Harga Bitcoin (BTC) mulai menunjukkan tanda stabil setelah beberapa bulan berada dalam tekanan.
Perusahaan investasi global VanEck menilai pasar kripto kemungkinan sedang memasuki fase pembentukan titik terendah atau market bottom, meskipun sejumlah analis masih memperingatkan potensi penurunan lanjutan.
“Saya melihat pasar sedang membentuk bottom, dan ini merupakan tanda kehidupan yang sangat positif,” sebut VanEck.
Saat laporan ini dibahas, Bitcoin diperdagangkan di kisaran $66.630, setelah sebelumnya sempat turun mendekati $63.000.
Penurunan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu tekanan pada aset berisiko, termasuk kripto.
Meski demikian, beberapa indikator mulai menunjukkan bahwa fase pelemahan pasar mungkin mulai mendekati akhir.
VanEck Melihat Tanda Pasar Mendekati Bottom
CEO VanEck, Jan van Eck, menyatakan bahwa pergerakan terbaru di pasar kripto memberi sinyal bahwa fase penurunan mungkin mulai kehilangan momentum.
Dalam wawancara di CNBC, ia menyoroti adanya kenaikan di sejumlah aset kripto besar dan saham perusahaan terkait kripto, seperti Coinbase dan Circle. Pergerakan ini dinilai sebagai indikasi bahwa sentimen pasar mulai berubah setelah periode koreksi yang panjang.
Menurut VanEck, kondisi saat ini juga masih sejalan dengan pola siklus empat tahunan Bitcoin. Dalam pola historis tersebut, Bitcoin biasanya mengalami tiga tahun kenaikan harga sebelum memasuki fase penurunan yang signifikan pada tahun keempat.
“Bitcoin biasanya naik selama tiga tahun berturut-turut, lalu mengalami penurunan cukup besar pada tahun keempat. Itulah sebabnya kita saat ini berada dalam fase bear market kripto,” ujarnya.
Tahun 2026 disebut sebagai fase koreksi dalam siklus tersebut, sehingga volatilitas dan tekanan harga dianggap sebagai bagian normal dari dinamika pasar.
Meski begitu, VanEck melihat beberapa tanda yang mereka sebut sebagai “sign of life”, atau indikasi bahwa pasar mulai menunjukkan aktivitas pemulihan.
Baca juga berita terkait: Index US Dollar Naik ke Level Tertinggi 3 Bulan, Apa Dampaknya ke Bitcoin?
Lonjakan Stablecoin Dinilai Jadi Sinyal Likuiditas
Selain pergerakan harga Bitcoin, VanEck juga menyoroti pertumbuhan signifikan pada sektor stablecoin.
Menurut perusahaan tersebut, pasokan stablecoin meningkat sekitar 55% dalam satu pekan terakhir. Kenaikan ini dianggap sebagai indikator penting karena stablecoin sering berfungsi sebagai sumber likuiditas utama dalam ekosistem kripto.
Ketika investor memindahkan dana ke stablecoin, itu sering menandakan bahwa modal masih berada di dalam ekosistem kripto dan siap kembali masuk ke aset digital jika peluang muncul.
Dalam pandangan VanEck, perkembangan ini menunjukkan bahwa infrastruktur pasar kripto masih terus berkembang, yang mereka gambarkan sebagai evolusi “plumbing” atau sistem dasar dari industri aset digital.
Altcoin Justru Mendekati Rekor Terendah
Di sisi lain, kondisi altcoin menunjukkan gambaran yang jauh lebih lemah.

Sumber Gambar: X.com/Darkfost_Coc
Analis kripto dengan nama akun Darkfrost mengungkapkan bahwa sekitar 38% altcoin saat ini diperdagangkan dekat dengan all-time low (ATL). Angka tersebut merupakan salah satu tingkat regresi terbesar dalam siklus pasar kripto saat ini.
Sebagai perbandingan, metrik yang sama pernah mencapai:
- 35% pada April 2025
- 37,8% setelah runtuhnya FTX
Data ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap altcoin masih sangat besar, terutama pada proyek dengan kapitalisasi pasar kecil.
Darkfrost juga mencatat bahwa minat investor terhadap aset spekulatif masih rendah. Likuiditas pasar global saat ini lebih banyak mengalir ke saham dan komoditas, sementara alokasi ke kripto cenderung terbatas.
“Saat ini likuiditas pasar masih tergolong rapuh dan lebih banyak mengalir ke saham serta komoditas, yang dinilai menawarkan volatilitas dan peluang lebih menarik bagi investor,” tulis Darkfost.
Meski demikian, periode di mana banyak altcoin berada di dekat titik terendah sering kali juga bertepatan dengan munculnya peluang baru di pasar.
Risiko Penurunan Bitcoin Masih Ada
Walaupun beberapa indikator mulai menunjukkan stabilisasi, sebagian analis menilai koreksi Bitcoin saat ini masih tergolong moderat dibandingkan siklus sebelumnya.
Bitcoin tercatat mengalami penurunan sekitar 47% dari puncak siklusnya. Angka ini masih jauh lebih kecil dibandingkan penurunan ekstrem pada beberapa bear market sebelumnya.
