Pemadaman internet hampir total di Iran menyusul eskalasi protes anti-pemerintah memunculkan pertanyaan penting di pasar kripto.
Bukan soal politik semata, tetapi apakah gangguan ini bisa berdampak ke jaringan dan harga Bitcoin.
Pertanyaan ini muncul karena negara ini masih menyumbang sebagian kecil hashrate Bitcoin global. Di titik inilah isu internet mati menjadi relevan bagi investor Bitcoin.
Seberapa Penting Peran Iran dalam Mining Bitcoin?
You can mine 1 Bitcoin in Iran for $1,300 and sell it for $108,000.
Is Iran nice this time of year? ? pic.twitter.com/u8vYuUjeZU
— Bitcoin Archive (@BitcoinArchive) October 19, 2025
Iran diperkirakan menyumbang persentase satu digit rendah dari total hashrate Bitcoin dunia. Angka ini jauh menurun dibanding puncaknya pada 2021, tetapi tetap cukup berarti di level marginal.
Daya tarik Iran bagi penambang berasal dari energi murah dan subsidi, meski sanksi internasional membuat banyak operasi berjalan informal.
Serangkaian pengetatan dan razia juga mendorong sebagian aktivitas mining berada di area abu-abu.
Namun secara struktural, Bitcoin tidak lagi bergantung pada satu negara. Kontribusi Iran bersifat pelengkap, bukan fondasi jaringan.
Baca juga: BlackRock Tarik Bitcoin Rp2 Miliar, Penarikan Besar Picu Optimisme Pasar?
Apakah Internet Mati Bisa Menghentikan Mining?
BREAKING:
Iran shuts down the internet and disables phone lines, cutting communications across the country. pic.twitter.com/bazPDbUMI4
— Globe Eye News (@GlobeEyeNews) January 8, 2026
Dilansir dari Be(in)crypto, jawabannya adalah tidak secara langsung. Penambangan Bitcoin tidak membutuhkan koneksi internet berkecepatan tinggi secara terus-menerus.
Selama pasokan listrik tersedia dan konektivitas masih bisa didapat secara terbatas, penambang tetap dapat beroperasi. Blok Bitcoin hanya perlu disinkronkan setiap sekitar 10 menit.
Meski begitu, pemadaman berkepanjangan menciptakan friksi. Koordinasi dengan mining pool menjadi lebih sulit, pembaruan sistem tertunda, dan penambang kecil atau ilegal menghadapi risiko downtime lebih tinggi.
Dampak ke Hashrate dan Stabilitas Jaringan
Bahkan jika seluruh hashrate Iran terputus, dampaknya diperkirakan kurang dari 5% dari total jaringan. Sistem difficulty adjustment Bitcoin secara otomatis menyesuaikan diri.
Sejarah menunjukkan ketahanan ini. Pada 2021, larangan mining di China menghilangkan lebih dari 40% hashrate global, namun jaringan tetap berjalan dan pulih relatif cepat.
Jika krisis Iran berlanjut dan disertai pembatasan energi, penurunan hashrate bisa berlangsung lebih lama. Namun efeknya tetap bersifat lokal dan sementara, bukan ancaman sistemik.
Apakah Ini Buruk atau Justru Menguatkan Narasi Bitcoin?
Dampaknya bersifat dua arah. Di satu sisi, krisis ini mempertegas narasi desentralisasi Bitcoin, bahwa tidak ada negara yang bisa mematikan jaringan secara sepihak.
Di sisi lain, kejadian ini menyoroti fakta bahwa hashrate masih mengikuti energi murah, yang sering kali berada di wilayah rawan geopolitik. Ini menciptakan volatilitas di pinggiran jaringan, meski inti tetap stabil.
Dalam konteks pasar, blackout Iran lebih bersifat simbolik daripada struktural. Fokus jangka panjang tetap pada pergeseran mining ke wilayah yang lebih stabil dan teregulasi.
Kesimpulan
Pemadaman internet di Iran memang mengganggu penambang lokal, tetapi tidak menimbulkan ancaman besar bagi jaringan atau harga Bitcoin.
Peristiwa ini justru menegaskan ketahanan sistem dan kemampuan jaringan beradaptasi. Bagi investor, sinyal pentingnya bukan Iran semata, melainkan bagaimana geopolitik dan kebijakan energi terus membentuk peta mining global.
FAQ
- Apakah internet mati di Iran bisa mematikan Bitcoin?
Tidak. Jaringan Bitcoin bersifat global dan tidak bergantung pada satu negara. - Berapa besar kontribusi Iran ke hashrate Bitcoin?
Diperkirakan hanya persentase satu digit rendah, jauh lebih kecil dibanding era sebelumnya. - Apakah mining butuh internet terus-menerus?
Tidak. Mining hanya membutuhkan koneksi terbatas untuk sinkronisasi blok. - Apakah harga Bitcoin bisa terdampak langsung?|
Dampaknya sangat terbatas karena skala hashrate Iran relatif kecil. - Apa pelajaran utama bagi investor?
Risiko terbesar bukan satu negara, tetapi geopolitik dan kebijakan energi di wilayah penambangan.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya.
Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan satu-satunya exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Be(in)crypto – Iran’s Internet Blackout Could be Critical for Bitcoin, diakses pada 9 Januari 2025
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Regulasi Crypto, #Berita Bitcoin






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
