Perusahaan investasi global berbasis di New York, Goldman Sachs memperingatkan bahwa pasar global berpotensi memasuki fase volatilitas baru seiring meningkatnya tekanan jual di pasar saham.
Kondisi ini dinilai dapat menjalar ke Bitcoin (BTC), emas, dan perak akibat memburuknya likuiditas.
STOCK SELL-OFF NOT OVER, GOLDMAN TRADERS SAY
Goldman Sachs warns that US stocks could face more selling this week, driven by trend-following funds known as CTAs, which have already hit sell triggers in the S&P 500.
The bank estimates CTAs could dump up to $33 billion this week…
— *Walter Bloomberg (@DeItaone) February 8, 2026
Dalam catatan perdagangannya, Goldman menyebut dana sistematis atau Commodity Trading Advisers (CTA) telah memicu sinyal jual di indeks S&P 500.
Jika tekanan berlanjut, pasar diperkirakan menghadapi gelombang penjualan dalam skala besar.
Potensi Penjualan Saham hingga $80 Miliar
STOCK SELL-OFF NOT OVER, GOLDMAN TRADERS SAY
Goldman Sachs warns that US stocks could face more selling this week, driven by trend-following funds known as CTAs, which have already hit sell triggers in the S&P 500.
The bank estimates CTAs could dump up to $33 billion this week…
— *Walter Bloomberg (@DeItaone) February 8, 2026
Goldman memperkirakan sekitar $33 miliar saham berpotensi dilepas hanya dalam satu minggu jika pasar melemah lebih jauh.
Dalam skenario yang lebih ekstrem, hingga $80 miliar penjualan tambahan bisa terjadi dalam satu bulan ke depan apabila indeks utama menembus level teknikal penting.
Tekanan ini diperparah oleh kondisi likuiditas yang menipis. Goldman mencatat posisi opsi yang membuat dealer berada dalam kondisi short gamma, sehingga terpaksa menjual saat pasar turun dan membeli saat naik, yang pada akhirnya mempercepat pergerakan harga.
Selain CTA, strategi sistematis lain seperti risk-parity dan volatility-control funds juga masih memiliki ruang untuk mengurangi eksposur. Artinya, tekanan jual berpotensi tidak berhenti pada satu jenis pelaku pasar saja.
Baca juga: Pasar Kripto Kembali Menguat Hari Ini, Apa Penyebabnya?
Dampak Tidak Langsung ke Bitcoin dan Emas
Meski analisis Goldman berfokus pada pasar saham, dampaknya dinilai bisa merambat ke aset lain. Secara historis, penjualan saham berbasis aliran dana sering memicu volatilitas di aset sensitif likuiditas, termasuk kripto.

Sumber: TradingView
Bitcoin dalam beberapa periode terakhir bergerak searah dengan sentimen risiko global.
Saat likuiditas mengetat dan pelaku pasar melakukan deleveraging, BTC berisiko mengalami fluktuasi lanjutan, terutama jika tekanan jual saham meningkat.
Emas dan perak berada dalam posisi yang lebih kompleks. Di satu sisi, kondisi risk-off bisa menekan harga komoditas. Namun di sisi lain, permintaan safe haven juga bisa muncul, membuat pergerakan harga menjadi tajam dan tidak satu arah.
Likuiditas Jadi Faktor Kunci Pasar
Goldman menegaskan bahwa likuiditas menjadi variabel terpenting dalam beberapa pekan ke depan.
Penurunan likuiditas, peningkatan volatilitas, dan mendekatnya periode musiman yang lemah dinilai membuat pasar tetap rapuh.
Jika proyeksi Goldman terealisasi, tekanan di pasar saham berpotensi menguji stabilitas aset lain. Bitcoin dan logam mulia dinilai tidak sepenuhnya kebal terhadap dampak lanjutan dari pengetatan kondisi keuangan global.
Kesimpulan
Peringatan Goldman Sachs menunjukkan bahwa tekanan pasar saham saat ini tidak berdiri sendiri.
Risiko sistematis berpotensi menyebar ke Bitcoin, emas, dan perak melalui jalur likuiditas dan sentimen global.
Dalam kondisi seperti ini, pergerakan aset bukan hanya ditentukan oleh narasi masing-masing, tetapi oleh bagaimana pelaku pasar mengelola risiko secara keseluruhan.
Likuiditas, bukan sekadar fundamental, menjadi penentu utama arah pasar dalam jangka pendek.
FAQ
1. Kenapa Goldman Sachs menyoroti risiko ke Bitcoin dan emas?
Karena tekanan jual saham berbasis dana sistematis sering berdampak ke aset lain yang sensitif terhadap likuiditas, termasuk Bitcoin dan logam mulia.
2. Apa itu CTA yang disebut Goldman Sachs?
CTA adalah dana mengikuti tren pasar secara otomatis. Saat sinyal jual muncul, mereka akan melepas aset tanpa mempertimbangkan sentimen jangka panjang.
3. Kenapa penjualan saham bisa memengaruhi Bitcoin?
Saat likuiditas mengetat, pelaku pasar sering mengurangi eksposur di aset berisiko. Bitcoin kerap ikut terdampak karena diperdagangkan sebagai aset sensitif sentimen global.
4. Apakah emas selalu aman saat pasar bergejolak?
Tidak selalu. Emas bisa ditekan oleh kebutuhan likuiditas, meski dalam kondisi tertentu tetap menarik sebagai aset lindung nilai.
5. Faktor apa yang paling menentukan arah pasar saat ini?
Goldman menilai likuiditas dan volatilitas menjadi faktor utama, bukan hanya kinerja ekonomi atau narasi aset tertentu.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Be(in)crypto – Risks Rise for Bitcoin, Gold, and Silver as Goldman Sachs Warns $80 Billion in Stock Selling, diakses pada 9 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #info emas 2026





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
