Dikira Sama, Ini 10 Cara Mengetahui Emas Putih Vs Perak 2025
icon search
icon search

Top Performers

Dikira Sama, Ini 10 Cara Mengetahui Emas Putih Vs Perak 2025

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Dikira Sama, Ini 10 Cara Mengetahui Emas Putih Vs Perak 2025

Dikira Sama, Ini 10 Cara Mengetahui Emas Putih Vs Perak 2025

Daftar Isi

Kamu pernah bingung membedakan antara emas putih dan perak? Keduanya memang terlihat mirip—kilau perak keputihan yang memesona, desain perhiasan yang elegan, bahkan sama-sama ringan jika dibandingkan dengan logam lain.

Tapi, jangan salah! Meski tampak serupa, nilai dan kandungan logamnya berbeda jauh. Salah beli bisa bikin kamu rugi, apalagi kalau niatnya investasi.

Nah, didalam artikel ini, kamu akan belajar cara paling praktis dan akurat untuk mengetahui apakah perhiasan atau logam yang kamu miliki itu emas putih atau perak. Semuanya bisa kamu lakukan sendiri tanpa harus alat lab mahal. Yuk simak!

 

Baca juga artikel terkait: 5 Kode Emas Putih Asli: Panduan Mengenali Kemurnian dan Keasliannya

 

Kenapa Emas Putih dan Perak Sering Tertukar? 

Baik emas putih maupun perak sama-sama punya warna yang mengilap keperakan. Itulah kenapa banyak orang tertukar saat membeli perhiasan, apalagi jika hanya mengandalkan penglihatan. 

Padahal, emas putih adalah campuran emas murni dengan logam lain seperti palladium atau nikel, sementara perak adalah logam mulia sendiri yang lebih terjangkau dan lebih rentan terhadap oksidasi.

Dari segi tampilan, keduanya memang bisa mengecoh. Tapi kalau diperhatikan dengan lebih teliti, ada ciri khas yang bisa membedakan keduanya. 

Jangan Tertukar, Ini Cara Mengetahui Emas Putih atau Perak

Langkah-langkah berikut ini akan membantumu mengenali perbedaan antara emas putih dan perak secara menyeluruh. Kita mulai dari tanda paling mudah dikenali sampai pengujian fisik yang lebih teknis. Yuk, kita lanjut ke pemeriksaan paling awal: cap logam.

1. Lihat Cap Logam (925 vs 18K)

Langkah paling awal dan mudah adalah mengecek tanda atau cap pada logamnya. Biasanya, perhiasan asli akan dicap dengan informasi kadar logam.

  • Perak biasanya punya cap seperti 925 (92,5% perak murni) atau 999 (99,9% perak murni).
  • Emas putih biasanya ditandai dengan 14K (58,5% emas murni) atau 18K (75% emas murni), kadang juga Au585 atau Au750.

Cap ini biasanya terdapat di bagian dalam cincin atau sisi tersembunyi pada gelang dan kalung. Kalau logammu nggak punya cap sama sekali, kamu harus curiga dan lanjutkan ke langkah berikutnya: memperhatikan kilaunya.

 

2. Perhatikan Kilau dan Warna Aslinya

Setelah melihat cap logam, kamu bisa amati kilau permukaannya. Walaupun sekilas mirip, emas putih cenderung memiliki kilau lebih cerah dan mengilap karena sering dilapisi rhodium.

Perak asli punya kilau yang agak keabu-abuan dan cenderung lebih redup, apalagi jika sudah teroksidasi oleh udara. Jika kilau logammu cepat kusam, kemungkinan besar itu perak. Untuk hasil lebih akurat, lanjutkan dengan pengujian magnet.

 

3. Tes Magnet: Sama-Sama Tidak Magnetik, Tapi…

Baik emas putih maupun perak bukan logam magnetik, jadi seharusnya tidak menempel pada magnet.

Namun, beberapa emas putih bisa mengandung campuran nikel atau logam lain yang bereaksi lemah terhadap magnet. Jika kamu melihat logammu sedikit tertarik ke magnet, kemungkinan itu bukan emas putih murni.

Untuk memastikan lebih lanjut, kamu bisa mencoba uji fisik lain seperti goresan pada keramik putih.

