Ethereum Ambles 21% Saat Aktivitas Naik, Tom Lee: Bukan Sinyal Bahaya
icon search
icon search

Top Performers

Ethereum Ambles 21% Saat Aktivitas Naik, Tom Lee: Bukan Sinyal Bahaya

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Ethereum Ambles 21% Saat Aktivitas Naik, Tom Lee: Bukan Sinyal Bahaya

Ethereum Ambles 21% Saat Aktivitas Naik, Tom Lee Bukan Sinyal Bahaya

Daftar Isi

Harga Ethereum (ETH) melemah tajam sepanjang kuartal pertama 2026. Berdasarkan data CoinGlass, ETH turun sekitar 21%, menjadikannya salah satu Q1 terburuk dalam sejarah aset kripto tersebut. Penurunan ini terjadi meski aktivitas jaringan Ethereum justru menunjukkan tren penguatan.

 

ETH Q Return

Sumber Gambar: Coinglass

 

Head of Research Fundstrat, Tom Lee, menilai pelemahan harga Ethereum bukan disebabkan oleh masalah fundamental. 

“Karena itu, faktor non-fundamental bisa dibilang lebih berperan dalam menjelaskan melemahnya harga ETH,” ujar Lee dikutip dari Cointelegraph.

Menurutnya, tekanan harga saat ini lebih dipengaruhi faktor eksternal pasar, bukan kinerja jaringan atau utilitas Ethereum itu sendiri.

 

Aktivitas jaringan Ethereum justru menguat

Di tengah penurunan harga, data on-chain menunjukkan kondisi yang berlawanan. Ethereum mencatat rekor transaksi harian sebesar 2,8 juta transaksi pada 15 Januari 2026. Jumlah alamat aktif harian juga sempat menembus 1 juta alamat.

Tom Lee menyoroti bahwa kondisi ini berbeda dengan fase crypto winter sebelumnya, seperti pada 2018 dan 2022. Pada periode tersebut, penurunan harga Ethereum diikuti melemahnya aktivitas jaringan dan jumlah wallet aktif. Kali ini, tren tersebut tidak terjadi.

Menurut Lee, kekuatan aktivitas on-chain menandakan bahwa tekanan harga ETH tidak berasal dari penurunan minat penggunaan jaringan.

 

Baca berikutnya: Rugi $6,6 Miliar dari Ethereum (ETH), Tom Lee Percayai Hal Ini

 

Dua faktor non-fundamental tekan harga ETH

Lee mengidentifikasi dua faktor utama yang menahan pergerakan harga Ethereum. Faktor pertama adalah absennya leverage di pasar kripto. 

Sejak kejatuhan pasar pada 10 Oktober, aktivitas leverage belum kembali secara signifikan. Tanpa dorongan leverage, tekanan beli di pasar menjadi lebih lemah, sehingga harga sulit bergerak naik meski fundamental mendukung.

Faktor kedua berasal dari pergeseran minat investor ke aset safe haven. Kenaikan harga emas dan logam mulia disebut Lee sebagai “gold vortex”, yakni kondisi ketika arus modal tersedot ke instrumen yang dianggap lebih aman. Situasi ini mengurangi selera risiko investor terhadap aset kripto, termasuk Ethereum.

 

Akumulasi ETH berlanjut di tengah koreksi harga

Meski harga Ethereum tertekan, entitas yang terkait dengan Fundstrat justru memanfaatkan koreksi ini. BitMine, perusahaan treasury Ethereum yang diasosiasikan dengan Lee, tercatat menambah kepemilikan sebesar 41.788 ETH dalam sepekan terakhir.

Saat ini, BitMine menguasai sekitar 4,28 juta ETH atau setara 3,55% dari total suplai Ethereum. Perusahaan tersebut menargetkan kepemilikan hingga 5% dari suplai, dengan sekitar 2,87 juta ETH telah di-stake.

“BitMine secara konsisten membeli Ethereum karena kami menilai koreksi ini menarik, seiring menguatnya fundamental,” kata Lee.

Namun, koreksi harga yang tajam juga berdampak signifikan. Nilai unrealized loss dari treasury Ethereum tersebut dilaporkan mendekati US$7 miliar seiring penurunan harga ETH.

