Mengelola keuangan pribadi tak harus rumit. Salah satu metode sederhana dan populer adalah aturan 80/20. Cocok untuk pemula yang ingin menabung, berinvestasi, dan menjaga gaya hidup tetap terkendali, metode ini bisa menjadi langkah awal menuju kebebasan finansial.
Apa Itu Aturan 80/20 dalam Keuangan?
Aturan 80/20 dalam konteks pengelolaan uang berarti kamu menggunakan 80% dari penghasilan untuk kebutuhan dan keinginan sehari-hari, lalu menyisihkan 20% untuk tabungan, investasi, atau dana darurat.
Misalnya, jika kamu memiliki penghasilan Rp5.000.000 per bulan:
- 80% x Rp5.000.000 = Rp4.000.000 untuk kebutuhan hidup (makan, transportasi, tagihan, hiburan)
- 20% x Rp5.000.000 = Rp1.000.000 untuk tabungan atau investasi
Metode ini menekankan pentingnya pay yourself first, yaitu menyisihkan uang untuk masa depan sebelum menghabiskannya.
Komparasi dengan Aturan 50/30/20 dan 6 Jars
Untuk memahami keunggulan aturan 80/20, mari kita bandingkan dengan dua metode budgeting lainnya.
1. Aturan 50/30/20
- 50% untuk kebutuhan (makan, transportasi, sewa, tagihan)
- 30% untuk keinginan (hiburan, belanja)
- 20% untuk tabungan dan investasi
Metode ini lebih rinci karena memisahkan antara kebutuhan dan keinginan. Namun, kadang membingungkan bagi pemula yang belum bisa membedakan keduanya secara jelas.
2. Metode 6 Jars
Uang dibagi ke dalam 6 pos:
- 55%: Kebutuhan pokok
- 10%: Tabungan jangka panjang
- 10%: Investasi dan kebebasan finansial
- 10%: Pendidikan diri
- 10%: Hiburan
- 5%: Amal
Metode ini cocok untuk yang ingin pengelolaan detail dan disiplin tinggi, tapi bisa terasa rumit untuk pemula.
3. Kenapa 80/20 Efisien?
Aturan 80/20 lebih sederhana dan mudah diterapkan. Kamu hanya butuh dua kategori besar: konsumsi dan masa depan. Ini membuatnya cocok untuk kamu yang ingin memulai kebiasaan menabung dan berinvestasi tanpa tekanan pengelompokan terlalu rinci.
Artikel menarik lainnya untuk kamu: 20 Jenis Investasi Menguntungkan untuk 2025
Simulasi Budgeting Gaji Rp5.000.000 dengan Aturan 80/20
Berikut contoh pembagian gaji bulanan menggunakan metode 80/20:
Kategori | Persentase | Jumlah | Contoh Penggunaan |
Kebutuhan & Keinginan | 80% | Rp4.000.000 | Makan, sewa, transportasi, internet, hiburan |
Tabungan & Investasi | 20% | Rp1.000.000 | Dana darurat, reksa dana, crypto, tabungan |
Simpel dan langsung. Bahkan jika kamu menerima penghasilan tambahan, kamu tetap bisa menerapkan pembagian yang sama.
Tips Menekan Gaya Hidup Konsumtif
Agar aturan ini berhasil, kamu perlu menjaga agar pengeluaran tidak melebihi batas 80%. Berikut tips yang bisa membantu:
- Hindari belanja impulsif: Tunggu 24 jam sebelum membeli barang yang tidak penting.
- Buat daftar kebutuhan bulanan: Ini membantu memprioritaskan dan menghindari pengeluaran tak perlu.
- Gunakan sistem amplop digital: Batasi pengeluaran dengan memisahkan saldo e-wallet.
- Kurangi langganan yang jarang digunakan: Streaming, gym, atau aplikasi berbayar yang tidak terlalu sering dipakai bisa dipangkas.
