Ripple terus memperluas jangkauan bisnisnya di kawasan Asia-Pasifik dengan menargetkan lisensi keuangan di Australia. Di saat yang sama, XRP menunjukkan peningkatan minat dari investor ritel berdasarkan data ETF dan aktivitas on-chain.
Langkah ini menunjukkan dua perkembangan yang berjalan paralel: ekspansi institusional oleh Ripple dan meningkatnya akumulasi XRP oleh investor individu.
Ripple Targetkan Lisensi Keuangan di Australia
Ripple berupaya memperoleh Australian Financial Services License (AFSL) melalui rencana akuisisi BC Payments Australia Pty Ltd. Jika disetujui, lisensi ini memungkinkan Ripple menyediakan layanan pembayaran yang teregulasi bagi bank, perusahaan fintech, dan bisnis di Australia.
Menurut Fiona Murray, Managing Director Asia Pacific Ripple melalui laman resmi Ripple menyebut bahwa Australia merupakan pasar penting bagi pertumbuhan perusahaan.
Ia menyatakan bahwa lisensi tersebut akan memperkuat kemampuan Ripple dalam mengembangkan layanan Ripple Payments di kawasan Asia-Pasifik.
Saat ini Ripple telah bekerja sama dengan banyak perusahaan di Australia, termasuk Hai Ha Money Transfer, Stables, Caleb & Brown, Flash Payments, dan Independent Reserve.
Secara global, Ripple kini memegang lebih dari 75 lisensi regulasi. Platform Ripple Payments juga telah memproses transaksi lebih dari $100 miliar di lebih dari 60 pasar.
Data ETF Tunjukkan Minat Ritel pada XRP

Sumber: x.com/@JSeyff
Di sisi lain, XRP menunjukkan pola permintaan yang berbeda dibanding aset kripto besar lainnya. Data Bloomberg Intelligence menunjukkan bahwa hingga 31 Desember 2025, ETF XRP memiliki $1,342 miliar aset kelolaan (AUM).
Namun hanya sekitar 15,9% dari kepemilikan tersebut berasal dari investor institusional yang melaporkan kepemilikan melalui dokumen Form 13F. Artinya, sebagian besar aliran dana ke ETF XRP berasal dari investor ritel.
Analis Bloomberg James Seyffart menyebut bahwa ETF XRP tetap bertahan cukup baik meskipun pasar kripto sempat mengalami penurunan harga. Ia menilai permintaan yang kuat dari investor individu menjadi faktor utama yang menopang stabilitas produk investasi tersebut.
Baca juga: Goldman Sachs Jadi Pemegang Terbesar ETF XRP, Harga Siap Terbang?
Aktivitas On-Chain Perkuat Sinyal Akumulasi
?? Rising XRP withdrawals while ETF flows surpass $1.4B.
Despite a period of uncertainty that has been quite detrimental to the cryptocurrency market, altcoins are starting to show some early signs of resilience.
Total3, which represents the market capitalization of altcoins… pic.twitter.com/2p4dpCIqgf
— Darkfost (@Darkfost_Coc) March 10, 2026
Data on-chain juga menunjukkan peningkatan aktivitas akumulasi XRP. Analis blockchain Darkfost mencatat lonjakan transaksi penarikan XRP dari bursa, yang sempat melampaui 14.000 transaksi pada 6 Maret.
Lonjakan penarikan ini sering diartikan sebagai tanda bahwa investor memindahkan aset ke dompet pribadi, sehingga mengurangi tekanan jual di pasar.
Jika tren ini berlanjut, XRP berpotensi menarik lebih banyak likuiditas di pasar altcoin yang saat ini cenderung selektif.
Kesimpulan
Ekspansi Ripple ke Australia menunjukkan upaya perusahaan memperkuat jaringan pembayaran global berbasis blockchain.
Di sisi lain, data ETF dan aktivitas on-chain mengindikasikan minat investor ritel terhadap XRP terus meningkat.
Kedua perkembangan ini berjalan di jalur berbeda untuk saat ini, namun jika penggunaan Ripple Payments semakin luas, faktor fundamental tersebut berpotensi memperkuat narasi jangka panjang bagi XRP.
FAQ
1. Apa itu lisensi AFSL yang ingin diperoleh Ripple?
AFSL (Australian Financial Services License) adalah izin regulasi yang memungkinkan perusahaan menyediakan layanan keuangan secara resmi di Australia.
2. Mengapa Ripple ingin berekspansi ke Australia?
Australia merupakan salah satu pasar fintech yang berkembang pesat di kawasan Asia-Pasifik, sehingga penting bagi strategi ekspansi Ripple.
3. Apa hubungan Ripple dengan XRP?
Ripple adalah perusahaan yang mengembangkan infrastruktur pembayaran blockchain, sementara XRP adalah aset digital yang digunakan dalam ekosistem jaringan tersebut.
4. Mengapa ETF XRP banyak didominasi investor ritel?
Data menunjukkan hanya sekitar 15,9% kepemilikan ETF XRP berasal dari investor institusional, sehingga mayoritas aliran dana datang dari investor individu.
5. Apa arti meningkatnya penarikan XRP dari bursa?
Lonjakan penarikan biasanya menunjukkan investor memindahkan aset ke dompet pribadi untuk menyimpan jangka panjang, yang dapat mengurangi tekanan jual di pasar.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Be(in)crypto – How Ripple and XRP Retail Investors Are Building Momentum on Parallel Tracks, diakses pada 11 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita XRP





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
