Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) resmi menggandeng Tether, penerbit stablecoin USDT, untuk memperkuat upaya global melawan penipuan kripto dan perdagangan manusia.
Kolaborasi ini menyasar wilayah rawan kejahatan digital seperti Afrika dan Papua Nugini, dengan fokus pada edukasi keamanan siber, perlindungan korban, dan pencegahan eksploitasi berbasis aset digital.
Kerja sama tersebut diumumkan pada Jumat dan menandai langkah baru PBB dalam melibatkan pelaku industri kripto secara langsung untuk menghadapi kejahatan lintas negara yang semakin kompleks.
Penipuan Kripto Meningkat, Afrika Jadi Titik Rawan

Sumber Gambar: Chainalysis
Menurut data Chainalysis, Afrika tercatat sebagai wilayah kripto dengan pertumbuhan tercepat ketiga di dunia, dengan total transaksi lebih dari US$205 miliar sepanjang Juli 2024 hingga Juni 2025. Namun, lonjakan adopsi ini juga diiringi peningkatan signifikan aktivitas ilegal.
Investigasi Interpol yang dikutip dalam laporan tersebut mengungkap adanya aliran dana ilegal senilai US$260 juta, baik dalam bentuk kripto maupun fiat, yang terkait dengan jaringan penipuan dan perdagangan manusia di kawasan tersebut.
UN sebelumnya juga menyoroti bahwa stablecoin seperti USDT, terutama di jaringan berbiaya rendah, kerap digunakan oleh kelompok kriminal untuk menjalankan penipuan online, judi ilegal, hingga skema eksploitasi lintas negara.
Baca juga berita terbaru: Inflasi Parah Bikin Warga Venezuela Andalkan USDT untuk Transaksi
Fokus Kolaborasi: Edukasi, Perlindungan Korban, dan Pencegahan
Berbeda dari pendekatan penegakan hukum semata, kolaborasi UNODC dan Tether kali ini menitikberatkan pada pencegahan jangka panjang.
Program yang didanai akan mendukung visi UNODC Strategic Vision for Africa 2030 melalui sejumlah inisiatif utama.
Di Senegal, Tether akan mendanai program edukasi keamanan siber bagi generasi muda, mulai dari bootcamp intensif hingga pendampingan dan bantuan dana mikro untuk pengembangan solusi digital. Program ini dijalankan bersama Plan B Foundation, inisiatif yang juga melibatkan otoritas lokal.
Sementara itu, di Nigeria, Republik Demokratik Kongo, Malawi, Ethiopia, dan Uganda, pendanaan difokuskan pada organisasi masyarakat sipil yang memberikan bantuan langsung bagi korban perdagangan manusia, termasuk pemulihan dan perlindungan hukum.
Adapun di Papua Nugini, kolaborasi ini melibatkan perguruan tinggi lokal untuk meningkatkan literasi keuangan digital dan kesadaran risiko penipuan kripto melalui kompetisi solusi blockchain berbasis pencegahan kejahatan.
Pergeseran Peran Tether: Dari Penindakan ke Pencegahan
Kemitraan ini mencerminkan perubahan pendekatan Tether dalam ekosistem kripto global.
Dalam periode 2023 hingga 2025, perusahaan tersebut tercatat telah membekukan sekitar US$3,3 miliar di lebih dari 7.200 alamat dompet, bekerja sama dengan 275 lembaga penegak hukum di 59 negara.
Sebagian besar upaya tersebut berfokus pada penindakan, termasuk pembekuan dana hasil kejahatan dan pemulihan aset korban.
Namun, kolaborasi dengan UNODC menandai pergeseran ke arah pembangunan kapasitas dan pencegahan, seiring meningkatnya kompleksitas kejahatan berbasis aset digital.
PBB sebelumnya memperingatkan bahwa jaringan kriminal di Asia Timur dan Asia Tenggara menghasilkan kerugian 18 hingga US$37 miliar sepanjang 2023, dengan sebagian besar transaksi menggunakan USDT.
Modus yang digunakan mencakup penipuan romansa daring hingga skema investasi palsu berskala besar.
Kesimpulan
Kerja sama antara PBB dan Tether menunjukkan bahwa penipuan kripto dan perdagangan manusia kini dipandang sebagai isu lintas sektor, bukan sekadar masalah teknologi atau finansial.
Dengan melibatkan penerbit stablecoin secara langsung, PBB mencoba menutup celah pencegahan sejak hulu, sebelum kejahatan terjadi.
Di tengah pertumbuhan adopsi kripto global, pendekatan kolaboratif ini menjadi sinyal bahwa keamanan digital, literasi, dan perlindungan korban semakin menjadi prioritas dalam tata kelola aset digital ke depan.
FAQ
- Apa tujuan utama PBB menggandeng Tether?
Tujuan utamanya adalah memerangi penipuan kripto dan perdagangan manusia melalui edukasi keamanan digital, perlindungan korban, serta pencegahan eksploitasi berbasis aset digital. - Mengapa stablecoin seperti USDT sering disorot dalam kasus kejahatan?
Stablecoin memiliki likuiditas tinggi dan biaya transaksi rendah, sehingga kerap disalahgunakan untuk penipuan online, judi ilegal, dan pengiriman dana lintas negara oleh jaringan kriminal. - Apakah kerja sama ini fokus pada penegakan hukum?
Tidak sepenuhnya. Kolaborasi ini lebih menitikberatkan pada pencegahan dan edukasi, bukan hanya pembekuan aset atau penindakan hukum. - Wilayah mana saja yang menjadi fokus program ini?
Program ini difokuskan di Afrika (termasuk Senegal, Nigeria, DRC, Malawi, Ethiopia, dan Uganda) serta Papua Nugini, wilayah yang dinilai rentan terhadap penipuan digital dan eksploitasi. - Apakah langkah ini berdampak langsung pada pengguna kripto?
Secara tidak langsung, ya. Peningkatan edukasi dan pencegahan diharapkan dapat mengurangi risiko penipuan, sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap ekosistem aset digital secara global.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan satu-satunya exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Crypto.News – UN Taps Tether to Battle Crypto Scams and Human Trafficking, diakses pada 12 Januari 2025
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Stablecoin, #Berita USDT, #Berita Regulasi Crypto






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