 

Kamu mungkin tertarik dengan ini juga: Apa Itu Palladium? Ini Keuntungan & Perbedaan Vs Emas

 

 

4. Goreskan ke Keramik Putih

Ini salah satu uji paling klasik. Goreskan bagian logam ke permukaan keramik putih polos (jangan yang berlapis glasir).

  • Perak biasanya meninggalkan bekas abu kehitaman.
  • Emas putih cenderung tidak meninggalkan bekas atau hanya meninggalkan goresan samar.

Setelah uji visual dan goresan, kamu bisa lanjut ke uji kimia ringan.

 

5. Uji Cuka atau Asam Ringan

Cuka bisa digunakan sebagai uji sederhana untuk reaksi kimia.

  • Emas putih asli tidak akan bereaksi saat diteteskan cuka—tidak berubah warna, tidak berbuih.
  • Perak bisa bereaksi, terutama jika terkontaminasi logam lain. Kadang berubah warna atau meninggalkan noda.

Kalau kamu punya asam nitrat (biasanya tersedia di toko alat uji logam), hasilnya akan lebih akurat. Perak akan menunjukkan warna biru atau merah saat terkena asam nitrat. 

Selain reaksi, berat logam juga bisa menjadi petunjuk, namun perlu dicatat bahwa untuk pengujian dengan cuka atau asam ringan sangat tidak disarankan karena mungkin saja bisa berbahaya.

 

6. Bandingkan Beratnya

Selanjutnya adalah coba bandingkan beratnya, coba kamu pegang dua perhiasan serupa: satu yang kamu yakini emas putih, satu lagi perak. Emas putih biasanya terasa lebih berat dibanding perak dengan ukuran yang sama.

Ini karena emas putih punya massa jenis lebih tinggi dari perak (tergantung campurannya). Tapi untuk lebih jelasnya, mari kita pahami komposisi logamnya.

 

7. Perbedaan Komposisi Kimia dan Massa Jenis

Emas putih adalah paduan emas murni dengan logam seperti nikel, palladium, atau platinum. Kandungan emasnya sekitar 75% (18 karat), dan massa jenisnya berkisar antara 14,0–19,3 g/cm³.

Perak, terutama jenis sterling silver, mengandung 92,5% perak dan sisanya tembaga. Massa jenisnya lebih rendah, sekitar 10,5 g/cm³, membuatnya terasa lebih ringan dibanding emas putih.

Selain struktur logamnya, perbedaan dalam ketahanan terhadap udara juga penting diketahui.

 

8. Reaksi Terhadap Oksidasi dan Perubahan Warna

Perak mudah teroksidasi dan berubah warna menjadi kehitaman saat terpapar udara. Emas putih lebih tahan terhadap oksidasi berkat lapisan rhodium. Namun, jika lapisan ini aus, emas putih bisa menampilkan rona kekuningan yang asli.

Kalau kamu memilih logam ini untuk investasi, pertimbangkan juga stabilitas harganya.

 

9. Pertimbangan Investasi: Emas Putih vs. Perak

Emas putih lebih stabil secara nilai dan cocok untuk investasi jangka panjang. Harganya lebih tinggi karena mengandung emas. Perak, walau lebih terjangkau, lebih volatil dan banyak digunakan di sektor industri, sehingga naik-turunnya lebih fluktuatif.

Tapi jangan lupa juga perhatikan kenyamanan penggunaannya, terutama bagi kamu yang punya kulit sensitif.

 

10. Kesesuaian untuk Kulit Sensitif

Beberapa emas putih mengandung nikel, yang bisa memicu reaksi alergi pada kulit sensitif. Pilih emas putih dengan campuran palladium atau perak murni dengan label “nickel-free” jika kamu punya alergi logam.

 

Artikel menarik lainnya untuk kamu: Perbedaan Emas Putih Vs Perak: Gaya, Harga, dan Investasi

 

Tips Membeli Logam Mulia Asli & Aman

Setelah tahu cara membedakan keduanya, pastikan kamu beli logam mulia dari sumber yang terpercaya. Hindari membeli dari penjual tanpa reputasi jelas atau tanpa sertifikat. Kalau bisa, mintalah hasil uji logam atau garansi keaslian.

