Ethereum (ETH) kembali meningkatkan kapasitas jaringannya setelah para developer menaikkan blob limit dari 15 menjadi 21 dalam pembaruan terbaru yang mulai aktif pekan ini.

Sumber Gambar: X.com
Langkah ini membuka ruang lebih besar bagi transaksi Layer 2 untuk diproses sekaligus, sehingga biaya transaksi menjadi lebih murah dan stabil.
Pembaruan ini merupakan Blob Parameter-Only (BPO) hard fork kedua dalam beberapa minggu terakhir dan menjadi bagian dari strategi jangka panjang Ethereum untuk meningkatkan skalabilitas tanpa membebani mainnet.
Kapasitas Data Ethereum Bertambah Signifikan
Dengan kenaikan blob limit ke 21, Ethereum kini mampu menampung hingga 2.688 kilobyte data dalam satu blok, mengingat satu blob setara dengan 128 kilobyte.
Kapasitas ini memungkinkan lebih banyak transaksi Layer 2, seperti yang dijalankan rollup, digabungkan dan dikirim ke Ethereum dalam satu waktu.
Selain menaikkan batas maksimum blob, developer juga meningkatkan blob target dari 10 menjadi 14.
Target ini menjadi parameter penting karena mencerminkan tingkat penggunaan yang dianggap optimal untuk menjaga stabilitas jaringan.
Jika penggunaan blob terus mendekati batas maksimum 21, beban bandwidth dan penyimpanan node bisa meningkat secara signifikan.
Baca selanjutnya: SUI Ungguli Bitcoin dan Ethereum Usai Riset Privasi Mysten Labs Muncul
Layer 2 Diuntungkan, Mainnet Lebih Stabil
Blob berfungsi sebagai ruang data khusus untuk Layer 2 agar tidak bersaing langsung dengan transaksi di mainnet.
Dengan ruang yang lebih luas, rollup dapat mengemas lebih banyak transaksi sekaligus, yang pada akhirnya menekan biaya transaksi Layer 2.
Dampaknya tidak hanya dirasakan di Layer 2. Data historis menunjukkan bahwa sejak BPO hard fork pertama pada Desember 2025, biaya transaksi Ethereum cenderung lebih stabil karena tekanan pada mainnet berkurang.

Sumber Gambar: YCharts via Cointelegraph
Kondisi ini memperkuat peran blob sebagai penyangga agar aktivitas Layer 2 tidak memicu lonjakan gas fee di jaringan utama.
Kenaikan Gas Limit Masuk Agenda Berikutnya
Dalam pertemuan Ethereum All Core Developers pertengahan Desember, para pengembang juga membahas rencana menaikkan gas limit Ethereum dari 60 juta menjadi 80 juta.
Jika direalisasikan, perubahan ini akan memungkinkan lebih banyak transaksi dan eksekusi smart contract dalam setiap blok.
Kenaikan gas limit tersebut dipandang sebagai pelengkap dari peningkatan blob, karena keduanya sama-sama bertujuan meningkatkan throughput jaringan dan menekan biaya transaksi secara keseluruhan.
Baca berikutnya: Efek Upgrade Fusaka Mulai Terlihat! Jumlah Holder Ethereum Melejit 110%
Fokus Skalabilitas Berlanjut ke 2026
Peningkatan blob limit bukanlah akhir dari roadmap skalabilitas Ethereum. Pada 2026, Ethereum dijadwalkan menggelar Glamsterdam hard fork, yang memungkinkan gas limit meningkat hingga 200 juta serta memperkenalkan konsep perfect parallel processing.
Melalui mekanisme Block Access Lists dalam proposal EIP-7928, Ethereum akan beralih dari pemrosesan transaksi satu jalur menjadi multi-jalur.
Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas jaringan secara signifikan tanpa mengorbankan desentralisasi.
Kesimpulan
Kenaikan blob limit ke 21 menegaskan fokus Ethereum pada efisiensi dan skalabilitas jangka panjang.
Dengan memberi ruang lebih besar bagi Layer 2, jaringan tidak hanya mampu menekan biaya transaksi, tetapi juga menjaga stabilitas mainnet di tengah pertumbuhan aktivitas.
Pembaruan ini menjadi fondasi penting menuju arsitektur Ethereum yang lebih siap menghadapi lonjakan penggunaan di tahun-tahun mendatang.
FAQ
- Apa itu blob di jaringan Ethereum?
Blob adalah ruang data khusus yang digunakan Layer 2 untuk menyimpan data transaksi ke Ethereum tanpa membebani mainnet. Mekanisme ini diperkenalkan untuk menekan biaya dan meningkatkan efisiensi. - Apa dampak kenaikan blob limit ke 21?
Kenaikan ini memungkinkan lebih banyak data Layer 2 diproses dalam satu blok, sehingga biaya transaksi Layer 2 menjadi lebih murah dan throughput jaringan meningkat. - Apa perbedaan blob limit dan blob target?
Blob limit adalah batas maksimum jumlah blob per blok, sedangkan blob target adalah angka ideal penggunaan blob agar jaringan tetap stabil dan node tidak terbebani. - Apakah pembaruan ini memengaruhi gas fee Ethereum?
Secara tidak langsung, ya. Dengan aktivitas Layer 2 yang lebih efisien, tekanan pada mainnet berkurang sehingga gas fee Ethereum cenderung lebih stabil. - Apakah ini bagian dari upgrade besar Ethereum?
Ya. Kenaikan blob limit merupakan bagian dari roadmap skalabilitas Ethereum menuju hard fork Glamsterdam pada 2026, yang akan membawa peningkatan kapasitas lebih besar lagi. - Apakah semua pengguna Ethereum merasakan dampaknya?
Dampak paling terasa dirasakan pengguna Layer 2. Namun pengguna mainnet juga diuntungkan melalui stabilitas biaya transaksi yang lebih terjaga.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan satu-satunya exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Cointelegraph – Ethereum blob limit bumps up to 21, boosting network scalability, diakses pada 7 Januari 2025
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Ethereum, #Berita Blockchain





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