Sebagai contoh, pada bear market tahun 2012, harga Bitcoin pernah turun lebih dari 90% dari puncaknya. Darkfrost memperingatkan bahwa jika pola historis berlanjut, Bitcoin masih berpotensi mengalami koreksi lebih dalam hingga 60% sampai 70% dari puncak siklus.
Dengan asumsi puncak siklus berada di sekitar $123.000, penurunan sebesar itu bisa membawa harga Bitcoin ke area sekitar $36.900.
Baca selanjutnya: Selat Hormuz Ditutup, Benarkah Bitcoin Bisa Anjlok ke Bawah US$60.000?
Level Harga Bitcoin yang Perlu Diperhatikan

Sumber Gambar: TradingView via CCN
Dari sisi analisis teknikal, beberapa level harga kini menjadi perhatian utama pelaku pasar. Level $60.263 sebagai area support penting bagi Bitcoin dalam jangka pendek.
Jika harga turun menembus level tersebut, tekanan jual berpotensi membawa Bitcoin ke area berikutnya di sekitar $55.000 dan $49.000.
Sebaliknya, jika Bitcoin mampu menembus pola konsolidasi yang terbentuk saat ini dengan volume kuat, peluang kenaikan menuju sekitar $75.865 bisa terbuka.
Selain faktor teknikal, kondisi geopolitik global juga berpotensi memengaruhi arah pasar. Ketegangan yang melibatkan Iran, Israel, dan wilayah strategis Selat Hormuz dapat meningkatkan ketidakpastian pasar keuangan secara luas.
Prospek Jangka Panjang Bitcoin Tetap Optimistis
Terlepas dari volatilitas jangka pendek, VanEck tetap mempertahankan pandangan optimistis terhadap masa depan Bitcoin.
Perusahaan investasi tersebut bahkan pernah memprediksikan bahwa harga Bitcoin dapat mencapai $2,9 juta per koin pada tahun 2050 dalam skenario dasar.
Proyeksi tersebut didasarkan pada asumsi bahwa Bitcoin akan semakin digunakan sebagai aset penyelesaian transaksi global.
VanEck juga mengusulkan strategi alokasi dalam portofolio investasi, yaitu sekitar 1% hingga 3% untuk investor umum, sementara investor dengan toleransi risiko lebih tinggi bisa mempertimbangkan alokasi hingga 20%.
Meski angka tersebut bersifat jangka panjang, proyeksi ini menunjukkan bahwa sejumlah institusi masih melihat potensi besar pada aset kripto terbesar tersebut.
Kesimpulan
Bitcoin saat ini berada dalam fase yang menarik bagi pasar kripto. Di satu sisi, beberapa indikator seperti pertumbuhan stablecoin dan stabilisasi harga mulai memberi sinyal bahwa pasar mungkin mendekati titik terendah.
Namun di sisi lain, kondisi altcoin yang masih tertekan serta potensi koreksi lebih dalam membuat banyak analis tetap berhati-hati.
Dalam jangka pendek, level $60.263 menjadi area krusial yang akan menentukan apakah Bitcoin mampu mempertahankan stabilitas atau justru memasuki fase penurunan yang lebih dalam.
FAQ
- Apa yang dimaksud dengan market bottom dalam Bitcoin?
Market bottom adalah kondisi ketika harga suatu aset mencapai titik terendah setelah periode penurunan panjang. Pada fase ini, tekanan jual biasanya mulai melemah dan harga cenderung stabil sebelum berpotensi memasuki fase pemulihan. - Mengapa banyak analis memperhatikan siklus 4 tahunan Bitcoin?
Bitcoin sering menunjukkan pola pergerakan harga yang berkaitan dengan siklus empat tahunan yang dipicu oleh peristiwa halving. Dalam banyak kasus, harga naik selama beberapa tahun setelah halving sebelum akhirnya mengalami koreksi besar pada tahun berikutnya. - Mengapa stablecoin dianggap penting bagi pasar kripto?
Stablecoin berfungsi sebagai sumber likuiditas utama di pasar kripto. Ketika pasokan stablecoin meningkat, itu sering menandakan bahwa investor masih memiliki dana di dalam ekosistem kripto dan siap membeli aset digital saat peluang muncul. - Apa arti altcoin berada dekat all-time low (ATL)?
All-time low adalah harga terendah yang pernah dicapai suatu aset sejak diluncurkan. Jika banyak altcoin berada dekat ATL, itu biasanya menunjukkan sentimen pasar yang sangat lemah terhadap aset berisiko. - Level harga Bitcoin apa yang paling diperhatikan saat ini?
Beberapa analis menyoroti level $60.263 sebagai support penting bagi Bitcoin. Jika harga turun menembus level tersebut, potensi penurunan lebih dalam menuju area $55.000 hingga $49.000 bisa terbuka.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CCN – Is Bitcoin Price Forming a Bottom? VanEck Says Downturn May Be Nearing End as Altcoins Near ATL, diakses pada 4 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


