Mark to Market dalam Crypto dan Cara Kerjanya
icon search
icon search

Top Performers

Mark to Market dalam Crypto: Cara Kerja Penilaian Aset di Pasar Volatil

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Mark to Market dalam Crypto: Cara Kerja Penilaian Aset di Pasar Volatil

Mark to Market 1

Daftar Isi

Di dalam pasar kripto, pergerakan harga terjadi nyaris tanpa jeda. Saat dipantau,portofolio kamu sempat tampak tenang, namun beberapa detik kemudian nilainya sudah berubah arah.

Kenaikan atau penurunan itu sering terasa mendadak, padahal sistem hanya menyesuaikan valuasi berdasarkan harga pasar terkini.

Di sinilah konsep mark to market berperan. Mekanisme ini membuat nilai aset dihitung ulang mengikuti harga terakhir yang terbentuk di pasar, bukan berdasarkan harga beli awal.

Dengan memahami cara kerjanya, kamu bisa melihat perubahan angka di portofolio secara lebih jernih dan tidak reaktif, terutama saat volatilitas sedang tinggi.

 

Apa Itu Mark to Market?

Mark to Market 3

Mark to Market (MTM) adalah cara menilai aset berdasarkan harga pasar terbaru, bukan berdasarkan harga saat pertama kali dibeli. Jadi, nilai yang muncul bukan angka lama yang tersimpan di catatan, melainkan angka yang menyesuaikan kondisi pasar saat ini.

Metode ini dipakai di banyak bidang, mulai dari akuntansi hingga investasi, supaya nilai aset yang terlihat benar-benar mencerminkan harga jika dijual sekarang.

Konsep ini diatur dalam standar akuntansi seperti ASC 820 oleh FASB (Fair Value Measurement) untuk pengukuran nilai wajar pada aset tertentu. 

 

Perbedaan Mark to Market dan Biaya Historis

Perbedaannya ada pada dasar penilaiannya. Biaya historis mencatat aset sesuai harga pembelian awal. Angkanya tetap, meskipun harga pasar sudah naik atau turun.

Mark to market justru menyesuaikan nilai aset berdasarkan harga pasar saat ini. Kalau harga naik, nilainya ikut naik. Jika harga turun, nilainya ikut turun.

Di pasar kripto, pendekatan ini terasa jelas. Nilai portofolio bisa berubah dalam hitungan detik karena sistem menggunakan harga pasar terbaru.

Jadi, perubahan angka yang kamu lihat sebenarnya adalah hasil penyesuaian mark to market, dan bukan karena kamu melakukan transaksi baru.

 

Mengapa Mark to Market Penting di Pasar Crypto?

Di pasar kripto, harga bergerak cepat dan tanpa jeda. Karena itu, cara menilai aset juga harus mengikuti pergerakan tersebut. Di sinilah mark to market menjadi relevan. Berikut ini adalah beberapa alasan mark to market penting di pasar crypto.

 

1.Pasar Crypto Beroperasi 24/7

Pasar kripto tidak pernah tutup. Siang, malam, hari libur, harga tetap berjalan. Kalau penilaian aset tidak diperbarui secara realtime, angka yang terlihat bisa langsung tertinggal dari kondisi pasar.

Mark to market membuat nilai aset terus menyesuaikan harga terbaru di bursa. Pendekatan ini mengikuti konsep fair value accounting yang mengutamakan harga pasar saat ini dibanding harga lama.

Prinsip tersebut juga ditegaskan dalam standar yang ditetapkan oleh Financial Accounting Standards Board.

 

2.Volatilitas Tinggi dan Dampaknya pada Nilai Portofolio

Harga kripto bisa naik atau turun tajam dalam waktu singkat. Perubahan cepat ini membuat nilai portofolio ikut bergerak, meskipun kamu tidak melakukan transaksi apa pun.

Dengan mark to market, setiap kenaikan atau penurunan harga langsung tercermin sebagai unrealized gain atau unrealized loss. Jadi, keuntungan atau kerugian yang belum direalisasikan tetap terlihat secara dinamis mengikuti pasar.

 

3.Transparansi Nilai Aset Digital

Mark to market membuat angka di portofolio mencerminkan kondisi pasar terkini, bukan harga beli lama yang statis. Artinya, nilai yang kamu lihat adalah refleksi harga pasar saat itu.

Di pasar yang sangat fluktuatif seperti kripto, transparansi ini penting agar kamu bisa membaca posisi keuangan secara lebih realistis dan tidak terjebak pada angka historis.

 

Cara Kerja Mark to Market dalam Crypto

Di pasar kripto yang bergerak cepat, penyesuaian nilai aset terjadi secara otomatis mengikuti harga terbaru. Berikut ini adalah cara kerja mark to market dalam crypto.

 

1.Penilaian Aset Spot

Untuk aset spot seperti Bitcoin dan Ethereum, sistem mengambil harga terakhir yang terjadi di pasar sebagai acuan.

Kalau kamu membeli BTC di harga tertentu lalu harga pasar naik, nilai portofolio otomatis ikut naik. Jika harga turun, nilainya langsung ikut turun. Penyesuaian ini terjadi meskipun kamu tidak melakukan transaksi apa pun.

