Adam Livingston, penulis buku dan komentator pasar Bitcoin (BTC), memperkirakan BTC berpotensi mencetak all-time high (ATH) baru pada April hingga Desember 2027.
Prediksi tersebut didasarkan pada pola berulang rasio BTC/XAU atau perbandingan nilai Bitcoin terhadap emas yang menurutnya telah muncul dalam tiga siklus pasar terakhir.
Pola Bitcoin dan Emas yang Terus Berulang
Livingston menjelaskan bahwa rasio BTC/XAU cenderung naik saat Bitcoin mengungguli emas dalam fase bullish.
Namun setelah mencapai puncak, emas biasanya mengambil alih dan mengungguli Bitcoin selama sekitar 14 bulan hingga rasio tersebut mencapai titik terendah siklus.
“Rasio Bitcoin terhadap emas melonjak ke puncak euforia. Setelah itu, emas diam-diam mengungguli Bitcoin selama sekitar 14 bulan saat pasar mengambil jeda,” tulis Livingston.

Sumber Gambar: X.com/AdamBLiv
Menurutnya, pola ini telah muncul dalam tiga siklus pasar terakhir. Pada Desember 2017, rasio BTC/XAU mencapai puncak 16 ons emas per BTC sebelum turun ke 3 ons pada Januari 2019.
Siklus berikutnya menunjukkan pola serupa, dengan rasio naik ke 37 ons per BTC pada Oktober 2021 lalu turun ke 9 ons pada Januari 2023.
Sementara pada siklus terbaru, rasio BTC/XAU mencapai 41 ons emas per BTC pada Desember 2024 sebelum melemah ke 12 ons pada Februari 2026.
Livingston menyoroti konsistensi durasi pelemahan tersebut. Dalam tiga siklus terakhir, periode ketika emas mengungguli Bitcoin berlangsung selama 416 hari, 440 hari, dan 433 hari.
Menurutnya, kesamaan waktu ini menunjukkan pola yang terus berulang dari satu siklus ke siklus berikutnya.
Baca juga berita lainnya: Token AI Jadi Bintang Baru Saat Bitcoin (BTC) Anjlok, Tapi Sampai Kapan?
Mengapa Februari 2026 Menjadi Titik Penting?
Livingston menilai Februari 2026 berpotensi menjadi titik terendah terbaru dalam siklus BTC/XAU.
Jika pola historis kembali terulang, Bitcoin biasanya membutuhkan waktu tertentu setelah titik terendah tersebut sebelum akhirnya mencetak ATH baru dalam denominasi dolar AS.
Data historis menunjukkan Bitcoin mencapai ATH baru sekitar 711 hari setelah titik terendah Januari 2019 dan sekitar 469 hari setelah titik terendah Januari 2023.
Dengan mengambil rata-rata kedua periode tersebut, Livingston memperkirakan dibutuhkan sekitar 590 hari sejak titik terendah BTC/XAU hingga Bitcoin kembali mencetak rekor harga baru.
Karena titik terendah terbaru diperkirakan terjadi pada Februari 2026, maka jendela waktu yang muncul berada di kisaran April hingga Desember 2027.
“Saat ini kita baru berada 83 hari setelah titik terendah tersebut. Dengan sampel yang memang kecil, kita kira-kira baru menempuh 14% dari fase pemulihan. Itu menempatkan ATH baru BTC/USD berikutnya di suatu waktu antara April 2027 hingga Desember 2027,” jelasnya.
Menurutnya, pasar saat ini masih berada pada tahap awal fase pemulihan jika dibandingkan dengan pola yang terjadi pada siklus-siklus sebelumnya.
Emas Disebut Memberi Sinyal Lebih Awal
Salah satu temuan yang dianggap menarik dalam analisis ini adalah perbedaan waktu antara puncak rasio BTC/XAU dan puncak harga Bitcoin dalam dolar AS.