- Cari alternatif hemat: Masak di rumah, gunakan transportasi umum, atau manfaatkan diskon.
Dengan pengendalian konsumsi, kamu bisa menjaga agar dana 20% untuk masa depan tetap aman.
Baca juga artikel terkait: 50/30/20 Budget: Strategi Atur Uang & Siapkan Investasi Kripto!
Cocokkah Aturan 80/20 untuk Investasi Kripto?
Salah satu bentuk investasi modern yang bisa dimasukkan dalam kategori 20% adalah investasi kripto. Bagi kamu yang ingin memulai investasi di dunia digital, aturan 80/20 adalah fondasi yang tepat.
Keuntungan Investasi Kripto dalam Skema 80/20
- Porsi kecil tapi rutin: Dari Rp1.000.000 dana masa depan, kamu bisa alokasikan Rp300.000–Rp500.000 per bulan untuk kripto, sisanya ke tabungan dan reksa dana.
- Diversifikasi aset: Tidak hanya bergantung pada satu instrumen investasi.
- Potensi pertumbuhan tinggi: Aset kripto memiliki fluktuasi tinggi, namun potensi jangka panjangnya menjanjikan jika dikelola dengan baik.
Tips Investasi Kripto bagi Pengguna 80/20
- Mulai dari nominal kecil dan konsisten: Gunakan metode dollar-cost averaging (DCA) untuk beli rutin.
- Pilih aset yang sudah populer dan stabil: Seperti BTC, ETH, atau aset yang tersedia di marketplace terpercaya seperti INDODAX.
- Gunakan dompet digital aman: Lindungi hasil investasi dari peretasan.
- Terus belajar: Ikuti edukasi kripto agar bisa mengambil keputusan bijak.
Dengan pendekatan ini, kamu bisa menjadikan kripto sebagai bagian dari strategi keuangan yang terstruktur dan sehat.
Kesimpulan
Aturan 80/20 adalah metode budgeting yang sederhana namun efektif, cocok untuk pemula maupun yang ingin memperbaiki pengelolaan keuangan. Dibanding metode lain seperti 50/30/20 atau 6 jars, pendekatan ini lebih praktis dan mudah diterapkan. Dengan menyisihkan 20% untuk tabungan dan investasi, kamu sudah berada di jalur menuju kebebasan finansial—termasuk menjadikan kripto sebagai bagian dari portofolio masa depanmu.
Itulah pembahasan menarik tentang 80/20 Budget yang bisa kamu pelajari lebih dalam hanya di Akademi crypto. Tidak hanya menambah wawasan tentang investasi, di sini kamu juga dapat menemukan berita crypto terkini seputar dunia kripto.
Dan untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store. Kamu juga bisa mulai beli Bitcoin, beli Ethereum, dan aset kripto lainnya dengan praktis hanya dalam genggaman di INDODAX Market.. Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
FAQ
- Apa bedanya aturan 80/20 dengan 50/30/20?
Aturan 80/20 hanya membagi penghasilan ke dua kategori besar, sedangkan 50/30/20 membaginya ke tiga (kebutuhan, keinginan, dan tabungan). - Berapa minimal penghasilan untuk mulai menggunakan aturan ini?
Tidak ada batasan. Bahkan penghasilan kecil pun bisa menggunakan metode ini dengan disiplin. - Apakah aturan ini cocok untuk pekerja lepas?
Ya, selama kamu bisa memperkirakan penghasilan bulanan, metode ini tetap bisa diterapkan. - Apakah investasi kripto terlalu berisiko untuk pemula?
Jika kamu alokasikan hanya sebagian dari 20% untuk kripto dan lakukan riset terlebih dahulu, risikonya bisa dikelola. - Bagaimana jika pengeluaran rutin saya lebih dari 80%?
Coba evaluasi dan pangkas pengeluaran yang tidak perlu. Tujuannya adalah agar kamu tetap bisa menyisihkan minimal 10–20% untuk masa depan.
Author: RZ