MicroStrategy kembali mencuri perhatian setelah menambah kepemilikan Bitcoin secara agresif, namun langkah ini justru diikuti penurunan harga sahamnya.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar di pasar soal risiko dan daya tahan strategi Bitcoin ekstrem perusahaan tersebut.
MicroStrategy Tambah Bitcoin, Total Investasi Tembus Rp900 Triliun

Sumber: Strategy
MicroStrategy membeli 2.932 BTC dalam periode 20 – 25 Januari dengan nilai sekitar $264,1 juta, atau setara Rp4,4 triliun. Pembelian ini dilakukan di harga rata-rata $90.061 per BTC, didanai dari penjualan saham melalui skema at-the-market.
Dengan transaksi ini, total kepemilikan MicroStrategy kini mencapai 712.647 BTC.
Jika dikalkulasikan secara kumulatif, total investasi Bitcoin perusahaan mencapai sekitar $54,19 miliar atau mendekati Rp900 triliun, menjadikannya pemegang Bitcoin korporasi terbesar secara global.
Namun, besarnya eksposur ini juga berarti risiko perusahaan semakin terkonsentrasi pada pergerakan harga Bitcoin.
Baca juga: Emas Naik Gila ke $5.000, Kenapa Bitcoin (BTC) Belum Bergerak?
Saham MSTR Turun, Investor Khawatir Dilusi dan Volatilitas

Sumber: Strategy
Di tengah akumulasi Bitcoin tersebut, harga saham MicroStrategy (MSTR) justru melemah.
Saham MSTR tercatat berada di kisaran $160,58, turun 1,55% dalam satu hari dan jauh dari puncaknya di atas $500.
Pasar menyoroti dua isu utama. Pertama, dilusi saham, karena jumlah saham beredar melonjak dari kurang dari 80 juta pada 2021 menjadi sekitar 300 juta saat ini.
Kedua, ketergantungan ekstrem pada Bitcoin, yang membuat valuasi saham sangat sensitif terhadap koreksi harga kripto.
Kondisi ini diperparah oleh melemahnya pasar kripto secara umum, termasuk Bitcoin yang sempat turun ke area $87.000.
Konsentrasi Risiko Jadi Sorotan Utama Pasar
Saat ini, kepemilikan MicroStrategy setara dengan lebih dari 3,3% total suplai Bitcoin global.
Angka ini menegaskan keyakinan manajemen terhadap Bitcoin, namun sekaligus memperbesar risiko ketika pasar bergerak berlawanan.
Secara fundamental, bisnis inti MicroStrategy di sektor perangkat lunak justru menunjukkan tekanan, dengan pertumbuhan pendapatan negatif dan margin operasional masih di zona merah.
Meski rasio utang relatif rendah dan kepemilikan institusi mencapai 53,86%, volatilitas saham tetap tinggi dengan beta di atas 4.
Situasi ini membuat pasar semakin kritis menilai apakah strategi Bitcoin agresif benar-benar menciptakan nilai jangka panjang, atau justru memperbesar ketidakpastian bagi pemegang saham.
Kesimpulan
Langkah MicroStrategy memborong Bitcoin hingga Rp900 triliun menegaskan posisinya sebagai perusahaan dengan eksposur kripto paling ekstrem.
Namun, penurunan harga saham MSTR menunjukkan pasar belum sepenuhnya yakin dengan strategi ini, terutama di tengah volatilitas Bitcoin dan risiko dilusi yang terus membesar.
Bagi investor, kasus MicroStrategy menjadi contoh nyata bahwa akumulasi aset kripto skala besar tidak selalu sejalan dengan performa saham, terutama saat sentimen pasar berubah defensif.
FAQ
1. Kenapa saham MicroStrategy turun meski terus beli Bitcoin?
Karena investor khawatir dilusi saham dan risiko volatilitas Bitcoin yang terlalu besar pada neraca perusahaan.
2. Berapa total Bitcoin yang dimiliki MicroStrategy saat ini?
Sekitar 712.647 BTC, menjadikannya pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia.
3. Dari mana MicroStrategy mendapatkan dana untuk beli Bitcoin?
Sebagian besar berasal dari penjualan saham baru melalui skema at-the-market offering.
4. Apa risiko terbesar strategi MicroStrategy?
Risiko utamanya adalah ketergantungan ekstrem pada harga Bitcoin dan potensi tekanan ke saham jika pasar kripto melemah.
5. Apakah strategi ini masih dianggap positif oleh pasar?
Pandangan pasar terbelah. Ada yang melihatnya sebagai visi jangka panjang, namun banyak investor kini lebih fokus pada risiko dan volatilitasnya.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
The Cryptonomist – Analysts warn microstrategy stock could plunge to $100 as Bitcoin exposure deepens, diakses pada 27 Januari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