Pada siklus terbaru, rasio BTC/XAU disebut telah mencapai puncaknya sekitar 10 bulan sebelum harga Bitcoin mencetak puncak dalam denominasi dolar.
Hal tersebut membuat Livingston berpendapat bahwa pergerakan Bitcoin terhadap emas dapat memberikan sinyal perubahan siklus lebih cepat dibandingkan hanya melihat harga BTC/USD.
Dengan kata lain, ketika emas mulai mengungguli Bitcoin secara konsisten, pasar mungkin sedang memasuki fase transisi yang belum sepenuhnya terlihat dari pergerakan harga Bitcoin terhadap dolar.
Baca selanjutnya: Bitcoin Belum Bottom? Analis Sebut Akan Muncul di September-Oktober 2026
Target ATH Mungkin Lebih Dekat dari Siklus Sebelumnya
Meski memperkirakan ATH baru baru akan terjadi pada 2027, Livingston menilai besarnya kenaikan yang dibutuhkan Bitcoin justru semakin kecil dari siklus ke siklus.
Setelah titik terendah 2018, Bitcoin membutuhkan kenaikan sekitar 500% untuk mencetak ATH baru pada siklus berikutnya.
Setelah titik terendah 2022, Bitcoin memerlukan kenaikan sekitar 328% untuk melampaui rekor sebelumnya.
Sementara dari titik terendah Februari 2026 di sekitar US$64.049, Bitcoin diperkirakan hanya membutuhkan kenaikan sekitar 95% untuk kembali mencetak ATH baru.
Menurut Livingston, hal ini menunjukkan bahwa basis moneter Bitcoin semakin kuat seiring bertambahnya adopsi dan kedewasaan pasar.
Kesimpulan
Prediksi terbaru Adam Livingston menambah daftar panjang teori siklus Bitcoin yang mencoba membaca arah pasar dari sudut pandang berbeda.
Alih-alih berfokus pada halving atau ETF, ia melihat hubungan historis antara Bitcoin dan emas sebagai petunjuk utama.
Jika pola BTC/XAU yang muncul sejak 2017 kembali terulang, Bitcoin berpotensi mencetak all-time high baru antara April hingga Desember 2027.
Namun seperti halnya seluruh model prediksi pasar, tidak ada jaminan bahwa pola historis akan selalu terulang dengan hasil yang sama.
FAQ
- Apa itu rasio BTC/XAU?
BTC/XAU adalah rasio yang menunjukkan berapa banyak ons emas yang setara dengan satu Bitcoin. Rasio ini sering digunakan untuk membandingkan kekuatan relatif Bitcoin terhadap emas. - Mengapa emas dibandingkan dengan Bitcoin?
Keduanya sering dianggap sebagai aset penyimpan nilai. Banyak investor menggunakan perbandingan ini untuk melihat aset mana yang lebih unggul dalam periode tertentu. - Apakah pola BTC/XAU akurat memprediksi harga Bitcoin?
Belum tentu. Pola historis dapat memberikan petunjuk, tetapi tidak menjamin hasil yang sama pada masa depan karena pasar dipengaruhi banyak faktor lain. - Kapan Bitcoin diprediksi mencapai ATH berikutnya?
Menurut analisis Adam Livingston, Bitcoin berpotensi mencetak ATH baru antara April hingga Desember 2027 jika pola historis BTC/XAU kembali terulang. - Faktor apa saja yang bisa memengaruhi harga Bitcoin selain pola historis?
Beberapa faktor utama meliputi kebijakan suku bunga bank sentral, kondisi ekonomi global, arus dana ETF Bitcoin, sentimen pasar, regulasi kripto, dan tingkat adopsi institusional. - Apakah prediksi Bitcoin ATH 2027 bisa meleset?
Ya. Semua model prediksi memiliki keterbatasan. Perubahan kondisi makroekonomi, regulasi, atau peristiwa tak terduga dapat membuat pergerakan harga berbeda dari pola sebelumnya.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


