Apa Itu Dhaman? Pengertian, Rukun, & Jenisnya
icon search
icon search

Top Performers

 Apa Itu Dhaman? Pengertian, Rukun, & Jenisnya

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

 Apa Itu Dhaman? Pengertian, Rukun, & Jenisnya

Apa Itu Dhaman? Pengertian, Rukun, & Jenisnya

Daftar Isi

Dalam setiap akad utang, selalu ada satu pertanyaan yang tidak pernah benar-benar hilang: bagaimana jika kewajiban itu tidak dipenuhi? Risiko gagal bayar bukan hanya soal angka, tetapi soal kepercayaan. 

Dalam hukum Islam, kebutuhan menjaga kepercayaan ini tidak dibiarkan tanpa mekanisme. Di sinilah konsep dhaman hadir sebagai salah satu instrumen penting dalam fiqih muamalah.

Dhaman bukan sekadar istilah teknis. Ia lahir dari kebutuhan sosial untuk melindungi hak, menjaga stabilitas transaksi, dan memastikan tanggung jawab tidak berhenti di atas kertas. 

Untuk memahami posisinya secara utuh, kita perlu melihat bagaimana konsep ini dirumuskan, apa landasan hukumnya, dan bagaimana ia diterapkan dalam praktik.

 

Apa Itu Dhaman dalam Islam?

Secara bahasa, dhaman berarti menanggung atau menjamin. Dalam istilah fiqih, dhaman adalah akad penjaminan di mana seseorang bersedia menanggung kewajiban finansial pihak lain apabila pihak tersebut tidak mampu menunaikannya.

Dalam akad ini terdapat unsur penting: tanggung jawab tambahan. Artinya, kewajiban yang semula hanya berada pada debitur kini diperkuat dengan komitmen pihak ketiga, yaitu penjamin atau adh-dhamin. Jika debitur gagal membayar, kreditur berhak menagih kepada penjamin.

Struktur ini menunjukkan bahwa dhaman bukan sekadar janji moral, melainkan bagian dari sistem hukum yang mengikat. Dalam praktik muamalah klasik, akad seperti ini memperlancar transaksi perdagangan karena risiko tersebar dan tidak sepenuhnya dibebankan kepada satu pihak.

Pada titik ini sering muncul pertanyaan tentang perbedaan dhaman dan kafalah. Keduanya memang sama-sama akad penjaminan. 

Namun dalam literatur fiqih, kafalah kerap dikaitkan dengan penjaminan kehadiran atau kewajiban personal, sedangkan dhaman lebih sering merujuk pada penjaminan kewajiban finansial. Perbedaan ini tidak selalu tegas dalam praktik, tetapi penting dipahami agar tidak terjadi kekeliruan dalam penyusunan akad.

Ketika membahas akad dan struktur tanggung jawab seperti ini, diskusi biasanya tidak jauh dari prinsip keadilan dan transparansi dalam transaksi. Hal ini juga berkaitan dengan pembahasan tentang ghar?r dalam hukum Islam yang menekankan pentingnya kejelasan agar tidak muncul ketidakpastian atau sengketa di kemudian hari.

Setelah memahami definisinya, pertanyaan berikutnya tentu mengenai legitimasi hukumnya.

 

Dasar Hukum Dhaman 

Walaupun kata “dhaman” tidak disebut secara eksplisit dalam Al-Qur’an sebagai istilah teknis, prinsipnya berakar kuat dalam nilai tanggung jawab dan amanah. 

Dalam Surah Yusuf ayat 66, terdapat gambaran tentang jaminan yang diberikan untuk memastikan seseorang kembali dengan selamat. Ayat tersebut menunjukkan bahwa praktik penjaminan telah dikenal dalam konteks sosial sejak masa para nabi.

Hadis riwayat Imam Bukhari juga menegaskan bahwa utang harus ditunaikan, dan penanggung memiliki kewajiban untuk membayar jika pihak yang dijamin gagal melaksanakan tanggung jawabnya. Ini bukan sekadar aturan administratif, tetapi bagian dari etika muamalah.

Mayoritas ulama dari mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali membolehkan dhaman karena mengandung kemaslahatan dan unsur tolong-menolong. 

Dalam kaidah fiqih, segala bentuk akad yang menjaga hak dan mencegah kerugian termasuk dalam prinsip yang dianjurkan, selama tidak bertentangan dengan syariah, seperti informasi yang kami kutip dari website shariaknowledgecentre.id.

Pembahasan tentang keabsahan akad dalam konteks modern sering kali juga bersinggungan dengan teknologi dan sistem transaksi baru. Karena itu, tidak sedikit yang mengaitkannya dengan diskusi lebih luas mengenai hukum blockchain dalam Islam, terutama ketika mekanisme penjaminan mulai diterapkan dalam sistem digital.

Dari sini terlihat bahwa dhaman bukan inovasi modern, melainkan bagian dari sistem hukum Islam yang dirancang untuk mengelola risiko secara adil. Agar tidak terjadi penyimpangan, Islam juga menetapkan rukun dan syarat yang jelas.

