih praktis.
Seiring dengan perkembangan teknologi blockchain, memahami jaringan yang tepat bisa menjadi langkah awal yang cerdas dalam perjalanan investasimu. Selain memilih testnet yang sesuai, kamu juga bisa mengoptimalkan aset kriptomu dengan strategi yang lebih menguntungkan.
Maksimalkan Keuntungan dengan Staking di Indodax
Jika kamu ingin memaksimalkan keuntungan dari aset kriptomu, staking di Indodax bisa jadi pilihan tepat! Dengan fitur Indodax Earn, kamu bisa memperoleh passive income dari berbagai aset seperti:
- DOT – 10.43% APY
- SOL – 5.4% APY
- IDRX – 3.42% APY
- ETH – 3.12% APY
- POL – 2.58% APY
Cukup simpan asetmu di jaringan Proof-of-Stake (PoS) dan biarkan bekerja untukmu. Jangan biarkan kriptomu menganggur, mulai Ethereum staking sekarang dan nikmati keuntungannya hanya di Indodax!
FAQ
1.Apa perbedaan utama antara Sepolia dan Goerli?
Sepolia lebih cepat & ringan, Goerli lebih kompatibel dengan ekosistem lama.
2.Bagaimana cara mendapatkan ETH testnet di Sepolia?
Bisa diklaim dari faucet resmi seperti Alchemy atau Infura.
Author: RB