Harga Bitcoin (BTC) anjlok tajam ke $75.324 pada Senin (02/02), menandai salah satu kejatuhan terdalam sejak puncaknya di Oktober lalu.
Dalam waktu singkat, sekitar $800 miliar kapitalisasi pasar Bitcoin lenyap, memicu kepanikan luas di pasar kripto.

Harga Bitcoin hari ini (02/02) | Sumber: TradingView
Penurunan ini terjadi saat likuiditas akhir pekan sangat tipis, memperbesar dampak jual paksa. Bitcoin bahkan sempat keluar dari daftar 10 aset global terbesar, tertinggal dari raksasa institusional seperti Tesla dan Saudi Aramco.
Kombinasi Geopolitik, Dolar Kuat, dan Likuidasi Paksa
MONDAY: RUSSELL 2000 CRASH
TUESDAY: DOLLAR INDEX CRASH
WEDNESDAY: S&P 500 CRASH
THURSDAY: NASDAQ CRASH
FRIDAY: GOLD AND SILVER CRASH
SATURDAY: BITCOIN AND ETHEREUM CRASHTHIS WEEK WILL BE REMEMBERED FOR AGES. pic.twitter.com/CthYspCT8K
— Max Crypto (@MaxCrypto) January 31, 2026
Tekanan utama datang dari eskalasi ketegangan AS – Iran yang langsung mendorong pasar ke mode risk-off.
Dalam kondisi seperti ini, Bitcoin tidak diperlakukan sebagai aset lindung nilai, melainkan sebagai sumber likuiditas yang cepat dijual.
Di saat bersamaan, penguatan dolar AS setelah munculnya nama Kevin Warsh sebagai kandidat Ketua The Fed memperburuk tekanan di seluruh aset keras.
Emas dan perak ikut terkoreksi tajam, menunjukkan aksi de-risking serentak lintas pasar.
Baca juga: Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP Dinilai Hadapi Fase Penting Tahun Ini
Likuidasi Leverage Mempercepat Kejatuhan Harga

Sumber: CoinGlass
Saat Bitcoin menembus level $80.000 pada akhir pekan ini, pasar mengalami gelombang likuidasi posisi long.
Data menunjukkan hampir $2,5 miliar posisi leverage terhapus hanya dalam 24 jam, dengan sekitar 200.000 trader terdampak.
Likuidasi ini bersifat mekanis dan otomatis. Ketika harga menyentuh ambang tertentu, sistem menutup posisi dan menjual BTC ke pasar, menciptakan efek domino yang menekan harga lebih dalam.
Ritel Menyerah, Whale Justru Akumulasi
Data on-chain memperlihatkan kontras tajam dilansir dari CoinDesk. Investor kecil dengan kepemilikan di bawah 10 BTC tercatat terus menjual, mencerminkan kapitulasi setelah harga turun sekitar 35% dari puncak $126.000.
Sebaliknya, mega-whale dengan kepemilikan di atas 1.000 BTC justru menambah kepemilikan ke level tertinggi sejak akhir 2024. Namun, akumulasi ini belum cukup kuat untuk menahan tekanan jual jangka pendek.
Apakah Ini Awal Crypto Winter?
Situasi saat ini mengingatkan pasar pada fase awal crypto winter 2022, di mana penurunan dipercepat oleh leverage berlebihan dan sentimen global.
Bedanya, kejatuhan kali ini terjadi di tengah adopsi institusional yang jauh lebih luas dibanding siklus sebelumnya.
Namun, selama tekanan likuidasi dan ketidakpastian makro berlanjut, pasar masih rentan terhadap penurunan lanjutan. Risiko pelemahan lebih dalam tetap terbuka jika aksi jual paksa belum sepenuhnya mereda.
Kesimpulan
Anjloknya Bitcoin ke $75.684 menegaskan rapuhnya pasar kripto di tengah leverage tinggi dan tekanan geopolitik global.
Penurunan ini bukan sekadar koreksi biasa, melainkan hasil dari kombinasi risk-off global, penguatan dolar, dan likuidasi paksa.
Apakah ini awal crypto winter 2026 masih belum pasti, namun data menunjukkan pasar sedang berada di fase penyesuaian yang sangat sensitif.
FAQ
1. Kenapa Bitcoin turun tajam?
Penurunan dipicu eskalasi ketegangan AS–Iran, penguatan dolar AS, dan likuidasi besar posisi leverage di pasar kripto.
2. Berapa besar likuidasi yang terjadi?
Hampir $2,5 miliar posisi long terlikuidasi dalam 24 jam, melibatkan sekitar 200.000 trader.
3. Apakah emas dan perak juga terdampak?
Ya. Emas sempat turun 9% dan perak anjlok hingga 26%, menandakan aksi jual lintas aset keras.
4. Kenapa investor kecil banyak menjual?
Penurunan sekitar 35% dari puncak harga memicu kepanikan dan kapitulasi di kalangan pemegang kecil.
5. Apa arti akumulasi whale di tengah kejatuhan?
Whale terlihat menyerap BTC yang dijual ritel, namun akumulasi tersebut belum cukup kuat untuk membalikkan tren harga dalam jangka pendek.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
CoinDesk – ‘This is absolutely INSANE’: Bitcoin’s weekend crash exposes the cracks beneath crypto’s latest boom, diakses pada 2 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Whale Terkini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