 

Rukun & Syarat Dhaman

Setiap akad dalam fiqih muamalah memiliki rukun yang harus terpenuhi agar sah. Dhaman tidak terkecuali.

Pertama adalah adh-dhamin, pihak yang menjamin. Ia harus baligh, berakal, dan memberikan persetujuan secara sukarela. Penjamin juga wajib mengetahui dengan jelas nilai kewajiban yang ditanggung. Jika nilai utang tidak jelas, akad berpotensi mengandung unsur ketidakpastian yang dilarang.

Kedua adalah al-madhmun lahu, pihak yang berpiutang. Ia adalah penerima jaminan dan berhak menagih kepada penjamin apabila debitur gagal membayar.

Ketiga adalah al-madhmun ‘anhu, pihak yang berutang. Walaupun ada penjamin, kewajiban utama tetap berada padanya. Dhaman tidak menghapus tanggung jawab asli, melainkan memperkuatnya.

Keempat adalah madhmun bih, yaitu objek jaminan. Objek ini harus jelas nilainya, halal, dan dapat ditentukan secara spesifik.

Kelima adalah sighat, yaitu pernyataan akad. Dalam praktik klasik bisa berupa lafaz lisan, sementara dalam praktik modern umumnya dituangkan dalam kontrak tertulis.

Struktur ini menunjukkan bahwa dhaman bukan sekadar bentuk solidaritas spontan. Ia memiliki fondasi hukum yang sistematis dan terukur.

Dengan rukun yang jelas, bentuk penerapannya pun berkembang dalam beberapa jenis.

 

Jenis-Jenis Dhaman dalam Praktik

Para ulama membagi dhaman ke dalam beberapa kategori sesuai konteksnya.

Dhaman bi al-mal adalah penjaminan atas kewajiban finansial atau harta. Dalam sistem perbankan syariah, bentuk ini sering muncul ketika lembaga meminta penjamin atas pembiayaan tertentu.

Dhaman bi al-nafs merujuk pada jaminan pribadi. Seseorang menggunakan reputasi dan kapasitasnya sebagai dasar tanggung jawab tambahan.

Dhaman bi al-taslim berkaitan dengan jaminan pengembalian barang, misalnya dalam akad sewa.

Dhaman al-munajazah sering disejajarkan dengan performance bond, yaitu jaminan bahwa suatu pekerjaan akan diselesaikan sesuai kontrak.

Dhaman al-mu’allaqah bersifat bersyarat atau memiliki batas waktu tertentu.

Jika diperhatikan, seluruh jenis tersebut pada dasarnya bertujuan menjaga hak dan memastikan tanggung jawab tidak diabaikan. Prinsip yang sama juga tampak dalam pengaturan harta waris, di mana kejelasan hak dan kewajiban menjadi kunci utama sebagaimana dijelaskan dalam pembahasan tentang mawaris dan aturan warisan dalam Islam

 

Contoh Penerapan Dhaman dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam kredit kendaraan, lembaga pembiayaan sering meminta penjamin tambahan jika profil risiko debitur dinilai tinggi. Penjamin tersebut bertanggung jawab jika cicilan macet.

Dalam pembiayaan usaha kecil, koperasi sering mengandalkan penjamin dari anggota lama yang memiliki rekam jejak baik. Sistem ini bukan hanya mengurangi risiko finansial, tetapi juga menciptakan tekanan moral yang membuat debitur lebih disiplin.

Pada pinjaman pendidikan, orang tua yang menandatangani akad sebagai penjamin menanggung risiko pembayaran. Tanggung jawab ini memperlihatkan dimensi sosial dari dhaman: bukan hanya soal hukum, tetapi juga komitmen keluarga.

Pengalaman di banyak komunitas menunjukkan bahwa transaksi dengan penjamin cenderung memiliki tingkat wanprestasi lebih rendah. Alasannya bukan semata-mata ancaman hukum, melainkan adanya ikatan sosial yang membuat pelanggaran terasa lebih berat.

 

Mengapa Dhaman Tetap Relevan?

Sistem keuangan modern mengandalkan kontrak dan manajemen risiko. Namun prinsip dasarnya tetap sama: kewajiban harus dijaga.

Dhaman menawarkan perspektif bahwa mitigasi risiko bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga persoalan tanggung jawab manusia. Dalam akad penjaminan, ada kesadaran bahwa kegagalan satu pihak akan berdampak pada pihak lain.

Ketika tanggung jawab diperluas melalui penjamin, kepercayaan dalam ekosistem ekonomi meningkat. Inilah fondasi yang membuat konsep dhaman tetap relevan dalam berbagai sistem transaksi, baik tradisional maupun modern.

 

Kesimpulan

Dhaman sering dipahami sebatas jaminan utang. Padahal, jika dilihat lebih dalam, ia adalah mekanisme sosial yang menjaga keseimbangan antara kepercayaan dan tanggung jawab. 