 

2.Unrealized Profit dan Loss

Karena nilainya terus diperbarui, kamu bisa melihat keuntungan atau kerugian yang belum direalisasikan. Ini disebut unrealized profit atau unrealized loss.

Artinya, secara angka kamu terlihat untung atau rugi, tetapi hasil tersebut baru benar-benar terjadi jika aset dijual.

 

Penggunaan pada Margin dan Derivatif

Dalam trading futures dan produk derivatif, mark to market digunakan untuk menghitung nilai posisi secara berkala berdasarkan harga terbaru.

Mekanisme ini juga dipakai untuk menghitung kebutuhan margin dan menentukan apakah posisi mendekati batas likuidasi. Semua dihitung memakai harga pasar saat itu agar kondisi akun selalu mencerminkan situasi nyata.

 

Perbedaan Mark Price, Last Price, dan Index Price

Dalam sistem mark to market, harga yang dipakai sebagai acuan sangat menentukan nilai portofolio. Di pasar kripto, ada tiga istilah harga yang sering muncul dan masing-masing punya fungsi berbeda, yaitu sebagai berikut.

 

1.Last Price

Last price adalah harga transaksi terakhir yang terjadi di pasar. Setiap kali ada transaksi baru, angka ini langsung berubah mengikuti kesepakatan terbaru antara pembeli dan penjual.

 

2.Mark Price

Mark price adalah harga acuan yang dipakai untuk menghitung unrealized PnL, terutama di trading futures.

Harga ini dirancang agar lebih stabil dan tidak mudah terpengaruh lonjakan ekstrem sehingga bisa mengurangi risiko manipulasi atau likuidasi akibat pergerakan sesaat.

 

3.Index Price

Index price adalah harga rata-rata yang diambil dari beberapa exchange. Karena bersumber dari banyak pasar, nilainya biasanya lebih stabil dan dianggap mewakili kondisi pasar secara umum.

Mark to market membutuhkan harga pasar terkini untuk menilai aset atau posisi. Last price menunjukkan transaksi terbaru, index price memberi gambaran rata-rata pasar, dan mark price biasanya dipakai sebagai dasar perhitungan nilai wajar pada derivatif.

Kombinasi ketiganya membantu sistem menampilkan nilai yang lebih realistis dan tidak sekadar bergantung pada satu transaksi terakhir.

 

Dampak Mark to Market terhadap Manajemen Risiko

Mark to market berperan penting dalam membantu investor membaca risiko secara lebih jelas di pasar yang bergerak cepat. Berikut ini beberapa dampaknya terhadap manajamen risiko.

 

1.Membantu Investor Memahami Nilai Aktual Portofolio

Dengan mark to market, nilai aset selalu mengikuti harga pasar terbaru. Ini membuat portofolio mencerminkan nilai wajar secara realtime sehingga kamu tahu posisi sebenarnya saat itu juga.

 

2.Mengurangi Ilusi Keuntungan Semu

Tanpa penyesuaian ke harga pasar, portofolio bisa terlihat aman atau untung karena masih memakai harga beli lama. Mark to market menghapus ilusi tersebut dengan menampilkan nilai yang lebih realistis sesuai kondisi pasar sekarang.

 

3.Risiko Psikologis di Pasar Volatil

Karena nilainya terus berubah, fluktuasi realtime bisa memicu reaksi emosional. Jika tidak dipahami dengan benar, perubahan angka yang cepat dapat mendorong keputusan tergesa-gesa, padahal itu hanya penyesuaian nilai mengikuti pasar.

 

Mark to Market dalam DeFi dan OnChain Ecosystem

Di ekosistem DeFi, penyesuaian nilai aset tidak dilakukan manual, melainkan otomatis lewat smart contract yang mengikuti harga pasar. Berikut ini gambaran peran mark to market di sistem onchain.

 

1.Collateral Ratio dalam Lending Protocol

Saat kamu menjaminkan aset di protokol lending, nilainya dihitung berdasarkan harga terkini. Jika harga naik, nilai jaminan ikut naik dan rasio jadi lebih aman. Kalau harga turun, nilainya langsung menyesuaikan secara realtime.

 

2.Liquidation Threshold

Setiap pinjaman punya batas minimum rasio jaminan. Ketika harga aset turun, rasio bisa ikut turun dan mendekati batas tersebut. Jika melewati ambang aman, sistem dapat melakukan likuidasi otomatis untuk menjaga keseimbangan risiko.

 

Kelebihan dan Keterbatasan Mark to Market

Mark to Market 2

Mark to market membantu menampilkan nilai aset sesuai kondisi pasar saat ini. Namun, seperti metode lain, pendekatan ini juga punya sisi kelebihan dan keterbatasan, antara lain sebagai berikut.

 

Kelebihannya

Mark to market punya keunggulan karena membuat nilai aset lebih transparan dan apa adanya, mengikuti harga pasar terbaru.