Dan satu lagi: jangan tergiur harga murah. Emas putih yang ditawarkan jauh di bawah harga pasar layak dicurigai.

 

Masih seputar topik ini, simak juga: Tanah vs Emas vs Bitcoin: Mana Investasi Terbaik 2025?

 

Hubungan Emas Putih, Perak, dan Investasi Kripto

Kalau kamu sudah terbiasa membedakan emas putih dan perak, kamu akan menyadari satu hal penting: nilai aset sangat dipengaruhi oleh kelangkaan, ketahanan, dan kepercayaan pasar. Prinsip yang sama juga berlaku di dunia kripto.

Baik logam mulia maupun aset digital sama-sama menawarkan peluang lindung nilai terhadap inflasi, diversifikasi portofolio, dan potensi keuntungan jangka panjang. 

Misalnya, emas putih bisa disandingkan dengan Bitcoin sebagai aset penyimpan nilai, sementara perak—dengan volatilitas dan penggunaannya yang lebih luas—mirip dengan altcoin yang punya fungsi spesifik.

Jadi, kalau kamu sudah paham cara mengenali aset fisik seperti logam mulia, itu bisa jadi bekal bagus untuk memahami aset digital. Sama-sama butuh ketelitian, riset, dan kehati-hatian. 

Di Indodax, kamu bisa mulai menjajaki investasi kripto dengan cara yang aman dan teredukasi.

 

Kesimpulan

Mengetahui perbedaan antara emas putih dan perak nggak harus selalu ribet. Dengan 10 cara sederhana di atas, mulai dari cek cap logam, warna kilau, uji magnet, goresan, uji cuka, komposisi kimia, oksidasi, hingga pertimbangan investasi—kamu bisa lebih percaya diri saat beli atau investasi.

Selalu pastikan untuk mengecek dari beberapa sisi, jangan hanya dari satu tanda. Dan kalau ragu, konsultasikan ke toko logam mulia atau laboratorium uji logam. Lebih baik hati-hati daripada tertipu.

 

Itulah informasi menarik tentang 10 Cara Mengetahui Emas Putih Vs Perak terbaru yang  bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market. jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.

Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan.

 

 

Follow Sosmed Telenya Indodax sekarang!

 

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

 

FAQ

1.Apakah emas putih bisa berubah warna?
Bisa, terutama kalau lapisan rhodium-nya sudah aus. Biasanya akan terlihat sedikit kekuningan.

2.Apakah perak aman untuk kulit sensitif?
Sebagian orang sensitif terhadap nikel dalam campuran perak. Pilih perak dengan label ‘nickel-free’ atau gunakan emas putih dengan campuran palladium.

3.Bolehkan saya menggunakan magnet neodymium untuk tes logam mulia?

Boleh, malah disarankan karena daya tariknya lebih kuat untuk mendeteksi logam non mulia yang tersembunyi dalam campuran.

4.Mana yang lebih cocok untuk investasi, emas putih atau perak?
Emas putih lebih unggul dari segi kestabilan nilai dan permintaan pasar, sehingga cocok untuk jangka panjang. Perak cocok untuk diversifikasi.

 

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

 

Author: AL 

 

Lebih Banyak dari Lainnya

Koin Baru dalam Blok

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
Nama Harga 24H Chg
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

CFTC Gandeng Nasdaq, Pengawasan Kripto Level Baru
28/08/2025
CFTC Gandeng Nasdaq, Pengawasan Kripto Level Baru

Regulasi kripto di Amerika Serikat kembali jadi sorotan. Kali ini,

28/08/2025
Little Pepe (LILPEPE): Beneran Next Shiba Inu atau Sekadar Hype?
28/08/2025
Little Pepe (LILPEPE): Beneran Next Shiba Inu atau Sekadar Hype?

Pasar kripto selalu punya cara bikin orang penasaran. Setiap kali

28/08/2025
Safe Wallet 2025: Dompet Kripto dengan Fitur Multi-Signature, Ini Keunggulannya!
28/08/2025
Safe Wallet 2025: Dompet Kripto dengan Fitur Multi-Signature, Ini Keunggulannya!

Bayangin kalau kamu punya aset kripto bernilai besar mulai dari

28/08/2025