Dalam setiap akad yang melibatkan risiko, Islam tidak hanya menawarkan aturan, tetapi juga struktur perlindungan yang memastikan hak tidak menggantung.

Ketika seseorang bersedia menjadi penjamin, yang dipertaruhkan bukan hanya harta, tetapi juga reputasi dan integritas. Di titik inilah dhaman menunjukkan fungsinya yang lebih luas: membangun disiplin, memperkuat komitmen, dan menciptakan rasa aman dalam transaksi.

Di tengah sistem ekonomi modern yang sangat kontraktual, nilai yang dibawa oleh dhaman tetap relevan. Konsep ini mengingatkan bahwa stabilitas transaksi bukan hanya hasil dari klausul hukum, melainkan juga dari kesadaran bahwa setiap kewajiban memiliki konsekuensi nyata. 

Selama aktivitas ekonomi melibatkan utang, risiko, dan kepercayaan, prinsip dhaman akan selalu menemukan ruangnya.

 

 

Itulah informasi menarik tentang pengertian Dhaman yang bisa kamu dalami lebih lanjut di kumpulan artikel kripto dari Indodax Academy. Selain mendapatkan insight mendalam lewat berbagai artikel edukasi crypto terpopuler, kamu juga bisa memperluas wawasan lewat kumpulan tutorial serta memilih dari beragam artikel populer yang sesuai minatmu.

Selain update pengetahuan, kamu juga bisa langsung pantau harga aset digital di Indodax Market seperti harga Bitcoin (BTC to IDR) atau aset lainnya dan ikuti perkembangan terkini lewat berita crypto terbaru. Untuk pengalaman trading lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading dari Indodax. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu nggak ketinggalan informasi penting seputar blockchain, aset kripto, dan peluang trading lainnya.

Kamu juga bisa ikutin berita terbaru kami lewat Google News agar akses informasi lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan aset kripto kamu dengan fitur INDODAX staking crypto, cara praktis buat dapetin penghasilan pasif dari aset yang disimpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.

 

Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Follow IG Indodax

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

FAQ

  1. Jika sudah ada kontrak tertulis, apakah masih perlu dhaman?
    Kontrak memang mengikat secara hukum, tetapi dhaman menambahkan lapisan perlindungan tambahan. Dalam praktik, penjamin membuat posisi kreditur lebih kuat karena ada pihak lain yang ikut bertanggung jawab jika terjadi gagal bayar.
  2. Apakah penjamin otomatis menanggung seluruh utang?
    Tidak selalu. Ruang lingkup tanggung jawab penjamin bergantung pada isi akad. Jika disepakati hanya sebagian nilai utang, maka tanggung jawabnya terbatas pada bagian tersebut.
  3. Apakah dhaman bisa dibatalkan setelah disepakati?
    Secara prinsip, akad yang sudah sah tidak bisa dibatalkan sepihak tanpa persetujuan semua pihak. Karena itu, seseorang perlu benar-benar memahami risiko sebelum bersedia menjadi penjamin.
  4. Bagaimana jika penjamin juga tidak mampu membayar?
    Dalam kondisi seperti ini, kewajiban tetap kembali pada pihak yang berutang. Namun secara hukum, kreditur tetap memiliki hak menagih sesuai urutan tanggung jawab yang tercantum dalam akad.
  5. Mengapa dalam praktik modern bank tetap meminta agunan meskipun ada penjamin?
    Penjamin dan agunan memiliki fungsi berbeda. Penjamin memperkuat tanggung jawab personal, sedangkan agunan memberi kepastian nilai yang dapat dieksekusi. Kombinasi keduanya mengurangi risiko dari berbagai sisi.

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

 

Author:  AL

 

Lebih Banyak dari Lainnya

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
CBG/IDR
Chainbing
14
133.33%
TNSR/IDR
Tensor
940
85.04%
RVM/IDR
Realvirm
6
50%
DVI/IDR
Dvision Ne
3
50%
ALICE/IDR
MyNeighbou
2.736
34.12%
Nama Harga 24H Chg
MEME/IDR
Memecoin
9
-18.18%
RDNT/IDR
Radiant Ca
11
-15.38%
METIS/IDR
Metis
50.176
-14.22%
BOME/IDR
BOOK OF ME
7
-12.5%
HOME/IDR
Defi App
358
-12.04%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Algorand vs Solana vs Avalanche: 3 Desain Blockchain yang Berbeda

Kenapa perbandingan ini sering terasa “salah tempat”? Kalau kamu lihat

Bitcoin vs Fiat dalam Sistem Keuangan Global: Apa Bedanya?

Uang tidak pernah benar-benar berdiri sendiri sebagai alat tukar sederhana.

Shiba Inu vs Floki: Mana Meme Coin yang Punya Potensi Lebih Besar?

Tidak banyak kategori aset kripto yang mampu menarik perhatian publik