Perubahan harga langsung tercermin secara realtime sehingga investor bisa melihat kondisi portofolionya sesuai situasi pasar yang sedang berlangsung.

 

Keterbatasannya

Namun, metode ini juga sangat sensitif terhadap volatilitas. Saat pasar bergerak ekstrem, nilai aset bisa naik-turun tajam dalam waktu singkat.

Akibatnya, laporan keuangan atau nilai portofolio dapat terlihat lebih berfluktuasi, meskipun aset tersebut sebenarnya belum dijual.

 

Kesimpulan

Nah, itulah tadi pembahasan menarik tentang mark to market dalam crypto sebagai cara kerja penilaian aset di pasar volatil, yang dapat kamu baca selengkapnya di Akademi crypto di INDODAX Academy.

Sebagai kesimpulan, di pasar kripto yang bergerak tanpa jeda, mark to market bekerja di balik layar setiap kali angka di portofolio berubah.

Ia bukan sekadar metode pencatatan, melainkan mekanisme yang membuat nilai aset selalu terhubung dengan realitas pasar saat ini. Tanpa pendekatan ini, investor akan melihat angka yang tertinggal dari kondisi sebenarnya.

Namun, keterhubungan langsung dengan harga pasar juga berarti setiap gejolak langsung terasa. Di sinilah konteks menjadi penting.

Perubahan nilai yang muncul bukan selalu sinyal untuk bertindak, melainkan cerminan dinamika harga yang memang menjadi karakter dasar aset kripto. Memahami mark to market membantu memisahkan antara perubahan valuasi dan keputusan transaksi.

Pada akhirnya, mark to market bukan soal untung atau rugi di layar, tetapi soal bagaimana membaca angka secara proporsional. Di pasar yang volatil, kejernihan memahami mekanisme penilaian sering kali sama pentingnya dengan strategi investasi itu sendiri.

Selain mendapatkan insight mendalam lewat berbagai artikel edukasi crypto terpopuler, kamu juga bisa memperluas wawasan lewat kumpulan tutorial serta memilih dari beragam artikel populer yang sesuai minatmu.

Selain update pengetahuan, kamu juga bisa langsung pantau harga aset digital di Indodax Market seperti harga Bitcoin (BTC to IDR) atau aset lainnya dan ikuti perkembangan terkini lewat berita crypto terbaru. Untuk pengalaman trading lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading dari Indodax. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu nggak ketinggalan informasi penting seputar blockchain, aset kripto, dan peluang trading lainnya.

Kamu juga bisa ikutin berita terbaru kami lewat Google News agar akses informasi lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan aset kripto kamu dengan fitur INDODAX staking crypto, cara praktis buat dapetin penghasilan pasif dari aset yang disimpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.

Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

 

FAQ

 

  1. Apa itu mark to market dalam crypto?
    Mark to market adalah metode penilaian aset kripto berdasarkan harga pasar terkini sehingga nilai portofolio selalu diperbarui secara realtime.

 

  1. Apa perbedaan mark to market dan harga beli?
    Harga beli adalah biaya historis saat aset dibeli, sedangkan mark to market menilai aset berdasarkan harga pasar saat ini.

 

  1. Apakah mark to market memengaruhi likuidasi di futures?
    Ya, dalam trading derivatif, sistem menggunakan harga acuan tertentu untuk menghitung nilai posisi dan menentukan apakah margin masih mencukupi.

 

  1. Apakah mark to market berlaku untuk spot trading?
    Ya, meskipun tidak ada margin atau likuidasi, nilai portofolio tetap dihitung berdasarkan harga pasar terkini.

 

  1. Mengapa nilai portofolio berubah meskipun tidak melakukan transaksi?
    Karena sistem menggunakan metode mark to market yang menyesuaikan nilai aset berdasarkan perubahan harga pasar.

 

 

Follow Sosmed Telenya Indodax sekarang!

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
 

 

Author:  Boy

 

Lebih Banyak dari Tutorial

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
EDENA/IDR
Edena
586
95.33%
STRM/IDR
StreamCoin
7
16.67%
BMT/IDR
Bubblemaps
253
16.59%
ID/IDR
Space ID
705
16.53%
DODO/IDR
DODO
327
14.74%
Nama Harga 24H Chg
MTL/IDR
Metal DAO
5.500
-75%
GXC/IDR
GXChain
1.161
-66.11%
WTEC/IDR
World Trad
1
-50%
KUNCI/IDR
Kunci Coin
1
-50%
TAIKO/IDR
Taiko
3.750
-35.67%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Glamsterdam: Mengapa Ethereum Masih Terus Melakukan Upgrade?

Sejak diluncurkan pada tahun 2015, Ethereum telah melalui berbagai upgrade

ETH vs NEO: Mengapa Ethereum dan NEO Menempuh Jalan yang Berbeda?

Ethereum dan NEO pernah dianggap sebagai dua proyek blockchain paling

INDODAX Market Signal 22 Juni 2026
22/06/2026
INDODAX Market Signal 22 Juni 2026

Minggu ini, jajaran aset kripto yang bullish dipimpin oleh Hyperliquid

22/06/2026