Mandeknya pembahasan RUU CLARITY di Kongres Amerika Serikat justru dinilai membawa dampak positif bagi industri kripto.
Analis pasar Michaël van de Poppe menyebut, kegagalan RUU ini untuk maju ke tahap selanjutnya mencegah lahirnya regulasi yang berpotensi terlalu menekan ekosistem kripto dan keuangan terdesentralisasi.
CLARITY Act sebelumnya digadang-gadang sebagai kerangka hukum untuk memperjelas struktur pasar kripto di AS.
Namun, versi terakhir RUU ini menuai kritik keras dari pelaku industri karena dianggap mengandung banyak pasal bermasalah.
Dukungan Coinbase Dicabut, Ini Alasannya

Sumber Gambar: X.com
Salah satu pemicu utama mandeknya RUU CLARITY adalah keputusan Coinbase menarik dukungannya.
CEO Coinbase, Brian Armstrong, secara terbuka menyampaikan sejumlah keberatan terhadap draf terbaru RUU tersebut.
Beberapa poin yang disorot antara lain:
- Potensi larangan tidak langsung terhadap tokenized stocks
- Akses pemerintah ke data pengguna pada platform DeFi
- Larangan terhadap stablecoin yang memberikan imbal hasil
Armstrong menilai, ketentuan-ketentuan tersebut berisiko menghambat inovasi dan bertentangan dengan prinsip dasar kripto yang terbuka dan terdesentralisasi.
Baca berikutnya: CEO Ripple Ungkap Agenda Besar di 2026: Akuisisi hingga Kemitraan
Analis: Jika Disahkan, Dampaknya Bisa Buruk
Michaël van de Poppe menilai, jika CLARITY Act dipaksakan lolos dalam bentuk saat ini, dampaknya bisa negatif bagi pasar secara keseluruhan.
“Saya rasa jika RUU ini disetujui dalam bentuknya saat ini, akan berdampak sangat buruk pada pasar secara umum. Jadi, sekarang, semua pihak sepakat untuk melanjutkan diskusi. Ini sangat mengingatkan saya pada peraturan Markets in Crypto Assets (MiCA) di Eropa,” jelasnya dikutip dari Cointelegraph.
Menurutnya, regulasi yang terlalu ketat tidak hanya menekan aktivitas DeFi, tetapi juga bisa menggerus likuiditas dan minat investor terhadap aset kripto di Amerika Serikat.
Karena itu, tertundanya RUU ini justru memberi ruang bagi dialog lanjutan antara regulator, pelaku industri, dan pembuat kebijakan.
Van de Poppe membandingkan situasi ini dengan proses penyusunan regulasi MiCA di Uni Eropa, yang memerlukan beberapa kali revisi sebelum akhirnya disahkan dalam bentuk yang lebih seimbang.
Negosiasi Masih Berjalan, Gedung Putih Tetap Terlibat
Meski sempat muncul laporan bahwa Gedung Putih mengancam menarik dukungan, Brian Armstrong membantah adanya ketegangan serius.
Ia menegaskan bahwa proses negosiasi masih berlangsung dan pemerintah AS disebut bersikap konstruktif dalam pembahasan lanjutan.
Fokus utama diskusi kini adalah mencari titik temu antara industri kripto, regulator, dan sektor perbankan, terutama terkait isu stablecoin dan layanan berbasis imbal hasil.
Sejumlah pelaku industri memperingatkan bahwa pelarangan stablecoin berbunga dapat menghambat adopsi dan perkembangan sektor tersebut dalam jangka panjang.
Baca selanjutnya: Grayscale Tambah 36 Altcoin ke Watchlist Q1 2026, Ini Fokus Sektornya
Kesimpulan
Mandeknya RUU CLARITY bukan berarti upaya regulasi kripto di AS berhenti.
Sebaliknya, situasi ini membuka peluang untuk menyusun aturan yang lebih matang, seimbang, dan tidak mematikan inovasi.
Bagi pasar kripto, penundaan ini memberi waktu bernapas sekaligus harapan akan regulasi yang lebih ramah terhadap perkembangan teknologi blockchain.
FAQ
- Apa itu RUU CLARITY dalam regulasi kripto AS?
RUU CLARITY adalah rancangan undang-undang yang bertujuan mengatur struktur pasar kripto di Amerika Serikat, termasuk klasifikasi aset digital dan kewenangan regulator. - Kenapa RUU CLARITY dianggap bermasalah oleh industri kripto?
Versi terakhir RUU ini dinilai terlalu ketat karena berpotensi membatasi DeFi, melarang stablecoin berbunga, serta membuka akses pemerintah ke data pengguna. - Mengapa Coinbase menarik dukungan terhadap CLARITY Act?
Coinbase menilai sejumlah pasal dalam RUU tersebut dapat menghambat inovasi dan merugikan ekosistem kripto, terutama terkait tokenisasi dan privasi pengguna. - Apakah mandeknya RUU CLARITY berdampak ke harga kripto?
Secara langsung tidak, namun penundaan regulasi ketat dapat mengurangi tekanan pasar dan menjaga sentimen investor tetap stabil. - Apakah regulasi kripto di AS akan dihentikan?
Tidak. Pembahasan masih berlanjut dan kemungkinan akan menghasilkan versi regulasi baru yang lebih seimbang setelah melalui revisi dan negosiasi lanjutan.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan satu-satunya exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Regulasi Crypto






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