 

Baca berikutnya: Kembali Staking Ethereum! Target Pendapatan Bitmine Rp2,6 Triliun per Tahun

 

Tekanan harga terjadi dalam waktu singkat

Sebagian besar penurunan harga Ethereum terjadi dalam satu pekan terakhir. ETH sempat turun lebih dari 25% dari kisaran US$3.000 ke level terendah sekitar US$2.200 sebelum mengalami pemulihan terbatas.

Bagi Tom Lee, pergerakan ini mencerminkan ketidakseimbangan jangka pendek antara sentimen pasar dan fundamental jaringan. 

Ia menilai harga Ethereum saat ini belum sepenuhnya mencerminkan utilitas dan peran jangka panjang ETH di ekosistem keuangan digital.

 

Kesimpulan

Penurunan harga Ethereum di awal 2026 menunjukkan bahwa tekanan pasar tidak selalu sejalan dengan kondisi fundamental. 

Saat harga tertekan, data on-chain justru mencerminkan peningkatan aktivitas dan penggunaan jaringan. 

Bagi pelaku pasar, kondisi ini menegaskan pentingnya membedakan antara volatilitas jangka pendek dan kekuatan struktural sebuah aset kripto.

 

FAQ

  • Kenapa harga Ethereum bisa turun meski aktivitas jaringan naik?
    Harga Ethereum saat ini lebih dipengaruhi faktor eksternal seperti minimnya leverage di pasar kripto dan pergeseran dana ke aset safe haven seperti emas, bukan karena penurunan penggunaan jaringan.
  • Apa yang dimaksud dengan “gold vortex” dalam konteks Ethereum?
    Gold vortex merujuk pada kondisi ketika lonjakan minat terhadap emas dan logam mulia menyedot dana dari aset berisiko, termasuk kripto, sehingga menekan harga meski fundamental tetap kuat.
  • Apakah penurunan harga Ethereum menandakan masalah pada jaringannya?
    Data on-chain menunjukkan sebaliknya. Jumlah transaksi dan alamat aktif Ethereum justru meningkat, menandakan jaringan tetap digunakan secara aktif.
  • Mengapa leverage berpengaruh besar terhadap harga ETH?
    Leverage meningkatkan daya beli dan volume transaksi di pasar. Ketika leverage rendah, tekanan beli melemah sehingga harga lebih sulit naik meski sentimen fundamental mendukung.
  • Apakah aktivitas akumulasi ETH oleh institusi penting diperhatikan?
    Akumulasi oleh institusi dapat menjadi indikator keyakinan jangka menengah terhadap aset. Namun, pergerakan harga tetap dipengaruhi dinamika pasar secara keseluruhan dan tidak selalu langsung bereaksi.

 

Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.

Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.

Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.

 

Kontak Resmi Indodax

Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

Follow Sosmed Telenya Indodax sekarang!

 

Author: Fau 

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

 

Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto#Berita Ethereum, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Tokoh Kripto Dunia

Lebih Banyak dari Berita,Ethereum

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
DVI/IDR
Dvision Ne
3
50%
UW3S/IDR
Utility We
6
50%
DEGEN/IDR
Degen
27
35%
DEFI/IDR
DeFi
4
33.33%
FUN/IDR
FUNToken
26
21.49%
Nama Harga 24H Chg
STIK/IDR
Staika
1.780
-42.58%
MYX/IDR
MYX Financ
4.703
-30.89%
GRASS/IDR
Grass
6.694
-26.89%
PORTAL/IDR
Portal
317
-25.59%
CHT/IDR
CyberHarbo
3
-25%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Charles Hoskinson Unggah Pesan Perpisahan, Ada Apa dengan Cardano?

Pendiri Cardano (ADA), Charles Hoskinson, mengunggah pesan singkat "TTYL" (Talk

Smart Money Borong Token HYPE Saat Pasar Crypto Dilanda Ketakutan
04/06/2026
Smart Money Borong Token HYPE Saat Pasar Crypto Dilanda Ketakutan

Token HYPE milik Hyperliquid menjadi sorotan setelah data on-chain menunjukkan

04/06/2026
Hati-Hati Klik Link! Scam Kripto Incar Fans FIFA Lewat Tiket Palsu Piala Dunia 2026
04/06/2026
Hati-Hati Klik Link! Scam Kripto Incar Fans FIFA Lewat Tiket Palsu Piala Dunia 2026

Otoritas Amerika Serikat memperingatkan lonjakan scam kripto yang menargetkan penggemar

04/06/2026